แชร์

Bab 7

ผู้เขียน: Myosotis
Untuk pertama kalinya, Nikjon kehilangan kendali di depan semua orang.

Dia menghancurkan semua yang bisa dihancurkan di ruang kerjanya, memerintahkan agar bandara, pelabuhan, dan landasan pacu pribadi ditutup, lalu mengirim orang-orang ke London untuk mencari tahu di mana Elena tinggal.

Namun, setiap petunjuk tenggelam begitu saja seperti batu yang jatuh ke laut.

Jejak penerbangannya menghilang setelah pesawat mendarat, apartemennya tidak bisa dilacak, dan sistem Universitas London hanya menampi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam   Bab 8

    Dua tahun kemudian, aku lulus dari Universitas London.Hari itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, langit London cerah. Halaman rumput kampus dipenuhi para wisudawan. Sinar matahari menghangatkan dinding-dinding batu tua.Mama Gracia terbang dari Chicago untuk menghadiri wisudaku. Dia berdiri di tengah kerumunan sambil memegang buket mawar putih, menungguku.Saat melihat sosoknya, aku langsung berlari dan memeluknya.Dia tertawa sambil menepuk punggungku. Matanya memerah. "Elena, akhirnya kamu lulus juga.""Ma, jangan nangis.""Mama nggak nangis." Dia langsung menyangkalnya, lalu menunduk sambil mengusap sudut matanya. "Ini cuma gara-gara anginnya kencang."Caspar berdiri tak jauh dari kami sambil memegang kamera. Setelah dua tahun berlatih, hasil fotonya masih kadang bagus, kadang berantakan, tetapi setidaknya sekarang dia sudah tidak lagi membuat orang-orang berdiri di ujung bingkai foto.Aku menggenggam tangan Mama Gracia dan berdiri di anak tangga, mengangkat tangan memben

  • Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam   Bab 7

    Untuk pertama kalinya, Nikjon kehilangan kendali di depan semua orang.Dia menghancurkan semua yang bisa dihancurkan di ruang kerjanya, memerintahkan agar bandara, pelabuhan, dan landasan pacu pribadi ditutup, lalu mengirim orang-orang ke London untuk mencari tahu di mana Elena tinggal.Namun, setiap petunjuk tenggelam begitu saja seperti batu yang jatuh ke laut.Jejak penerbangannya menghilang setelah pesawat mendarat, apartemennya tidak bisa dilacak, dan sistem Universitas London hanya menampilkan status dasarnya. Jaringan keamanan Keluarga Rusman menutup semua akses terhadapnya bagaikan tembok yang tak tertembus.Saat Sephia mendengar apa yang terjadi, dia datang sendiri ke kediaman itu. Sambil berdiri di ambang pintu ruang kerja yang sudah porak-poranda, suaranya dipenuhi rasa tidak rela."Nikjon, kamu sudah gila? Bukannya bagus kalau dia pergi? Bukannya selama ini kamu selalu bilang kalau dia menderita, Gracia juga akan ikut menderita?"Nikjon mengangkat pandangannya. Tatapan itu

  • Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam   Bab 6

    Pukul 5 pagi, Nikjon terbangun seperti biasanya.Hal pertama yang dia lakukan adalah meraih sisi tempat tidur di sampingnya.Masih kosong. Elena tidak pulang semalaman.Jantung Nikjon seolah mau copot. Dia kembali ke kamarnya dan baru saja hendak menyuruh seseorang melacak keberadaan Elena ketika tangannya menyentuh dua benda yang terselip di bawah bantal.Sepucuk surat dan sebuah kartu kredit. Gerakannya langsung terhenti.Dulu, setiap kali Elena ingin menghiburnya, dia selalu menyembunyikan hadiah-hadiah kecil di bawah bantalnya. Kadang kartu ucapan yang ditulis tangan, sepasang kancing manset, buku kumpulan puisi edisi langka, bahkan permen yang disimpan di dalam botol kaca. Itu sudah menjadi kebiasaan kekanak-kanakan kecil mereka.Nikjon menatap surat itu. Perasaan muram yang menghantuinya sepanjang malam mendadak sedikit mereda.Elena masih ingat ulang tahunnya. Dia hanya sedang keras kepala.Nikjon tidak langsung membuka surat itu. Dia hanya membawa kartu kredit tersebut ke ruang

  • Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam   Bab 5

    Pesawat menuju London lepas landas tepat waktu.Saat pesawat menembus lapisan awan, telapak tanganku berkeringat hingga mencengkeram erat sandaran tangan kursi. Baru setelah gemerlap lampu Kota Chicago menghilang di balik kabut, aku perlahan melepaskan genggamanku.Aku benar-benar sudah pergi. Meninggalkan kediaman keluarga itu, meninggalkan Nikjon, dan meninggalkan Elena yang selama ini terus memenjarakan dirinya di antara cinta dan kebohongan.Ketika pesawat mendarat di Bandara Heathrow, gerimis tipis sedang membasahi Kota London.Aku mendorong tiga koper keluar dari area kedatangan dan langsung melihat sebuah papan bertuliskan namaku.Seorang wanita berwajah lembut memegang papan itu. Di sampingnya berdiri suaminya, sementara di sisi lainnya ada seorang pria muda bertubuh tinggi mengenakan mantel hitam. Wajahnya tegas dan bersih, tetapi sorot matanya sama sekali tidak segarang Nikjon.Begitu melihatku, wanita itu langsung melambaikan tangan."Elena! Di sini!"Dia adalah Margaret Rus

  • Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam   Bab 4

    Aku menatapnya dan tiba-tiba merasa pria di hadapanku ini seperti orang asing.Dulu, aku mengira aku memahami Nikjon. Kelembutannya yang jarang diperlihatkan, luka-luka masa lalunya, kebenciannya terhadap kebaikan Mama Gracia. Sekarang aku baru sadar, selama ini aku hanya memahami sisi-sisi yang memang ingin dia tunjukkan kepadaku.Aku meletakkan ponselnya kembali di atas nakas. Suaraku serak karena demam, "Memangnya ada sesuatu yang nggak boleh kulihat?"Nikjon menghampiri dan melirik layar ponsel itu, lalu menggenggam gelas di tangannya begitu erat hingga airnya tumpah membasahi punggung tangannya. Namun, dia cepat menguasai diri. Dia duduk di tepi tempat tidur dan menarikku ke dalam pelukannya."Itu cuma omong kosong beberapa bajingan. Kamu masih sakit. Jangan terlalu dipikirkan.""Jadi pertunangan itu juga cuma lelucon?"Nikjon mencium puncak kepalaku. Suaranya begitu lembut hingga hampir terdengar seperti kebohongan itu sendiri."Elena, aku ingin memberimu kejutan. Ada beberapa ne

  • Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam   Bab 3

    Aku berjalan hampir 40 menit di tengah hujan sebelum akhirnya tiba di pusat pengurusan visa.Rambutku basah kuyup, rokku menempel di kaki, dan dokumen-dokumenku hampir rusak. Seorang petugas menyodorkan segelas air hangat dan bertanya apakah aku perlu beristirahat. Aku menggeleng dan menyerahkan dokumen-dokumen itu satu per satu.Cap. Verifikasi. Tanda tangan.Saat formulir terakhir diambil, aku menatap stempel biru kecil itu dan tiba-tiba merasa hatiku menjadi sangat tenang. Sekarang, hanya satu tiket yang memisahkanku dari kediaman Keluarga Maulana.Hujan di luar masih belum berhenti. Aku tidak bisa mendapatkan taksi, jadi aku terpaksa berjalan pulang menyusuri jalan. Air hujan menetes dari rambutku ke dalam kerah baju, begitu dingin hingga gigiku bergemeletuk.Saat kembali ke rumah, hari sudah gelap. Aku tidak pergi ke ruang makan dan tidak memberi tahu siapa pun. Aku langsung kembali ke kamar dan mengganti pakaian yang basah. Namun, bahkan mandi air panas pun tidak mampu mengusir r

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status