Share

Chapter 28: Pelayannya Pergi

last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-19 21:46:00

Friday sudah membasuh diri dan berganti pakaian karena beberapa noda merah ada dibajunya. Setelah itu dia kembali ke kamar Sang Tuan Muda yang masih terlelap. Friday hanya sekedar memastikan keadaan Valerin yang masih tertidur pulas. Dia sempat mengambil sebuah selimut, berjalan perlahan mendekati Valerin yang sedang tertidur di ranjang Kasur itu. Dia menyelimuti sekujur tubuh si manis. Friday menunduk sejenak untuk memandangi paras cantik yang sedang terlelap. Friday mengulum senyuman kecilnya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 106 : Disekap

    Siapa yang menyangka jika Valyria justru merasakan pengalaman masa lampau Liriel yang disekap disebuah ruangan berdinding serba putih itu. Seharusnya ini adalah timeline Liriel yang sengaja ditangkap oleh Narendra karena ia dapat menyebabkan resiko yang berbahaya untuk dunia. Narendra tahu dan ia mencoba melakukan pencegahan namun perjuangan solonya itu menyebabkan citra Narendra jadi tampak kejam. Kini orang yang paling kejam itu sendiri tengah berdiri dihadapan Valyria dari balik kaca jendela yang lebar.“Kau sedang hamil besar loh,” ledek Valyria yang sedang duduk diranjang Kasur tepat didalam ruangan penyekapan ini.Liriel menatap Valyria dengan jengah. Ia mendekatkan bibirnya kearah microphone. “Kau pun sama, seharusnya sesame Ibu Hamil harus saling mendukung bukan membuka aibku kemudian membuat hubungan rumah tanggaku dan Harlan jadi berantakan,” ucap Liriel yang suaranya terdengar dari dalam intercom.“Berantakan katamu? Hahaha, kau yang mengacaukan semuanya Liriel!” kekeh Valy

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 105 : Selamat Tinggal, Orang yang Mendengarkan Part II

    “Ku pikir selama ini kau adalah saudaraku, kau bahkan menjebloskan Remington ke Penjara demi pengkhianatanmu itu!” bentak Valyria.“Kau tak akan pernah mengerti hal yang sudah kualami Valerin!” sahut Lyn juga berteriak.Valyria menggeleng pelan. Lyn adalah sosok kakak baginya disaat ia kehilangan ingatan dan kekuatan. Ia mengingat masa-masa lembut Lyn yang sangat menyayanginya. “Kau tak perlu melakukan semua ini Lyn! Apa tujuanmu sebenarnya?”“Kau Valerin, aku ingin jadi sosok dirimu, kenapa semua orang mencintaimu, mengasihimu bahkan menangisi kematianmu!” Lyn berteriak sembari beranjak berdiri padahal tubuhnya sudah babak belur oleh Valyria.“Kau dapatkan hati kedua Raja yang memperebutkanmu, betapa egoisnya dirimu Grayii, dari dulu hingga saat ini,” ucap Lyn. Ia teringat dengan masa lalunya. Ia diciptakan oleh seorang Vampir Wanita dari darah seorang Pemuda Ras Gandaria. Lyn hanya mengingat kilas wajah Pemuda yang memiliki tatapan lembut itu. Ia pergi sebelum Lyn merasakan sosok d

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 104 : Selamat Tinggal, Orang yang Mendengarkan Part I

    “Ayo kita cari bangku di dalam, kita tak boleh gagal mengawasi mereka,” ajak William sembari meraih pergelangan tangan Panacea. “Tunggu Viscount Rovana, sesuatu tampak tidak wajar.” Panacea menghentikan langkahnya saat hendak masuk ke dalam sebuah Gedung. Panacea memandangi sekitarnya kemudian menghela napas cukup Panjang. “Ini jebakan,” ucap Panacea.“Ha? Bagaimana bisa?” tanya William sembari celingak-celinguk memandangi sekitarnya. Ia mencari sosok Alphonse atau Lyn Sanders di Podium ruangan megah itu. “Ah, Alphonse tidak ada sih tapi Penyihir Gila itu masih berada disini,” sahut William.Panacea menguarkan energinya. Dari tangan kanannya langsung muncul sebuah senapang laras hitam kemudian langsung membidik Lyn Sanders yang berdiri di podium itu. “Aku ini veteran jadi jangan remehkan kemampuanku,” ucap Panacea.“Kau gila? Banyak orang disini!” tegur William panik.“Perhatikan lagi seisi ruangan ini Viscount, mereka hanya ilusi yang diciptakan olehnya,” ucap Panacea sembari melepa

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 103 : Berseteru dengan Keyakinan

