LOGINPagi harinya Serena terbangun merasakan tepukan di pipinya, saat ia melihat ke samping matanya membulat terkejut.
"Hai Serena," sapanya dengan senyuman. Aaaaaaaaa!! "Hey Serena berhentilah berteriak, kamu akan membangunkan anakmu!" serunya lagi. Bagaimana tidak berteriak yang menyapanya adalah buah apel hijau dengan tangan dan kaki berwarna hitam. "Kamu... buah? Kok bisa berbicara," tanya Serena dengan wajah bodohnya. "Sembarangan, aku adalah sistem terkenal 99+ yang terlahir kembali karena seseorang meminta tolong padaku," jawab sistem. Bukannya mendengarkan ucapannya Serena mengambil sistem itu lalu menggigitnya. Akhh "Sakit bodoh! Berhentilah menggigit sistem terpintar nanti sarafku rusak!" teriak sistem, spontan Serena melemparnya karena syok melihat buah bisa berbicara. "Hahaha... Sepertinya aku sudah gila semenjak masuk ke dunia ini." Serena tertawa hambar, ia belum percaya dengan buah di hadapannya. Sedangkan buah apel itu mendekat kembali ke arah Serena sambil memegang kepalanya yang sakit, tanpa perasaan sistem itu menjitak kepala Serena dengan kuat sampai Serena mengaduh. Serena yang kesal memegang buah itu kembali, bahkan dirinya bersiap mematahkan tangannya yang seperti lidi. "Aws... aws... jangan Serena. Aku mohon jangan!!" teriakan heboh dengan wajah di melaskan. Serena yang melihat wajah buah itu seperti orang sakit melepaskannya, menarik nafasnya kuat-kuat guna meredakan rasa terkejutnya. "Jadi, siapa kamu?" tanya Serena yang sudah sedikit tenang. "Aku sistem." "Kenapa buah sepertimu bisa berbicara?" "Karena aku sistem." "Kenapa ada tangannya?" "Karena aku sistem." "Berhentilah berbicara sistem, aku serius. Siapa kamu? Kenapa ada di sini?" tanya Serena kesal. "Aku juga serius, aku sistem." "Kamu! Ak--" "Sudah ku bilang, aku sistem terpintar yang siap membantu kamu di dunia manusia," Jawabnya ikut kesal, biasanya dia selalu mendapatkan tuan yang langsung menerima karena keajaibannya. Tapi sekarang, ia malah bertemu dengan tuan yang menganiaya nya. "Oke, apakah kamu punya nama?" tanya Serena berusaha menerima, ia saja bisa masuk ke tubuh orang lain masa buah tidak bisa. "Aku Idoy." Hahahahahahaha Serena tertawa terbahak-bahak, ia jadi teringat dengan film yang dulu dirinya tonton dan ia sering meledek anak-anak dengan nama Idoy. "Kenapa kamu ketawa?" tanya sistem yang sekarang kita sebut saja Idoy. "Tidak, hanya saja kamu lucu." Serena menghapus air matanya karena tidak kuat terus tertawa. "Aku tahu, aku memang lucu," jawabnya PD dengan senyum pongoh. "Jadi, apa tugasmu di sini?" tanya Serena, ia sangat mengerti. Seperti novel yang pernah dirinya baca, jika transmigrasi pasti ada sistem yang membantunya. "Sebelumnya maafkan Idoy, Serena. Karena baru datang, tadinya Idoy ingin bertemu Serena saat pertama kali Serena masuk ke dunia ini, tapi Idoy ada halangan jadi tidak bisa datang," jelasnya sendu. "Oke, jadi untuk apa kamu di sini?" tanya Serena lagi. "Tentu saja membantu Serena meluluhkan pria dingin dan membantu anak