Share

Cinta yang Terpecah

Penulis: Borneng
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-21 19:11:52

Malam di rumah besar keluarga Mustofa tak lagi hangat. Udara di ruang tamu yang biasa menjadi tempat berkumpul kini terasa dingin dan menyesakkan. Dila berdiri membeku di balik tangga, matanya berkaca-kaca. Niat awalnya hanya ingin mengambil beberapa lembar pakaian, tetapi langkahnya terhenti ketika suara pertengkaran di ruang utama menggema.

"Kamu menceraikanku gara-gara gadis kampung itu!" teriak Bu Neha, matanya merah, wajahnya basah oleh air mata dan kemarahan.

Pak Mustofa berdiri tegak. Pria berwibawa itu biasanya tenang, tapi kali ini suaranya bergetar penuh amarah yang tertahan selama bertahun-tahun. "Dia menantumu, dan juga menantuku. Tapi kamu, Neha, kamu kehilangan kendali. Kamu berkata dia pantas mati. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan dengan wanita yang sekejam itu?"

"Lalu aku ini apa? Istrimu? Boneka? Pengganti wanita yang kamu cintai dari dulu itu? Kamu selalu dingin padaku. Aku melakukan segalanya untuk mendapatkan perhatianmu. Tapi kamu hanya memikirkan wanita itu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Aku Tak Pernah Pergi

    Pagi masih menyisakan sisa embun musim dingin. Di salah satu apartemen mewah di Roma, sinar matahari menyelinap malu-malu melalui tirai renda yang melambai pelan tertiup angin. Aroma kopi dan parfum mawar lembut berpadu dalam keheningan kamar tidur yang hangat.Jifanya baru saja terbangun. Rambut panjangnya tergerai acak, mata indahnya masih menyisakan kantuk. Ia tampak lelah, namun tetap menawan. Kecantikan itu seolah tak pernah luntur, bahkan semakin memesona seiring waktu.Hidup di antara keluarga bangsawan Turki membuat Jifanya harus menyesuaikan diri. Penampilannya kini selalu terlihat elegan dan muda. Tak sedikit yang mengira ia masih gadis dua puluhan. Padahal ia telah menjadi ibu dari seorang anak perempuan yang sebentar lagi berusia enam tahun.Ponselnya bergetar. Nama Aqila terpampang di layar.Dengan senyum mengembang, Jifanya menyentuh layar dan menjawab panggilan video itu lagi.“Mama! Apa aku bisa ikut dengan Papa?” suara Aqila yang ceria menyapa dari ujung layar.Jifany

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Lima Tahun Menunggumu

    Musim dingin menyelimuti kota tua Istanbul. Kabut tipis melayang di atas taman yang luas di kediaman keluarga Osmanoglu, tak jauh dari pusat kota tua. Salju yang turun sejak pagi membalut bunga-bunga musim gugur yang belum sepenuhnya gugur, meninggalkan kontras putih di atas merah dan jingga yang nyaris membeku. Di tengah hamparan itu, seorang gadis kecil berlari sambil tertawa riang.Dialah Aqila Fahira Yildiz, gadis kecil berwajah secantik boneka porselen, rambutnya hitam legam tergerai panjang, pipinya bersemu merah karena gigitan angin musim dingin. Ia cucu kesayangan di rumah megah itu. Putri dari Jifanya, wanita yang pernah jatuh dalam jurang luka, dan kini berdiri sebagai pribadi yang kuat dan tangguh.Aqila bermain dengan kakeknya, Emir Osmanoglu, pria paruh baya yang kini seakan menebus dosa masa lalunya dengan mencurahkan kasih tak terbatas kepada cucunya. Sementara itu, Jifanya duduk di balik kaca jendela besar ruang keluarga, matanya tak

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Pelukan Terakhir di Taman Kenangan

    Hari itu datang, seperti babak akhir dari sebuah sandiwara panjang yang melelahkan. Langit Jakarta mendung, awan kelabu menggantung di langit sore seolah turut merasakan beratnya hati Jifanya. Ia berdiri di depan cermin, mengenakan gaun sederhana berwarna biru muda. Wajah cantiknya tampak tegang, beberapa kali ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan badai dalam dadanya.Hari ini, ia akan bertemu dengan sosok yang selama ini menjadi bayangan gelap di hatinya, ayah kandungnya, Emir Yaslan Osmonoglu. Lelaki yang telah meninggalkannya dan ibunya tanpa jejak, meninggalkan luka yang bertahun-tahun ia coba sembuhkan sendiri.Di sisi lain, rumah keluarga Jifanya yang megah dan klasik mulai dipenuhi tamu-tamu penting. Termasuk keluarga Kenan yang untuk pertama kalinya datang secara resmi. Neha, sang ibu mertua yang dulunya sangat vokal merendahkan Jifanya, kini menunduk malu. Saat memasuki rumah yang megah bak istana, wajahnya pucat. Bahkan perhiasan yan

