Home / Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 42 : Tuan Muda yang Manis

Share

Chapter 42 : Tuan Muda yang Manis

last update publish date: 2026-01-03 11:12:46

Kedua kelopak matanya terbuka dengan pelan, berkas cahaya yang membias dari jendela kamar terasa menyilaukan. Valerin Grayii bangun, mendudukkan dirinya. Kedua iris violet Valerin menatap seorang Pria dengan kemeja putih polos membalut tubuh atletisnya dan celana hitamnya, berdiri tepat disamping ranjang kasur Valerin. Menyambut bangun tidurnya dengan senyuman rupawan dari Vampir menawan itu.

“Selamat pagi Tuan Muda," ucap Friday menyambut pagi Valerin.

Valerin mengangguk. “Kurasa memang sudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 112: Sang Pemintal Emas

    "Bagaimana Valyria?" tanya Frederitch yang mendatangi kamar persalinan itu. Sudah sepuluh jam usai melahirkan bayi tampan bermata violet dan berambut pirang emas tapi Valyria belum sadarkan diri.Tabib menggeleng. "Yang mulia kehilangan banyak sekali darah, sekarang kita hanya bisa menanti kepulihannya saja yang mulia," jawab Tabib."Valyria," panggil Frederitch yang mendatangi ranjang Valyria. Dia menggengam tangan istrinya itu dengan erat. "Kumohon bangun, kau ingin berjumpa dengan Putra kita bukan?" Frederitch mencium punggung tangan Valyria.Dia takut jika Valyria meninggalkannya."Yang mulia, pangeran mahkota menangis terus menerus," ucap Panacea yang datang sembari menggendong bayi kecil yang indah itu.Bayi sehat bermata violet yang berkaca-kaca, hidungnya memerah dan pipi gempalnya turut memerah juga. Rambut Pirang Emas yang tumbuh lebat dan halus. "Huwaaaa..." Tangis bayi itu semakin menjadi. Dia hanya kelaparan menunggu susu dari Sang Ibu yang tak kunjung sadar itu.Frederit

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 111: Manis Stawberry

    Umur menjadi rahasia dari takdir itu sendiri. Sudah delapan bulan lamanya sejak Valyria dan Frederitch kembali ke Crave Rose untuk menata kembali Kerajaan yang dikenal tak pernah menatap mentari itu jadi kerajaan paling hangat dan makmur. Enam bulan lamanya Valyria gunakan untuk mendampingi kekasihnya, Raja Frederitch memperbaiki tatanan dunia. Valyria membuat Crave Rose dan Dust Bones jadi kedua kerajaan paling besar itu saling bersahabat serja menjalin kerja sama pembersihan wabah yang dikembangkan oleh pengobatan yang Valyria buat. Meski ada yang berbeda saat mereka kembali. Valyria pemilik Altarare kebal terhadap perjalanan waktu sehingga tubuhnya sama saja begitu pula dengan Frederitch yang baru menemukan tubuh manusianya, sementara Raja Alphonse sudah berusia 40 tahun sementara Viscount Rovana juga berusia tak beda jauh. Valyria menyesali hal ini namun mereka tidak sama sekali, Valyria pagi ini sedang menikmati jalan santainya di kebun mawar dibelakang halaman istana Crave Ros

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 110: Altarare dan Inersia

    Kini Valyria sedang kembali ke rumah lamanya pada dini hari. Rumah Megah itu dikelilingi bunga-bunga tulip, baru saja kemarin terjadi insiden mengerikan di Rumah Ini namun Valyria harus kembali untuk mengemasi beberapa hal. Ia beranjak masuk ke dalam rumah didampingi Sang Suami, Frederitch. "Kemarin aku baru saja menembak Paman dan Bibi, mereka menyerangku," ucap Valyria."Kau tidak apa-apa bukan?" tanya Frederitch cemas. Ia lebih khawatir dengan kondisi Valyria. Valyria menggeleng pelan. "Aku langsung ditangkap oleh Liriel setelah bertarung dengan Lyn, sayangnya Lyn mengorbankan dirinya demi aku jadi seharusnya dihalaman belakang pun rusak oleh ledakan," ucap Valyria pilu, trauma dan sedih jadi satu. Frederitch mengangguk sembari memegang tangan Valyria, ia menelisik ke seluruh penjuru ruang tamu, Rumah Megah ini malah tampak baik-baik saja tanpa ada sisa pertikaian. "Kita mungkin harus ke halaman belakang rumah," ajak Frederitch memegang tangan Valyria. Rumah Keluarga Kinaru ini

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 109 : Kabut Pagi, Tak Perlu Abadi

