Compartir

49

Autor: Eselitaa
last update Fecha de publicación: 2026-04-05 16:28:40
"Svanhildr bodoh sekali. Kenapa dia ikut menyerang prajurit kami?" batin Lunara.

Para monster dan penyihir ikut bertarung sekarang. Lunara tidak menyangka pasukan Yeshe sebanyak itu mampu dikalahkan setengah oleh pasukan Svanhildr.

"Di buku, Yeshe menghajar mereka satu-persatu. Dia tidak melibatkan pasukannya hingga dia bertemu dengan Svanhildr dan akhirnya duel satu lawan satu," batin Lunara.

Lunara berpikir keras apa yang harus dia lakukan di situasi sekarang.

Di situasi sekarang, dia
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   155

    Yeshe menemui putra mahkota Delayna. Akhir-akhir ini, Yeshe jarang mencari Delayna. Sehingga putri mahkota senang bukan main. Meskipun dia masih didandani oleh para pelayan, dia tetap keluar untuk menemui Yeshe. "Tuan duke, tumben sekali," ucap Delayna senang. Yeshe sama sekali tidak ingin basa-basi. Tentu saja, dia sangat penasaran apakah Delayna benar-benar telah memberikan sihir gelap kepada Lunara. "Kau bisa melakukan sihir gelap bukan?" tanya Yeshe. "Ya, tentu saja. Apakah kita perlu mengurus sesuatu di wilayah lain?" tanya Delayna. Mereka kerap bekerja sama untuk mengatasi permasalahan di beberapa wilayah. Jadi bisa dikatakan, hubungan mereka seperti rekan kerja. Namun yang memiliki perasaan lebih tampaknya hanya Delayna. Atau Yeshe juga sama? "Tidak. Apakah kau benar-benar memberikan sihir gelap kepada lady Lunara?" tanya Yeshe dingin. Delayna terkejut dengan pertanyaan itu. Dia tidak menjawab tetapi melangkah menjauh dari Yeshe tetapi bukan ke dalam. Dia berhent

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   154

    "Saat ini, ada seseorang yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya di luar sana untuk membawa penawar yang sesungguhnya," ujar Profesor Heinz, teringat akan kepergian Raga menuju perbatasan selatan yang penuh bahaya. "Sihir hitam semacam ini tidak begitu saja disirnakan dengan jalan pintas atau kekuasaan. Ini adalah pertarungan ketahanan jiwa dan penawar yang tepat. Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menjaga kesadaran Lady Lunara tetap stabil hingga penawar itu tiba." Yeshe terdiam menatap Profesor Heinz, lalu kembali menatap Lunara. Kata-kata sang profesor tentang 'seseorang yang sedang berjuang' memicu denyut yang ia sendiri tidak tahu apa dan rasa penasaran yang membakar di dalam dada sang duke. Dia tahu pasti siapa orang yang dimaksud. Lunara yang memperhatikan ketegangan itu hanya bisa menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kelelahan. "Terima kasih atas hadiahnya, Duke Yeshe," bisik Lunara lirih, suaranya hampir tenggelam oleh angin malam. "Tapi seperti yang dik

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   153

    Matahari baru saja naik setinggi penggalah ketika derap langkah ribuan kuda lapis baja mengguncang tanah di sekitar rumah sewa keluarga Windmere. Debu membubung tinggi di udara, mengiringi kedatangan sebuah iring-iringan mewah yang terbilang terlampau megah untuk wilayah pinggiran kota. Kereta kuda bersepuh emas dengan ukiran lambang keluarga Aldridge berhenti tepat di depan pekarangan, dikawal oleh jajaran ksatria berarmor hitam yang berbaris rapi. Pintu kereta terbuka, dan Duke Yeshe Aldridge melangkah keluar dengan gaya anggunnya yang selalu memikat sekaligus mengintimidasi. Jubah bulu hitamnya berkibar pelan ditiup angin Everest yang dingin. Di belakangnya, puluhan pelayan tampak tergesa-gesa mengangkut puluhan kotak kayu berukir, kain sutra berharga fantastis, hingga berbagai jenis batu sihir penyembuh tingkat tinggi yang nilainya cukup untuk membeli sebuah distrik kota. Yeshe melangkah maju tanpa memedulikan tatapan penuh permusuhan dari para ksatria Windmere yang berjaga. Pan