Serena asli mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya!" seru Idoy antusias, Serena memicingkan mata melihat Idoy. "Kenapa aku bisa ada tubuh ini?" Idoy tertawa canggung, dia menatap Serena takut. "Sebenarnya ini permintaan bayi Serena asli, dia menginginkan kasih sayang dari ibu dan juga ayahnya. Makanya sistem berbaik hati menurutinya, tapi saat melihatmu yang koma aku mengambil jiwamu untuk menempati tubuh Serena." Lirih Idoy dengan tangan saling ditautkan, Serena menggeram marah tanpa ampun ia menonjok sistem itu sampai terpental jauh. "DASAR BAJINGAN! KAMU TAHU MELAHIRKAN SANGATLAH MENYAKITKAN UNTUKKU, BAHKAN AKU TIDAK PERNAH MELAKUKAN ANU-ANU DAN SAAT MEMBUKA MATA HARUS MELAHIRKAN BAYI!!" teriak Serena menggebu-gebu, dirinya masih teringat saat ia masuk ke dunia ini dan tubuhnya seperti di belah dua. "Hehe, tapi semuanya sudah terjadi," sahut Idoy keleyengan karena kepalanya pusing. "Tapi tunggu! Apa maksud kamu bilang diriku koma, bukankah aku sudah mati?" tanya Serena penasaran. "Tidak, tubuh asli mu belum mati tapi koma." "WHATT!" Serena terkejut, tapi dari matanya ada binar bahagia. "Hmm, siapa yang bilang kamu sudah mati?" "Author SecretNim," jawab Serena polos. "Ck, jangan dengarkan dia. Semoga saja author SecretNim banyak rezekinya." Aamiin, Terima kasih do'anya readers☺️ "Wajah kamu terlihat kesal, tapi kamu mendoakannya." "Karena dia boss ku," jawab Idoy acuh. "Oke, apa aku bisa kembali ke duniaku lagi?" tanya Serena dengan wajah berharap. "Bisa." "Caranya?" "Selesaikan misi yang aku kasih," jawab Idoy santai. "Baik, misi apa itu?" Tanpa memikirkan Serena langsung menyetujuinya, ia tidak sabar kembali ke dunia dan memulai debut kembali. "Lihatlah." Idoy memberikan ingatan baby Arce saat umur 4 tahun, terlihat Arce tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya maupun keluarga Casanova semenjak Abigail meninggal saat umur Arce satu tahun. Serena meneteskan air mata melihat Arce yang tersesat di jalan tapi tidak ada seorang pun yang membantunya bahkan orang-orang mengira Arce pengemis dan tak segan-segan memukulnya. Serena ingin menolong bayinya tapi tidak bisa, karena saat tangannya bersentuhan dengan Arce maka akan transparan. Lalu dirinya berpindah ke taman saat Arce melihat sebuah keluarga yang harmonis, Arce menangis bahkan Serena juga ikut ke kediaman Casanova yang mengabaikan kehadiran Arce begitupun Vincen. Bahkan Serena terang-terangan mengatakan tidak suka karena ia kira jika dirinya memiliki anak dengan Vincen maka Vincen akan menyayanginya, tapi ternyata semuanya sama saja dan itu membuatnya tidak menyayangi putranya karena tidak ada gunanya. Serena membuka matanya dan pecah sudah tangisan yang dirinya rasakan melihat Arce diperlakukan tidak baik di dunia ini, Idoy mendekati Serena dan mengusap bahunya dengan tangan lidi nya. "Hiks... hiks... ke-kenapa mereka Setega itu kepada Baby Arce?" lirihnya sambil melihat Baby Arce yang tertidur pulas. "Itu sebabnya aku datang ke sini untuk membantunya