/ Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 28: Pelayannya Pergi

공유

Chapter 28: Pelayannya Pergi

last update 게시일: 2025-12-19 21:46:00

Friday sudah membasuh diri dan berganti pakaian karena beberapa noda merah ada dibajunya. Setelah itu dia kembali ke kamar Sang Tuan Muda yang masih terlelap. Friday hanya sekedar memastikan keadaan Valerin yang masih tertidur pulas. Dia sempat mengambil sebuah selimut, berjalan perlahan mendekati Valerin yang sedang tertidur di ranjang Kasur itu. Dia menyelimuti sekujur tubuh si manis. Friday menunduk sejenak untuk memandangi paras cantik yang sedang terlelap. Friday mengulum senyuman kecilnya
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 104 : Selamat Tinggal, Orang yang Mendengarkan Part I

    “Ayo kita cari bangku di dalam, kita tak boleh gagal mengawasi mereka,” ajak William sembari meraih pergelangan tangan Panacea. “Tunggu Viscount Rovana, sesuatu tampak tidak wajar.” Panacea menghentikan langkahnya saat hendak masuk ke dalam sebuah Gedung. Panacea memandangi sekitarnya kemudian menghela napas cukup Panjang. “Ini jebakan,” ucap Panacea.“Ha? Bagaimana bisa?” tanya William sembari celingak-celinguk memandangi sekitarnya. Ia mencari sosok Alphonse atau Lyn Sanders di Podium ruangan megah itu. “Ah, Alphonse tidak ada sih tapi Penyihir Gila itu masih berada disini,” sahut William.Panacea menguarkan energinya. Dari tangan kanannya langsung muncul sebuah senapang laras hitam kemudian langsung membidik Lyn Sanders yang berdiri di podium itu. “Aku ini veteran jadi jangan remehkan kemampuanku,” ucap Panacea.“Kau gila? Banyak orang disini!” tegur William panik.“Perhatikan lagi seisi ruangan ini Viscount, mereka hanya ilusi yang diciptakan olehnya,” ucap Panacea sembari melepa

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 103 : Berseteru dengan Keyakinan

    Suara tepukan tangan terdengar dari Alphonse yang sudah berdiri dihadapan mereka. “Vampir akan tetap licik seperti biasanya,” sindir Alphonse.“Seharusnya hal itu tertuju padamu,” sahut Frederitch.“Benar, kurasa dua temanmu yang lain juga terjebak disana, bukankah ini hal bagus Valerin?” Alphonse tersenyum tipis sembari merentangkan kedua tangannya. Valyria langsung meremat ujung kemeja hitam yang Frederitch, ia teringat dengan William dan Panacea yang berpencar dengan mereka. "Oh tidak, ini salahku Frederitch, bagaimana jika sesuatu yang buruk menimpa mereka?" tanya Valyria cemas. “Hentikan itu Al!” bentak Frederitch sembari merangkul pinggang Valyria dengan obsesif. Seolah ia menandakan jika Valyria adalah miliknya seorang.“Betapa serakahnya, tidakkah kau terlalu memaksakan Valyria untuk mengandung anakmu? Kau Vampir Frederitch!” bentak Alphonse tak mau mengalah.“Apa maksudmu Al?”“Anakmu meresap sari kehidupanmu Valerin!”Valyria tertegun mendengar teriakan Alphonse padanya. Ba

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 102 : Obsesinya yang Sama

    “Val, jangan keluar dari kamar ini, okay?” Frederitch mengecup puncak kepala Valyria sambil mengusap perut ratanya.“Apa yang terjadi?”“Ah, tidak, bukan apapun hanya tamu yang tak diundang.” Fredericth langsung bergegas keluar dari kamar usai berucap dengan tegas. “Tunggu aku, okay?” Fredericth masih sempat berujar sebelum akhirnya menutup pintu kamar itu.Valyria hanya diam tak bergeming dan mengangguk menuruti perintah suaminya. Valyria pun membaringkan dirinya diranjang Kasur sembari melihat hujan yang mulai turun dengan deras. Saat itu Valyria mulai penasaran dengan Frederitch yang tak kunjung kembali jadi Valyria memutuskan keluar dari kamarnya.Valyria baru pertama kali berada di Villa milik Narendra ini. Ia berjalan berkeliling mengitari seisi Villa yang hening dan sepi. Valyria tak sengaja menemukan sebuah ruangan perpuskaan tua yang sudah usang. Ia mendorong pintu kemudian berjalan masuk ke dalam perpustakaan kecil itu.Ruangan ini diisi oleh rak-rak buku dengan debu yang me

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 101: Pasangan Serasi?

