공유

Bab 5

작가: Secretnim
last update 게시일: 2026-04-10 10:00:50

Pagi harinya Serena terbangun merasakan tepukan di pipinya, saat ia melihat ke samping matanya membulat terkejut.

"Hai Serena," sapanya dengan senyuman.

Aaaaaaaaa!!

"Hey Serena berhentilah berteriak, kamu akan membangunkan anakmu!" serunya lagi. Bagaimana tidak berteriak yang menyapanya adalah buah apel hijau dengan tangan dan kaki berwarna hitam.

"Kamu... buah? Kok bisa berbicara," tanya Serena dengan wajah bodohnya.

"Sembarangan, aku adalah sistem terkenal 99+ yang terlahir kembali karena seseorang meminta tolong padaku," jawab sistem. Bukannya mendengarkan ucapannya Serena mengambil sistem itu lalu menggigitnya.

Akhh

"Sakit bodoh! Berhentilah menggigit sistem terpintar nanti sarafku rusak!" teriak sistem, spontan Serena melemparnya karena syok melihat buah bisa berbicara.

"Hahaha... Sepertinya aku sudah gila semenjak masuk ke dunia ini." Serena tertawa hambar, ia belum percaya dengan buah di hadapannya. Sedangkan buah apel itu mendekat kembali ke arah Serena sambil memegang kepalanya yang sakit, tanpa perasaan sistem itu menjitak kepala Serena dengan kuat sampai Serena mengaduh.

Serena yang kesal memegang buah itu kembali, bahkan dirinya bersiap mematahkan tangannya yang seperti lidi.

"Aws... aws... jangan Serena. Aku mohon jangan!!" teriakan heboh dengan wajah di melaskan. Serena yang melihat wajah buah itu seperti orang sakit melepaskannya, menarik nafasnya kuat-kuat guna meredakan rasa terkejutnya.

"Jadi, siapa kamu?" tanya Serena yang sudah sedikit tenang.

"Aku sistem."

"Kenapa buah sepertimu bisa berbicara?"

"Karena aku sistem."

"Kenapa ada tangannya?"

"Karena aku sistem."

"Berhentilah berbicara sistem, aku serius. Siapa kamu? Kenapa ada di sini?" tanya Serena kesal.

"Aku juga serius, aku sistem."

"Kamu! Ak--"

"Sudah ku bilang, aku sistem terpintar yang siap membantu kamu di dunia manusia," Jawabnya ikut kesal, biasanya dia selalu mendapatkan tuan yang langsung menerima karena keajaibannya. Tapi sekarang, ia malah bertemu dengan tuan yang menganiaya nya.

"Oke, apakah kamu punya nama?" tanya Serena berusaha menerima, ia saja bisa masuk ke tubuh orang lain masa buah tidak bisa.

"Aku Idoy."

Hahahahahahaha

Serena tertawa terbahak-bahak, ia jadi teringat dengan film yang dulu dirinya tonton dan ia sering meledek anak-anak dengan nama Idoy.

"Kenapa kamu ketawa?" tanya sistem yang sekarang kita sebut saja Idoy.

"Tidak, hanya saja kamu lucu." Serena menghapus air matanya karena tidak kuat terus tertawa.

"Aku tahu, aku memang lucu," jawabnya PD dengan senyum pongoh.

"Jadi, apa tugasmu di sini?" tanya Serena, ia sangat mengerti. Seperti novel yang pernah dirinya baca, jika transmigrasi pasti ada sistem yang membantunya.

"Sebelumnya maafkan Idoy, Serena. Karena baru datang, tadinya Idoy ingin bertemu Serena saat pertama kali Serena masuk ke dunia ini, tapi Idoy ada halangan jadi tidak bisa datang," jelasnya sendu.

"Oke, jadi untuk apa kamu di sini?" tanya Serena lagi.

"Tentu saja membantu Serena meluluhkan pria dingin dan membantu anak Serena asli mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya!" seru Idoy antusias, Serena memicingkan mata melihat Idoy.

"Kenapa aku bisa ada tubuh ini?"

Idoy tertawa canggung, dia menatap Serena takut. "Sebenarnya ini permintaan bayi Serena asli, dia menginginkan kasih sayang dari ibu dan juga ayahnya. Makanya sistem berbaik hati menurutinya, tapi saat melihatmu yang koma aku mengambil jiwamu untuk menempati tubuh Serena." Lirih Idoy dengan tangan saling ditautkan, Serena menggeram marah tanpa ampun ia menonjok sistem itu sampai terpental jauh.

