Share

Chapter 82

Author: Iamyourhappy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-17 13:09:15

“Aku tidak dengar!” Martin menutup pintu kamar Serena, namun tidak lama kepala Martin menyembul di balik pintu. “Ingin aku bantu berganti pakaian?”

“Tidak! Aku bisa sendiri!”

Martin berhenti sejenak, kemudian menyunggingkan senyum khasnya yang bagi Serena begitu menyebalkan dan meledek. “Panggil aku jika butuh sesuatu.”

“Tidak akan!” balas Serena semakin galak.

Tetapi Martin tidak menanggapi ucapan pedas Serena dengan kemarahan, justru hanya tertawa kemudian menutup pintu kamar Serena dan pergi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 271

    “Oh Shit,” lirih Bela menggandeng suaminya, Jason. “Sepertinya akan ada pertengkaran.”Jason mengusap tangan istrinya pelan. “Baru kali ini aku melihat mata Isaac seperti mata singa yang lapar.”Bela menyipitkan mata. “Bahkan saat dia melepaskanku untukmu tidak seseram itu ya? Aku jadi iri.”“Apa kamu bilang?” tanya Jason mencium pipi istrinya langsung tanpa basa-basi.“Iya-iya.” Bela terkekeh pelan. Ternyata begitu seru menggoda suaminya. “Aku sudah punya suami yang begitu tampan.” Mengusap lengan Jason pelan.Serena menggeleng pelan melihat Jason dan Bela. Ia sendiri juga tidak mau kalah dengan memeluk lengan Martin.“Kita di sini hanya untuk menonton mereka?” tanya Martin dengan mata yang hanya fokus menatap tiga orang yang ada di sana, Isaac, Ava dan satu lagi seorang pria dengan seragam aparat.“Kalau begitu kamu kembalilah ke kantor,” ucap Serena. “Kalian juga!” menatap Bela dan Jason.“Kalian harus bekerja, kenapa masih di sini dan menonton mereka?”Bela berdecak pelan. “Terlal

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 270

    Serena menggunting tali pita yang terbentang ke sisi kanan dan kiri. Tujuannya sebagai perayaan pembukaan gedung baru yang akan digunakan sebagai kantor barunya.Dan sekarang bukan kantor, tapi firma hukumnya yang ia dirikan bersama Liana.Tentu saja ada bapak Martin yang terhormat sebagai investor utama firma hukum ini.“Terima kasih semua,” ucap Serena tersenyum, tangannya meraih lengan suaminya yang berada di sampingnya. memeluknya dengan bangga.Serena tidak pernah bermimpi di titik saat ini.Dua tahun lalu ia masih sibuk berlari dari kejaran rentenir, menghindari teman-teman sekolahnya dan meratapi nasibnya yang ditinggali banyak hutang.Tapi sekarang, ia berdiri dengan percaya diri di depan firma hukumnya dan memiliki banyak pegawai.Serena tahu semua yang ia raih saat ini tidak terlepas dari kerja keras suaminya.Martin, suaminya yang telah melindungi dan membelanya mati-matian dari orang-orang yang berusaha mencelakainya.“Terima kasih,” ucap Serena suaminya.Martin menunduk d

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 269

    “Ada apa?” Serena mendongak, di atas tubuh suaminya yang telanjang, ia bertopang dagu.“Cassie tidak jelas, tiba-tiba menelepon dan ingin membatalkan kerja sama dengan perusahaan kekasihnya. Padahal aku sudah meninjau proposalnya,” jelas Martin. lalu tangannya mengusap dagu istrinya pelan.Setelah percintaan hebat mereka, teleponnya berbunyi dan ternyata dari kakaknya.Sebenarnya Martin ingin menolak panggilan dari kakaknya itu. karena sekarang adalah waktunya bermesraan dengan istrinya, tapi kakaknya itu mengganggunya.Namun karena ia mengingat jasa kakaknya yang menyatukannya dengan Serena, akhirnya ia mengangkat panggilan telepon di waktu hampir tengah malam ini.“Ada masalah?” tanya Serena. “Apa mereka bertengkar dan putus sampai kak Cassie memutuskan untuk membatalkan kerja sama saja?”Serena berguling ke samping, kemudian memeluk lengan suaminya.“Mungkin.” Martin mengernyit pelan. “Tadi saat aku tanya apa dia baik-baik saja? Dia bilang dia baik-baik saja dan,”“Dan?” ulang Sere

