Share

Boleh Pulang

Auteur: Black Jack
last update Date de publication: 2026-03-17 15:26:37

Adit dan Vera sedang sarapan pagi nasi tim dan sup ayam yang dikirim dari dapur rumah sakit ketika pintu ruangan terbuka.

Yang masuk bukan hanya satu dokter seperti biasanya.

Tapi tiga dokter sekaligus.

Dr. Rizky; dokter jaga yang menangani Adit sejak malam kecelakaan, masuk di depan dengan wajah yang penuh rasa ingin tahu. Di belakangnya, ada dua dokter senior lain, dr. Sari, seorang dokter spesialis saraf, dan dr. Budi, dokter spesialis bedah ortopedi.

Vera dan Adit saling berpandangan; sedik
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Tukang Pijat Tampan   Bukti Terbaru Diluncurkan

    Demonstrasi terus berlanjut dengan intensitas yang tidak berkurang. Ribuan orang memenuhi jalan depan mabes, membawa poster, spanduk, megaphone, bahkan ada yang membawa tenda untuk berkemah karena tidak mau pulang sampai ada keadilan.Tapi ada frustrasi yang mulai terasa di antara massa.Seorang koordinator demonstrasi, pemuda dengan kaos #TeamAdit, berdiri di atas panggung darurat sambil berbicara lewat megaphone dengan suara yang mulai serak."Kita sudah tiga hari di sini! Kita sudah tunjukkan video pengakuan yang jelas! Tapi polisi bilang itu fitnah! Mereka bilang tidak ada bukti! MEREKA BOHONG!"Massa berteriak setuju; tapi ada nada kelelahan di sana.Seorang ibu-ibu yang sudah berdiri sejak pagi berteriak dengan frustasi. "Tapi gimana kita buktiin?! Ketiga orang yang ngaku itu hilang! Polisi pasti sembunyiin mereka!"Koordinator menjawab dengan keras. "KITA TERUS DESAK! KITA TIDAK BOLEH MENYERAH!"Tapi kenyataannya, tanpa bukti fisik atau saksi hidup, tuntutan mereka mulai kehila

  • Tukang Pijat Tampan   Konferensi Pers Kapolri

    Mabes Polri - Ruang Sidang Tertutup - Pukul 22:00 Malam yang SamaDi sebuah ruang rapat besar di lantai atas Mabes Polri, dengan pintu yang dijaga ketat oleh beberapa petugas bersenjata, sedang berlangsung sidang etik khusus yang sangat rahasia.Di meja panjang, duduk lima orang petinggi kepolisian dengan pangkat Jenderal. Di ujung meja, duduk Komisaris Besar Haryanto dengan wajah yang tegang tapi berusaha terlihat tenang.Kapolri, Jenderal Bintara Wijaya, duduk di tengah dengan wajah yang sangat serius. Di kiri kanannya, ada Wakapolri, Kabareskrim, Kabaintelkam, dan Kadiv Propam."Komisaris Besar Haryanto," kata Kapolri dengan nada yang dingin. "Anda dipanggil di sini untuk memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang beredar di masyarakat. Video pengakuan tiga pelaku kecelakaan Adit Nugroho yang menyebut nama Anda sebagai dalang."Haryanto duduk tegap, menatap Kapolri dengan pandangan yang tidak berkedip."Pak Kapolri, saya berumpah, saya tidak melakukan kejahatan apapun. Saya merasa

  • Tukang Pijat Tampan   Bertemu Agnes

    Vera turun dari mobil SUV hitam yang diparkir di area parkir khusus Polda Metro Jakarta. Di belakangnya, Bayu dan empat anak buah Renata turun dengan sigap; mata waspada memindai sekitar, tangan siap di saku jaket tempat senjata tersembunyi."Ver, kami tunggu di luar," kata Bayu sambil berdiri di samping mobil. "Kalau ada apa-apa, langsung hubungi."Vera mengangguk. "Oke, Bang Bayu. Terima kasih."Dia berjalan masuk ke gedung Polda dengan langkah yang percaya diri, mengenakan jaket hitam, celana jeans, dan topi yang sedikit menutupi wajahnya.Di lobby, ada beberapa petugas yang berjaga. Vera mendekat pada meja resepsionis."Selamat malam. Saya Vera, manajer Aditya Wijaya. Saya ingin konfirmasi laporan yang sudah diajukan terkait kasus Komisaris Besar Haryanto."Petugas resepsionis, seorang wanita paruh baya, langsung menatap Vera dengan mata yang sedikit melebar. "Oh, Mbak Vera! Sebentar, saya hubungi Pak Kasubdit."Tidak sampai lima menit, seorang pria berseragam polisi dengan pangka

