Short
Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam

Wanita yang Hanya Digunakan Untuk Membalas Dendam

By:  MyosotisCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Satu-satunya hal nekat yang pernah kulakukan di kehidupanku yang lalu adalah jatuh cinta pada Nikjon Maulana. Selama lima tahun, pada siang hari aku memanggilnya kakak, dan pada malam hari aku berbaring dalam pelukannya. Lalu setengah bulan yang lalu, di luar Klub Maulana, aku mendengar dia berbicara dengan anak buahnya. "Nikjon, apa yang akan kamu lakukan dengan gadis kecil yang dibawa Gracia? Bukankah rencananya kamu cuma mau mempermainkannya lalu mencampakkannya? Kenapa sudah lima tahun masih berlanjut?" "Kamu mendekatinya untuk balas dendam sama ibu tirimu, 'kan? Dulu Sephia mencampakkanmu, jadi kamu malah mengejar putri kesayangan Gracia. Jangan bilang kamu benar-benar jatuh cinta sama dia." Lalu, suara Nikjon yang dingin dan kejam terdengar dari celah pintu. "Jatuh cinta sama dia? Jangan bercanda. Aku hanya belum memutuskan bagaimana mengakhirinya. Mungkin aku akan membiarkannya berdiri sendirian di gereja pada hari pertunangan kami. Sepertinya itu akan sangat menyenangkan." Gelak tawa langsung meledak dari ruang VIP. Aku berdiri di luar pintu, tangan dan kakiku sedingin es. Jadi, cinta yang kujalani selama lima tahun hanyalah hiburan baginya, sebilah pisau yang digunakan untuk melukai ibuku. Aku berlari keluar dari klub dengan panik dan mengemudi menerobos badai, lalu tewas dalam tabrakan beruntun di kawasan selatan Chicago. Saat membuka mata lagi, aku telah kembali ke tahun ketika belum ada seorang pun yang mengetahui hubunganku dengan Nikjon. Kali ini, aku tidak akan menunggu dia mencampakkanku. Aku yang akan pergi lebih dulu.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku mendaftar ke sebuah universitas di London dan menyelesaikan semua dokumen visaku. Kini, hanya tersisa empat hari sebelum aku meninggalkan kediaman Keluarga Maulana untuk selamanya.

"Bu, surat penerimaanku sudah keluar. Apartemen di London juga sudah dikonfirmasi. Penerbanganku berangkat empat hari lagi."

Aku meletakkan map itu di depan Mama Gracia yang sedang memangkas bunga mawar di rumah kaca.

Gunting di tangannya berhenti di udara.

"Secepat itu?"

"Iya. Kampus ingin aku datang lebih awal untuk proses registrasi."

Dia meletakkan guntingnya dan menggenggam tanganku, lalu merendahkan suaranya, "Lalu pacar yang pernah kamu ceritakan itu? Kalian sudah putus?"

Ujung jariku langsung menegang.

Om Vincent kebetulan masuk dari lorong. Begitu mendengar pertanyaan itu, wajahnya langsung menggelap.

"Pacar apa? Dia bahkan nggak pernah datang ke rumah untuk menemui kami. Itu berarti dia sama sekali nggak menganggap Elena serius. Bagus kalau sudah putus."

Sebelum sempat menjawab, pintu depan terbuka. Udara dingin masuk dan para pengawal di pintu langsung membungkuk hormat.

"Pacar?"

Suara itu terdengar santai sekaligus berbahaya.

Nikjon sedang melepas sarung tangan kulit hitamnya. Dia baru kembali dari dermaga, jasnya disampirkan di satu lengan, sementara ada noda gelap di ujung manset kemejanya. Tatapannya jatuh kepadaku, membawa sorot mata penuh selidik yang hanya bisa kupahami.

Dadaku terasa sesak, tetapi aku tetap berdiri dan memanggilnya seperti yang kulakukan selama lima tahun terakhir.

"Kak."

Nikjon menatapku beberapa detik, lalu terkekeh pelan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Dia melemparkan kunci mobilnya kepada kepala pelayan sebelum naik ke lantai atas.

Saat makan malam, Mama Gracia membuka sebotol anggur merah tua dan mengangkat gelasnya. Raut wajahnya dipenuhi kebahagiaan.

"Malam ini kita harus merayakan. Elena sebentar lagi akan pergi ke Lon ...."

Jantungku langsung berdebar keras. Aku segera memotong ucapannya, "Ma, anggur ini rasanya agak terlalu tajam. Mungkin belum cukup lama didiamkan?"