    "Aku tak mungkin bisa membereskan semua masalah yang Liriel perbuat," ucap Valyria pada Albert yang sedang duduk termangun menemani Liriel yang masih belum siuman itu. Ruangan perawatan di Fasilitas ini seperti Rumah Sakit Private, semuanya tertata rapih, bau antiseptik yang menyengat dan warna putih jadi latarnya. Valyria sebenarnya hendak pergi usai memastikan semua orang di Fasilitas ini terbangun dari pengaruhnya. "Kupikir hanya kau yang bisa diajak kerja sama," ucap Valyria lagi sembari duduk disebuah bangku tepat disamping Albert. Pria itu hanya menghela napas berat dan panjang seolah mengeluarkan beban beratnya juga disana. Ia menoleh menatap Valyria kemudian mengangguk setuju. "Sulit untuk percaya hal ini tapi kau benar-benar mirip dengan Liriel tapi sikapmu terkadang mengingatkanku dengan diriku di masa muda Nona," ucap Albert. "Tentu saja, aku tahu ini aneh tapi kita memang terhubung dalam sebuah keluarga," sahut Valyria yang sudah tahu semuanya. Sebenarnya Albert dan Li

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 108 : Mimpi Buruk dalam Kegelapan

    “Lux Aeterna.” Valyria berucap sesuatu yang bahkan belum pernah ia ketahui namun hatinya langsung bergejolak dan sesaat kemudian sekujur tubuhnya bercahaya gemerlap. Ia dengan sengaja menunjukkan semua itu pada Liriel.Sinar cahaya menyilaukan itu mengurung seluruh fasilitas dalam zona tertidur, jadi semua orang tertidur kecuali mereka yang sengaja ‘diizinkan’ oleh Valyria untuk terjaga. Para Penjaga, Peneliti dan staff langsung terkapar terlelap sementara yang tetap terjaga hanya Liriel, Albert, David, Frederitch yang Bersama Valyria beserta Panacea, William dan Alphonse.Indah dan berbahaya itulah Valyria yang sebenarnya. Selama ini lingkungan membuatnya menderita membuat Valyria menciptakan berbagai versi dirinya. Valyria adalah salah satu bentuk dirinya yang lebih berbahaya dari Valerin Grayii maupun Ellis Francielli karena kemampuan Valyria disini berhubungan dengan ruang dan waktu.“Kau benar-benar Monster!” tuduh Liriel sembari memandangi Para Prajurit Militer yang terlelap.Va

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 107 : Lux Aeterna

    “Anda ada ide Viscount Rovana?” tanya Panacea.William menggeleng. “Sejak dahulu aku kenal keduanya sangat kompetitif,” jawab William. William dengan Langkah pelan mendekati Villa yang jadi area tempur kedua pria mendominasi itu. “FREDERITCH ISTERIMU HILANG LAGI!” teriak William.“Apa?!” Frederitch dan Alphonse kompak menyahut.Pertarungan sengit itu langsung berhenti diantara keduanya. Frederitch yang babak belur dan Alphonse yang penuh sayatan luka. Kedua Pria itu hanya terdiam sambil memandangi satu sama lain dengan tatapan dendam.“Katakan dimana Permaisuriku!” bentak Frederitch sambil bersiap dengan tangan kanannya yang ditumbuhi kuku-kuku yang runcing itu.Alphonse memilih bungkam sembari memandangi Frederitch yang nyaris berubah menjadi Monster Buas itu. Pikiran Alphonse sedang berkecamuk, seharusnya ia bisa mendapatkan lagi Valyria setelah membantu keinginan Liriel terwujud yakni membuka akses celah menuju Boerhavia.“Kenapa mereka menculik Valerin setelah aku membantu mereka?

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 59: Menariknya Dirimu

    “Kurasa, aku Valerin Grayii itu.” Ellis berucap dengan asal tapi sebenarnya dia hanya bercanda, sekaligus ingin melihat raut wajah Sang Raja. Sebenarnya, Ellis jengah mendengarnya.Kedua iris hijau sang Alphonse melebar, binar cerah seolah menemukan harsa rasanya. Segera ia mendeham. “Ellis, kau be

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 57: Terjatuh Menemukan Sesuatu

    Ellis mulai berjalan menelusuri puing bangunan Earl Grayii seorang diri, parahnya Ellis tak merasa takut sedikit pun melainkan merasa kembali pulang ke tempat yang seharusnya. Perasanya familiar ketika menelusuri puing bangunan yang ditelan oleh tumbuh-tumbuhan liar itu. “Aku yakin Earl Grayii memi

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 56 : Misi Kebetulan

    tok ... tok ...Suara ketukan pintu yang terdengar lantang dari luar ruangan. Ellis mendorong pintu itu tanpa ragu setelah mengetuk. Sosok Ellis memasuki ruangan dengan raut wajah yang tenang. Saat itu ia hanya mendengar suara Raja tapi belum menemukan sosoknya di ruang kerja miliknya yang besar it

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 55: Sang Penyusup

    Tatapan tajam tanpa rasa yang tega, tubuhnya tegap melintasi koridor hening, hanya suara dari kedua sepatu boots kulitnya. Sang Ajudan Raja dari Dust Bones. telah melewati malam yang sulit sejak kejadian kemarin tapi dia masih sulit menghadapi sikap asli Sang Raja.Tiba didepan pintu kayu bergagang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status