Share

Bab 294

Author: Jayden Carter
"Kalau dipikir-pikir, masa depan puluhan tahun ke depan sudah bisa terlihat jelas. Nggak menarik sama sekali!"

Arlo berpikir sejenak, lalu memberi saran, "Aku sedang berencana mendirikan sebuah pabrik obat. Semuanya dimulai dari nol. Kamu tertarik ikut berwirausaha bersamaku?"

Mata Fellis langsung berbinar. Berwirausaha bersama, bukankah itu berarti bisa sering bersama?

"Aku mau investasi!"

Arlo sebenarnya sudah punya posisi dan rencana yang jelas, lalu menyampaikannya dengan tenang, "Bukan cuma soal investasi."

"Urusanku cukup banyak, jadi aku nggak bisa terlibat langsung dalam pengelolaan. Selain berinvestasi, kamu lebih banyak berperan sebagai pengelola. Kamu nggak perlu terburu-buru menjawab. Pikirkan baik-baik dulu, baru putuskan."

Tanpa ragu sedikit pun, Fellis langsung berkata, "Aku mau! Nggak perlu dipikir lagi!"

Arlo tersenyum lembut sambil memutar setir dan mobil pun melaju memasuki halaman rumah Keluarga Soraya. "Kalau begitu, kamu mulai saja buat perencanaannya."

Mobil berh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 312

    "Pak Arlo, mulai sekarang Anda sudah menjadi pemilik klub malam kami! Kalau perlu, saya panggil semua karyawan sekarang juga supaya mendengarkan arahan Anda?"Manajer itu benar-benar takut ikut terseret masalah Keluarga Pangalila. Namun, mana ada gunanya penyesalan?Arlo bahkan tidak meliriknya, dia hanya bertanya dingin, "Wakil manajer di mana?"Dari tengah kerumunan, seorang pria paruh baya yang tampak jujur dan lugu melangkah keluar."Mulai sekarang, kamu yang jadi penanggung jawab utama di sini.""Mengenai orang ini ...." Arlo menunjuk manajer dengan santai dan melanjutkan, "Suruh satpam usir dia keluar!"Manajer itu langsung memohon-mohon, tapi tak ada seorang pun yang peduli. Petugas keamanan menyeretnya dengan kasar dan melemparkannya keluar dari klub malam.Barulah Arlo menoleh ke arah Angga. "Sekarang giliranmu!""Berlutut. Minta maaf pada Mutia. Kalau dia memaafkanmu, aku anggap selesai. Kalau nggak, akibatnya bukan sekadar membuatmu menyesal."Wajah Angga dipenuhi kebencian

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 311

    Lokasi itu langsung sunyi senyap! Sekelompok anak orang kaya mendadak bengong. Seketika, mereka merasa hidup mereka seperti lelucon.Mutia juga terpana. Kakak iparnya benar-benar melakukannya! Bagaimana mungkin? Bagaimana caranya?Hanya Lidya yang tangannya bergetar karena terlalu bersemangat. Saat Arlo memaparkan latar belakangnya sebelumnya, Lidya tidak berani percaya sepenuhnya meski dia memang mengetahui sedikit tentang kemampuan Arlo. Namun sekarang, Lidya benar-benar yakin, ucapan Arlo itu sama sekali tidak dilebih-lebihkan!Jalan klub malam adalah aset milik Omran. Dengan satu kalimat saja, aset itu diserahkan kepada Arlo, bahkan uang pun tidak disebut-sebut. Itu saja sudah cukup membuktikan banyak hal!Angga pun tak kalah sulit percaya, matanya sampai melotot. Sepuluh menit langsung mengakuisisi klub malam keluarga mereka? Mustahil!Karena dia tidak mengenal Yudha, Angga malah mengira itu orang bayaran yang dibawa Arlo."Kamu sampai nyewa orang buat akting? Modalmu besar juga y

