/ Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 28: Pelayannya Pergi

공유

Chapter 28: Pelayannya Pergi

last update 게시일: 2025-12-19 21:46:00

Friday sudah membasuh diri dan berganti pakaian karena beberapa noda merah ada dibajunya. Setelah itu dia kembali ke kamar Sang Tuan Muda yang masih terlelap. Friday hanya sekedar memastikan keadaan Valerin yang masih tertidur pulas. Dia sempat mengambil sebuah selimut, berjalan perlahan mendekati Valerin yang sedang tertidur di ranjang Kasur itu. Dia menyelimuti sekujur tubuh si manis. Friday menunduk sejenak untuk memandangi paras cantik yang sedang terlelap. Friday mengulum senyuman kecilnya
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 109 : Kabut Pagi, Tak Perlu Abadi

    "Aku tak mungkin bisa membereskan semua masalah yang Liriel perbuat," ucap Valyria pada Albert yang sedang duduk termangun menemani Liriel yang masih belum siuman itu. Ruangan perawatan di Fasilitas ini seperti Rumah Sakit Private, semuanya tertata rapih, bau antiseptik yang menyengat dan warna putih jadi latarnya. Valyria sebenarnya hendak pergi usai memastikan semua orang di Fasilitas ini terbangun dari pengaruhnya. "Kupikir hanya kau yang bisa diajak kerja sama," ucap Valyria lagi sembari duduk disebuah bangku tepat disamping Albert. Pria itu hanya menghela napas berat dan panjang seolah mengeluarkan beban beratnya juga disana. Ia menoleh menatap Valyria kemudian mengangguk setuju. "Sulit untuk percaya hal ini tapi kau benar-benar mirip dengan Liriel tapi sikapmu terkadang mengingatkanku dengan diriku di masa muda Nona," ucap Albert. "Tentu saja, aku tahu ini aneh tapi kita memang terhubung dalam sebuah keluarga," sahut Valyria yang sudah tahu semuanya. Sebenarnya Albert dan Li

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 108 : Mimpi Buruk dalam Kegelapan

    “Lux Aeterna.” Valyria berucap sesuatu yang bahkan belum pernah ia ketahui namun hatinya langsung bergejolak dan sesaat kemudian sekujur tubuhnya bercahaya gemerlap. Ia dengan sengaja menunjukkan semua itu pada Liriel.Sinar cahaya menyilaukan itu mengurung seluruh fasilitas dalam zona tertidur, jadi semua orang tertidur kecuali mereka yang sengaja ‘diizinkan’ oleh Valyria untuk terjaga. Para Penjaga, Peneliti dan staff langsung terkapar terlelap sementara yang tetap terjaga hanya Liriel, Albert, David, Frederitch yang Bersama Valyria beserta Panacea, William dan Alphonse.Indah dan berbahaya itulah Valyria yang sebenarnya. Selama ini lingkungan membuatnya menderita membuat Valyria menciptakan berbagai versi dirinya. Valyria adalah salah satu bentuk dirinya yang lebih berbahaya dari Valerin Grayii maupun Ellis Francielli karena kemampuan Valyria disini berhubungan dengan ruang dan waktu.“Kau benar-benar Monster!” tuduh Liriel sembari memandangi Para Prajurit Militer yang terlelap.Va

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 107 : Lux Aeterna

    “Anda ada ide Viscount Rovana?” tanya Panacea.William menggeleng. “Sejak dahulu aku kenal keduanya sangat kompetitif,” jawab William. William dengan Langkah pelan mendekati Villa yang jadi area tempur kedua pria mendominasi itu. “FREDERITCH ISTERIMU HILANG LAGI!” teriak William.“Apa?!” Frederitch dan Alphonse kompak menyahut.Pertarungan sengit itu langsung berhenti diantara keduanya. Frederitch yang babak belur dan Alphonse yang penuh sayatan luka. Kedua Pria itu hanya terdiam sambil memandangi satu sama lain dengan tatapan dendam.“Katakan dimana Permaisuriku!” bentak Frederitch sambil bersiap dengan tangan kanannya yang ditumbuhi kuku-kuku yang runcing itu.Alphonse memilih bungkam sembari memandangi Frederitch yang nyaris berubah menjadi Monster Buas itu. Pikiran Alphonse sedang berkecamuk, seharusnya ia bisa mendapatkan lagi Valyria setelah membantu keinginan Liriel terwujud yakni membuka akses celah menuju Boerhavia.“Kenapa mereka menculik Valerin setelah aku membantu mereka?