Gracia berhenti sejenak. "Benarkah? Padahal aku sudah meminta kepala pelayan membukanya lebih awal."

Aku sudah berdiri sambil membawa botol anggur itu.

"Aku ambil yang lain saja."

Begitu pintu dapur tertutup, aku langsung merendahkan suara, "Ma, tolong jangan kasih tahu Nikjon kalau aku akan pergi dulu."

Gracia tampak terkejut. "Kenapa? Dia selalu paling menyayangimu. Kalau kamu mau pergi, dia harus tahu."

"Aku takut dia khawatir. Aku juga takut dia nggak akan mengizinkan. Aku akan kasih tahu dia setelah aku tiba di London."

"Baiklah. Mama akan merahasiakannya darinya. Tapi begitu sampai di sana, kirimi Mama pesan setiap hari."

Malam itu aku hampir tidak makan.

Setelah kembali ke kamar, aku menarik koper dari bagian belakang ruang lemari pakaian dan menyembunyikan dokumen penting, kartu bank, serta surat penerimaanku di balik lapisan dalam koper.

Tepat tengah malam, ketika jam antik selesai berdentang dua belas kali, pintu balkon terbuka dari luar. Aku sebenarnya belum tidur, tetapi tetap memejamkan mata dan berpura-pura tidak tahu.

Kasur sedikit turun.

Aroma khas kayu cedar dan asap yang begitu kukenal semakin mendekat. Detik berikutnya, Nikjon memelukku dari belakang dengan satu tangan. Napas hangatnya menyapu telingaku.

"Siapa pacar yang mereka bicarakan tadi?"

Aku membuka mata. Tubuhku langsung menegang secara refleks.

Dia menundukkan kepala dan mengecup sisi leherku, nada bicaranya dipenuhi godaan, "Keluargamu mau mengenalkanmu pada pria lain, jadi sekarang kamu mulai menyembunyikan sesuatu dariku? Elena, bukankah aku sudah bilang? Kamu milikku. Hanya milikku."

Kalau dulu, kata-kata itu pasti membuat hatiku luluh. Sekarang, yang kurasakan hanya hawa dingin.

Aku menepis tangannya. "Nikjon, hentikan. Aku sedang nggak enak badan."

Dia langsung mematung dan sorot matanya menggelap. "Kamu tadi manggil aku apa?"

Di saat hanya ada kami berdua, aku tidak pernah memanggilnya Nikjon. Aku selalu memanggilnya Kak. Atau saat dia terus mendesakku, aku akan tersipu malu lalu menyebut namanya seperti yang dia sukai.

Aku menghindari tatapannya.

"Aku sedang haid."

Dia menatapku lekat-lekat, seolah sedang memastikan apakah aku berbohong.

Akhirnya, dia menarikku kembali ke dalam pelukannya. Suaranya sedikit melunak, "Baiklah. Malam ini aku nggak akan menyentuhmu. Tidurlah."

Dia mengatakannya seolah-olah itu adalah belas kasihan terbesar di dunia.

Aku berbaring dalam pelukannya sambil mendengarkan napasnya yang perlahan menjadi teratur. Namun, aku sama sekali tidak bisa tidur.

Saat berusia 12 tahun, aku datang ke rumah ini.

Saat berusia 14 tahun, aku mulai memanggilnya Kakak.

Saat berusia 18 tahun, dia menemukan buku harianku dan menciumku untuk pertama kalinya.

Setelah usiaku melewati 20 tahun, pada siang hari kami adalah kakak beradik yang tampak normal, sementara pada malam hari kami hidup dalam mimpi yang harus disembunyikan.

Kini, mimpi itu harus berakhir.

Aku mengambil ponsel dan melihat hitung mundurnya.

[ Empat hari ]

Perlahan, aku mengangkat tangannya dari pinggangku.

Beberapa saat kemudian, dalam tidurnya dia kembali meraihku. Aku kembali menepis tangannya. Setelah beberapa kali seperti itu, aku mengambil bantal dari tepi ranjang dan meletakkannya di antara kami.

Kali ini, Nikjon tidak lagi mendekat.

Aku membuka mata menatap kegelapan, dengan satu pikiran yang begitu jelas di benakku.

Tak lama lagi, aku tidak akan lagi menjadi rahasianya. Aku tidak akan lagi menjadi miliknya. Dan aku tidak akan lagi menjadi alat yang digunakannya untuk menyakiti siapa pun.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status