mendapatkan kasih sayang, begitupun dengan jiwamu yang masuk ke tubuh ibunya agar dia bisa merasakan kasih sayang dari ibunya." Ceklek Serena spontan memegang Idoy dan menyembunyikannya di belakang tubuh, takut suaminya melihat dan sama syok seperti dirinya. Mata berkaca-kaca Serena bersitatap dengan mata Vincen yang tajam. "Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Vincen datar. "Tidak." Serena menggelengkan kepalanya. "Serena, kamu tenang saja suamimu tidak bisa melihatku. Hanya kamu yang bisa melihat diriku, jadi lepaskanlah genggaman tanganmu yang membuat tubuhku remuk!" seru Idoy dengan suara cemprengnya, Serena yang lega melepaskan Idoy dan ia berjalan mendekati suaminya. "Vincen." Panggil Serena memeluk suaminya erat, ia kembali menangis sambil meraung bahkan tak segan-segan menghapus ingusnya di jas mahal milik suaminya. Tubuh Vincen tersentak, dia ingin menolak pelukannya seperti biasa. Tapi tidak jadi karena tubuhnya menjadi kaku merasakan kehangatan yang istrinya berikan, akhirnya dia diamkan. "Hiks... hiks... Vincen. Hatiku sangat sakit," ucap Serena. Aku tidak peduli- jawab Vincen di dalam hatinya. "Vincen, tolong jangan marah padaku. Kenapa semalam kamu tidak datang lagi ke kamar, kamu tahu aku tidak bisa tidur lagi karena memikirkan kamu," lirih Serena. "Ck, kamu pembohong yang handal Seerenal! Siapa yang tidur pulas sambil mengorok?!" Cibir Idoy, Serena menatap tajam sistemnya yang duduk di bahu suaminya. Vincen menatap Serena prihatin, dia menyaksikan Serena merawat anaknya semalaman dengan sepenuh hati dan sekarang dia tidak tidur sama sekali karena khawatir padanya. "Bagus Serena, Vincen sedang merasa kasihan padamu. Cepatlah gunakan kesempatan ini, bilang padanya jika kamu tidak selingkuh dengan Andrian." Idoy berucap antusias, terlihat wajah Serena yang terkejut mengetahui satu fakta pemilik asli. "Kenapa kamu tidak merespon ucapanku sedari tadi?" tanya Idoy kesal. Karena jika aku berbicara maka Vincen akan mengira aku orang gila- jawab Serena di dalam hati. "Hahaha tidak seperti itu Serena, kamu bisa menjawabnya di hatimu karena aku akan mendengarnya." "Apa?" Serena blank mendengarnya. "Terkejutnya nanti saja, sekarang kita balik ke topik utama. Serena asli memang bilang kepada suaminya jika dia berselingkuh dengan teman kerjanya, tapi yang orang-orang tidak tahu kalo Serena asli berbohong dia tidak selingkuh dia berpura-pura berpacaran dengan Andrian agar suaminya cemburu padanya." Diam-diam Serena menyeringai, ia tahu Sekarang harus melakukan apa. "Ternyata kamu sistem yang sangat berguna untukku." Senyum Idoy mengembang, dia sangat suka pujian tuan-tuan kepadanya. "Vincen jangan diam saja, apakah kamu marah padaku?" tanya Serena dengan suara sendu. Lagi-lagi suara ini yang Vincen dengar, dia sangat tidak menyukai wajah sedih dan suara sendu istrinya. "Tidak." "Kamu berbohong! Vincen, tolong dengarkan penjelasanku tentang Andrian--" ucapan Serena terhenti karena Vincen mendorongnya menjauh. "Saya tidak