로그인Kapal kargo itu merupakan milik sebuah perusahaan perdagangan di Gorasa yang berada di bawah Kelompok Naga. Kapten kapal juga merupakan anggota eksternal Kelompok Naga. Dia cukup tanggap dan langsung berteriak menyuruh seluruh awak kapal masuk ke kabin.Yusa dan Kirani juga mengerti situasi dan masing-masing masuk ke dalam kabin.Kini hanya tersisa Arlo, Kinta, dan Rubah di atas geladak.Perahu motor itu melaju kencang, membelah permukaan laut dan menimbulkan percikan air yang tak terhitung jumlahnya. Seiring suara mesinnya yang semakin mendekat, terlihat seorang pria paruh baya dengan rambut yang mulai memutih di kedua pelipis sedang mengemudikan perahu tersebut.Di belakangnya ada seorang pemuda berwajah Gorasa. Dari kejauhan, dia sudah melambaikan tangan ke arah Rubah."Kelompok Asfar tingkat Bumi dari Kelompok Naga, kode Prima Empat! Ada informasi penting yang harus dilaporkan pada Ketua Rubah!"Rubah mengangguk, lalu berkata, "Naik ke kapal dan bicara di sini!"Begitu perahu motor
Awalnya, setelah melihat informasi dan video terkait yang dikirim dari Kuil Fuka, Rubah sempat meragukan apakah pelakunya benar-benar Arlo. Sebab, pria dalam video itu sama sekali tidak memiliki wajah Arlo.Namun, sekarang dia sudah bisa memastikannya."Untung kamu mengganti wajahmu! Kalau nggak, masalah kali ini pasti akan jauh lebih besar!" kata Rubah dengan nada lega."Oh? Memangnya sebesar apa?" tanya Arlo sambil tersenyum santai."Dunia praktisi Gorasa murka. Delapan ahli setingkat grandmaster telah berkumpul untuk mengepung dan membunuhmu. Di antara mereka ada ahli seperti Fujikawa dan Tenmoku," ujar Rubah sambil mengerucutkan bibir."Cuma delapan?" Arlo menggeleng."Arlo, aku tahu kamu sangat kuat, tapi aku sama sekali nggak suka dengan kesombonganmu seperti ini. Apa kamu tahu? Dewa Militer secara khusus mengirim pesan bahwa Fujikawa mampu mengerahkan kekuatan tingkat transenden.""Apa maksudnya mampu mengerahkan kekuatan tingkat transenden?" Arlo memiringkan kepala.Melihat pri
Saat ini, Arlo sama sekali tidak tahu bahwa kegemparan yang terjadi di dunia luar semuanya disebabkan olehnya. Dia masih tenggelam dalam kultivasi.Dibandingkan penempaan tubuh dengan elemen air dan kayu sebelumnya, penempaan tubuh dengan elemen api kali ini benar-benar luar biasa menyakitkan. Kalau bukan karena dilindungi roh elemen air, Arlo bahkan curiga meridian jantungnya akan langsung terbakar.Untungnya, semuanya berjalan lancar. Elemen api di tempat ini sangat melimpah. Setelah berkultivasi dalam pengasingan selama tiga hari penuh, Arlo pada dasarnya telah menyelesaikan penempaan tubuh dengan elemen api. Setelah kembali ke Doraia nanti, dia hanya perlu menstabilkannya lagi.Setelah penempaan tubuh dengan elemen api berhasil, Arlo bisa merasakan bahwa pemahamannya terhadap elemen lima unsur menjadi semakin mendalam.Kelima unsur saling menghidupi sekaligus saling menaklukkan. Setiap kali menguasai satu elemen, kedekatannya dengan elemen lain juga akan meningkat.Sekarang, kalau
"Benar-benar memuaskan! Kalau dia sekalian meledakkan ketiga Kuil Agung, pasti akan lebih memuaskan lagi!""Kenapa nggak sekalian suruh dia penggal kepala Kaisar Gorasa untuk kamu jadikan bola?""Hehe, kalau dia bersedia melakukannya, tentu saja aku mau!""Masalahnya sudah sebesar ini. Sekarang dia sembunyi di mana?""Nggak tahu. Kabarnya dia menghilang! Tapi keberadaan wanita yang pergi bersamanya masih bisa dilacak.""Sial, dia bahkan bawa wanita ke sana? Pintar sekali dia bersenang-senang! Sepertinya dia sama sekali nggak panik!""Sudah, jangan ribut! Gorasa bukan lawan yang mudah. Kalian benar-benar menganggap Pasukan Bela Diri mereka bukan tentara? Kerahkan orang dan bersiaplah untuk menyambutnya!" Naga Hijau menggeleng sambil memaki, tetapi sorot matanya tidak mampu menyembunyikan kekagumannya.Arlo memang benar-benar pandai membuat masalah. Awalnya dia mengira Arlo hanya berani bersikap arogan di negeri sendiri. Tak disangka, dia malah jauh lebih ganas setelah pergi ke luar nege
Dunia praktisi Gorasa terguncang. Berbagai ahli berkumpul di Kuil Agung."Pendekar Doraia sudah keterlaluan! Menghancurkan Kuil Fuka merupakan penghinaan terbesar bagi Gorasa. Kalau kita nggak buat dia menumpahkan darah di Gorasa, apa haknya kita masih berani memasuki Kuil Agung untuk bersembahyang?"Yang berbicara adalah seorang wanita muda berpakaian pendekar. Rambutnya diikat rapi, penampilannya gagah dan penuh wibawa. Tidak ada kelembutan khas wanita di wajahnya, sebaliknya, sorot matanya memancarkan keangkuhan seorang pendekar.Semua orang langsung mengangguk setuju."Kelompok Naga Doraia sejak dulu sudah berkali-kali mengincar pendekar tingkat tinggi Gorasa. Sekarang mereka bahkan memasuki wilayah kita dan menghancurkan kuil kita!""Kita harus mengambil tindakan dan melancarkan pembalasan. Kalau nggak, di mana wibawa Gorasa?""Mohon Tuan Fujikawa turun tangan untuk membalas dendam dan mengangkat wibawa negara kita!""Mohon Tuan Fujikawa memimpin kami membalas penghinaan ini!"Sem
Dibanding membawa Pasir Api kembali ke Doraia lalu mencari tempat yang cocok untuk membentuk formasi, rasanya lebih baik dia langsung meningkatkan kekuatannya sekali lagi di sini.Mengenai pemusnahan Keluarga Miyamoto dan kehancuran Kuil Fuka yang mungkin akan menimbulkan masalah besar, Arlo sama sekali tidak peduli.Dengan kekuatan dirinya dan Kinta, sekalipun mereka belum tentu mampu membantai seluruh Gorasa, tetapi siapa juga yang mampu menahan mereka jika mereka ingin pergi dari sini?Memikirkan hal itu, Arlo langsung duduk bersila dan mulai menempa tubuhnya dengan elemen api!....Yolanda membawa kedua wanita itu menunggu di kaki gunung sambil menyuruh Kirani memindahkan aset-asetnya ke Doraia melalui berbagai cara.Dia sangat kesal. Rasanya pekerjaan ini seperti istri utama Keluarga Antasari yang sedang membereskan urusan di belakang suaminya.Tiga jam penuh telah berlalu, tetapi Arlo masih belum terlihat.Yolanda mulai cemas. Namun, setelah mendapat kepastian dari Kirani bahwa s
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







