Saat wanita polos bernama Sherina Utami itu mengikuti Justin masuk ke kamar ….Aku duduk di sofa ruang tamu dengan tenang.Terdengar suara erangan mesra dari dalam kamar sepanjang malam.Saat fajar menyingsing, tanpa mengenakan baju, Justin keluar dari kamar.Aroma kemesraan mereka tercium olehku, membuatku merasa langsung mual.Justin menghampiriku dan bertanya dengan nada dingin, "Kamu puas?"Aku mendongak, lalu menatapnya sambil berkata, "Kulihat kamu yang puas."Dia tiba-tiba marah. "Kamu setiap hari mendatangkan wanita untuk merayuku. Menurutku, tujuanmu bukan karena ingin memberiku keturunan, tapi karena merasa bosan setelah sepuluh tahun menikah denganku, 'kan? Oke, aku ikuti keinginanmu, mulai sekarang aku nggak akan menyentuhmu lagi!""Setelah Sherina bangun nanti, antarkan dia kembali ke sekolah."Aku berdiri sambil berusaha menahan emosi dalam suaraku yang bergetar, menanyakan pertanyaan terakhir padanya, "Kamu mencintainya?""Benar, aku mencintainya! Tapi, tenang saja. Stat
Read more