ホーム / Romansa / Under His Darkness / 24. Ruang Konsultasi

共有

24. Ruang Konsultasi

作者: Hanana
last update 公開日: 2025-07-19 10:20:55

Di dalam taksi, Nayla duduk diam, nyaris membatu. Tubuhnya tegap, seolah sedang mencoba mempertahankan sisa harga diri yang masih bisa diselamatkan.

Tangisnya tidak meledak. Titik air jatuh perlahan, seperti embun di ujung dedaunan. Senyap, tapi terus mengalir.

Tidak ada isakan. Tidak ada suara. Hanya air mata yang mengalir tanpa permisi.

Di pangkuannya, map abu-abu dari kantor konsultan perceraian terbuka setengah, memperlihatkan berkas-berkas rapi yang entah mengapa terasa kejam. Di sana, hid
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Under His Darkness   185. Celah Jendela

    Enzo beranjak ke arah jendela, sementara Damian masih memperhatikan layar tablet. Satu jari Enzo menyingkap tirai selebar tak lebih dari dua sentimeter. Dia bisa melihat keluar dari celah sempit itu, tapi tetap tidak terlihat dari luar."Ada orang di seberang," katanya denan suara rendah.Damian mendekat, berdiri di sisi lain jendela yang sama. Di bawah sana, seorang pria berdiri di depan toko yang sudah tutup. Kedua tangannya masuk ke dalam saku jaket, diam, dan selama beberapa saat, pria itu tetap tidak melakukan apa-apa selain berdiri. .Enzo menggeser posisinya sedikit, lalu menoleh ke arah layar gawai. "Sekarang ada dua lagi. Di ujung jalan."Sorot mata Damian langsung jatuh ke titik yang Enzo sebut. Dua sosok pria tengah berjalan pelan. Posisi mereka sedikit berjarak, tapi arah mereka sama. Keduanya menuju losmen ini."Ada tiga," gumam Damian."Bersenjata?" tanya Enzo."Tidak kelihatan," jawab Damian, "tapi anggap saja iya."Damian lantas mundur dari jendela, lalu memeriksa isi

  • Under His Darkness   184. Terkepung

    Sambungan itu terputus, tapi Damian tidak langsung bergerak. Dia duduk diam dengan ponsel yang masih tergenggam di tangan. Matanya tertutup, membiarkan benaknya berkeliaran dan tertinggal di sana, di kamar itu, bersama NaylaSuara wanita itu baru saja hilang. Namun, Damian masih bisa mengingat setiap detail percakapan, pun bagaimana cara napas Nayla berubah dan bagaimana suaranya pecah karena berhasil menabrakkan rindu yang sama besarnya dengan rindu Damian sendiri. Untuk beberapa detik, dia bukan siapa-siapa selain seorang pria yang merindukan wanita yang dicintainya.Damian jarang membiarkan dirinya berada di titik ini, saat cinta dan rindu jadi satu-satunya hal yang dia rasakan, tanpa kalkulasi dan tanpa strategi. Dia nyaris tidak pernah membiarkan dirinya mencecap rasa yang sepenuhnya manusiawi. Kali ini, dia memperbolehkan dadanya merasakan kehangatan, lengkap dengan senyum tipis yang bertahan beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya.Dia tahu betapa berbahayanya perasaan

  • Under His Darkness   183. Api di Balik Layar

    Suara Damian mengalun lebih dalam dan lebih pelan. Seketika, sesuatu di dalam diri Nayla mengencang. Ada panas yang menjalar naik dari dada ke lehernya. Tak sanggup lagi beradu tatap, Nayla memutuskan untuk menghadap langit-langit."Amore.""Iya?""Lihat aku," pinta Damian, suaranya melembut, seolah tiap kata sengaja dilepas pelan-pelan agar tak satu pun terlewat oleh Nayla. "Aku tidak bisa lama-lama di telepon, tapi mau aku ceritakan apa saja yang aku ingat?"Nayla yang sudah merebah menghadap atas, kini sedikit menoleh ke layar ponsel yang bersandar di bantal sebelahnya. Cahaya dari layar itu memantul di wajahnya yang sudah sedikit memerah. Ada kilau di kedua matanya yang tak lagi bisa menyembunyikan bara.Di seberang, dia melihat Damian sedang sedikit membungkuk mendekat ke kamera. Gerak kecil bahu pria itu tampak seperti sedang berusaha memperkecil jarak yang pada kenyataannya sama sekali tak bisa diperkecil. Semakin lama mata mereka beradu, Nayla semakin bisa melihat ada sesuatu

