แชร์

18

ผู้เขียน: Meylen
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-09 08:34:29

Lilia pergi ke tempat kerjanya dan tinggallah Evgenia seorang diri di apartemen itu. Evgenia mengambil ponselnya yang sudah dia matikan sejak melarikan diri dari rumahnya, Evgenia tertegun melihat banyak sekali notifikasi pesan dan panggilan tidak terjawab dari keluarganya, termasuk Mark. Apalagi yang diinginkan pria itu?

Evgenia membuka salah satu pesan dari Mark

'Jeni dimana kau?'

Evgenia mengernyitkan dahinya, untuk apa Mark mencarinya?

Evgenia mengabaikan pesan itu, namun tiba-tiba
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Wanita Milik Sang Pewaris   37

    Di rumah sakit Botkin, Moskow, keluarga Yaroslav dan Matvei sudah datang terlebih dulu "Selamat siang tuan Matvei.." sapa Alexe seraya menjabat tangannya "Selamat siang dokter Lavrentiy" Alexe juga menyapa keluarga Yaroslav "Aku disini akan membantu mengawasi jalannya tes Non-Invasive Prenatal" "Terima kasih dokter, mohon bantuannya" jawab Bella Alexe mengangguk, dia memberikan senyum tipis ketika melihat Mark Mark sedikit mengernyitkan dahinya heran Selang beberapa menit kemudian, keluarga Zhanna pun datang "Maafkan kami terlambat, kami memastikan kondisi Victoria dalam keadaan baik terlebih dulu" "Apa terjadi sesuatu?" tanya Bella khawatir "Hanya mual ringan, tapi dia sudah baik-baik saja sekarang" jawab Tisha Mark menatap sinis ke arah Victoria, entah apa yang direncanakan wanita itu lagi. Victoria bersama Tisha dan Bella masuk ke dalam ruang dokter untuk melakukan pemeriksaan "Masuklah ke dalam, Mark" ucap Yegor "Untuk apa ayah?" "Bagaimanapun dia a

  • Wanita Milik Sang Pewaris   36

    Lev melumat bibir Evgenia dengan kasar Evgenia mendorong Lev untuk menghentikan ciumannya, setelah berhasil terlepas, Evgenia menamparnya "Apa yang kau lakukan hah?!" ucapnya marah, Evgenia menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya "Aku tidak suka kau dekat dengan pria lain, terutama Mark. Ingat! Dia sudah mencampakanmu" "Itu urusanku dengan Mark. Kau tidak berhak mengaturku" "Tentu saja itu menjadi urusanku!" kata Lev tegas Evgenia terdiam "Ingat Eve! Aku sudah menandaimu sebagai milikku, jadi aku tidak mau lagi melihatmu dekat dengan pria lain selain diriku" "Itu hanya kesalahan satu malam Lev, jangan berlebihan" "Bagiku tidak. Kau adalah milikku. Camkan itu" "Kau sudah gila" ucap Evgenia lalu pergi meninggalkan Lev disana Evgenia kembali ke ruangannya dengan wajah kesal, dia tidak percaya Lev akan memperlakukannya seperti itu. Lev kembali ke ruangannya, dia memukul dinding disana, meluapkan rasa kesal yang menjalar di dadanya. Entah mengapa dia semakin

  • Wanita Milik Sang Pewaris   35

    Evgenia memperkenalkan Mark kepada ketiga temannya dan Mark menyambut mereka dengan hangat. Akhirnya mereka makan bersama dengan diselingi obrolan, tanpa terasa waktu makan siang pun berakhir dan mereka kembali ke kantor bersama. "Aku tidak menyangka kau akan bekerja disini, Jeni" ucap Mark Evgenia tersenyum "Begitupun denganku" "Tapi dengan kemampuanmu, aku tau kau pasti bisa melakukannya" "Terima kasih Mark" ucap Evgenia tersenyum "Aku tidak tau kenapa keluargamu harus berbohong padaku dengan mengatakan kau pergi di luar negeri" Evgenia terkejut, dia memang tidak menceritakan kepada Mark alasan dia pergi ke Moskow. Evgenia hanya tersenyum menanggapinya Evgenia dan Mark berpisah di depan lift "Senang bisa berjumpa denganmu Mark" ucap Alisa seraya melambaikan tangan, Elena dan Nail mengangguk setuju Mark tersenyum kepada ketiganya, lalu menoleh ke arah Evgenia "Sampai jumpa lagi Jeni" Evgenia tersenyum Mark masuk ke dalam lift petinggi perusahaan, dia datang