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 310

    Mutia tidak mampu menandingi Angga, sehingga tak bisa membalas atau memulihkan harga dirinya.Melihat Mutia menangis dengan sedih, wajah Arlo pun benar-benar suram. Semula Angga hanya perlu meminta maaf kepada Mutia, maka Arlo tidak akan memperpanjang urusan. Namun sekarang, Arlo memutuskan untuk memberi Angga pelajaran yang mendalam."Kamu yakin nggak mau minta maaf dan masih ingin memusuhiku?" tanya Arlo dengan nada dingin kepada Angga.Angga mencibir. "Memusuhimu? Kamu ini siapa? Minta maaf? Mustahil! Di Provinsi Hareast, orang yang bisa membuatku minta maaf belum lahir!"Arlo mengeluarkan ponselnya dengan tenang. Suaranya sedingin es. "Bagus. Semoga kamu nggak menyesal!"Di samping, Lidya diam-diam menarik lengan Arlo sambil menggeleng. Keluarga Pangalila bukan keluarga sederhana. Pengaruhnya di Provinsi Hareast cukup besar. Menurut Lidya, tidak sepadan menyinggung Keluarga Pangalila hanya karena konflik kecil.Arlo tersenyum tipis, menepis tangan Lidya untuk menenangkan, lalu lang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 309

    Semua orang di tempat itu tercengang!Lidya sampai meragukan hidupnya sendiri, menatap Arlo dengan sorot mata yang sudah benar-benar berbeda.Para berandalan kaya yang ikut Angga dipenuhi rasa iri dan dengki.Sementara Angga meledak di tempat, menunjuk Mutia sambil memaki, "Mutia, kamu berani-beraninya mengkhianatiku?"Emosi Mutia juga langsung tersulut. Wajahnya penuh ketidaksenangan. "Apanya! Kita memang nggak ada hubungan apa-apa!"Angga yang sudah sangat marah malah tertawa dingin, menatap Mutia sambil melontarkan kata demi kata, "Kamu perempuan yang kupilih, tapi malah nggak tahu malu begini!"Dia melirik Arlo, lalu kembali menginterogasi Mutia, "Aku ini Tuan Muda Keluarga Pangalila, masa aku kalah dari sampah kayak dia?""Kamu tahu nggak? Beberapa hari lalu waktu aku balapan dengannya, aku lihat sendiri dia genit sama perempuan lain! Laki-laki kayak begitu malah kamu kejar-kejar? Dasar murahan!"Karena terlalu marah, Angga sudah kehilangan akal dan berbicara tanpa berpikir."Lah,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 308

    Begitu kata-kata itu terucap, dua perempuan di seberang langsung terpaku, menatap Arlo tanpa berkedip. Wajah mereka penuh ketidakpercayaan."Dan itu belum semuanya! Aku sangat kaya. Kebanyakan pasien yang kutangani adalah para konglomerat dan tokoh besar. Biaya konsultasi bisa mencapai miliaran. Demi menjilatku, ada yang menghadiahkanku vila bernilai ratusan miliar, mobil sport edisi terbatas, sampai barang antik tak ternilai harganya!""Siang tadi, Daniel membanggakan diri, katanya dia bisa bermain di dunia hitam dan putih. Yang mau kukatakan padamu adalah ... di Kota Naldern, akulah orang yang benar-benar menguasai dunia hitam dan putih!"Lidya benar-benar terguncang. Sejak awal, dia sudah menduga Arlo bukan orang biasa. Namun, dia sama sekali tak menyangka dalam waktu sesingkat itu, Arlo sudah berada di level setinggi ini.Mulut Mutia menganga membentuk huruf "O", tetapi tak lama kemudian dia tersenyum licik seperti biasanya. "Kak Arlo, aku tahu kelanjutannya. Istri dihina, anak tin

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 307

    Setelah meninggalkan rumah Keluarga Hanafi, Arlo pun kembali ke Klinik Wellness. Dia sibuk terus sampai malam.Saat hendak menutup toko dan pulang, Lidya tiba-tiba menelepon."Ada apa?" tanya Arlo dengan nada datar setelah sambungan terhubung."Kenapa? Kalau nggak ada urusan, memangnya nggak boleh cari kamu?" Suara Lidya terdengar ceria, samar-samar membawa godaan. "Nanti ada waktu nggak? Mau keluar minum sebentar?"Arlo tak tertarik membuang waktu dengan Lidya. "Malam ini ada urusan, nggak bisa.""Arlo, sebelumnya aku sempat salah paham sama kamu. Aku mau minta maaf langsung.""Nggak perlu," balas Arlo."Kalau soal Isyana? Kamu juga nggak mau tahu?"Arlo terdiam beberapa detik, tak tahu Lidya sedang memainkan apa. "Ya sudah, kirim lokasi."Setelah menutup telepon, Lidya segera mengirim alamat.Arlo keluar, naik taksi, dan tiba di kawasan kelab malam. Begitu masuk ke kelab yang penuh lampu dan alkohol, dia langsung melihat Lidya yang sudah berdandan rapi di sofa pojok. Mutia ternyata j

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status