  • Under His Darkness   182. Mengulang Malam Itu

    Dari balik layar, Damian tampak sedang duduk di kamar asing yang cukup sempit. Cahaya lampu meja menerangi separuh wajahnya, sedangkan separuhnya lagi dibiarkan tetap gelap. Sorot matanya masih sama, tenang, dalam, tapi juga tampak menyimpan sesuatu yang pernah terucap.Nayla memindai wajah itu lekat-lekat. Matanya sibuk mencari luka baru, bekas memar, atau apa pun yang bisa mengkhianati kalimat menenangkan yang biasa dia dengar dari mulut Damian. Meski pada akhirnya tetap tidak ada luka yang tampak, tapi fakta itu tidak pernah cukup untuk membuatnya benar-benar lega."Hei," ucap Damian lembut. "Kamu bisa dengar suaraku?""Iya."Nayla hanya bisa menjawab dengan satu kata singkat. Itupun disertai dengan getar yang tak sanggup dia sembunyikan."Apa aku setampan itu sampai kamu lupa caranya berkedip?" Damian mencoba mencairkan suasana.Sambil sedikit menunduk, Nayla melepas tawa singkat dan pelan."Nah, tetaplah seperti itu, Amore. That smile looks good on you.""Okay, lalu bagaimana? Ka

  • Under His Darkness   181. Rumah Rahasia

    Nayla masih terjaga menatap langit-langit berhias lampu gantung yang terlalu mewah untuk sebuah persembunyian rahasia. Selain megah, rumah itu punya satu ciri yang selalu diingat Nayla. Jendela-jendela kaca raksasa yang menjulang, seolah dindingnya sengaja dihilangkan supaya cahaya bisa masuk tanpa halangan.Dia ingat betul saat pertama kali berdiri di rumah itu beberapa waktu lalu. Saat itu, Damian sendiri yang membawa Nayla masuk, membuka pintu, dan menuntunnya melewati setiap ruangan. Hanya mereka berdua, dan memang tak boleh ada orang lain selain mereka berdua.Kini, situasinya telah sepenuhnya terbalik. Nayla kembali ada di ruangan yang sama, dikelilingi orang-orang Damian, ditemani kakaknya sendiri, tapi justru tanpa Damian. Justru Nayla tidak diperbolehkan berada di dekat Damian sama sekali.“Kamu belum makan malam,” ucap Adrian, menghancurkan lamunan Nayla.Nayla menoleh sebentar, lalu kembali mengalihkan pandangan. “Sudah.”“Hanya sepotong kentang.”“Aku bukan anak kecil lagi

  • Under His Darkness   180. Kabut di Roma

    "Kita pindah sekarang," titah Damian kepada Enzo.Matahari belum sepenuhnya muncul, tapi mereka sudah harus kembali bergerak cepat. Enzo segera menghubungi seseorang yang bertugas mengatur perjalanan selanjutnya. Tak boleh ada waktu yang sia-sia. Sebab Enzo paham betul kalau Damian pasti sudah sangat teliti dalam menghitung berapa menit lagi mereka boleh berdiri di tempat yang sama.Ponsel yang baru saja Damian pakai untuk menelepon Jonathan, dia tinggalkan begitu saja kepada salah seorang anak buah yang dibiarkan tetap berdiam diri di dermaga. Dia didandani menjadi seorang pekerja kapal yang duduk di atas kotak kayu, menyalakan rokok, dan berpura-pura menunggu waktu melaut. Sinyal telepon itu akan tetap menyala di sana selama beberapa jam ke depan, memberi kesan bahwa Damian masih di sekitar Napoli, sementara dia sendiri sudah jauh melangkah ke arah lain.Mereka bergerak ke utara sebelum pagi benar-benar terik. Mobil yang tampak murah dan pasaran dikendarai menembus jalan-jalan sepi

  • Under His Darkness   36. Terbakar

    Mereka berdiri di sana. Dua badai yang terkurung dalam ruang yang terlalu sempit.Nayla tak bergerak. Napasnya tercekat. Genggaman jemari pada handuk seketika mengerat saat Damian bangkit dari duduk mening

  • Under His Darkness   35. Tamu Tak Diundang

    “Aku membencinya, Adrian,” lirih Nayla, nyaris tanpa suara.Adrian tersenyum tipis. “Kalau begitu, aku tidak akan membahas Damian. Sejak dulu, aku memang tahu kalau dia… berbeda. Dan apapun itu, yang penting sekarang aku bisa menemui kamu, dan di sini kamu baik-baik saja.”

  • Under His Darkness   32. Terguncang

    Sepertinya memang benar. Damian memang selalu ada di sekitar Nayla. Dan itu bukan lagi opini, melainkan fakta. Sejak Damian mengatakan satu kalimat itu, Nayla langsung bungkam. Dia sudah terlalu lelah, bahkan hanya untuk sekadar bicara. Bibirnya benar-benar rapat. Bahkan, emb

  • Under His Darkness   23. Tangis

    "Pastikan tidak ada satu pun gangguan dalam proses perceraiannya. Percepat kalau bisa," ucap Damian datar."Perlu saya kontak pengacaranya?""Ya." Damian menatap layar yang kini hanya menampilkan kursi kosong tempat Nayla sempat duduk. "Tapi jangan bawa namaku ke permukaan. Jangan ada satu pun oran

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status