  • Tukang Pijat Tampan   Vera Menghubungi Agnes Julia

    Adit dan Renata duduk di samping Vera, membaca laporan dengan seksama.Adit tertegun. "Aku... aku tidak tahu aku punya fans base sebanyak ini. Dan mereka... sangat terorganisir."Vera tersenyum sambil menunjuk layar. "Yang paling menarik itu adalah yang ketiga, ALDT; Adit Legal Defense Team. Ketua mereka, Agnes Julia, adalah pengacara. Mereka yang menggalang dana untuk proses hukum dan sudah melaporkan Haryanto ke pengadilan."Renata membaca profil Agnes Julia dengan seksama. "Agnes Julia... pengacara independen, umur 35 tahun, punya rekam jejak bagus, pernah menangani beberapa kasus HAM. Sepertinya bersih."Vera mengangguk. "Dan lihat ini, Bu, ternyata mereka sudah kirim pesan konfirmasi ke akun resmi Adit dan aku sejak dua hari lalu. Mereka minta maaf sudah lancang mendahului tanpa izin, tapi mereka tidak tahu harus konfirmasi ke siapa."Vera merasa bersalah. "Aku... aku tidak sempat cek DM. Pasti menumpuk banget." Lalu ia membuka aplikasi Instagram akun resmi Adit di laptopnya dan

  • Tukang Pijat Tampan   Fan Base Adit

    Adit dan Vera duduk di sofa besar yang sangat nyaman di ruang keluarga rumah Renata dengan televisi layar besar menyala, menampilkan siaran berita sore dari salah satu stasiun TV nasional.Di layar, terlihat ribuan orang masih berkumpul di depan Mabes Polri dengan poster, spanduk, dan yel-yel yang tidak berhenti."TANGKAP HARYANTO! ADILI HARYANTO!""KEADILAN UNTUK ADIT! KEADILAN UNTUK RAKYAT!"Reporter di lokasi melaporkan dengan nada yang serius:"Hari ketiga demonstrasi masih berlangsung dengan intensitas yang tidak berkurang. Ribuan pendukung Aditya Wijaya, yang sebagian besar adalah fans base yang terorganisir dengan sangat rapi, tetap bertahan di depan Mabes Polri meski sudah berhari-hari. Mereka menuntut agar Komisaris Besar Haryanto tidak hanya ditahan, tapi juga segera diproses secara hukum dengan transparan."Kamera beralih ke wawancara dengan salah satu koordinator demonstrasi, seorang pemuda dengan kaos bertuliskan #TeamAdit."Kami tidak akan pulang sampai ada kepastian huk

  • Tukang Pijat Tampan   Hilang Bukti Lama, Muncul Bukti Baru

    Yang jelas, kejadian itu terekam oleh kamera anak buah Bayu, meski apa yang terjadi di dalam rumah tidak terekam. Yang paling penting, bahwa para polisi itu menyeret agus dalam keadaan tak bergerak, entah pingsan atau mati, sudah terekam jelas.Wajah dua pelaku terlihat jelas, meski hanya sekilas.Plat nomor mobil terlihat jelas.Arah mobil pergi juga terlacak.Anak buah Bayu langsung mengirim video itu pada Bayu, lalu mengikuti mobil dari jarak yang aman dengan motornya.Hal yang Sama Terjadi pada Budi dan CahyoDi lokasi yang berbeda, kejadian yang sama terjadi dengan pola yang hampir identik.Budi diculik saat dia sedang mandi.Cahyo diculik saat dia sedang tidur.Keduanya dipukul hingga setengah sadar, lalu diseret masuk mobil, lalu dibawa pergi dengan cepat.Dan keduanya juga, diawasi dan direkam oleh anak buah Bayu yang sudah ditempatkan sejak awal mereka membuntuti orang-orang itu..Semua terekam dengan sangat jelas.***Markas Renata - Pukul 21:30 MalamBayu duduk di depan lap

  • Tukang Pijat Tampan   Perhatian Dinda

    Dengan langkah agak tertatih, Adit kembali ke tempat duduknya di sebelah Pak Darmawan. Setiap langkah terasa berat, tulang rusuknya masih berdenyut sakit, dan rasa logam darah masih terasa di mulutnya. Tapi melihat ekspresi bangga di wajah bosnya, Adit berusaha menyembunyikan rasa sakitnya."Luar b

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Tukang Pijat Tampan   Di Rumah Sakit

    Sementara Dokter Siska masih memeriksa Adit di kamar lantai dua, Pak Darmawan dan Nyonya Inara bergegas menuju kamar mereka. Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran keduanya sejak melihat reaksi Dinda tadi malam.Setelah menutup pintu kamar dengan rapat, Pak Darmawan langsung mengungkapkan keresahan

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Tukang Pijat Tampan   Ajakan Si Dokter Cantik

    Adit dan Dokter Siska berjalan dengan perasaan canggung menuju ruang rontgen. Hening yang tercipta di antara mereka terasa tebal, dipenuhi oleh ketegangan yang belum sepenuhnya mereda sejak kejadian di ruang pemeriksaan tadi. Sebenarnya, prosedur ini pun berbeda dari pasien pada umumnya; Adit menda

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Tukang Pijat Tampan   Uji Coba Kemampuan Larasati

    Pagi pun tiba dengan cahaya matahari yang menyusup melalui celah-celah jendela kamar Adit. Tangannya meraba-raba kasur mencari ponsel sambil mata masih enggan terbuka sepenuhnya.Setelah menemukannya di bawah bantal, Adit memicingkan mata menatap layar yang menyilaukan. Jam menunjukkan pukul 7 pagi

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status