เข้าสู่ระบบDi Asteria, di tepi danau buatan sebuah vila mewah, seorang pria tua berusia lebih dari 50 tahun sedang duduk sana, memancing dengan tenang.Di belakangnya berdiri seorang pemuda yang belum genap 30 tahun. Sosoknya tampak berwibawa dan elegan, memegang sebuah tablet di tangannya.Video yang diputar di tablet itu adalah rekaman dari pesta ulang tahun di Keluarga Kardinegara hari ini, adegan ketika Arlo yang dipanggil Master Antasari, dipuja dan menjadi pusat perhatian semua orang."Ayah, sudah lihat?" tanya pemuda itu pelan kepada lelaki tua yang sedang memancing.Lelaki tua itu adalah Saleh, Kepala Keluarga Sinaga yang kini merupakan keluarga nomor satu di Provinsi Hareast, sedangkan pemuda itu adalah putra sulungnya, tokoh generasi ketiga paling menonjol di Keluarga Sinaga, Reza.Keluarga Sinaga memiliki hubungan dengan keluarga besar di ibu kota kekaisaran, mengendalikan Kamar Dagang Hareast, sekaligus menjabat Wakil Ketua Kamar Dagang Nordic.Dalam berbagai rumor, Keluarga Sinaga di
Tak lama kemudian, Dandy merasakan kembali sensasi saat masih muda, darah dan energi yang meluap-luap. Tanpa berkata apa-apa, dia langsung bangkit dan duduk bersila di samping.Di mata Bagas terus berkilat cahaya tajam. Dia sangat penasaran bagaimana sebenarnya efek obat itu.Arlo tidak memperhatikannya. Dia terus berbincang santai dengan Tristan dan Yudawa, menjelaskan pengaturannya serta pembagian keuntungan.Untuk bisa menjadi agen Air Suci dan naik ke kapal induk milik Arlo, diperlukan kesetiaan dan pertukaran sumber daya.Namun, Arlo tidak ingin terlalu ikut campur dengan hal-hal seperti itu. Semua diserahkan kepada Omran dan Sheila untuk bernegosiasi dengan para tokoh besar.Bagas melihat aura Dandy melonjak tajam. Dia bahkan langsung menembus tenaga transformasi di tempat dan melonjak menjadi semi-grandmaster. Setelah mengikuti petunjuk Arlo dan menelan satu Pil Energi, tingkat kultivasinya pun menjadi stabil.Khasiat kedua pil itu jelas luar biasa. Segala penyesalan dan pengeka
Orang seperti Zulfan, seorang tuan muda playboy, memiliki harga diri yang sangat tinggi dan sangat menjaga wibawa. Dengan keadaannya yang begitu memalukan sekarang, jika dia keluar dan menjadi tontonan orang banyak, itu sama saja dengan menghancurkan harga dirinya dan menginjak-injaknya sampai hancur, bahkan lebih menyakitkan daripada membunuhnya.Zulfan sangat marah. Dia mengepalkan tangannya erat-erat. Hatinya penuh ketidakpuasan. Dia tidak bisa menahan diri untuk berteriak, "Kamu 'kan paman kandungku! Gimana bisa kamu membantu orang luar menindasku?"Bagas langsung marah besar. Dia dan Dandy sengaja menyingkap identitas Arlo di depan umum, bahkan tidak ragu untuk berdiri mendukungnya, justru agar tidak ada orang bodoh yang menyinggung Arlo dan menimbulkan tragedi kehancuran keluarga seperti yang pernah terjadi pada Keluarga Artika dan Keluarga Sriwandi.Siapa sangka, justru anak keluarga mereka sendiri yang menyinggung Arlo.Bagas sampai tertawa karena marah. "Arlo membunuh Sora, me
Isyana menatap ibunya dengan penuh keterkejutan. Ketika dia kembali mengangkat kepala dan melihat punggung Arlo yang semakin jauh, dia hanya merasa pria itu seolah-olah benar-benar akan menghilang dari hidupnya.Wajah Isyana memucat. Dia hampir tidak bisa berdiri tegak. Lidya bergerak cepat dan segera menahannya."Kamu ... sebenarnya sudah tahu sejak lama, 'kan?" Bibir Isyana bergetar saat dia menatap Lidya.Ekspresi Lidya sedikit berubah. "Bisa ... dibilang begitu."Isyana tertawa, tawa yang sangat getir. Ternyata dari awal sampai akhir, hanya dirinya yang menjadi orang bodoh!....Saat ini, Arlo mengikuti Bagas dan Dandy bersama rombongan mereka, hendak berjalan menuju halaman dalam.Bagas kebetulan melihat Zulfan yang menunduk di tengah kerumunan. Dia segera tersenyum kecil kepada Arlo. "Ini Zulfan, keponakanku yang nggak berguna. Kalau ada kesempatan, tolong bantu aku mendisiplinkan dia ya!"Tatapan Arlo penuh makna. "Aku sudah melihatnya. Memang nggak berguna.""Hmm?" Bagas menole