ingin mendengar nama selingkuhanmu," jawabnya kembali datar bahkan tangannya mengepal kuat. "Vincen, kamu salah paham. Sebenarnya aku dan And-- ah maksudku anjing itu tidak berhubungan seperti yang kamu pikirkan," ujar Serena lembut, Vincen menatap Serena tajam. Bersambung...Hati Agatha merasa tidak tenang, tangannya saling bertautan karena gugup. Di otak kecilnya ia terus berpikir hal-hal negatif, salah satunya apa ia akan di terima? Sampai tangan seseorang menghangatkan tangannya yang terasa dingin akibat gugup. "Kamu tenang aja sayang, Mom pasti menyukaimu." "Tenang gundulmu, masih ingat terakhir aku datang ke rumahmu. Hah?!" ujar Agatha. "Terus gimana sayang, masa kita harus diam di sini sampai pagi lagi." Sudah hampir satu jam keduanya berada di mobil, katanya Agatha merasa gugup dan takut. "Syal yang aku bawa benaran Mommy kamu suka?" tanya Agatha. Benar, malam ini ia putuskan akan bertemu dengan calon mertua yang dulu tidak menyukainya, itu juga alasan kenapa ia gugup. "Suka banget, jadi kapan kita masuk?" tanya Marcel kesekian kali. "Aku takut sayang, jika harus memilih. Lebih baik aku melabrak selingkuhan orang lain daripada bertemu ibu kamu, lihatlah. Ta
Malam harinya, Agatha yang sedang maskeran dengan warna hitam bersenandung ria sambil membaca buku. Saat sedang asik asiknya membaca, ia di kejutkan dengan suara petasan kembang api yang berada di dekat rumahnya. "Siapa tuh yang nyalahin kembang api di dekat rumahku, ganggu aja." Awalnya Agatha membiarkan saja, tapi petasan itu tak kunjung berhenti membuat ia geram merasa terganggu. Agatha keluar rumah tanpa melepaskan maskernya, pintu terbuka dan-- "Woy berisik! Ganggu..." Ucapan Agatha terhenti karena lagi-lagi ia dikejutkan dengan petasan kembang api yang bertuliskan 'aku mencintaimu Agatha' lalu tatapan yang tadinya melihat langit menurun ke arah seorang pria yang berdiri di depan rumahnya, diikuti beberapa bodyguard berbaris sambil membawa barang-barang mewah. "Selamat malam Agatha," sapa Marcel ceria. Ya, dia Marcel yang ingin melamar Agatha dengan cara seperti di drama-drama kerajaan. Tadinya mereka juga terkejut
Agatha yang sedang bercanda tawa dengan seorang pria yang dulu pernah ia tolak dan sekarang menjadi sahabat karibnya terkejut, saat tangannya di tarik pelan oleh seseorang. Melihat siapa yang menarik, wajah yang tadinya ingin marah pun tidak jadi, ia melongo. "Pak buta, ngapain kamu di sini?" Ngegas Agatha berdiri, tubuhnya tersentak saat Marcel merengkuh pinggangnya untuk lebih dekat kepada Marcel. "Bisa kamu menjauh dari Agatha?" ujar Marcel dingin, menatap pria yang tadi bercanda tawa dengan Agatha. Agatha yang sudah tersadar kembali memberontak, tapi bukannya terlepas pelukan Marcel malah semakin mengerat di pinggangnya. "Pak, Lepas! Kamu apa-apaan sih," bisik Agatha. Pria yang bersama Agatha menatap keduanya santai, ide jahil terlintas di pikirannya. "Oh, memangnya kenapa kalo saya dekat dengan Agatha, memangnya siapa kamu?" tanya pria itu, namanya Galang.