"DASAR BAJINGAN! KAMU TAHU MELAHIRKAN SANGATLAH MENYAKITKAN UNTUKKU, BAHKAN AKU TIDAK PERNAH MELAKUKAN ANU-ANU DAN SAAT MEMBUKA MATA HARUS MELAHIRKAN BAYI!!" teriak Serena menggebu-gebu, dirinya masih teringat saat ia masuk ke dunia ini dan tubuhnya seperti di belah dua.

"Hehe, tapi semuanya sudah terjadi," sahut Idoy keleyengan karena kepalanya pusing.

"Tapi tunggu! Apa maksud kamu bilang diriku koma, bukankah aku sudah mati?" tanya Serena penasaran.

"Tidak, tubuh asli mu belum mati tapi koma."

"WHATT!" Serena terkejut, tapi dari matanya ada binar bahagia.

"Hmm, siapa yang bilang kamu sudah mati?"

"Author SecretNim," jawab Serena polos.

"Ck, jangan dengarkan dia. Semoga saja author SecretNim banyak rezekinya." Aamiin, Terima kasih do'anya readers☺️

"Wajah kamu terlihat kesal, tapi kamu mendoakannya."

"Karena dia boss ku," jawab Idoy acuh.

"Oke, apa aku bisa kembali ke duniaku lagi?" tanya Serena dengan wajah berharap.

"Bisa."

"Caranya?"

"Selesaikan misi yang aku kasih," jawab Idoy santai.

"Baik, misi apa itu?" Tanpa memikirkan Serena langsung menyetujuinya, ia tidak sabar kembali ke dunia dan memulai debut kembali.

"Lihatlah." Idoy memberikan ingatan baby Arce saat umur 4 tahun, terlihat Arce tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya maupun keluarga Casanova semenjak Abigail meninggal saat umur Arce satu tahun. Serena meneteskan air mata melihat Arce yang tersesat di jalan tapi tidak ada seorang pun yang membantunya bahkan orang-orang mengira Arce pengemis dan tak segan-segan memukulnya.

Serena ingin menolong bayinya tapi tidak bisa, karena saat tangannya bersentuhan dengan Arce maka akan transparan. Lalu dirinya berpindah ke taman saat Arce melihat sebuah keluarga yang harmonis, Arce menangis bahkan Serena juga ikut ke kediaman Casanova yang mengabaikan kehadiran Arce begitupun Vincen. Bahkan Serena terang-terangan mengatakan tidak suka karena ia kira jika dirinya memiliki anak dengan Vincen maka Vincen akan menyayanginya, tapi ternyata semuanya sama saja dan itu membuatnya tidak menyayangi putranya karena tidak ada gunanya.

Serena membuka matanya dan pecah sudah tangisan yang dirinya rasakan melihat Arce diperlakukan tidak baik di dunia ini, Idoy mendekati Serena dan mengusap bahunya dengan tangan lidi nya.

"Hiks... hiks... ke-kenapa mereka Setega itu kepada Baby Arce?" lirihnya sambil melihat Baby Arce yang tertidur pulas.

"Itu sebabnya aku datang ke sini untuk membantunya mendapatkan kasih sayang, begitupun dengan jiwamu yang masuk ke tubuh ibunya agar dia bisa merasakan kasih sayang dari ibunya."

Ceklek

Serena spontan memegang Idoy dan menyembunyikannya di belakang tubuh, takut suaminya melihat dan sama syok seperti dirinya. Mata berkaca-kaca Serena bersitatap dengan mata Vincen yang tajam.

"Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Vincen datar.

"Tidak." Serena menggelengkan kepalanya.

"Serena, kamu tenang saja suamimu tidak bisa melihatku. Hanya kamu yang bisa melihat diriku, jadi lepaskanlah genggaman tanganmu yang membuat tubuhku remuk!" seru Idoy dengan suara cemprengnya, Serena yang lega melepaskan Idoy dan ia berjalan mendekati suaminya.

"Vincen." Panggil Serena memeluk suaminya erat, ia kembali menangis sambil meraung bahkan tak segan-segan menghapus ingusnya di jas mahal milik suaminya.

Tubuh Vincen tersentak, dia ingin menolak pelukannya seperti biasa. Tapi tidak jadi karena tubuhnya menjadi kaku merasakan kehangatan yang istrinya berikan, akhirnya dia diamkan.

"Hiks... hiks... Vincen. Hatiku sangat sakit," ucap Serena. Aku tidak peduli- jawab Vincen di dalam hatinya.

"Vincen, tolong jangan marah padaku. Kenapa semalam kamu tidak datang lagi ke kamar, kamu tahu aku tidak bisa tidur lagi karena memikirkan kamu," lirih Serena.

