Home / Romansa / Tuan CEO, Lepaskan Aku! / Perburuan Di Hutan Beton

Share

Perburuan Di Hutan Beton

Author: V.W. Anara
last update Last Updated: 2026-01-08 16:27:34

Jakarta seolh tidak pernah tidur, dan bagi seseorang yang sedang diburu, kota ini bagaikan labirin maut yang menyesakkan. Park Jae-hyun menarik tudung jaket hitamnya lebih rendah, mencoba menyatu dengan kerumunan orang di kawasan terminal bayangan daerah Jakarta Barat. Peluh dingin membasahi punggungnya, bukan karena cuaca tropis yang lembap, melainkan karena ia tahu bahwa di setiap sudut jalan, mata-mata Lee Sooyoung sedang mengintai dengan perintah satu kata.

lenyapkan.

Jae-hyun baru saja menerima kabar dari informannya di Seoul bahwa Seonwoo telah kembali dan terjadi konfrontasi besar di penthouse. Namun, yang membuatnya lebih cemas adalah pergerakan Lee Sooyoung yang mulai mengaktifkan unit keamanan tidak resmi mereka di Indonesia.

"Tuan Park, mobil sudah siap di gang belakang," bisik Pak Utomo yang muncul dari balik warung tenda dengan wajah tegang.

Jae-hyun mengangguk singkat. Namun, baru saja ia melangkah, sebuah mobil SUV berwarna perak dengan kaca gelap meluncur cepat dan ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan CEO, Lepaskan Aku!   Jejak Yang Hilang

    Langit di atas Seoul tampak seperti kanvas kelabu yang menindas, seolah alam pun sedang berduka atas kebenaran yang terkubur. Di ruang kerjanya yang kini terasa asing, Han Seonwoo duduk terpaku menatap layar televisi yang menyiarkan berita darurat. Sebuah kapal nelayan di perairan Selat Malaka dilaporkan meledak setelah terlibat baku tembak dengan patroli laut."Pihak berwenang menemukan beberapa mayat yang tidak dapat dikenali, namun identitas salah satu buronan internasional asal Korea Selatan, Park Jae-hyun, diduga kuat termasuk dalam korban tewas..."Gelas wiski di tangan Seonwoo terlepas, menghantam lantai marmer dan pecah berkeping-keping. Cairan itu merembes, persis seperti rasa dingin yang kini menjalar di nadinya. Jae-hyun mati? Pria yang paling ia benci sekaligus satu-satunya orang yang memegang kunci masa lalunya, lenyap begitu saja?"Tuan Muda," suara Chief Kim terdengar dari ambang pintu. Pria itu masuk dengan langkah tenang, wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun saat

  • Tuan CEO, Lepaskan Aku!   Hilang

    Hawa dingin di pegunungan Gangwon tidak seperti dinginnya AC di kantor utama penthouse. Di sini, dingin itu terasa hidup, merayap masuk melalui celah-celah kayu rumah tua keluarga Han dan menusuk kulit Winda hingga ke tulang. Sejak dipindahkan dua hari lalu, Winda merasa jiwanya perlahan terkikis. Tanpa suara, tanpa teman, dan tanpa penjelasan, ia hanyalah sebuah benda mati yang disimpan di gudang berdebu.Pagi itu, Winda mencoba bangkit dari ranjangnya yang keras. Kepalanya terasa berat, dan setiap kali ia mencoba menelan ludah, tenggorokannya terasa seperti disayat duri tajam. Demam mulai menyerang tubuhnya yang rapuh. Ia berjalan tertatih menuju jendela, berharap melihat sosok yang ia kenal, mungkin Dokter Oh, pria paruh baya yang selalu menatapnya dengan rasa iba di penthouse.Namun, yang ia lihat di gerbang luar hanyalah dua penjaga berwajah dingin yang mengenakan seragam keamanan HanGroup. Tidak ada tanda-tanda Dokter Oh. Winda tidak tahu bahwa saat ini, satu-satunya orang yan

