Share

Bab 207. Siluet Raksasa

last update publish date: 2026-02-20 08:34:24

Getaran itu tidak lagi bisa disamarkan.

Kuarter keempat baru berjalan lima menit ketika lampu arena berkedip sekali.

Hanya sekali.

Namun cukup untuk membuat seluruh tribun hening sepersekian detik.

Nathan berdiri di garis tiga angka, bola di tangannya. Ranggan tepat di depannya. Gandra menutup sisi kanan. Stuart menjaga jarak di kiri.

Tekanan dari bangku MIU meningkat.

Kali ini bukan sekadar gangguan saraf.

Udara benar-benar menekan paru-paru.

Beberapa penonton mulai berdiri.

“Apa AC-n
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 323. Wajah yang Familiar

    Pipi gadis itu perlahan memerah, bahkan hampir semerah kepiting rebus, sementara Nathan berusaha tetap menjaga ketenangannya meskipun situasi ini jelas tidak biasa. “M-maaf, Nona… aku tidak melihatmu datang,” ucap Nathan akhirnya, suaranya tetap terjaga meski ada sedikit jeda yang tidak biasa. Gadis itu sedikit tersentak, seolah baru kembali sadar dari keterkejutannya. “T-tidak, Tuan Muda… ini salahku. Aku yang terburu-buru. Aku sedang mencari sesuatu milikku yang sangat penting… itu hilang. Maaf, aku harus pergi.” Suaranya terdengar gugup, bahkan sedikit terburu-buru, seakan ia ingin segera mengakhiri momen itu sebelum pikirannya semakin kacau. Nathan mengangguk pelan dan berniat melepaskan pelukannya. Namun tepat saat itu, langkah kaki lain terdengar dari ujung lorong. Luna, Gina, dan Lauren muncul tidak jauh dari sana. Begitu mereka melihat posisi Nathan dan gadis itu, ketiganya langsung berhenti di tempat. Ekspresi terkejut jelas terlihat di wajah mereka. Jarak y

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 322. Pertemuan Kedua

    “Apa yang sebenarnya terjadi tadi…” gumamnya pelan, penuh dengan perasaan bingung, suaranya hampir tidak terdengar di tengah uap panas yang menyelimuti ruangan. Ia mencoba mengingat kembali setiap detail, gerakan, sentuhan, dan reaksi yang tidak bisa dihindari saat itu. Dalam sekejap, ekspresinya berubah lagi. Dari malu menjadi kesal. “Pria itu…” ucapnya pelan, nadanya mulai berubah. Namun ia terdiam. Karena jauh di dalam hatinya, ia tahu satu hal yang tidak bisa ia bantah. Kesalahan itu tidak sepenuhnya milik pria tersebut. Ia sendiri yang masuk tanpa memastikan keadaan. Ia sendiri yang tidak menyadari keberadaan orang lain di dalam kolam suci. Dan yang paling tidak bisa ia terima… Ia bahkan tidak sempat melihat wajah pria itu dengan jelas. Hanya bayangan dan suara yang tersisa di ingatannya. Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan dirinya, menekan perasaan yang masih bergejolak di dalam dada. Namun tepat saat itu, sesuatu terasa hilang. Ekspresinya lang

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 321. Liontin Penyambung Takdir

    Penjelasan dari Nathan membuat Penatua Embun Senja terdiam cukup lama. Ada banyak hal yang tidak ia duga sebelumnya, namun anehnya semuanya tetap terasa masuk akal ketika disusun satu per satu. Tidak ada celah yang benar-benar bisa ia bantah, dan justru itulah yang membuatnya semakin berhati-hati dalam menanggapi. Percakapan mereka pun perlahan beralih ke hal lain, yaitu tentang Rania. Nathan menjelaskan kondisi gadis itu dengan jujur, tanpa menyembunyikan apa pun, termasuk hilangnya ingatan yang ia alami. Ia tidak mencoba melebih-lebihkan situasi, juga tidak memohon dengan berlebihan, ia hanya menyampaikan apa adanya dengan satu harapan sederhana, agar ada cara untuk memulihkan kembali ingatan tersebut. Penatua Embun Senja terlihat berpikir cukup lama. Tatapannya sedikit menurun, seolah menelusuri berbagai kemungkinan yang ada di dalam benaknya. “Jika itu berkaitan dengan jiwa yang hilang akibat ritual…” ucapnya pelan, suaranya terdengar lebih berat dari sebelumnya, “maka i

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 320. Junior yang Kini Menjadi Senior

