Share

Pisah Ranjang

Author: Maufy Izha
last update publish date: 2026-06-20 12:00:03

Leah tersenyum, kemudian mengangguk paham. Gadis itu segera keluar dari ruangan untuk melaksanakan perintah bosnya.

Sesaat kemudian, Leah kembali.

"Nona Rose, Tuan Dexter akan menjemput Anda setengah jam lagi."

"Cepat sekali..." gumam Rosalina sambil berusaha menahan senyum.

"Baiklah, terima kasih, Leah, kamu boleh kembali ke mejamu."

"Baik, Nona."

Selepas kepergian Leah, Rosalina menekan dadanya, mencoba meredam degup jantungnya yang menggila.

"Aku harus bertahan.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Melamar

    Mendengar permintaan Lucy, ekspresi Adam langsung berubah jelek. suasana hatinya yang sejak bangun sangat baik dan cerah, seketika berubah mendung. Adam jelas ingin berkata tidak, namun Ana justru tersenyum padanya dan menjawab sebaliknya, "Baiklah, silahkan. Aku yakin kalau Adam tidak akan keberatan, benar kan?" "Tentu saja aku keberatan, aku kan-" "Ya ampun, sayang kamu jangan pelit begitu dong sama calon adik iparmu? Lucy itu kan adik aku satu-satunya, masa kamu tega tidak mau memberinya tumpangan?" Ana berkata sambil berjalan menghampiri Adam, dengan nada yang manja dia membujuk pria itu sembari menggoyang-goyangkan lengan kekasihnya itu. Adam dan Lucy sama-sama membeku di tempat. Terkejut dengan sikap Ana yang tiba-tiba berubah. Bedanya, Adam terkejut karena bahagia, sementara Lucy terkejut karena tidak terima dengan ucapan kakaknya. Adam berdehem sekali dengan keras sebelum akhirnya menjawab, "baiklah, karena pacarku yang minta, aku akan mengizinkan. Silahkan, calon adik i

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Pinky Promise

    Setelah mendarat dengan selamat, Adam tidak langsung mengantar Ana pulang ke rumahnya, melainkan membawa gadis itu keliling kota Malaka dalam rangka merayakan hari pertama mereka resmi berpacaran. Mereka baru pulang setelah matahari hampir tenggelam.Adam mengemudikan mobilnya sendiri dan Ana duduk di sampingnya dengan canggung. Ini adalah pertama kalinya dia diantar pulang oleh seorang pacar."Terima kasih," ucap Ana tiba-tiba.Adam menoleh ke arah gadis itu sembari mengerutkan keningnya. "Terima kasih untuk apa?" tanyanya."Karena kamu membuatku merasakan sesuatu yang bahkan tidak berani aku impikan."Pernyataan sederhana yang tulus itu membuat dada Adam terasa sesak. Meski tidak menyaksikannya secara langsung, tapi dari cerita Gerald, dia telah mengetahui tentang masa lalu Ana yang diperlakukan dengan tidak manusiawi oleh lingkungannya, bahkan oleh ayahnya sendiri. Jadi, sangat wajar jika Ana merasa bersyukur atas sesuatu yang seharusnya menjadi hal lumrah bagi orang lain—seperti b

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Dia Tulus Mencintaimu

    Liliana menghela napas panjang, wajahnya berubah sendu saat mengingat kenangan pahit itu."Gadis bernama Alana itu divonis mengidap tumor ganas di otak. Namun, saat itu dia tahu bahwa Kak Adam sedang mengikuti banyak ujian kompetensi dan seleksi beasiswa masuk perguruan tinggi jurusan kedokteran paling populer di Meikarta. Jadi, dia merahasiakannya dari Kak Adam."Liliana menjeda kalimatnya sejenak, membiarkan keheningan malam yang dilengkapi semilir angin sejuk menemani mereka."Malam itu, kondisi Alana memburuk. Dia terus mencoba menghubungi Kak Adam, mungkin karena merasa hidupnya tidak lama lagi. Jadi, dia tidak berhenti menghubungi Kak Adam dan mengirimkan banyak pesan, tidak seperti biasanya. Namun, Kak Adam tengah menjalani ujian operasi pertamanya, jadi ponselnya memang tidak boleh dibawa masuk ke dalam ruang operasi. Hingga sampai Alana mengembuskan napas terakhirnya, dia tidak bisa bertemu dengan Kak Adam."Alana adalah luka terdalam kakaknya, juga nama yang masih tetap memb

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Ikuti Kata Hatimu, Jangan Dengarkan Orang Lain

