Share

Bab 4

Author: Secretnim
last update publish date: 2026-04-06 14:17:48

Keduanya sudah tidur, tapi suara bising bayinya yang menangis membangunkan Serena yang tertidur nyenyak. Serena meregangkan ototnya yang terasa sangat sakit, ia menatap sekelilingnya dan tatapannya jatuh pada suaminya yang sedang tidur.

Apakah kalian mengira keduanya tidur bersama? Jawabannya TIDAK ia tidur di sofa karena sang suami yang menyuruhnya, lagian Serena juga masih canggung jika harus tidur bersama dengan pria untuk pertama kalinya.

Oeee Oeee Oeee

Serena menghampiri bayinya dan menggendongnya. "Baby, berhentilah menangis oke? Nanti tenggorokan mu sakit."

Serena menatap suaminya lagi, ia bernafas lega suaminya masih tidur jadi ia bebas menyusui bayinya. Serena memberikan asi-nya kepada anaknya dan dilahap oleh anaknya dengan rakus, Serena terkekeh melihat bayinya yang menggemaska. Sesekali meringis, rasanya masih sakit.

"Ternyata kamu lapar, pelan-pelan baby awss. Lihat? Daddy mu masih tidur dan dia tidak akan mengambilnya." Serena terkekeh mendengar ucapannya sendiri, bahkan sesekali dirinya meringis.

Tanpa Serena sadari, Vincen terbangun dan sekarang sedang menatap keduanya dengan pandangan datar tapi mengandung banyak arti. Tatapannya jatuh pada benda bulat yang sangat seksi menurutnya sedang dilahap anaknya, tenggorokan Vincen terasa kering melihatnya tapi ia berusaha tetap datar. Dirinya juga pria normal yang akan terangsang disuguhkan pemandangan indah menurutnya, apalagi dengan body Serena yang sekarang terlihat seksi.

Beberapa menit kemudian Serena yang merasa diperhatikan ingin melihatnya, tapi ia tahan takut dirinya tambah malu. Bahkan Serena menutupi payudaranya dengan tangan satu lagi yang menganggur, dengan ide cemerlang Serena menyeringai. Jadi posisi Serena Sekarang duduk di sofa yang mengarah ke Vincen, ia kira suaminya tidak akan bangun.

"Baby Arce? Mommy bingung. Bagaimana kehidupan kita nanti, apakah kita akan di buang dan di telantarkan oleh Daddy mu atau mereka. Jika seandainya mommy dan Daddy bercerai, apakah Baby Arce mau mengikuti Mommy yang tidak punya apa-apa?"

"Apa? Baby Arce tidak mau. Jahat sekali, jika baby Arce tidak ingin kami berpisah maka bantu Mommy meluluhkan Daddy mu." Lirih Serena dengan suara sendu. Dirasa baby Arce tertidur kembali Serena menidurkannya di box bayi. Baru Serena tidur sebentar Baby Arce kembali menangis, Serena menggendongnya kembali dan terus seperti itu.

Serena menguap dengan mata berair karena mengantuk, ia menatap bayinya yang sekarang bengong melihatnya dengan wajah polosnya. "Hey bayi kecil! Apakah kamu tidak ingin tidur? Mommy sangat mengantuk, tidurlah nak."

Bukannya tertidur Arce malah tersenyum padanya. "Apakah Arce menertawakan Mommy yang wajahnya jelek karena menahan ngantuk?"

"Astaga, aku ngantuk sekali." Lirihnya, ia menatap suaminya yang tertidur. Tanpa merasa takut Serena menghampiri suaminya, Serena mencolek perut Vincen.

"Vincen," bisik Serena pelan tapi tidak ada pergerakan apapun.

"Vincen, bangunlah. Tolong bantu aku."

"Mas Vincen."

Sebenarnya Vincen sudah bangun, hanya saja entah kenapa ia ingin mengerjai istrinya. Tapi saat kalimat Mas terucap di bibir istrinya yang selama ini tidak ia anggap, rasanya sangat nyaman.

"Hmm." Hanya deheman yang terdengar.

"Vincen..." ucapan Serena terhenti karena matanya bertubrukan dengan mata tajam suaminya, entah kemana keberanian yang tadi ia dapatkan.

"Apa?"

"Aku- aku eumm maksudku, bisakah kamu membantuku menggendong Baby Arce?" Cicit Serena.

"Tidak." Vincen kembali menarik selimutnya, tapi Serena menahannya.

"Aku mohon, aku sangat mengantuk sekali. Kamu tahu? Baby Arce tidak bisa tidur dan aku harus menemaninya, tapi aku lelah... aku- aku letakkan Beby Arce di sini. Terima kasih." Setelah meletakkan Arce di samping suaminya, Serena berlari kembali ke sofa dan berusaha tidur.