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Ternyata Seorang Putri

    Semua keluarga panik mencari Jifanya dan Bayu yang menghilang tanpa kabar. Mereka bahkan belum tahu kalau Jifanya sudah melahirkan. Rupanya Kenan menolak menandatanganin surat cerai Jifanya. Itu artinya Bayu berbohong dan membawa kabur Jifanya.Kakek Ali sangat takut Jifanya diculik orang. Itu sebabnya dia bertindak sangat jauh. Ia akhirnya menelepon keluarga Jifanya.Keesokan harinya , Bandara Internasional Juanda, SurabayaBeberapa saat kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah. Dua pria tinggi mengenakan setelan jas elegan turun. Kakek Ali dan Mustofa membungkuk dalam-dalam di hadapan mereka.“Kenan, cepa hormat,” bisik Mustofa menyenggol putranya. Walau bingung, Kenan ikut membungkuk. Ia merasa kecil, tak mengerti apa yang sedang terjadi.Percakapan pun berlangsung dalam bahasa Turki. Sorot mata Kenan tajam, namun penuh sesal. Ia tak pernah menyangka bahwa Jifanya yang dulu ia abaikan, yang pernah ia sakiti ternyata darah bangsawan.“Kenapa Anda menyembunyikan putri s

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Membawamu Pergi

    Pagi itu, Jipanya kembali masuk kantor karena Bayu menolak dia keluar dari pekerjaan, langit Jakarta tampak mendung, seolah ikut memantulkan perasaan Jifanya yang tengah keruh. Di dalam ruang kantor yang biasa riuh, Jifanya kini menjadi sosok yang sunyi. Jika dulu ia dikenal sebagai perempuan ceria yang mampu menghidupkan suasana, kini ia lebih banyak diam, menyembunyikan rasa kecewa dalam senyum tipis yang tidak sampai ke mata. Bayu, yang selama ini menjadi tempat curhatnya, pun merasa kehilangan sosok Jifanya yang dulu.Ia mencoba segala cara, mulai dari membelikan makanan favoritnya, hingga mentraktir seluruh karyawan hanya demi melihat senyum Jifanya kembali merekah. Namun hasilnya nihil. Jifanya hanya mengangguk, makan secukupnya, lalu kembali tenggelam dalam pekerjaan.“Jifanya,” ujar Bayu suatu sore ketika wanita itu masuk ke ruangannya sambil membawa berkas desain. “Pertengkaran suami-istri itu wajar. Apalagi kamu sebentar lagi akan melahirkan. Kamu butuh Kenan.”Jifanya mele

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Di Antara Luka dan Cinta

    Senja mulai turun perlahan ketika Jifanya meninggalkan Kenan dengan wajah tanpa ekspresi. Hatinya remuk, namun ia tahu harus pergi. Ia tak membawa apapun, hanya dirinya dan luka yang semakin dalam. Ia melangkah ke rumah tua peninggalan orang tuanya, rumah kecil yang dulu penuh tawa dan kehangatan. Di sana, kenangan masa kecilnya kembali menyeruak, saat ayahnya masih ada, saat dunia terasa sederhana.Rumah itu sepi. Aroma kayu tua dan debu menyambutnya, namun Jifanya merasa damai. Ia duduk di lantai berdebu ruang tamu, memandangi foto usang ayah dan ibunya. Air matanya tumpah perlahan. Ia ingin sendiri, ingin diam, ingin menyatu dengan luka yang terlalu sesak untuk dipendam.Sementara itu, rumah keluarga besar geger. Tidak ada seorang pun yang tahu ke mana Jifanya pergi. Dila, yang biasanya tenang, panik bukan main. Dengan terpaksa, ia menghubungi Bayu, dan tanpa pikir panjang lelaki itu terbang kembali ke Indonesia. Di sisi lain, Pak Mustofa masih terbari

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status