Di antara orang-orang yang hadir, hanya Hendy yang sejak lama sudah tahu bahwa Arlo adalah seorang grandmaster tenaga transformasi. Makanya, saat ini wajahnya tetap tanpa ekspresi.Dia melihat reaksi keluarganya. Di sudut mulutnya muncul sedikit senyuman pahit. 'Kalian baru tahu Arlo adalah Master Antasari saja sudah seperti ini. Kalau kalian tahu Arlo juga seorang grandmaster tenaga transformasi, entah gimana reaksi kalian ....'Apa yang dikatakan Arlo, mereka sudah tidak lagi punya minat untuk mendengarnya. Yang mereka tahu, setelah Arlo selesai berbicara, orang-orang yang membawa gelas anggur untuk bersulang dengannya mulai berbaris panjang.Arlo memegang gelas anggur dan maju, menerima setiap orang yang datang bersulang. Namun, dibandingkan para bos besar yang langsung meneguk habis anggur mereka untuk menunjukkan hormat, Arlo paling hanya menyesap sedikit dari gelasnya.Namun, siapa pula yang akan mempermasalahkan itu? Selama kartu nama yang diserahkan oleh mereka diterima Arlo, m
Saat ini, Arlo sudah berjalan sampai ke barisan paling depan kerumunan.Omran melihat Arlo, lalu menangkupkan kedua tangannya dan tertawa lepas. "Master Antasari!"Seiring seruan itu, pemimpin Keluarga Halderman, Yudawa, maju beberapa langkah dan berkata sambil tersenyum, "Master Antasari, senang sekali bertemu denganmu!""Master Antasari!""Master Antasari!"Beberapa pengusaha yang sebelumnya sudah pernah bertemu Arlo juga maju.Ketika para bos besar itu satu demi satu bersuara, suasana di seluruh tempat langsung terdorong ke puncaknya. Semua orang memandang ke arah Arlo.Di bawah tatapan penuh rasa hormat, kebingungan, dan kegembiraan dari semua orang, Arlo berjalan dengan tenang ke sisi Dandy.Zulfan benar-benar tercengang. Dia tidak percaya bahwa orang yang tadi dia provokasi ternyata adalah Master Antasari!Pada detik berikutnya, dia melihat pamannya bercanda dengan Arlo. "Hari ini kamu benar-benar berwibawa!"Orang-orang dari Keluarga Pramono benar-benar membeku di tempat. Wajah
"Ayah meminta aku membawa beberapa kotak ginseng barat dan dendrobium hari ini. Keduanya adalah pemberian Musang, tapi putrimu menyebutnya sampah. Gimana menurutmu? Mau aku panggil dia kembali dan tanya mengapa dia memberiku sampah?" ujar Arlo.Raut wajah Ericko berubah dari malu menjadi muram. Dia
Kedua kakek Arman adalah pejabat tinggi yang sudah pensiun. Mereka sudah terbiasa dengan minuman berkelas seperti anggur dan teh berkualitas.Lidya dan yang lain masih bisa dihitung sebagai anak orang kaya. Di mata mereka, seorang anak yatim piatu dari keluarga kecil biasa seperti Arlo, sama sekali
"Siapa yang berani berkata begitu? Cari mati! Katakan padaku, aku akan pecat dia nanti!" raung Santoso.Saat itu, Arlo sudah hampir keluar dari lorong. Sembari memberikan sebatang rokok untuk Santoso, dia menoleh ke belakang dan menatap Ericko penuh arti.Ericko bak tersambar petir. Dia begitu tergu
"Kalau dia memang kepala kepolisian, berarti aku ini kepala Biro Keamanan saja! Siapa yang nggak bisa membual?"Kalau biasanya, Watson mungkin akan takut sedikit saat mendengar jabatan itu. Namun, kali ini Bruno mengatakan uang itu akan menjadi milik Watson jika dikembalikan.Sekarang Watson berutan