    Kale memperhatikan pasangan di hadapannya sambil menahan senyum. Pria dengan kepala plontos berperawakan tinggi besar itu kemudian mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah.Sebelum pergi, Kale menepuk bahu Adam dan berkata, "Baiklah, Dokter Adam, kalau begitu saya permisi dulu. Tolong jaga calon istri Anda dengan baik. By the way, tidak perlu cemburu pada saya, bukankah saya lebih cocok jadi ayahnya Ana daripada pacar?"Kale tersenyum, kemudian melempar kedipan menggoda ke arah Ana yang sukses membuat rona merah di wajah Ana kian memerah. Gadis itu melotot ke arah Kale, namun binar wajahnya jelas tampak bahagia.Setelah Kale pergi, Ana meronta dan melepas pelukan Adam."Kale sudah pergi, Dokter Adam, lepaskan saya. Anda... tidak perlu berakting lagi."Ana mencoba menghindar. Entah kenapa dia merasa tidak mampu untuk menatap mata Adam."Siapa yang sedang berakting, Anastasia? Aku bersungguh-sungguh, termasuk perasaan kesalku karena kamu malah menyuruh

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Liliana Mak Comblang

    Adam menatap Lucy dengan tajam, namun gadis itu tampak tidak terpengaruh sama sekali. "Anda tidak percaya? Coba lihat ini..." Lucy mengeluarkan ponselnya, kemudian menunjukkan sebuah foto di mana Ana sedang bercanda tawa dengan seorang pria yang tidak lain adalah Kale. Adam mengerutkan keningnya. Melihat foto di mana Ana tersenyum begitu lepas dan tanpa beban membuatnya cemberut. Di depannya, Ana hampir tidak pernah tertawa seperti itu. Melihat perubahan wajah Adam, Lucy tentu merasa gembira karena merasa rencananya telah berhasil. "Mungkin usahaku belum terlalu keras. Aku lebih tampan dan menawan daripada pria itu. Anastasia seharusnya lebih tertarik padaku kalau aku lebih gigih lagi," Adam berkata pada dirinya sendiri. Lucy mengedipkan matanya beberapa kali karena merasa bingung. Setelahnya, gadis itu bertanya, "Dokter Adam, kamu sudah tahu kalau kakakku tidak menyukaimu, dan dia juga tidak mau bekerja di perusahaanmu. Aku rasa... aku lebih cocok untuk—" "Interview kita sudah

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Kamu Nggak Pantas Untuknya!

    Adam mengajak Ana menghabiskan waktu bersama di taman kota hingga pukul 12 malam. Sepanjang perjalanan pulang, Adam banyak membahas hal yang membuat Ana merasa nyaman untuk mengobrol. Adam juga bersikap sangat gentleman dan sopan, tidak mencuri-curi kesempatan meski mereka sudah mulai lebih akrab dari sebelumnya."Penawaranku masih berlaku. Gerald bilang kontrakmu dengan Ford Group akan berakhir dalam beberapa bulan, bergabunglah dengan yayasan Cahaya Kehidupan milikku dan Liliana. Aku tahu kamu menyukai anak-anak dan kegiatan sosial. Jangan khawatir soal bayaran, perusahaan kami termasuk royal dalam memberikan bonus, yah... meskipun tidak akan sebesar bonus yang diberikan oleh Gerald, sih..."Ana tertegun untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab, "Kali ini aku akan benar-benar memikirkannya. Tolong beri aku waktu, Dokter Adam.""Berapa lama?""Dua hari, bagaimana?""Baiklah. Aku harap jawabanmu memuaskan, Nona Anastasia.""Oke..."Adam berpamitan setelah mengobrol singkat. Ana

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Neraka Bagi Semua Orang

    Tubuh Liliana masih membeku. Ancaman Gerald langsung menusuk titik terlemahnya, yaitu Adam Smith. Kakaknya yang selama ini menjadi pelindungnya dan telah mengorbankan banyak hal untuknya supaya bisa sampai di titik ini. Ia menatap Gerald dengan tatapan yang bercampur antara amarah yang membara da

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Tidak Akan Terpengaruh

    Setelah diam beberapa saat, Ekspresi Liliana berubah datar, kemudian ia mendorong Gerald sedikit lebih kuat hingga punggung pria itu hampir menabrak dasboard. Liliana dengan dingin berkata, "Aku bisa sendiri." Kemudian memalingkan wajahnya lagi keluar jendela mobil. Gerald hanya tersenyum tipis d

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Seperti Pasangan Sungguhan

    Gerald tertawa terbahak-bahak melihat wajah Liliana yang semerah tomat, apalagi say wanita itu berlari ke kamar sampai tersandung-sandung saking paniknya. Selesai dari kamar mandi, Liliana masih melihat Gerald yang duduk santai diatas tempat tidur, tapi kali ini, pria itu sudah mengenakan piyaman

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Mata-mata Di Rumah Ini

    "Apa maksudmu? jatah apa?" Liliana bertanya dengan panik, jantungnya berdetak sangat cepat sampai rasanya hampir meledak. Sementara Gerald terus mendekatkan wajahnya ke wajah Liliana. Semakin dekat Liliana semakin gemetar sampai akhirnya ia menutup matanya rapat-rapat. Tuk! Sesuatu menyentuh hid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status