"Ck, kamu pembohong yang handal Seerenal! Siapa yang tidur pulas sambil mengorok?!" Cibir Idoy, Serena menatap tajam sistemnya yang duduk di bahu suaminya.

Vincen menatap Serena prihatin, dia menyaksikan Serena merawat anaknya semalaman dengan sepenuh hati dan sekarang dia tidak tidur sama sekali karena khawatir padanya.

"Bagus Serena, Vincen sedang merasa kasihan padamu. Cepatlah gunakan kesempatan ini, bilang padanya jika kamu tidak selingkuh dengan Andrian." Idoy berucap antusias, terlihat wajah Serena yang terkejut mengetahui satu fakta pemilik asli.

"Kenapa kamu tidak merespon ucapanku sedari tadi?" tanya Idoy kesal.

Karena jika aku berbicara maka Vincen akan mengira aku orang gila- jawab Serena di dalam hati.

"Hahaha tidak seperti itu Serena, kamu bisa menjawabnya di hatimu karena aku akan mendengarnya."

"Apa?" Serena blank mendengarnya.

"Terkejutnya nanti saja, sekarang kita balik ke topik utama. Serena asli memang bilang kepada suaminya jika dia berselingkuh dengan teman kerjanya, tapi yang orang-orang tidak tahu kalo Serena asli berbohong dia tidak selingkuh dia berpura-pura berpacaran dengan Andrian agar suaminya cemburu padanya." Diam-diam Serena menyeringai, ia tahu Sekarang harus melakukan apa.

"Ternyata kamu sistem yang sangat berguna untukku." Senyum Idoy mengembang, dia sangat suka pujian tuan-tuan kepadanya.

"Vincen jangan diam saja, apakah kamu marah padaku?" tanya Serena dengan suara sendu. Lagi-lagi suara ini yang Vincen dengar, dia sangat tidak menyukai wajah sedih dan suara sendu istrinya.

"Tidak."

"Kamu berbohong! Vincen, tolong dengarkan penjelasanku tentang Andrian--" ucapan Serena terhenti karena Vincen mendorongnya menjauh.

"Saya tidak ingin mendengar nama selingkuhanmu," jawabnya kembali datar bahkan tangannya mengepal kuat.

"Vincen, kamu salah paham. Sebenarnya aku dan And-- ah maksudku anjing itu tidak berhubungan seperti yang kamu pikirkan," ujar Serena lembut, Vincen menatap Serena tajam.

Bersambung...

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 60

    Sepulang dari kantor, Vincen ikut gabung bersama keluarganya. Tatapannya tidak pernah lepas dari Serina yang sedang mengajak main Arce, begitupun keluarga Casanova yang melihat Vincen aneh karena tidak biasanya dia pulang cepat kecuali jika disuruh saja. Tapi ini, entah ada angin dimana Vincen sudah pulang jam empat sore tadi. Serina tertawa melihat kegemasan yang Arce lakukan untuk menarik perhatiannya. "Tidak perlu melakukan itu, kakak bisa kok." "No, no, no, kata Daddy kita halus melakukan hal manis kepada olang yang kita sukai. Kalena Abang menyukai Ommy, jadi Abang lakuin." Arce kembali membuka jeruk untuk Serina, selesai membuka Arce menyuapi Serina dan dengan senang hati Serina memakannya. "Manis banget." Serina tersenyum, saat ia menengok ke samping. Pandangannya tidak sengaja melihat Vincen yang menatap ke arahnya dan Arce. "Ini perasaan aku saja atau memang benar kalo Pak Vincen lagi liatin aku atau dia lagi lihat

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 59

    "Pak Vincen, tunggu!" Serina mengejar Vincen yang ingin pergi ke kantor, Vincen berhenti dari jalanya dan berbalik menghadap Serina. "Eummm… Soal di ruang makan maaf, saya tidak bermaksud ikut campur. Hanya saja saya..." "Hemm." Vincen melanjutkan jalannya, lagi-lagi Serina menghentikan langkah Vincen dengan manarik baju bagian tangan tapi sayang tangan keduanya tidak sengaja bersentuhan. Lebih tepatnya cincin pernikahan keduanya yang saling bersentuhan, Serena dan Vincen tersentak terkejut, seperti ada sengatan untuk keduanya. Serina memejamkan mata, ingatan seorang pria yang tersenyum di hadapannya kembali terlintas di pikirannya, Serina mendorong Vincen menjauh. Dengan nafas memburu, Serina menatap Vincen tajam. "Pak Vincen, apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" "Bukankah sekarang kita sedang berhadapan?" "Bukan itu Pak, apakah kita kenal dari dulu? Vincen yang diberi pertan