    Suara tepukan tangan terdengar dari Alphonse yang sudah berdiri dihadapan mereka. “Vampir akan tetap licik seperti biasanya,” sindir Alphonse.“Seharusnya hal itu tertuju padamu,” sahut Frederitch.“Benar, kurasa dua temanmu yang lain juga terjebak disana, bukankah ini hal bagus Valerin?” Alphonse tersenyum tipis sembari merentangkan kedua tangannya. Valyria langsung meremat ujung kemeja hitam yang Frederitch, ia teringat dengan William dan Panacea yang berpencar dengan mereka. "Oh tidak, ini salahku Frederitch, bagaimana jika sesuatu yang buruk menimpa mereka?" tanya Valyria cemas. “Hentikan itu Al!” bentak Frederitch sembari merangkul pinggang Valyria dengan obsesif. Seolah ia menandakan jika Valyria adalah miliknya seorang.“Betapa serakahnya, tidakkah kau terlalu memaksakan Valyria untuk mengandung anakmu? Kau Vampir Frederitch!” bentak Alphonse tak mau mengalah.“Apa maksudmu Al?”“Anakmu meresap sari kehidupanmu Valerin!”Valyria tertegun mendengar teriakan Alphonse padanya. Ba

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 102 : Obsesinya yang Sama

    “Val, jangan keluar dari kamar ini, okay?” Frederitch mengecup puncak kepala Valyria sambil mengusap perut ratanya.“Apa yang terjadi?”“Ah, tidak, bukan apapun hanya tamu yang tak diundang.” Fredericth langsung bergegas keluar dari kamar usai berucap dengan tegas. “Tunggu aku, okay?” Fredericth masih sempat berujar sebelum akhirnya menutup pintu kamar itu.Valyria hanya diam tak bergeming dan mengangguk menuruti perintah suaminya. Valyria pun membaringkan dirinya diranjang Kasur sembari melihat hujan yang mulai turun dengan deras. Saat itu Valyria mulai penasaran dengan Frederitch yang tak kunjung kembali jadi Valyria memutuskan keluar dari kamarnya.Valyria baru pertama kali berada di Villa milik Narendra ini. Ia berjalan berkeliling mengitari seisi Villa yang hening dan sepi. Valyria tak sengaja menemukan sebuah ruangan perpuskaan tua yang sudah usang. Ia mendorong pintu kemudian berjalan masuk ke dalam perpustakaan kecil itu.Ruangan ini diisi oleh rak-rak buku dengan debu yang me

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 101: Pasangan Serasi?

    “Val, mari kita istirahat dulu,” ucap Fredericth sambil menyentuh dahi Valyria. Panacea mengangguk setuju karena reaksi Valyria yang tiba-tiba tegang itu sangat ganjil. “Tuan Muda, kita bisa lanjutkan besok, jangan memaksakan dirimu,” ujar Panacea juga. Frederitch langsung menggendong tubuh Valyria untuk dibawa ke kamar. “Maaf harus meninggalkan kalian.” Frederitch berucap sembari menggendong tubuh Valyria yang terdiam itu dengan mudah. “Tenanglah Bung, kami juga akan bergegas pergi!” sahut William memandang Frederitch yang sedang menggendong Permaisurinya itu. William menghela napas kemudian mengusak rambutnya sendiri. “Jadi di dunia ini aku seorang dokter ya?” kekeh William sembari beranjak keluar dari ruang kerja itu diikuti oleh Tarra atau Panacea yang meminjam raga Gadis itu. “Benar, berbeda denganmu Viscount Rovana, Yang Mulia Frederitch tak punya reinkarnasi karena di masa yang berbeda dari dunia ini dia berumur Panjang sebagai vampir,” ucap Panacea menjelaskan. William

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 73 : Ledakan Masa

    Ellis memengang wajah Mario yang sekarat. “Mario... Kau selama ini bersamaku?” Isak Ellis.Mario tersenyum dengan bibir bersimbah darahnya, luka pada dada Mario sudah pendarahan dengan deras. Mustahil ia selamat dengan waktu yang kecil ini.“K-kami menunggumu, Tuan Baik Hati,'' ucap kecil dari Mari

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 70: Pesta Kecil Penyambutan

    “Maafkan aku," ucap Frederitch mengecup bekas gigitan di telapak tangan Ellis. Frederitch melihat luka bekas gigitannya yang tidak kunjung hilang dengan cepat seperti sebelumnya. “Benar, dia belum ingat seutuhnya,” batin Frederitch.Tok ... Tok ...“T-Tuan Muda, sarapan sudah siap!" teriak suara Pa

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 68 : Pelipur Lara, Ingatan Kembali dan Selamat Datang

    Sejak mulai dari malam hingga menjelang pagi. Bunyi suara dari dapur sebuah penginapan terdengar sibuk, mulai dari denting panci dan spatula. Kedua tangan ramping berkulit putih mulus itu tampaklah sibuk, sementara Sang empunya tangan memasang raut datar dengan kedua mata yang jelas-jelas sembab.“

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 67: Keluargaku Ditangkap

    “Kalau begitu, selamat malam Ellis, kau boleh pergi.”“A-apa?! Yang Mulia Tunggu!” cegah Ellis ketika Alphonse membukakan kereta kuda untuknya.Ellis langsung keluar dari kereta dengan tatapan tak percaya. Ia sudah tiba di penginapan Wood Remington. Ellis segera menuruni kereta tapi masih sempat me

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status