LOGINSatu-satunya hal nekat yang pernah kulakukan di kehidupanku yang lalu adalah jatuh cinta pada Nikjon Maulana. Selama lima tahun, pada siang hari aku memanggilnya kakak, dan pada malam hari aku berbaring dalam pelukannya. Lalu setengah bulan yang lalu, di luar Klub Maulana, aku mendengar dia berbicara dengan anak buahnya. "Nikjon, apa yang akan kamu lakukan dengan gadis kecil yang dibawa Gracia? Bukankah rencananya kamu cuma mau mempermainkannya lalu mencampakkannya? Kenapa sudah lima tahun masih berlanjut?" "Kamu mendekatinya untuk balas dendam sama ibu tirimu, 'kan? Dulu Sephia mencampakkanmu, jadi kamu malah mengejar putri kesayangan Gracia. Jangan bilang kamu benar-benar jatuh cinta sama dia." Lalu, suara Nikjon yang dingin dan kejam terdengar dari celah pintu. "Jatuh cinta sama dia? Jangan bercanda. Aku hanya belum memutuskan bagaimana mengakhirinya. Mungkin aku akan membiarkannya berdiri sendirian di gereja pada hari pertunangan kami. Sepertinya itu akan sangat menyenangkan." Gelak tawa langsung meledak dari ruang VIP. Aku berdiri di luar pintu, tangan dan kakiku sedingin es. Jadi, cinta yang kujalani selama lima tahun hanyalah hiburan baginya, sebilah pisau yang digunakan untuk melukai ibuku. Aku berlari keluar dari klub dengan panik dan mengemudi menerobos badai, lalu tewas dalam tabrakan beruntun di kawasan selatan Chicago. Saat membuka mata lagi, aku telah kembali ke tahun ketika belum ada seorang pun yang mengetahui hubunganku dengan Nikjon. Kali ini, aku tidak akan menunggu dia mencampakkanku. Aku yang akan pergi lebih dulu.
View MoreDua tahun kemudian, aku lulus dari Universitas London.Hari itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, langit London cerah. Halaman rumput kampus dipenuhi para wisudawan. Sinar matahari menghangatkan dinding-dinding batu tua.Mama Gracia terbang dari Chicago untuk menghadiri wisudaku. Dia berdiri di tengah kerumunan sambil memegang buket mawar putih, menungguku.Saat melihat sosoknya, aku langsung berlari dan memeluknya.Dia tertawa sambil menepuk punggungku. Matanya memerah. "Elena, akhirnya kamu lulus juga.""Ma, jangan nangis.""Mama nggak nangis." Dia langsung menyangkalnya, lalu menunduk sambil mengusap sudut matanya. "Ini cuma gara-gara anginnya kencang."Caspar berdiri tak jauh dari kami sambil memegang kamera. Setelah dua tahun berlatih, hasil fotonya masih kadang bagus, kadang berantakan, tetapi setidaknya sekarang dia sudah tidak lagi membuat orang-orang berdiri di ujung bingkai foto.Aku menggenggam tangan Mama Gracia dan berdiri di anak tangga, mengangkat tangan memben
Untuk pertama kalinya, Nikjon kehilangan kendali di depan semua orang.Dia menghancurkan semua yang bisa dihancurkan di ruang kerjanya, memerintahkan agar bandara, pelabuhan, dan landasan pacu pribadi ditutup, lalu mengirim orang-orang ke London untuk mencari tahu di mana Elena tinggal.Namun, setiap petunjuk tenggelam begitu saja seperti batu yang jatuh ke laut.Jejak penerbangannya menghilang setelah pesawat mendarat, apartemennya tidak bisa dilacak, dan sistem Universitas London hanya menampilkan status dasarnya. Jaringan keamanan Keluarga Rusman menutup semua akses terhadapnya bagaikan tembok yang tak tertembus.Saat Sephia mendengar apa yang terjadi, dia datang sendiri ke kediaman itu. Sambil berdiri di ambang pintu ruang kerja yang sudah porak-poranda, suaranya dipenuhi rasa tidak rela."Nikjon, kamu sudah gila? Bukannya bagus kalau dia pergi? Bukannya selama ini kamu selalu bilang kalau dia menderita, Gracia juga akan ikut menderita?"Nikjon mengangkat pandangannya. Tatapan itu
Pukul 5 pagi, Nikjon terbangun seperti biasanya.Hal pertama yang dia lakukan adalah meraih sisi tempat tidur di sampingnya.Masih kosong. Elena tidak pulang semalaman.Jantung Nikjon seolah mau copot. Dia kembali ke kamarnya dan baru saja hendak menyuruh seseorang melacak keberadaan Elena ketika tangannya menyentuh dua benda yang terselip di bawah bantal.Sepucuk surat dan sebuah kartu kredit. Gerakannya langsung terhenti.Dulu, setiap kali Elena ingin menghiburnya, dia selalu menyembunyikan hadiah-hadiah kecil di bawah bantalnya. Kadang kartu ucapan yang ditulis tangan, sepasang kancing manset, buku kumpulan puisi edisi langka, bahkan permen yang disimpan di dalam botol kaca. Itu sudah menjadi kebiasaan kekanak-kanakan kecil mereka.Nikjon menatap surat itu. Perasaan muram yang menghantuinya sepanjang malam mendadak sedikit mereda.Elena masih ingat ulang tahunnya. Dia hanya sedang keras kepala.Nikjon tidak langsung membuka surat itu. Dia hanya membawa kartu kredit tersebut ke ruang
Pesawat menuju London lepas landas tepat waktu.Saat pesawat menembus lapisan awan, telapak tanganku berkeringat hingga mencengkeram erat sandaran tangan kursi. Baru setelah gemerlap lampu Kota Chicago menghilang di balik kabut, aku perlahan melepaskan genggamanku.Aku benar-benar sudah pergi. Meninggalkan kediaman keluarga itu, meninggalkan Nikjon, dan meninggalkan Elena yang selama ini terus memenjarakan dirinya di antara cinta dan kebohongan.Ketika pesawat mendarat di Bandara Heathrow, gerimis tipis sedang membasahi Kota London.Aku mendorong tiga koper keluar dari area kedatangan dan langsung melihat sebuah papan bertuliskan namaku.Seorang wanita berwajah lembut memegang papan itu. Di sampingnya berdiri suaminya, sementara di sisi lainnya ada seorang pria muda bertubuh tinggi mengenakan mantel hitam. Wajahnya tegas dan bersih, tetapi sorot matanya sama sekali tidak segarang Nikjon.Begitu melihatku, wanita itu langsung melambaikan tangan."Elena! Di sini!"Dia adalah Margaret Rus












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.