  • Wanita Milik Sang Pewaris   34

    Evgenia tidak berani mengatakan apapun saat melihat sorot mata tajam Lev setelah mendapat panggilan telepon. Namun dari mimik wajah Lev, dia tau jika ada sesuatu yang tidak baik sudah terjadi. Evgenia terdiam sampai mereka tiba di Moskow. Saat turun dari pesawat pribadi milik Stainslav, Feliks langsung mendekati Lev dan keduanya tampak membicarakan hal yang serius. Ketika mereka akan keluar dari bandara, Lev menghentikan langkahnya, sehingga membuat Feliks hampir menabrak dirinya karena dia sedang memeriksa tablet di tangannya tanpa melihat sekitar. "Ada apa Lev?" Lev berbalik Evgenia menahan napasnya, seketika dia menghentikan langkahnya, dia berjarak beberapa langkah di belakang pria itu. "Suruh Krit untuk mengantar Eve pulang" perintah Lev kepada Feliks "Eh?" ucap Feliks dan Evgenia bersamaan "Tapi Lev.." kata Feliks sedikit keberatan "Kita ke kantor menggunakan taksi" ucap Lev seraya berbalik untuk melihat situasi "Aku saja yang menggunakan taksi. Kau pergi

  • Wanita Milik Sang Pewaris   33

    Lev menghentikan mobilnya di area yang cukup dekat dengan jalan rubinstein, tempat itu terdapat banyak bar dan tempat kuliner. Lev menarik tangan Evgenia untuk bergabung dengan orang-orang yang sedang menikmati malam dalam kemeriahan. "Ramai sekali disini" kata Evgenia setengah berteriak Lev tertawa "Ya. Disini orang-orang tidak pernah tidur" Lev mengajak Evgenia ke sebuah bar, Lev memesan campari dan Evgenia memesan cider. "Ingin mencoba milikku?" Evgenia sedikit ragu, namun dia mengangguk, dia langsung terbatuk saat rasa pahit itu melewati tenggorokanya, Lev tertawa melihatnya. "Tidak. Aku tidak akan pernah meminumnya lagi" ucap Evgenia sedikit kesal Lev tertawa dan menepuk pelan kepala wanita itu Mereka menikmati malam itu dengan beberapa gelas alkohol dan makanan ringan, layaknya pasangan pada umumnya, keduanya saling bergandengan tangan dan berkeliling melihat pemandangan kota itu. Evgenia melihat beberapa orang yang menjadi musisi jalanan sedang menggelar per

  • Wanita Milik Sang Pewaris   32

    Sore hari setelah kunjungan ke cabang usaha Stains Corp, Lev, Evgenia dan Feliks kembali ke hotel. "Apa kau sudah menyiapkan apa yang ku minta?" "Ya. Aku sudah menaruhnya di kamar mu" Lev mengangguk Ketiganya kembali ke kamar mereka "Mandilah. Kita akan menghadiri makan malam setelah ini" Evgenia mengangguk dan dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya Ketika Evgenia kembali ke kamarnya, dia terkejut melihat dua buah kotak dan satu paperbag ada di atas tempat tidurnya. Evgenia segera membukanya, matanya kembali melebar saat mendapati sebuah slip dress satin panjang berwarna champagne, dengan tali bahu spaghetti. Di kotak lainnya terdapat sepasang heels berwarna putih dengan permata berbentuk bunga menghiasi ujung sepatu, sedangkan paperbag berisikan sebuah clutch berwarna putih senada dengan heels. Semua barang-barang itu tentulah barang branded dan Evgenia tidak tau berapa banyak uang yang sudah Lev keluarkan untuk menyiapkan semua ini. Setengah jam kem

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status