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   152

    Di tengah jeritan dan pertengkaran sengit yang berkecamuk di dalam alam bawah sadarnya, bayangan kehidupan masa lalu Lunara perlahan terkoyak bagai tirai yang koyak ditiup angin kencang. Retakan-retakan cahaya ungu dan hitam menembus ilusi kantor tua, mantan kekasih yang brengsek, dan bayangan keluarga yang parasit. Kehidupan kelam sebagai karyawan kantoran yang mati mengenaskan itu mendadak terdorong jauh ke dasar jiwanya, digantikan oleh hawa dingin yang menusuk tulang dan rasa sakit yang membakar dari dadanya.Tidak. Aku tidak akan pernah kembali menjadi sosok yang pasrah.Batin Lunara berteriak menolak kenyataan semu itu. Kesadarannya ditarik paksa kembali ke dunia nyata.Di alam nyata, tubuh Lunara melengkung di atas tempat tidur kayu rumah sewa tersebut. Napasnya tersengal-sengal, sementara pola-pola hitam dari sihir gelap mengular tajam di sekitar lehernya. Lune yang berada di samping tempat tidur langsung tersentak, mencengkeram tangan adiknya yang dingin membeku."Lunara! Lu

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   151

    "Marquis Zane, naga putih telah kembali. Tuan muda Arzu memerintahkan para pasukan untuk bersiap-siap kembali ke Everest," ucap seorang pengawal melapor kepada Marquis Zane yang sedang duduk di dalam rumah sewa itu sambil menekan keningnya yang pening. Zane langsung menemui kedua anaknya yang sibuk di depan. "Marquis Zane, aku sudah mendengar soal Lunara. Apakah dia-" Zane langsung menampar Arzu. Tentu saja seketika Arzu berhenti berbicara. Ayahnya jelas-jelas memotong ucapannya dengan tindakan kasarnya itu. Ketara sekali dia tidak membiarkannya berbicara lebih lanjut. Arzu sempat tidak percaya bahwa Zane benar-benar bernegosasi dengan kaisar terkait naga putih milik Lunara hanya karena tidak ingin Lunara terlibat hal-hal berbahaya. Tetapi ternyata dia benar-benar serius. Dia terlihat sangat marah mendengar kenyataan bahwa mereka membawa kembali naga putih milik Lunara. "Apa yang kau lakukan? Kau datang ke hadapan kaisar dan mengambil naga yang telah disepakati untuk dip

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   150

    Arzu berdiri tegak di hadapan Putri Mahkota Delayna. Tidak ada sedikit pun raut gentar di wajah jenderal muda itu, hanya ada tatapan dingin yang dipadu dengan senyum tipis yang sarat akan provokasi. Angin dingin mengibarkan jubah perangnya, membawa bau amis darah dari pertempuran singkat yang baru saja usai di sekeliling mereka. "Putri Mahkota Delayna," panggil Arzu dengan suara tenang yang menggema di area terbuka tersebut. "Sangat disayangkan Anda harus mengotori gaun indah Anda dengan menapak di tanah berdarah ini. Namun, mengenai naga putih ini... kurasa Anda terlambat." "Jenderal Arzu Windmere!" pangkas Delayna dengan napas memburu. Matanya menyipit murka menatap tubuh-tubuh penyihir kekaisaran yang tergeletak tak berdaya di sekitar rantai-rantai sihir yang kini telah hancur. "Kau telah melakukan pengkhianatan terang-terangan! Menyerang penyihir istana dan berusaha melarikan naga putih ini adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi! Kaisar tidak akan pernah membiarkan keluarga

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   06

    "Nona penyihir, bagaimana kalau menyicil membayarnya? Aku perlu bekerja dulu," ucap Lunara dengan sorot mata penuh harap pada nenek sihir itu.Luar biasa. Si penyihir itu tidak pernah membayangkan akan menyaksikan keadaan dimana Lunara meminta seperti ini padanya.Dan apa yang dia katakan? Bekerja

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   05

    Yeshe membaca potongan surat tersebut. Aku harap kamu menyukai hadiah dariku, tuan putri. Maaf jika aku hanya memberikan sebuah kalung tetapi aku benar-benar bekerja keras soal kalung ini. Yeshe menyipitkan kedua matanya. "Mana sisanya?" tanya Yeshe ke penyihir itu. Penyihir itu menggelengkan k

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   04

    Semua hadiah untuk putri mahkota harus melewati Duke Aldridge yang terkenal kejam yaitu Yeshe. Tapi, ada memberikan hadiah pada putri mahkota diam-diam seolah-olah menghindari pengawasan Yeshe. Berani sekali. Yeshe mengerahkan pedangnya ke kotak hadiah itu kemudian menyeragnya hingga kotak itu ha

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   03

    Di buku tersebut, diceritakan bahwa putri mahkota, sang karakter utama, sempat menyelamatkan peri dalam salah satu ekspedisinya ke suatu wilayah di kekaisaran. Setelah itu, sang putri mahkota berteman dengan peri tersebut. Diceritakan putri mahkota menjadi salah satu manusia yang berhasil bertema

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status