ホーム / Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 64 : Anak-Anak Angkatnya

共有

Chapter 64 : Anak-Anak Angkatnya

last update 公開日: 2026-03-12 22:45:11

“Sekarang giliranmu anak muda, apa yang terjadi pada kalian?” tanya Remington.

Lyn sander, tampak ragu-ragu kemudian menghela napas sejenak. “Gadis yang kutolong itu, dia adalah Earl of Hortensiaburg. Valerin Grayii, kumohon jangan bocorkan rahasia ini.” Lyn Sander berucap pilu.

Sejenak, Remington mulai menyadari. Pantas saja, Gadis itu tampak familiar baginya. “Tak kusangka ternyata dia seorang wanita, tapi dia hanya anak-anak. Kau tak salah mengiranya Lyn? Jika benar, dia buron bagi Dust Bone
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 98 : Reuni

    "Jadi, aku memang suamimu?" Frederitch bertanya sembari menyambar tangan Valyria untuk ia genggam. "Ya Tuhan, jadi selama ini ... semua keanehan dan keraguanku bukanlah sesuatu yang salah, aku memang kekasihmu!" Frederitch tampak bersuka-cita berucap pada Wanita yang tertegun dihadapannya itu. Valyria mengangguk pelan dengan wajah memerah malu. "Aku bersyukur kau tidak bereaksi defensif terhadapku usai aku memberitahu hal ini padamu," ucap Valyria. "Demi Tuhan aku memang masih bingung tapi aku senang kau tidak menolak perasaanku," sahut Frederitch cukup lantang. Suara Frederitch itu membuat seisi Cafe memandanginya tapi kebanyakan Para Wanita kagum karena sosok rupawan seperti Frederitch tak perduli mengakui cintanya pada Valyria. Valyria mendeham sejenak. Kemudian ikut menggengam tangan Frederitch yang besar dan hangat itu. "Frederitch aku butuh bantuanmu untuk badai yang akan datang lagi," ucap Valyria. "Katakan," perintah Frederitch kini kembali serius dan tenang. "Aku butuh

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 97 : Perang Akan Dimulai

    "Harlan, mau kemana?" tanya Liriel pada Harlan yang membawa kopernya. Harlan terdiam sejenak, sikapnya pada Liriel jadi dingin beberapa hari ini usai mengetahui kedekatan Liriel dengan teman lamanya, Albert. "Aku ingin menenangkan pikiranku sejenak, jaga dirimu dan anak kita nanti aku akan sesekali kemari," ucap Harlan. "Tidak! kau tak berhak meninggalkanku!" teriak Liriel. "Kau juga tak berhak mengkhianatiku Liriel!" bentak Harlan. Liriel langsung terdiam usai dibentak oleh Harlan. Ia hanya bisa memandangi pasrah suaminya yang berjalan keluar dari rumah kecil ini. Liriel langsung menaruh dendam pada Valyria karena berhasil menerka semuanya. Alih-alih menyesali perbuatannya, Liriel langsung bergegas kekamarnya setelah itu mengobrak-abrik nakas meja. Ia mengambil berkas-berkas kertas yang ada disana. Liriel meraih ponsel genggamnya kemudian tampak menghubungi nomor seseorang. "Benar ini aku, dokter Liriel, aku menerima tawaran kerja samamu," ucap Liriel. Ia menatap tajam sejenak.

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 96 : Tuan Muda di Dunia Modern

    Hal pertama yang Valyria lakukan setelah keluar dari Rumah Sakit adalah menghubungi Pengacaranya dan membuat jadwal persidangan untuk memindahkan aset dan kekayaan keluarga Kinaru kembali padanya. Valyria sudah cukup dibohongi oleh Paman dan Bibinya itu. Valyria ingin mengambil kembali kenangan dari Orang Tuanya. "Kurasa barang Tuan Muda hanya ini saja," ucap Tarra yang habis membantu mengemasi barang-barang Valyria di ruang perawatan sementara Valyria baru selesai menelpon Pengacaranya. Valyria mengangguk. "Aku akan pergi pulang, sebelum Frederitch datang menjemputku," ucap Valyria."Memangnya kenapa jika aku menjemputmu?" celetuk Frederitch yang sudah ada diambang pintu. Valyria menghela napas cukup panjang. Dia hanya tak mau berdebat dengan sikap protektif Frederitch. "Aku sudah sembuh biarkan aku kembali pulang untuk mengurus hidupku lagi," ucap Valyria pasrah. "Aku paham, biarkan aku mengantarmu pulang." Frederitch berucap sembari mendekap tubuh Valyria yang lebih kecil darin