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 106 : Disekap

    Siapa yang menyangka jika Valyria justru merasakan pengalaman masa lampau Liriel yang disekap disebuah ruangan berdinding serba putih itu. Seharusnya ini adalah timeline Liriel yang sengaja ditangkap oleh Narendra karena ia dapat menyebabkan resiko yang berbahaya untuk dunia. Narendra tahu dan ia mencoba melakukan pencegahan namun perjuangan solonya itu menyebabkan citra Narendra jadi tampak kejam. Kini orang yang paling kejam itu sendiri tengah berdiri dihadapan Valyria dari balik kaca jendela yang lebar.“Kau sedang hamil besar loh,” ledek Valyria yang sedang duduk diranjang Kasur tepat didalam ruangan penyekapan ini.Liriel menatap Valyria dengan jengah. Ia mendekatkan bibirnya kearah microphone. “Kau pun sama, seharusnya sesame Ibu Hamil harus saling mendukung bukan membuka aibku kemudian membuat hubungan rumah tanggaku dan Harlan jadi berantakan,” ucap Liriel yang suaranya terdengar dari dalam intercom.“Berantakan katamu? Hahaha, kau yang mengacaukan semuanya Liriel!” kekeh Valy

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 105 : Selamat Tinggal, Orang yang Mendengarkan Part II

    “Ku pikir selama ini kau adalah saudaraku, kau bahkan menjebloskan Remington ke Penjara demi pengkhianatanmu itu!” bentak Valyria.“Kau tak akan pernah mengerti hal yang sudah kualami Valerin!” sahut Lyn juga berteriak.Valyria menggeleng pelan. Lyn adalah sosok kakak baginya disaat ia kehilangan ingatan dan kekuatan. Ia mengingat masa-masa lembut Lyn yang sangat menyayanginya. “Kau tak perlu melakukan semua ini Lyn! Apa tujuanmu sebenarnya?”“Kau Valerin, aku ingin jadi sosok dirimu, kenapa semua orang mencintaimu, mengasihimu bahkan menangisi kematianmu!” Lyn berteriak sembari beranjak berdiri padahal tubuhnya sudah babak belur oleh Valyria.“Kau dapatkan hati kedua Raja yang memperebutkanmu, betapa egoisnya dirimu Grayii, dari dulu hingga saat ini,” ucap Lyn. Ia teringat dengan masa lalunya. Ia diciptakan oleh seorang Vampir Wanita dari darah seorang Pemuda Ras Gandaria. Lyn hanya mengingat kilas wajah Pemuda yang memiliki tatapan lembut itu. Ia pergi sebelum Lyn merasakan sosok d

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 104 : Selamat Tinggal, Orang yang Mendengarkan Part I

    “Ayo kita cari bangku di dalam, kita tak boleh gagal mengawasi mereka,” ajak William sembari meraih pergelangan tangan Panacea. “Tunggu Viscount Rovana, sesuatu tampak tidak wajar.” Panacea menghentikan langkahnya saat hendak masuk ke dalam sebuah Gedung. Panacea memandangi sekitarnya kemudian menghela napas cukup Panjang. “Ini jebakan,” ucap Panacea.“Ha? Bagaimana bisa?” tanya William sembari celingak-celinguk memandangi sekitarnya. Ia mencari sosok Alphonse atau Lyn Sanders di Podium ruangan megah itu. “Ah, Alphonse tidak ada sih tapi Penyihir Gila itu masih berada disini,” sahut William.Panacea menguarkan energinya. Dari tangan kanannya langsung muncul sebuah senapang laras hitam kemudian langsung membidik Lyn Sanders yang berdiri di podium itu. “Aku ini veteran jadi jangan remehkan kemampuanku,” ucap Panacea.“Kau gila? Banyak orang disini!” tegur William panik.“Perhatikan lagi seisi ruangan ini Viscount, mereka hanya ilusi yang diciptakan olehnya,” ucap Panacea sembari melepa

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 66: Dipaksa Jatuh Cinta

    Ellis yang terlanjur juga kesal, memilih meninggalkan pabrik tanpa berkata apapun lagi. Ia menaiki kudanya, kemudian memacu dengan laju. Lamban laun wajahnya memerah panas, dan suhu tubuhnya turut sama. Sial, batin Ellis menggerutu. Ia lupa, jika masih dalam kondisi sakit. Sejenak ia pun lupa jika

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 65 : Pertemuan dengan Paladin Of Dustbones

    Ellis terbangun dengan kepalanya yang terasa amat berat itu, Ia terbangun berkat berisik cicit para burung dari jendela dan juga berkas cahaya mentari pagi. Ellis juga mendapati Lyn yang ketiduran dengan posisi duduk tepat dipinggir ranjang kasur Ellis, sementara kepala Lyn bersandar ditepian kasur

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 64 : Anak-Anak Angkatnya

    “Sekarang giliranmu anak muda, apa yang terjadi pada kalian?” tanya Remington.Lyn sander, tampak ragu-ragu kemudian menghela napas sejenak. “Gadis yang kutolong itu, dia adalah Earl of Hortensiaburg. Valerin Grayii, kumohon jangan bocorkan rahasia ini.” Lyn Sander berucap pilu.Sejenak, Remington

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 63 : Wahai Pengembara, Apa yang kau cari?

    Pria bersurai pirang panjang yang diikat itu hanya tersenyum. “Karena aku sudah mengenalmu sejak lama, mau kau suka atau tidak," ujar Friday.“Eh-hm!” Ellis mendeham.Ellis memalingkan wajahnya, sebaliknya merasa bahaya, Ellis merasa aman bersama Friday ini. “Apa kau melihat Wanita berambut pirang?

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status