Serena memang serius mengantuk, tapi dirinya tidak ingin melewatkan kesempatan mendekatkan anaknya dengan suaminya.

Vincen menatap anaknya datar dengan tatapan tajam, bukannya takut Arce malah tersenyum memperlihatkan giginya yang belum tumbuh alias ompong dengan tangan yang tidak bisa diam. Tatapan Vincen melihat istrinya yang entah sudah tidur atau hanya pura-pura, ia menghela nafas pasrah.

"Tidurlah." Titah Vincen datar, lalu berdiri menuju kamar mandi meninggalkan Arce sendirian dengan wajah cemberut.

Lima menit kemudian Vincen kembali ke kasur dan dia melihat anaknya menangis sangat nyaring, tapi anehnya Serena tidak terganggu sama sekali. Vincen menatap anaknya yang sedang menangis dengan pandangan intens, dia sekarang harus apa?

"Diamlah, kamu sangat berisik." Vincen berucap datar, bukannya berhenti Arce malah tambah menangis.

"Hey, saya bilang diam! Jika kamu diam saya beri kamu hadiah."

"Apakah kamu butuh uang? Saya berikan, tapi berhentilah menangis."

"Sialan! Saya bilang diam." Vincen bahkan mengeraskan suaranya, biasanya pegawainya akan takut melihat dia seperti itu dan menurutinya. Tapi, kenapa anaknya malah semakin keras menangis.

Serena tidak tidur, ia hanya pura-pura. Lebih tepatnya mengawasi anaknya, jangan pikir Serena membiarkan anaknya di kandang singa tanpa diawasi bisa gawat nanti. Tapi saat suaminya mengeraskan suaranya, ia spontan langsung berdiri dan menggendong anaknya.

"Baby Arce, sudah nangisnya ya. Cup cup cup." Ucap Serena dengan suara lembutnya, bahkan Vincen melihat Serena tanpa berkedip apalagi wajah Serena sangatlah menawan menurutnya.

"Jangan mengumpat kepada anakku!" seru Serena kesal, Vincen menatap istrinya aneh tidak biasannya Serena berani berseru kepadanya.

"Vincen, apakah kamu tidak bisa mengurus bayi?! Kamu sudah menjadi seorang Daddy, tapi begini saja tidak bisa." Marah Serena, anaknya di bentak dan dirinya tidak terima itu.

"Sudah saya bilang, saya tidak mempunyai bayi."

"Ck, kamu Daddy yang buruk, bahkan tidak pantas menjadi Daddy anakku." Cibir Serena.

"Mari kita cerai."

Mata Serena membulat mendengarnya, ia langsung mendekati suaminya dengan senyuman bodohnya. Bisa gawat jika dirinya di usir dari sini, ia akan menjadi gelandangan.

"Mas Vincen, aku bercanda. Oke?" ujar Serena dengan suara di lembutkan, bahkan mendekati suaminya, Tak lupa kata Mas juga terucap lagi dari bibir ranumnya, Vincen menatap Serena datar.

Ternyata dia tidak berubah- batin Vincen melihat Serena yang seperti menggodanya dan itu mengingatkan Vincen ke masa lalu dimana Serena sering menggoda dirinya agar tidur bersamanya.

Oeee Oeee Oeee

Perhatian Serena kembali kepada anaknya, ia ingin menyusuinya tapi malu ada suaminya. "Baby Arce berhenti nangis ya? Mom ada di sini bersama kamu."

Vincen pergi keluar, tapi saat membuka pintu Serena mencekal baju bagian bawah Vincen.

"Jangan pergi, tolong sekali saja peluk anakmu." Lirih Serena menatap suaminya sendu.

"Meskipun aku salah kepadamu, tapi tolong jangan benci anakku. Aku siap melakukan apapun untukmu, tapi sayangilah Baby Arce."

"Saya tidak bisa." Jawab Vincen datar, entah kenapa dia kurang suka melihat wajah polos istrinya menjadi sendu.

"Kenapa? Dia juga bayimu."

"Saya tidak bisa menggendong bayi." Serena terdiam, ia memandang suaminya yang memalingkan wajahnya. Serena ingin tertawa, tapi dirinya tahan takut suaminya benar-benar menceraikannya.

"Aku ajarkan." Serena menyusui Arce dengan pay*da*a ditutupi kain, sedangkan Vincen belajar cara menggendong bayi memakai guling kecil milik baby Arce.

Serena terkekeh geli melihat Vincen menggendong guling dengan kaku, butuh waktu 30 menit Vincen belajar dan akhirnya bisa. Serena melihat bayinya yang sudah tertidur pulas, ia menidurkannya lalu dirinya menghampiri suaminya yang sedang menggerutu.