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 58

    Serina bangun dari pingsannya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah mungil anak kecil yang sedang melihatnya dengan tangan memangku dagu. "Ommy, ndak papa?" tanya Arce dengan wajah khawatir, Serina tersenyum mengusap rambut Arce. "Gapapa, kamu jangan khawatir," ujar Serina lembut. "Beneran gapapa, Serina?" tanya Zea yang memang masih ada di sana. "Saya tidak apa-apa, kak." "Syukurlah, dokter bilang katanya kamu kelelahan, lebih baik kamu istirahat dulu. Abang, ayo kita keluar. Biarkan Kakak Serina istirahat," ajak Zea. Arce yang memang mengerti Serina butuh istirahat pun menganggukkan kepalanya. Cup Lagi-lagi Arce mengecup pipi Serina dengan lembut. "Semoga cepat sembuh ya, Ommy." Serina tersenyum, berbeda dengan Zea yang melihatnya entah kenapa jadi dia yang malu karena Arce melakukan hal manis seperti itu, biasanya anak itu akan diam saja. Keduanya keluar, meni

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 57

    Vincen yang merasa ditatap seseorang, melihat orang itu dan ternyata seorang perempuan yang tidak dia kenal. Menatap balik perempuan itu datar, tapi kenapa hatinya berdebar kencang ketika matanya bertubrukkan dengannya. Vincen kembali melihat Arce yang menepuk-nepuk tangannya. Berbeda dengan Serina yang menyentuh letak jantungnya yang terasa sakit. Apakah ia pernah melakukan kesalahan kepada pria itu? Tapi bagaimana mungkin, sedangkan ia tidak pernah bertemu dengannya, Serina menatap pria itu lagi yang wajahnya sangat mirip dengan anaknya. Ada yang tidak beres, apakah pria itu yang di maksud kak Tania? Aku harus mencari tahu- batin Serina. Ia melamun, memikirkan sesuatu yang mengganjal, bahkan Zea yang memanggilnya pun tidak membuatnya sadar kembali. "Serina." Zea memegang bahunya, barulah Serina sadar. "Ah, i-iya. Maaf, tadi sedang ada pikiran yang mengganggu." Serina merasa tidak enak kepada keluarga Casanova yang mungkin saja memperhatikannya sedari tadi. "Tidak masalah, tadi

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 56

    Korea Serina tidur tengkurap sambil memainkan ponsel, di sebelahnya ada Tania yang juga tidur terlentang memainkan ponsel. "Kak, Aurel udah tidur?" tanya Serina tanpa melihat Tania. "Sudah pules dia sambil gendong boneka bear nya. Oh iya, ngomong-ngomong tentang Aurel kayaknya Kakak pernah liat orang yang mirip sama dia deh, tapi dimana ya?" ujar Tania. Serina yang memang sudah penasaran dari dulu menatap Tania bahkan ponselnya ia letakan. "Siapa, kak?" tanya Serina cepat. "Lupa." “Coba ingat-ingat lagi kak, aku penasaran sumpah.” Serina memasang wajah berharap, Tania berusaha memikir. "Kakak ingat! Waktu itu Kakak pernah cerita sama kamu kan kalo kakak tadi baru di Indonesia?" ujar Tania dengan wajah tak kalah antusias. “Iya, terus?” Serina ragu, selalu seperti ini jika negara itu terucap dari orang-orang. "Kakak kan jalannya lagi buru-buru tuh, ter

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 55

    Tiga tahun kemudian... Seorang pria baru saja turun dari jet pribadi miliknya, ia dan beberapa bodyguard berjalan keluar karena saat ini mereka ada di bandara. Saat sedang berjalan ia tidak sengaja mencium aroma yang sangat dirinya rindukan bahkan jantungnya sudah berdetak kencang. Ia berhenti berjalan, melihat sekeliling mencari seseorang yang dirinya kenal tapi tidak ada. Saat melihat ada seseorang berjalan melewatinya spontan Vincen memegang tangan orang itu. Bodyguard yang melihatnya terkejut, dengan sigap mengelilingi Vincen membuat wanita itu ketakutan. "Serena," panggil Vincen. Ya, orang itu adalah Vincen yang ingin berkunjung ke mansion orang tuanya. Wanita yang ia panggil melihat ke arahnya dan ternyata bukan, dengan wajah datar Vincen melepaskan tangan wanita itu, tanpa berucap apapun Vincen kembali melanjutkan jalannya. "Silahkan, tuan." Bodyguard mempersilahkan Vincen masuk ke mobil.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status