LOGINJagad melirik Arlo dari sudut matanya. Lelaki tua itu menceritakan kembali masa lalunya satu per satu, yang jelas-jelas merupakan caranya mengalah.Mata Keven terasa panas dan wajahnya memerah karena malu. Dia hampir tak sanggup berdiri lagi. Semua ini terjadi karena dia terlalu suka mengandalkan keberanian dan kekerasan, sampai akhirnya membuat kakeknya kehilangan martabat dan mempermalukan Keluarga Mananta."Aku minta maaf kepada Jenderal Arlo!" Keven tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia membungkuk begitu dalam hingga tubuh bagian atasnya hampir menyentuh tanah.Arlo tidak mengatakan sepatah kata pun. Orang tua itu memiliki jasa militer yang melindunginya, jadi sudahlah.Namun, anak manja seperti Keven merasa dirinya pantas membungkuk untuk menyelesaikan semuanya?Arlo hanya mendengus pelan. Tekanan seorang grandmaster menjadi semakin kuat.Keven tak mampu mengendalikan tubuhnya. Tekanan dahsyat menghantam dari atas kepalanya.Dia hanyalah orang biasa. Bagaimana mungkin dia mampu melaw
Arlo mendengus dingin. Dari kedua matanya, kesadaran ilahi tiba-tiba menyembur ke luar.Semua orang tidak mengerti apa yang terjadi. Mereka hanya melihat Mikha tiba-tiba terjatuh. Darah mengalir dari ketujuh lubang di wajahnya, lalu dia tak bergerak lagi.Dalam sekejap, seluruh tempat menjadi sunyi senyap.Tak seorang pun menyangka Arlo akan benar-benar membunuh orang. Padahal Mikha adalah putri Keluarga Prijaya dari ibu kota.Di depan tatapan Jagad dari Legiun Draco, orang-orang Klan Hanafi, dan orang-orang Keluarga Mananta, Mikha mati begitu saja.Mereka bahkan tidak tahu apakah kematian ini bisa dianggap sebagai perbuatan Arlo atau bukan.Seperti yang dikatakan Jagad, Arlo benar-benar bisa membunuh tanpa menyisakan jejak apa pun!Semua orang merasa ngeri.Keven menatap Laksana, sementara Laksana menatap Darus. Darus melirik ke arah Jagad. Jagad mengangkat kepala dan memandang langit.Darus langsung memahami maksudnya. Di mata Jagad, atau lebih tepatnya di mata para tokoh inti pemeri
Perkataan Jagad langsung membuat semua orang merasa ngeri dan ketakutan.Kalau Arlo hanya seorang grandmaster atau hanya seorang jenderal, mungkin tokoh seperti Darus tidak akan merasa gentar.Namun, ketika kedua identitas itu menyatu dalam dirinya, bobotnya menjadi luar biasa besar, cukup untuk membuat Keluarga Mananta hancur tanpa sisa.Kalau Keluarga Mananta saja seperti itu, apalagi orang-orang lainnya."Nggak kusangka dia benar-benar bisa membalikkan keadaan. Satu kalimat Ketua tentang dirinya sebagai calon pelindung negara sudah cukup untuk menyelamatkannya. Ditambah dengan satu kalimat Jagad tentang kekuatan menentukan hidup dan mati, masalah ini pun akhirnya selesai. Siapa lagi yang berani protes?"Ignas yang tetap tinggal untuk menghadiri upacara setelah menyaksikan ujian, sampai berdecak kagum."Selesai?" Kilian diam-diam menggeleng di sampingnya. Dengan sifat Arlo, mana mungkin dia akan semudah itu melepaskan orang-orang yang sudah menghinanya?Benar saja, detik berikutnya,
Darus akhirnya mengerti. Berita itu memang sudah sampai kepada Jagad, tetapi karena berbagai alasan, dia tidak membuat pengumuman internal. Pantas saja putra keduanya yang berada di Legiun Draco juga tidak mengetahuinya.Sebelum dia sempat bertanya lebih lanjut, Jagad berkata, "Kalian juga nggak perlu menebak-nebak sembarangan. Aku nggak membuat pengumuman hanya karena Jenderal Arlo belakangan ini sudah berjasa besar untuk negara.""Ketua sendiri memujinya dan bilang kalau Arlo punya masa depan yang cerah dan kelak bahkan bisa menjadi pelindung negara.""Aku pikir, mungkin beberapa hari lagi dia akan diangkat menjadi jenderal besar pelindung negara. Kalau begitu, menunggu sampai dia resmi melapor baru membuat pengumuman juga nggak masalah, 'kan?"Saat ini, semua orang yang hadir sudah dipenuhi rasa kaget. Mereka semua berharap bisa memutar kembali waktu untuk menarik kembali semua perkataan yang sudah mereka ucapkan tadi.Bahkan orang-orang dari Klan Hanafi pun menunjukkan ekspresi yan
Jenderal? Jenderal apa?Semua orang saling memandang, sama-sama tercengang.Bahkan Laksana pun sampai tertegun. Arlo seorang jenderal? Jenderal apaan?"Jenderal apa?" tanya Darus.Hercus berkata dengan lantang, "Instruktur Kepala Gabungan Pasukan Metal Bangsa dan Legiun Draco, Jenderal Arlo!"Dalam sekejap, seluruh ruangan menjadi sunyi senyap.Arlo ternyata memiliki identitas seperti itu? Siapa sangka, Arlo yang bahkan belum berusia 30 tahun ternyata seorang instruktur kepala dari dua pasukan khusus rahasia?Baik Pasukan Metal Bangsa maupun Legiun Draco memiliki tingkat kerahasiaan yang bahkan lebih tinggi daripada pasukan khusus pada umumnya.Banyak orang hanya pernah mendengar nama kesatuan itu, tetapi sama sekali tidak mengetahui lokasi markas, pimpinan, instruktur, maupun tugas dan fungsi mereka sehari-hari.Orang-orang yang mengetahui informasi internal semuanya sudah diperintahkan untuk tutup mulut.Darus langsung menoleh ke arah Laksana.Laksana menggelengkan kepala. Meskipun d
Ridwan sangat ragu apakah saat ini dirinya harus maju dan menjadi penengah seperti yang sudah direncanakannya tadi.Melihat sikap Keluarga Mananta seperti ini, jelas tidak ada gunanya membela Arlo sekarang. Dia malah bisa saja menyinggung Keluarga Mananta."Di luar sana dia digembar-gemborkan sehebat itu. Menurut kalian, apa dia masih menyimpan kartu as yang belum dikeluarkan?""Memangnya kartu as apa lagi yang dia punya? Kecuali sekarang dia bilang kalau dia adalah anak kandung Dewa Militer!""Dengan situasi seperti ini, sepertinya dia memang harus merasakan hidup di balik jeruji ya?"Victor mendengar berbagai pembicaraan itu dan langsung menghela napas dalam hati. Menurutnya, Arlo sebenarnya nyaris sempurna, hanya saja sifatnya terlalu keras dan tidak mau mengalah.Seperti kata pepatah, terlalu keras justru mudah patah!Dia memandang ke sekeliling dan merasa Arlo benar-benar sendirian tanpa bantuan. Sejak awal, seluruh Klan Hanafi memang memandang rendah cabang keluarga mereka yang b
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter