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 95 : Orang dari Mimpi

    "Anda pasienku, Nona Valyria Soga Kinaru, meski wajah Anda sangat familiar." Dokter itu menjawab. "Maafkan aku Dokter Will, Valyria dalam masa sulit," sahut Tarra tak nyaman sambil meraih pergelangan tangan Valyria. "Ayo, aku antar kembali ke kamarmu," ajak Tarra. "Wajahku bukan kebetulan kau kenal Dokter," ucap Valyria.Sang Dokter tertegun mendengar ucapan Valyria, ia sempat menatap kedua mata kenari Valyria yang menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Dokter itu menghela napas kemudian berjalan menuju koridor rumah sakit. Ia meraih ponsel genggamnya kemudian menelpon seseorang. "Direktur sudah tiada, ketahuilah posisimu yang penting untuk Rumah Sakit ini jadi besok kami akan mulai mengadakan rapat, kau harus hadir Frederitch," ucap Dokter William pada ponselnya. "Aku tahu itu, jadi bagaimana keadaan permaisuriku saat ini Will?" Dokter William menghela napas sejenak. "Frederitch, keadaannya lebih stabil, kenapa kau baru bilang jika sudah menikah?" "Keadaannya sulit untuk

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 94 : Surat dari Sang Penjaga Terdahulu

    Sudah lima hari Valyria berada di kamar perawatan dengan keadaan bosan. Satu-satunya hiburan Valyria hanyalah ponsel genggamnya dan beberapa buku yang sempat dibawakan oleh Frederitch tapi sudah dua hari ini Si Pria Pirang itu tampak absen mengunjunginya. Kondisi Valyria sudah lebih baik. Tubuhnya tak terasa lemas lagi dan nafsu makannya juga kembali normal. Valyria yang semula hanya setengah duduk di ranjang kasur langsung terkejut mendapati kedatangan Tarra dengan gaun hitamnya. "Maaf Valyria aku baru bisa menjengukmu," ucap Tarra sambil menghampiri Valyria. Valyria gelagapan gugup. Ia memang sengaja tidak mengabari Tarra tapi kehadiran Tarra tampaknya ulah dari Frederitch. "A-aku baik-baik saja cuman kelelahan," sahut Valyria gugup. "Kau tak perlu sungkan, aku tahu dari Fred jika saat ini kau sedang mengandung bayinya, aku turut senang lho!" Tarra memeluk Valyria dengan penuh suka cita setelah itu menatap Valyria. "Mengingat dirimu yang tertutup wajar saja kalian menjalani hubu

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 93 : Ternyata Cinta Mereka Nyata

    "Selagi kondisimu belum stabil aku yang akan bertanggung jawab," putus Frederitch. Valyria memandangi Si Pria Pirang itu. Dia seakan-akan hendak mengucapkan kata-kata lain namun Frederitch langsung menghela napas dan beranjak pergi dari Ruang Perawatan. Ia tinggalkan Valyria yang masih berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Valyria menunduk menatap kedua tangannya yang mengurus. Tetes demi tetes air mata jatuh. Ia menangis dengan perasaan haru dan duka yang bersamaan. "Ternyata, selama ini cinta yang kami rasakan nyata, keberadaanmu dalam tubuhku itu nyata," ucap Valyria sembari mengusap perutnya yang masih datar itu. Valyria beranjak berdiri dengan susah payah. Ia berjalan sembari mendorong tiang infus untuk menuju jendela kamar perawatan kemudian membuka jendela itu lebar-lebar. Ia menikmati angin malam yang berhembus masuk membelai permukaan kulitnya kemudian menatap bulan purnama yang terang temaram. "Aku tak bisa tinggal diam, aku juga harus melakukan sesuatu." Valyria berucap

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 48 : Ellis Francieli dari Desa Lotus

    Sebuah penginapan yang terletak di pusat kota. Penginapan yang senantiasa ramai dikunjungi wisatawan dari luar kerajaan Dust Bones. Sosok Ellis Francieli tampak memasuki penginapan itu dengan raut wajah sumringan."Aku pulang!" teriak riang Ellis.“Lihat! Siapa yang akan menjadi ajudan pribadi Yang

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 47:Valerin Grayii Sudah Tiada

    Tiga Tahun Kemudian ...Kabar mengenai Earl Grayii dari Hortensiaburg yang mengkhianati Dust Bones sudah tersebar keseluruh kerajaan baik itu Crave Rose ataupun Dust Bones. Dust Bones kini memenangkan peperangan dari Crave Rose, berkat itu semua kedamaian ada pada Dust Bones begitu terasa bahkan ke

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 46: Tuan Muda Menyerahkan dirinya

    “Ha?! Kastil?”Valerin terperangah, kedua mata violetnya lebar tak percaya. “K-kau? Pana, ayolah aku tak mengerti," gerutu Valerin.Panacea hanya tersenyum menanggapi tuannya. “Ayo, kita harus menghangatkan tubuhmu yang gigil Tuan Muda," ujar Panacea seraya membawa serta Valerin dan Leon menuju por

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 45 : Gandaria Lainnya

    “Jujur saja, situasi ini gawat.” Valerin membatin sambil memperhatikan Tobias Cross yang memanas, Leon Sirius yang terkejut, Frederitch yang mementingkan diri seorang Valerin dan dua suruhan Alphonse yang tampak tidak mau mundur itu.Lebih gawat lagi, ketika sebuah kuda dipacu cepat oleh seorang wa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status