    “Val, mari kita istirahat dulu,” ucap Fredericth sambil menyentuh dahi Valyria. Panacea mengangguk setuju karena reaksi Valyria yang tiba-tiba tegang itu sangat ganjil. “Tuan Muda, kita bisa lanjutkan besok, jangan memaksakan dirimu,” ujar Panacea juga. Frederitch langsung menggendong tubuh Valyria untuk dibawa ke kamar. “Maaf harus meninggalkan kalian.” Frederitch berucap sembari menggendong tubuh Valyria yang terdiam itu dengan mudah. “Tenanglah Bung, kami juga akan bergegas pergi!” sahut William memandang Frederitch yang sedang menggendong Permaisurinya itu. William menghela napas kemudian mengusak rambutnya sendiri. “Jadi di dunia ini aku seorang dokter ya?” kekeh William sembari beranjak keluar dari ruang kerja itu diikuti oleh Tarra atau Panacea yang meminjam raga Gadis itu. “Benar, berbeda denganmu Viscount Rovana, Yang Mulia Frederitch tak punya reinkarnasi karena di masa yang berbeda dari dunia ini dia berumur Panjang sebagai vampir,” ucap Panacea menjelaskan. William

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 100 : Tempat yang Kau Sentuh

    “Benar sekali, aku dan Fred akan menemui Liriel kemudian kalian berdua sebaiknya mengawasi gerak gerik Alphonse,” ucap Valyria.“Bagaimana caranya?” tanya Panacea.“Oh di dunia ini Alphonse adalah Richard, dia dosen dikampusku, untuk melihat Kuliah Tamu yang akan diadakan mala mini di Gedung Auditorium, tenanglah acara ini untuk umum jadi kalian bisa masuk,” ucap Valyria mulai Menyusun strategi.Tiba-tiba kepala Valyria terasa sakit dan terbesit penggalan ingatan Valyria itu lagi. Valyria teringat jika Frederitch saat ini sedang koma bahkan Narendra sampai harus mempersiapkan tubuh ini untuknya, lantas jika kehebohan di dunia ini usai bagaimana dengan nasib dari suami terkasihnya ini?“Val, mari kita istirahat dulu,” ucap Fredericth sambil menyentuh dahi Valyria.Panacea mengangguk setuju karena reaksi Valyria yang tiba-tiba tegang itu sangat ganjil. “Tuan Muda, kita bisa lanjutkan besok, jangan memaksakan dirimu,” ujar Panacea juga.Frederitch langsung menggendong tubuh Valyria untuk

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 99 : Orang-orang yang Melintasi Bayangan

    Suara pintu berdecit terbuka menampaki seorang Pemuda Berambut hitam Panjang diikat ekor kuda melangkah masuk. Didalam ruang kerja itu hanya tampak seorang Pria tengah berkutat dengan laptop kemudian mendecak sebal. “Nona Valyria, Anda belum mengumpulkan kerangka proposal sama sekali,” ucap Pria itu belum menyadari kedatangan Si Pria Berambut hitam.“Sire, akhirnya aku bertemu denganmu setelah bersusah payah mencarimu,” ucap Pria berambut Panjang itu.“Siapa kau?” decak Si Pria berkacamata.“Anda itu Alphonse Caleum, nah … kita akhiri basa-basi ini Tuanku,” ucap Lyn Sander yang berhasil menemui Richard atau reinkarnasi Alphonse.“Keluar dari ruanganku!” bentak Richard.“Memoria animae… aperi veritatem,” ucap Lyn Sander terlanjur merapalkan mantera lebih dulu.************************Valyria memandangi seisi ruang kerja milik Narendra. Kini ia sudah Bersama Frederitch berada didalam ruangan itu lebih dulu sembari menunggu kedatangan William dan Tarra. Valyria meletakkan buku clandesti

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 73 : Ledakan Masa

    Ellis memengang wajah Mario yang sekarat. “Mario... Kau selama ini bersamaku?” Isak Ellis.Mario tersenyum dengan bibir bersimbah darahnya, luka pada dada Mario sudah pendarahan dengan deras. Mustahil ia selamat dengan waktu yang kecil ini.“K-kami menunggumu, Tuan Baik Hati,'' ucap kecil dari Mari

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 70: Pesta Kecil Penyambutan

    “Maafkan aku," ucap Frederitch mengecup bekas gigitan di telapak tangan Ellis. Frederitch melihat luka bekas gigitannya yang tidak kunjung hilang dengan cepat seperti sebelumnya. “Benar, dia belum ingat seutuhnya,” batin Frederitch.Tok ... Tok ...“T-Tuan Muda, sarapan sudah siap!" teriak suara Pa

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 68 : Pelipur Lara, Ingatan Kembali dan Selamat Datang

    Sejak mulai dari malam hingga menjelang pagi. Bunyi suara dari dapur sebuah penginapan terdengar sibuk, mulai dari denting panci dan spatula. Kedua tangan ramping berkulit putih mulus itu tampaklah sibuk, sementara Sang empunya tangan memasang raut datar dengan kedua mata yang jelas-jelas sembab.“

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 67: Keluargaku Ditangkap

    “Kalau begitu, selamat malam Ellis, kau boleh pergi.”“A-apa?! Yang Mulia Tunggu!” cegah Ellis ketika Alphonse membukakan kereta kuda untuknya.Ellis langsung keluar dari kereta dengan tatapan tak percaya. Ia sudah tiba di penginapan Wood Remington. Ellis segera menuruni kereta tapi masih sempat me

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status