    Langkah Nathan masih cepat saat ia menjauh dari area pemandian, napasnya belum sepenuhnya stabil setelah kejadian mendebarkan barusan. Uap air panas yang tadi menyelimuti tubuhnya kini berganti dengan udara luar yang jauh lebih sejuk, namun sensasi canggung itu belum juga hilang dari pikirannya. Ia mengangkat tangan, mencoba merapikan pakaiannya yang masih terasa berantakan. Namun kemudian… Langkahnya melambat. Ada sesuatu yang terasa aneh di pergelangan kakinya, seolah ada benda kecil yang melilit dan ikut bergerak setiap kali ia melangkah. Nathan segera berhenti. Alisnya sedikit berkerut saat ia menunduk, lalu perlahan mengangkat kakinya. Dari sana, terlihat sebuah rantai halus yang tersangkut, berkilau samar tertimpa cahaya. Sebuah liontin. Berwarna emas. Ukurannya kecil, tidak lebih besar dari ibu jari, namun detail ukirannya menunjukkan bahwa benda itu bukan milik orang biasa. Nathan melepasnya dengan hati-hati, menggenggamnya sejenak tanpa langsung membukanya.

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 319. Terjebak Dalam Situasi Canggung

    Tangan gadis asing itu tiba-tiba bergetar hebat, seolah baru saja menyadari ada sesuatu yang aneh dalam genggamannya. Sentuhan itu terasa asing. Namun di saat yang sama, terlalu jelas untuk disalahartikan. Hangat. Nyata. Terlebih… bagian yang ia genggam seolah bereaksi. Di sisi lain, tubuh Nathan merespons secara naluriah. Tanpa perintah dan tanpa kendali, bagian yang disentuh itu bereaksi dengan sendirinya, membuat suasana yang sudah tidak biasa itu berubah menjadi jauh lebih canggung dari yang seharusnya. Uap air panas memenuhi ruangan, menciptakan kabut tipis yang membungkus keduanya dalam jarak yang terlalu dekat. Terlalu dekat untuk dianggap kebetulan biasa. Beberapa detik berlalu tanpa suara. Namun justru karena itu, segalanya terasa semakin jelas. Pikiran gadis itu kosong sesaat, sebelum akhirnya kesadaran menghantamnya sepenuhnya. Apa yang sedang ia pegang, siapa yang berada di dalam kolam bersamanya, dan bagaimana situasi ini bisa terjadi. Napasnya ter

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 318. Aku Adalah Sahabat Baik Mereka

    “Tentu saja, aku mengenal mereka...” Senyum samar tersungging di bibir Nathan, membuat ekspresinya terlihat lebih hangat dari sebelumnya. “Mereka berdua bahkan adalah sebagian dari orang-orang yang memiliki hubungan sangat dekat denganku.” Nathan menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Luna dengan ekspresi penuh tanya. “Ada apa, nona? Apa mereka membuat kekacauan selama di sini? Atau mungkin mereka mengganggu Anda?” “Ah... t-tidak, bukan begitu...” Luna langsung menggeleng cepat, suaranya terdengar gugup dan sedikit terbata-bata. “Lalu apa yang terjadi?” tanya Nathan tenang. Luna menarik napas pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum menjawab. “Mereka adalah dua gadis yang sangat baik. Awalnya memang terjadi sedikit kesalahpahaman di antara kami, tapi setelah itu hubungan kami membaik. Bahkan... bisa dikatakan aku adalah sahabat baik mereka selama mereka berada di sini.” Nathan menatapnya sejenak tanpa berkata apa-apa. Tatapan itu tidak tajam, namu

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 253. Raka Menculik Rania

    Pertempuran di langit Pulau Alcatraz masih berlangsung sengit.Ledakan energi terus mengguncang udara.Para kultivator dari kedua pihak bertarung tanpa menahan diri.Namun di sisi lain pulau itu, suasana justru jauh lebih sunyi.Hanya suara angin yang berhembus pelan di antara bebatuan tebing.Soso

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 225. Sekte Lembah Jiwa

    Keesokan paginya... Nathan meminta semua orangnya untuk berkumpul di markas mereka. Ruang bawah tanah itu dipenuhi ketegangan yang belum terurai. Peta kota terbentang di atas meja. Catatan medis Karina dan Clarisa disusun rapi di sampingnya. Rabik memproyeksikan pola residu energi yang ia tan

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 222. Panggung yang Mengubah Segalanya

    Sorotan lampu aula utama menyinari panggung final Olimpiade Akademik dengan cahaya putih yang tajam. Ribuan pasang mata tertuju pada dua nama yang sejak awal sudah menjadi pusat perhatian. Nathan. Nasha. Keduanya berdiri di meja masing-masing, berhadapan dengan soal terakhir yang menentukan s

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 229. Kemunculan Mata Iblis

    Langkah Nathan akhirnya berhenti di sebuah lapangan kosong di pinggir kota. Lampu-lampu jalan di sekitarnya redup, angin malam berembus pelan, membawa hawa dingin yang tak biasa. Batu Petir Surgawi di pinggangnya bergetar halus, seolah merespons sesuatu yang tak kasat mata.“Sudah cukup mengikutiku

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status