Se connecterTinju besi Ridho yang menurutnya mampu membelah batu dan membunuh harimau maupun macan tutul itu menghantam tepat ke dada Arlo.Seketika, kegembiraan liar melintas di wajahnya.Namun, pada detik berikutnya, senyumnya membeku.Arlo tetap berdiri di tempat tanpa bergerak sedikit pun. Hanya tubuh bagian atasnya yang bergoyang sedikit, lalu seberkas cahaya putih yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang melintas.Di bawah tatapan ngeri Ridho, telapak tangan Arlo mendarat ringan di dada Ridho.Buk! Tubuh Ridho terpental. Seluruh tubuhnya terlempar belasan meter dan langsung menghantam dinding.Terdengar suara dinding retak. Tak berhenti di situ, kekuatan dahsyat itu juga menembus dinding, membuat tubuhnya kembali melayang lebih dari 10 meter, menerobos tiga lapis dinding berturut-turut, lalu jatuh keras ke tanah dan tak bergerak lagi.Seketika, seluruh tempat menjadi sunyi senyap. Semua orang terpaku di tempat. Inilah kekuatan yang bahkan mampu mengalahkan Dewa Perang Utara.Bahkan Salda
Ridho tahu bahwa Arlo adalah seorang grandmaster, tetapi bela diri Doraia berfokus pada tenaga dalam, sedangkan ilmu bela diri yang dipelajarinya menempuh jalur yang sama sekali berbeda.Dari sudut pandang tertentu, dengan gurunya berada di sana untuk mendukungnya, Ridho yakin kekuatan yang bisa diledakkan dari tubuhnya saja sudah cukup untuk membuat Arlo kewalahan."Arlo, berani sekali kamu meremehkan Keluarga Saputra! Sombong sekali! Apa kamu benar-benar menganggap dirimu grandmaster nomor satu di dunia?"Sorot tajam melintas di mata Arlo. Dia mendengus pelan. "Memangnya aku bisa kamu provokasi sesuka hati?" Begitu selesai berbicara, dia melangkah maju dan membuka telapak tangannya, lalu melayangkan satu pukulan telapak dari kejauhan."Hmph!"Ridho meraung keras. Dadanya membusung tinggi, lalu kedua kakinya mengentak kuat ke lantai. Karpet tebal bermutu tinggi di ruang rapat langsung terbenam ke dalam lantai akibat injakannya."Segel Tinju Naga dan Gajah!"Kedua tangannya membentuk s
Semua orang langsung menoleh ke arah pintu, tempat suara itu berasal.Seorang wanita memesona dalam gaun merah menyala berpotongan rendah tampak berjalan di samping seorang pria muda.Wanita itu memiliki tubuh yang menggoda dan wajah secantik bidadari. Setiap ekspresi dan senyumannya memancarkan pesona yang membuat orang tanpa sadar terus memandangnya. Namun, setelah memandang sedikit lebih lama, mereka justru merasa rendah diri, seakan tatapan mereka telah menodai seorang dewi.Pria muda di sampingnya hanya mengenakan pakaian biasa, tetapi memiliki aura yang begitu istimewa. Tanpa perlu menunjukkan kemarahan, sorot matanya sudah memancarkan wibawa yang membuat orang tidak berani menatapnya secara langsung.Begitu keduanya masuk, Reksa langsung menggertakkan gigi dan berkata penuh kebencian, "Sheila, masa berkabung atas kematian ayahmu saja belum selesai, tapi kamu malah datang dengan pakaian merah menyala. Kamu ... kamu sengaja datang untuk memamerkan kemenanganmu?"Tatapan Harry meny
"Selain orang yang benar-benar memiliki bakat luar biasa, siapa yang akan dengan mudah memilih untuk menekuni keduanya sekaligus?"Saldan berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Terlebih lagi, ilmu mantra sulit di awal tetapi semakin mudah setelahnya. Setelah mencapai tingkat pertapa, seseorang bisa dengan mudah mencapai puncak. Kalau menerobos ranah transenden melalui jalur mantra, dia akan menjadi Mahaguru Pengendali Dewa.""Seiring kekuatan mental yang semakin kuat, ahli mantra tingkat tertinggi pasti akan lebih kuat daripada ahli bela diri.""Berdasarkan apa yang kuketahui sekarang, setelah mencapai tingkat Mahaguru Pengendali Dewa, semakin tinggi tingkatnya, semakin tidak ada lagi perbedaan antara ahli bela diri dan ahli mantra. Keduanya akan menyatu.""Karena itu, setelah mencapai tingkat mahadewa, setiap serangan tidak lagi dibedakan antara mantra dan teknik bela diri! Pada akhirnya, meskipun jalannya berbeda, tujuan mereka tetap sama!"Mendengar penjelasan itu, Ridho semakin meras
Aset Keluarga Margono bernilai puluhan triliun dan bisnis mereka merambah berbagai bidang. Namun bagi Arlo, satu-satunya yang menarik saat ini hanyalah pabrik obat yang sudah memiliki sistem produksi matang.Keluarga Margono memiliki 19 pabrik obat. Pabrik-pabrik itu sangat berguna untuk memproduksi Serbuk Pengusir Wabah secara massal.Syarat yang diajukan Arlo adalah 19 pabrik obat tersebut. Namun, Sheila menginginkan seluruh Keluarga Margono menjadi milik Arlo. Itulah balasan yang ingin dia berikan kepada Arlo.Miskah menyetujuinya. Mantan pemimpin Keluarga Margono yang sesungguhnya, sekaligus wanita tangguh paling berkuasa di Kota Aramaya itu, ternyata benar-benar menyetujuinya.Bahkan Sheila tidak menyangka hal itu.Begitu kabar bahwa Miskah telah menyetujuinya tersebar, Reksa benar-benar tidak bisa tinggal diam lagi dan langsung pergi ke Keluarga Saputra."Pak Harry, kalau Bapak nggak mau ikut campur, katakan saja. Aku akan menerimanya. Tapi selama Tuan nggak menyetujuinya, aku ng
"Prosesnya akan dipercepat. Sekarang bicara soal urusan penting. Nggak mungkin kamu datang hanya untuk memberikan laporan padaku!" Arlo mengerucutkan bibir."Begitu kabar bahwa Doraia memiliki obat tersebar, rumor bahwa virus ini dibuat oleh perusahaanmu semakin menjadi-jadi, baik di dalam maupun luar negeri! Kalau bukan kamu yang membuat virusnya, mana mungkin kamu bisa memiliki obat secepat ini? Banyak orang memercayai anggapan itu!"Bagas mengernyit dengan ekspresi yang jauh lebih serius. "Aku khawatir kebohongan yang diulang berkali-kali akhirnya dianggap sebagai kebenaran!""Kalau begitu, biarkan saja orang-orang yang percaya rumor itu nggak minum obatku!" Arlo mengerucutkan bibir, sama sekali tidak memedulikannya. Kemudian dia bertanya, "Lalu, apa kalian berhasil menggali sesuatu dari Rusdi?""Sudah pasti orang di belakang Rusdi adalah Konsorsium Miles. Dalang utamanya seharusnya Zolon Miles. Selain itu, dia nggak tahu banyak. Dia juga punya identitas lain, dia adalah putra Azrie
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