Agatha Evanora, sosok gadis yang tangguh, pejuang keras, blak-blakan, humoris. Harus berubah menjadi gadis pendiam karena kematian sahabatnya yang sudah ia anggap keluarga sendiri, bahkan Agatha pernah melakukan bunuh diri lantaran tidak sanggup kehilangan keluarga satu-satunya yang ia miliki. Rasanya Agatha ingin ikut dengan sahabat dan keluarganya yang sudah tiada, kadang ia bingung harus melakukan apa, kesepian adalah hal yang paling Agatha benci. Sekarang Agatha sedang berada di Paris bersama mantan bos buta dirinya, keduanya berada di sini gara-gara permainan konyol dari keluarga Casanova yang memberikan liburan gratis kepada pemenang dansa dan ia menjadi salah satu pemenang dansa itu karena tidak sengaja terjatuh. "Kenapa kamu resign dari kantor saya?" tanya Marcellio Neiland, dia sengaja menyetujui liburan ini karena ingin berbicara empat mata dengan Agatha yang menjauhinya tanpa sebab. "Buka
Delapan bulan kemudian… "Awss… Mas, perutku sakit banget, kayaknya aku mau melahirkan!" seru Serina histeris. Vincen yang baru mandi langsung menggendong istrinya tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. "Vincen, kenapa dengan Serina?" tanya Zander. "Serina mau melahirkan, Dad, aku duluan. Nanti kalian nyusul." Vincen berlari sambil menggendong Serina menuju parkiran, saat sudah sampai parkiran Vincen mencari kunci mobil di saku jas, tapi dia lupa baru selesai mandi dan hanya memakai bathrobe saja. "Sial, kuncinya di dalam lagi," umpat Vincen. Merasa kasihan melihat Serina yang kesakitan. "Huh! Sa-sakit, mas." "Sabar sayang..." Vincen melihat mobil yang baru datang, tanpa berucap apapun Vincen masuk ke dalam mobil itu. “Woy, cepat ke rumah sakit!” seru Vincen tanpa melihat siapa yang menyetir. "Kamu nyuruh saya?" Vincen yang mengenali suaranya melihat siapa? Dan wajahnya berubah datar, ternyata Piel si makhluk menyebalkan. “Cepat, ke rumah sakit sekarang,” titah Vin
Sudah beberapa hari Keduanya menghabiskan waktu bersama di Bali dan sekarang keduanya pulang karena anaknya merindukan orang tuanya. Serina dan Vincen sudah sampai di mansion Casanova, kedatangan keduanya disambut hangat oleh mereka. "OMMY, DADDY!" seru Arce dan Aurel berlari menghampiri orang tuanya, dengan sigap Vincen dan Serina menggendongnya. "Kenapa talian lama? Ulel nunggu lamaaaa anget, tapi Ommy dan Daddy ndak ulang-ulang," ucap Aurel cemberut. Vincen mengusap-usap rambut anaknya sayang. “Maaf ya Princess, kita lagi buat adik buat kalian,” bisik Vincen. "Mas!" seru Serina mencubir pinggang suaminya. Arce yang memang mendengar karena berada di gendongan Serina pun menatap Daddy-nya heran. "Telus sekalang adiknya mana?" tanya Arce polos. "Masih launching Abang," jawab Vincen santai tanpa melihat Serina yang kesal kepada suaminya. "Ulel ndak mau unya adik, nanti talian ndak cayang agi cama Ulel." Aurel menyilangkan tangannya di dada dengan wajah menatap orang tuanya cembe
"Sayang, ini serius aku kayak gini?" tanya Vincen tidak percaya, hilang sudah kesan cool pada dirinya."Serius Hubby, kamu bawel banget sih, tuh lihat Varel aja adem ayem." Serena menunjuk Varel yang hanya pasrah didandani oleh istrinya."Tapi kita laki-laki Sayang, bukan peremp
"Tidak semua orang mendapat kesempatan kedua. Jika kalian mendapatkannya, manfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya!" SecretNim 😎 Pagi harinya, Serena membuka mata karena ada yang mencolek colek pipinya. Betapa terkejutnya Serena saat meli
Agatha dan bos buta.Saat sedang berdansa dengan seorang pria, ia melihat Marcel yang hanya diam saja. Seketika wajah Agatha berubah sendu, sepertinya benar Marcel tidak menyukainya."Kenapa bersedih, girls?" tanya pria yang tidak Agatha kenal."Bukan apa-apa.""Mau keluar mencari udara segar?" tan
Dua hari kemudian..Serena berjalan di samping suaminya dengan Arce di gendongan suaminya, banyak yang menyapa Vincen tapi yang di sapa cuek-cuek saja.Vincen yang melihat pria lain menatap Serena mengeratkan rengkuhan di pinggang istrinya, bahkan sesekali menatap mereka tajam,