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 268

    Ciiit! Mobil langsung berdecit karena Alvin menginjak pedal rem dengan keras. Tidak ada mobil atau kucing yang harus dihindari, karena kejadian itu murni karena perbuatan Alvin yang terkejut. “Alvin!” Cassie setengah berteriak. “Kau gila?” Alvin mengerjap pelan, kemudian menghadap Cassie. “Maaf, kak. Aku terkejut jadi..” “Kau terkejut hanya karena aku tanya kau sudah memiliki kekasih?” tanya Cassie tidak percaya. Alvin mengangguk pelan. “Aku hanya terkejut jadi aku sangat bodoh dan—” “Karena kau menyukaiku?” tanya Cassie langsung to the point. Cassie bukan orang yang memendam dan lebih suka berterus terang daripada bingung sendiri. “Kau menyukaiku ‘kan?” Alvin menghela napas kemudian meremas stir mobilnya. “Ya, tapi seharusnya bukan seperti ini.” “Sebenarnya,” lirih Alvin. Kemudian melepaskan sabuk pengamannya dan menghadap Cassie. “Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu di acara perusahaan. Aku tidak berani mendekat karena kak Cassie adalah kakak sahabatk

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 267

    Seorang pria tengah minum sendiri di sebuah bar. Tidak ada yang bersamanya karena teman-temannya kini sudah sibuk dengan dunia masing-masing.Alvin memandang gelasnya yang sudah kosong. “Isaac, bocah kecil itu sudah memikirkan perempuan sampai diajak minum tidak mau.”“Alvin,” panggil seseorang.Alvin menoleh kemudian mengernyit dan setelah tahu langsung memasang senyumnya.“Halo, kak.” Alvin tersenyum pada Cassie yang berada di hadapannya.“Kenapa kau di sini sendiri?” tanya Cassie menatap sekitar. “Kau patah hati?” guraunya.Alvin berdiri kemudian menggeleng. “Tidak, aku hanya bosan dan tidak memiliki teman untuk aku ajak minum.”“Kak Cassie sendiri?” tanya Alvin.“Aku habis bertemu dengan temanku,” ucap Cassie, kemudian menatap Alvin karena menurutnya menyedihkan.“Kau sudah makan? Mau makan bersamaku?” tanya Cassie.Alvin mengangguk. “Hm, aku juga lapar. Mau ke bawah? Di sana ada restoran.”Cassie mengeleng. “Tidak, aku punya tempat rekomendasi untuk makan. Ayo ikut denganku.”Alv

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 266

    “Sayang kamu kenapa sibuk sekali?” Martin memeluk pinggang Serena dari belakang. menatap layar ponsel Serena yang masih menyala.“Apa? Kamu chat dengan Isaac?” Mata Martin langsung melotot melihat aplilkasi pesan teks di ponsel Serena.Tertulis jelas di sana nama ISAAC!“Apa yang kalian bicarakan.” Martin langsung menunduk dan melihat lebih dekat apa yang dibicarakan mereka berdua.“Aku hanya menyuruhnya menjemput Ava,” jawab Serena menunjukkan isi pesannya dengan Isaac.“Kenapa?” tanya Martin mengambil ponsel Serena, kemudian membacanya sampai akhirnya.“Ava menjenguk pria itu,” lirih Martin akhirnya mengerti.“Aku menyuruh Miko, tapi Miko tidak bisa jadi orang terakhir yang bisa aku mintai bantuan hanyalah Isaac,” lanjut Serena kemudian mengambil ponselnya kembali.“Tapi bukankah seharusnya itu bagus? Ava dan Isaac bisa bersama.” Marti menganggukan kepalanya dengan santai.“Tidak seperti bayangan kamu. Hubungan mereka rumit dan aku terpaksa meminta bantuan Isaac,” jelas Serena.“Tid

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 34

    “Ssstt! Jangan berisik.” Martin menjawab teriakan Serena dengan mata yang masih tertutup.Kemudian tangannya dengan lancang meraih pinggang Serena. Dan dalam sekejap membuat tubuh Serena berada dalam dekapannya. Serena semakin terbelalak dengan apa yang terjadi karena tiba-tiba sudah bersama Martin

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 33

    Seperti yang sudah dibilang Martin. Ketika Serena berterima kasih atau meminta maaf padanya, pasti sangatlah pelan. Sehingga terdengar tidak tulus. Karena itulah, Martin buru-buru menyuruh Serena mengulang ucapan wanita itu.“Maaf,” ucap Serena lagi, namun kali ini lebih keras dan tulus. “Aku akan b

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 32

    Serena langsung mendorong Martin menjauh saat bunyi seseorang terjatuh terdengar. Martin hanya bisa mempertahankan posisinya tapi apa daya karena kekuatan Serena menjadi lebih besar dan membuat tubuhnya sedikit menjauh. Kemudian ketika mereka sama-sama menoleh, seseorang yang mereka tunggu berada

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 31

    “Kau!” Serena meneguk ludahnya kasar. Dan seperti biasa, Lia memang sering asbun. Dan keasbunan tetangga Serena itu sungguh menyebalkan.“Ja-jangan asal bicara,” lanjut Serena.Sedangkan Martin segera mengusap punggung tangan Serena lembut. “Kami menerima doa tulusmu.” Anggukan kecil dengan kedua ma

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status