"Ck, ternyata lebih susah dari pada mendapatkan tender."

Tanpa rasa takut Serena menggenggam tangan suaminya lalu menciumnya lembut, tubuh Vincen menegang kaku merasakan gelenyar aneh sama seperti dulu. Keduanya saling tatap Serena yang tersenyum, Vincen menatap istrinya datar tapi dengan pandangan heran.

"Kamu keren bisa belajar cepat. Bahkan aku susah banget belajarnya, tapi maaf baby Arce sudah tidur."

Vincen melihat anaknya yang tertidur pulas, ia mendengus dan siap berucap tapi Serena menutupi mulutnya dengan telunjuk menempel ke bibir suaminya.

"Jangan mengumpat, mungkin besok dan seterusnya bisa kamu gunakan menggendong baby Arce." Ucap Serena lembut, lagi-lagi Vincen menatap istrinya aneh dan lebih aneh lagi dirinya yang tidak bisa menolak perlakuan Serena kepadanya, padahal dirinya bisa saja menolak seperti biasanya.

Kring kring kring

Serena bersitatap dengan suaminya, ia melihat sekitarnya tapi tidak menemukan apapun.

"Vincen, apa kamu mendengar suara dering ponsel? Apakah itu bunyi ponselmu?" tanya Serena heran, Vincen menatap istrinya kembali datar. Sialan mengganggu rencanaku saja menggoda suamiku, awas saja jika tidak penting- pikir Serena kesal, padahal dirinya hampir berhasil bahkan suaminya sangat penurut padanya.

"Laci."

Meskipun bingung, Serena melihat isi laci ternyata ponsel pemilik asli. Serena melihat nama yang tertera, yaitu Andrian sayang tapi dirinya tidak mengangkatnya.

Deg

"Ini... Siapa?" gumamnya syok.

Ting

AdrianSayang

Besok aku ingin bertemu denganmu Sayang, cafe biasa kita bertemu. Love you❤️

"Bukannya Serena sudah menikah dan suaminya sekarang ada disatu kamar berdua dengannya. Lalu siapa ini?" gumam Serena lagi, ia bergidik melihat pesan entah dari siapa. Tiba-tiba ingatan pemilik asli sedang berduaan dengan Adrian terlintas, ternyata dia selingkuhan pemilik asli.

Tanpa Serena sadari Vincen melihat nama si penelpon dan pengiriman pesan, wajahnya terlihat lebih datar dari sebelumnya. Entah kenapa Serena merasa merinding Sekarang, ia melihat suaminya yang keluar dengan wajah dingin dan juga marah.

"Argggg sial! Gagal lagi."

"Oke, mungkin hari ini gagal menggodanya, tapi aku pastikan besok dan hari lainnya akan berhasil." Gumam Serena dengan tatapan tajamnya menatap pesan dari Andrian.

"Awas kamu! Nanti aku kasih pelajaran." Serena terus menggerutu tapi tangannya memegang letak jantungnya yang berdegup kencang.

"Kenapa dengan jantungku?" Serena belum pernah berpacaran sekalipun, karena di ke hidupannya dulu orang tuanya sangat overprotektif padanya.

Bersambung ...

Bagaimana ceritanya, menarikah?

Jangan lupa tinggalkan jejak

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 4

    Keduanya sudah tidur, tapi suara bising bayinya yang menangis membangunkan Serena yang tertidur nyenyak. Serena meregangkan ototnya yang terasa sangat sakit, ia menatap sekelilingnya dan tatapannya jatuh pada suaminya yang sedang tidur. Apakah kalian mengira keduanya tidur bersama? Jawabannya TIDAK ia tidur di sofa karena sang suami yang menyuruhnya, lagian Serena juga masih canggung jika harus tidur bersama dengan pria untuk pertama kalinya. Oeee Oeee Oeee Serena menghampiri bayinya dan menggendongnya. "Baby, berhentilah menangis oke? Nanti tenggorokan mu sakit." Serena menatap suaminya lagi, ia bernafas lega suaminya masih tidur jadi ia bebas menyusui bayinya. Serena memberikan asi-nya kepada anaknya dan dilahap oleh anaknya dengan rakus, Serena terkekeh melihat bayinya yang menggemaska. Sesekali meringis, rasanya masih sakit. "Ternyata kamu lapar, pelan-pelan baby awss. Lihat? Daddy mu masih tidur dan dia tidak akan mengambilnya." Serena terkekeh mendengar ucapannya sendiri,