  • Tuan CEO, Lepaskan Aku!   Penjara Tanpa Suara

    Malam itu, Seoul seolah kehilangan warnanya. Di bawah rintik hujan yang dingin, sebuah mobil SUV hitam bergerak meninggalkan area penthouse dengan kawanan pengawal yang tak bersahabat. Di kursi belakang, Winda duduk meringkuk dengan kedua tangan yang saling menggenggam erat. Ia tidak diikat, namun tatapan tajam Chief Kim yang duduk di kursi depan lebih dari cukup untuk membuat nyalinya ciut. Winda hanya bisa menatap ke luar jendela, melihat lampu-lampu kota yang perlahan menjauh dan digantikan oleh gelapnya hutan pinus yang membentang menuju pegunungan Gangwon.Ia dipindahkan. Bukan ke tempat yang lebih baik, melainkan ke rumah lama keluarga Han yang sudah bertahun-tahun tak berpenghuni. Sebuah bangunan kayu bergaya arsitektur lama yang berdiri di pinggir tebing, jauh dari pemukiman. Di sinilah Seonwoo memutuskan untuk membuang "ular" yang ia anggap telah mengkhianatinya.Sesampainya di sana, Chief Kim menarik lengan Winda dengan kasar untuk turun dari mobil. Udara pegunungan yang t

  • Tuan CEO, Lepaskan Aku!   Kembalinya Sang Monster

    Pagi di Seoul terasa menusuk tulang, namun dinginnya cuaca tak sebanding dengan atmosfer di dalam mobil Han Seonwoo yang terparkir di area privat apartemen rahasianya. Di tangannya, sebuah amplop cokelat yang dikirim oleh kurir tak dikenal atas perintah ibunya berisi "bom" yang siap menghancurkan sisa-sisa rasa percayanya pada Winda.Seonwoo menatap foto-foto itu dengan mata memerah. Di sana, Winda tampak duduk di sebuah kafe di Jakarta setahun lalu, bertemu dengan seorang pria yang mengenakan lencana L Group, kompetitor paling agresif yang ingin menjatuhkan HanGroup. Ada juga salinan slip transfer bank ke rekening atas nama Winda Pratiwi dengan nominal yang tidak wajar bagi seorang gadis yatim yang bekerja sebagai staf biasa."Jadi ini alasan terbesarmu berani datang ke Korea?" desis Seonwoo. Suaranya rendah, penuh dengan luka yang ia samarkan dengan amarah. "Kau tidak datang untuk membersihkan nama ayahmu... kau datang untuk menjual sisa-sisa rahasiaku pada mereka?"Seonwoo teringa

  • Tuan CEO, Lepaskan Aku!   Pelarian Di Selat Malaka

    Hal pertama yang dirasakan Park Jae-hyun adalah rasa dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang belakang, disusul oleh rasa asin yang membakar tenggorokannya.Gelap.Suara deru mesin kapal kargo tua yang sebelumnya menjadi musik latar pelariannya kini telah digantikan oleh suara deburan ombak yang ganas dan jeritan angin badai yang berhembus kencang.Beberapa jam yang lalu, kapal kargo kecil yang membawanya secara ilegal dari pelabuhan tikus di perbatasan Indonesia-Malaysia meledak. Itu bukan kecelakaan. Jae-hyun sempat melihat seorang awak kapal berlari menuju sekoci setelah melempar sesuatu ke ruang mesin. Lee Sooyoung tidak ingin Jae-hyun sekadar tertangkap wanita itu juga ingin Jae-hyun terkubur di dasar samudra bersama semua rahasia yang dibawanya.Jae-hyun terbatuk hebat, memuntahkan air laut yang menyesakkan dadanya. Ia menyadari dirinya terbaring di atas pasir kasar yang bercampur dengan sampah laut. Di sekelilingnya hanya ada kegelapan total, kecuali kilatan petir yang sese

  • Tuan CEO, Lepaskan Aku!   Suara Yang Terkunci

    Malam di Seoul terasa seperti sentuhan lembut yang mematikan. Hujan deras mengguyur kaca-kaca gedung HanGroup, menyamarkan sosok Han Seonwoo yang bergerak seperti bayangan di koridor darurat penthouse-nya sendiri. Ia telah menanggalkan identitasnya sebagai seorang CEO, kini ia hanyalah seorang penyusup yang harus menghindari sensor keamanan yang pernah ia rancang sendiri. Ia tahu, di balik pintu kamar utama, Winda sedang meringkuk dalam ketakutan, dan di setiap sudut ruangan, mata-mata ibunya yang dipimpin oleh Chief Kim sedang mengintai.Dengan napas yang tertahan, Seonwoo berhasil membuka pintu kamarnya menggunakan kode enkripsi manual yang belum sempat diganti oleh tim IT ibunya. Pintu itu terbuka tanpa suara. Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu tidur yang temaram, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding.Di sana, di tengah ranjang besar yang tampak seperti padang gurun yang sepi, Winda sedang duduk meringkuk. Matanya terbuka lebar, menatap kosong ke arah jendel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status