تسجيل الدخولKapal kargo berguncang hebat, seolah akan terbalik pada detik berikutnya.Yolanda mendengus dingin. Dia mengangkat tangan rampingnya, lalu menekannya perlahan ke arah haluan. Kapal kargo seketika kembali stabil.Namun, sebelum dia sempat bertindak lebih jauh, Arlo sudah mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke langit. Beberapa jimat langsung memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan di udara.Cahaya keemasan itu melebur ke udara. Mengikuti arah telunjuk Arlo, gelombang dan angin yang menyerupai tsunami terangkat tinggi, lalu dalam sekejap membeku dengan suara berderak.Seketika, dalam radius puluhan meter, permukaan laut, ombak, bahkan pusaran angin yang membawa air laut semuanya membeku dan berhenti di udara.Pemandangan itu seolah membeku dalam satu bingkai yang ajaib, membuat semua orang yang hadir terperangah.Dari sudut pandang tertentu, onmyoji juga merupakan ahli sihir, hanya saja mereka lebih mahir memanfaatkan kekuatan roh. Sama seperti ahli sihir Doraia, mereka membutuhk
Melihat Arlo kembali menerjang, Fujikawa sekali lagi mengangkat tangannya. Cahaya hijau kembali memancar dari untaian tasbihnya.Kali ini, tiga ular piton raksasa muncul dan tubuh mereka membesar dengan cepat. Masing-masing memiliki tubuh sepanjang puluhan meter, sementara bagian bawah tubuh mereka terendam di dalam laut.Air laut di sekitar mereka langsung dipenuhi bau amis yang menyengat. Dalam sekejap, banyak ikan di sekitar mengambang ke permukaan dengan perut terbalik.Ketiga ular piton raksasa itu terus meliukkan tubuh monster mereka di udara. Begitu membuka mulut, taring-taring besar terlihat dan semburan kabut hitam keluar tanpa henti.Teknik Pengendalian Roh?Setelah monster mati, ternyata mereka juga bisa menjadi roh!Dalam hal teknik sihir, Fujikawa jelas jauh lebih kuat daripada onmyoji biasa.Untaian tasbih di tangannya bahkan merupakan harta karun. Benda itu dirangkai dari Manik Penyegel Jiwa, dan di dalam setiap manik tersegel satu jiwa monster.Jiwa-jiwa monster tersebu
Bukannya para pendekar Gorasa tidak tahu bahwa pria di hadapan mereka adalah seorang pembantai kejam. Mereka semua tahu betul bahwa ratusan orang Keluarga Miyamoto telah dibunuh dan ratusan orang di Kuil Fuka juga tewas.Namun, mengetahui hal itu dan menyaksikan sendiri pemandangan brutal serta berdarah seperti ini adalah dua hal yang sama sekali berbeda.Melihatnya dengan mata kepala sendiri bukan sekadar membuat jantung berdebar ketakutan, tetapi benar-benar membuat nyali mereka ciut!Terutama para generasi muda dan prajurit Pasukan Bela Diri. Mereka yang masih mampu berdiri tanpa jatuh lemas saja sudah bisa dianggap memiliki mental yang sangat kuat!Bagaimanapun, orang-orang yang baru saja dibunuh Arlo bukanlah orang biasa. Tiga di antaranya merupakan ahli pedang Gorasa, ahli yang berada di jajaran teratas!Terlalu kuat!Terlebih lagi, sejak awal sikap Arlo jelas menunjukkan bahwa dia memang datang untuk membunuh. Keganasannya benar-benar mengerikan!Manusia zaman sekarang ... sekal
Begitu cahaya api menyentuh kabut hitam, kabut itu langsung terbakar habis. Namun, untaian manik-manik tersebut terus mengeluarkan kabut hitam tanpa henti hingga akhirnya seluruh energi pedang terkuras habis.Barulah Tenmoku berhasil lolos dari maut.Semua orang melihat cahaya emas di kedua matanya sudah meredup. Seluruh wajahnya mengalami luka bakar parah, kulit dan dagingnya mengelupas hingga tampak begitu mengenaskan.Sementara itu, Arlo menggenggam Pedang Darah Purba. Cahaya pedangnya memanjang beberapa meter. Kilatan hijau yang membawa duri es menerjang pendekar wanita itu dengan ganas.Dua pendekar Gorasa mengayunkan pedang untuk mengadangnya. Namun begitu menyentuh cahaya pedang tersebut, tubuh mereka langsung terpotong menjadi dua di bagian pinggang.Pendekar wanita itu sudah tidak punya jalan untuk menghindar. Dia mengayunkan katana untuk menangkis. Namun, cahaya pedang Arlo memelesat bagaikan pelangi, menghancurkan katananya secara paksa, lalu menebas lurus dari udara.Tubuh
Di atas geladak kapal kargo, Arlo melayang di udara. Seluruh tubuhnya diselimuti perisai energi yang terjalin dari tiga warna, hijau, putih, dan merah.Pedang Darah Purba di tangannya memancarkan kilau hitam pekat. Dengan seorang diri dan sebilah pedang, Arlo memelesat ke langit.Energi langit dan bumi dari tiga elemen lima unsur, air, kayu, dan api, bergelora di dalam tubuhnya.Pedang Darah Purba berputar di tangannya, lalu Arlo langsung mengerahkan teknik bela diri tingkat tinggi, Pedang Api Sejati!Dua belas pendekar Gorasa yang menjadi kelompok pertama yang menerjang semuanya adalah ahli pedang di bawah naungan Kuil Agung. Bahkan yang paling lemah sekalipun sudah berada di puncak tingkat semi-grandmaster, sementara tiga di antaranya merupakan grandmaster pedang.Salah satunya adalah pendekar wanita berseragam tadi.Teknik serangan gabungan kedua belas pendekar itu menjadikan wanita tersebut sebagai inti serangan. Serangan ini merupakan sebuah ujian untuk melihat sendiri kekuatan Ar
Tiba-tiba, angin kencang menerjang kapal. Tali-temali berayun keras dan kapal kargo itu mendadak miring.Buk!Arlo langsung melompat berdiri."Wuu ... wuu ... wuu ...."Suara tangisan melengking seperti bayi menggema di atas lautan.Titik-titik api hantu berwarna hijau melayang dari kejauhan, sementara kabut hitam bergulung-gulung di atas permukaan laut. Pemandangannya sangat mengerikan."Sudah datang jauh-jauh, kenapa masih pura-pura jadi hantu? Nyaliku besar. Pertunjukan kecil begini nggak akan bisa menakutiku!"Tiba-tiba, sebuah benda bulat dan basah memelesat dari dalam kabut hitam. Benda itu jatuh ke geladak dengan bunyi keras, lalu menggelinding hingga berhenti tepat di kaki Arlo.Arlo menunduk.Itu adalah kepala manusia, tetapi dia tidak mengenalnya.Sudut bibir Rubah berkedut. Itu adalah kepala salah seorang anggota eksternal Kelompok Naga.Angin kencang meniup kabut hitam hingga tercerai-berai.Di atas kapal patroli besar Gorasa terlihat lebih dari 100 orang berkerumun. Ada pr
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