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 3

    Malam harinya Serena sedang bersantai, tapi pelayan datang mengganggu waktu santai dirinya. "Lo disuruh makan di bawah, jangan lelet." Setelah mengatakan itu pelayan pergi. Serena menatap pelayan tadi datar, seperti itulah sikap mereka kepadanya tidak tahu diri dan penyebabnya adalah pemilik asli tubuh ini. Serena menghela nafasnya, detik ini juga ia akan bertemu dengan mereka lagi. Serena menggendong anaknya untuk ikut turun, ia tidak mungkin membiarkannya sendiri atau menitipkan kepada pelayan. Yang ada anaknya terluka oleh mereka, karena saat ini yang dirinya percayai hanyalah Emma dan mungkin juga Nenek dari suaminya. Serena turun ke bawah menggunakan lift, saat ia berjalan dan hampir sampai terdengar suara orang-orang yang sedang mengobrol. Serena sampai di ruang makan dan orang-orang yang tadinya berbicara langsung terdiam karena kedatangannya. "Maaf nak, kamu siapa?" tanya wanita tua yang Serena yakini adalah nenek yang menyayanginya, namanya Abigail Casanova. "Aku Serena.

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 2

    "Eh, ternyata lo udah pulang? Kirain gue mati sama bayi lo." Cibir Alice berusaha menutupi wajah terkejutnya melihat Serena yang sangat cantik sekarang, Serena hanya menatap mereka datar. Di sana hanya ada tiga orang, wanita paruh baya yang ia yakini adalah Casandra Casanova mertua tubuh ini dan gadis kembar yang seumuran dirinya yang satu tanpa ekspresi namanya Elsie Casanova dan satu lagi menatap dirinya mengejek yang tadi berbicara tidak sopan yang tak lain adalah Alice. Suaminya memang memiliki adik kembar dan satu adik laki-laki yang sudah menikah dan ia tidak tahu tinggal dimana. Tatapan mata Cassandra melihat ke arah anaknya yang di gendong Emma, entah apa arti tatapan itu untuk sekarang Serena tidak peduli. "Emma, bisa antarkan aku ke kamar?" "Baik nyonya, kalo begitu saya permisi." Setelah mengatakan itu Emma membantu memapah Serena ke kamarnya, meninggalkan mereka yang terkejut dengan bahasa Serena yang baru dan biasanya jika Alice berbicara maka serena akan menyahut deng

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 1

    Serina yang sekarang kita sebut Serena sedang termenung memikirkan nasibnya, ia masih tidak menyangka jiwanya memasuki tubuh orang lain dan lebih tidak menyangka lagi dirinya memasuki tubuh wanita yang sudah memiliki suami dan anak. Ingatan pemilik tubuh ini sudah datang kepadanya saat ia tidak sadarkan diri sehabis melahirkan, ternyata Serena sama sepertinya yang tidak mempunyai orang tua. Nama tubuh ini Serena Casanova, karena ia masih istri dari marga yang dirinya pakai sekarang. Kerjaannya hanya menghamburkan uang bersama sahabatnya, setelah itu merawat diri agar suaminya melihatnya tetapi ternyata tidak ada perubahan apapun. Serena sangat tidak menyukai sifat Serena asli yang semena-mena dan egois tapi dirinya juga kasihan, mungkin dia seperti itu karena keadaan yang mengharuskannya seperti itu. Karena diingatkannya yang dulu Serena anak yang baik dan penyayang tapi semenjak menjadi nyonya Casanova sifat dan sikapnya berubah. Ditambah lagi ia selalu dihasut oleh sahabat yang Se

  • Transmigrasi Seksi Mommy    PROLOG

    SERINA baru keluar dari ruangan dengan senyuman merekah, ia berhasil lolos dan akan menjadi aktris. "Kak Tania, aku lolos!" seru Serina bahagia memeluk manajernya yang sudah dirinya anggap sebagai Kakak sendiri. "Selamat ya Ser, Kakak bilang apa kamu pasti diterima. Apalagi body kamu yang kayak gitar spanyol ditambah bakat kamu yang jago akting turunan ibu kamu," ucap Tania ikut bahagia. Ya, dulu ibunya juga seorang aktris sedangkan ayahnya chef di cafe milik ibunya. Meskipun ayahnya tidak terlalu terkenal, tapi masakannya sangatlah enak menurut Serina dan ibunya. Tapi sayang dua bulan yang lalu keduanya sudah pergi meninggalkannya karena kecelakaan, dan hanya dirinyalah yang selamat dari kecelakaan itu. "Aku masih tidak menyangka kak," ujar Serina tak henti-hentinya. "Iya-iya yang lagi bahagia, ngomong-ngomong kamu ga ada niatan buat lanjut kuliah?" tanya Tania. "Ga tahu kak." "Lanjut aja, sayang tahu kalo ga dilanjut. Apalagi kamu kan pintar dapet juara satu terus." Serina mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status