ログインArlo sama sekali tidak takut Keluarga Margono kembali diam-diam mengganggunya.Orang-orang di dunia ini lebih takut pada wibawa daripada menghargai kebajikan. Setelah menyaksikan kemampuan Arlo hari ini, mereka benar-benar merasa gentar kepadanya dari lubuk hati.Sebelum menemukan cara untuk menghadapinya, mereka akan bersikap sangat patuh.Lagi pula, jangan meremehkan Sheila. Dia punya seribu satu cara untuk membuat mereka tunduk dan tidak berani macam-macam.Sebaliknya, Saldan-lah yang perlu diwaspadai. Jangan kira setelah dibuat kehilangan wibawa oleh satu serangan Arlo, kemampuannya bisa diremehkan. Sebagai seorang ahli ilmu sihir tingkat sejati, kemampuan Saldan sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata.Setelah kembali ke wilayah kekuasaannya, dia bisa memulihkan kekuatannya dan melatih kembali kekuatan mentalnya. Kemudian, bisa saja dia memiliki niat buruk.Bagaimanapun di Saima, kedudukannya sangat tinggi. Dia memiliki murid, murid dari muridnya sendiri, serta keluarga-kelua
Arlo berkata dengan kedua tangan di belakang punggungnya. Suaranya datar dan dingin hingga membuat orang merinding.Bukankah itu berarti orang-orang yang tersisa dari Keluarga Margono bukan hanya harus melindungi Sheila, tetapi juga harus berhati-hati agar dia tetap senang? Siapa yang tahu perempuan ini akan memperlakukan mereka seperti apa?Reksa memandang Sheila dengan hati-hati.Sheila menopang tubuhnya pada meja kerja, lalu terkekeh pelan. "Jadi, aku yang akan menjadi direktur utama. Siapa yang setuju dan siapa yang menentang?""Setuju!"Jawaban serempak itu membuat sudut bibir Sheila melengkung membentuk senyuman. "Oke. Kalau begitu, sebagai direktur utama, perintah pertamaku adalah Grup Margono berganti nama menjadi Grup Antasari. Mulai sekarang, perusahaan ini hanya akan menjadi salah satu cabang Grup Antasari. Kalian ngerti?"Mendengar itu, Arlo sedikit mengangkat alis. "Terserah. Asalkan pabrik obatnya dialihkan kemari, industri lain milik Keluarga Margono ...."Belum selesai
Saldan benar-benar merasa ngeri dari lubuk hatinya.Sebagai seorang ahli di suatu bidang, dia bukanlah orang yang sombong dan berpandangan sempit. Dia sudah menantang banyak ahli dari berbagai tempat. Bahkan dia juga pernah beradu dengan beberapa orang berkekuatan super dari barat.Dalam hal kekuatan mental, dia benar-benar seorang ahli yang sangat luar biasa. Belum pernah ada seorang pun yang mampu membuatnya kalah telak dalam satu serangan.Saat ini, tatapan Saldan kepada Arlo dipenuhi ketakutan. Dia benar-benar tidak habis pikir bagaimana pria semuda ini bisa melatih kemampuan bela diri, ilmu sihir, kekuatan tubuh, bahkan kekuatan mental hingga semuanya begitu hebat.Ini sama sekali tidak masuk akal. Seberbakat apa pun seseorang, waktu dan energi setiap orang tetap terbatas.Di era kemunduran kultivasi, sumber daya untuk berkultivasi langka dan metode kultivasi tidak lengkap. Ini adalah masalah yang pasti akan dihadapi setiap kultivator.Karena itu, setelah mencapai tingkat tertentu
Serangan kekuatan mental yang semurni ini mampu menghancurkan jiwa spiritual lawan dalam sekejap.Bahkan seorang ahli bela diri sekuat apa pun, jika jiwa spiritualnya dihancurkan, dia hanya akan menjadi mayat hidup.Saldan tahu betul Arlo sudah mengalahkan Dewa Perang Utara dan bahkan mengalahkan Vikram, tetapi dia tetap datang untuk menantangnya. Andalan utamanya adalah Mata Naga Ilahi.Arlo seketika tertawa geli. Ridho ingin membandingkan kekuatan tubuh dengannya saja sudah cukup nekat. Orang tua ini malah lebih nekat lagi dan justru ingin beradu kekuatan mental?Dia belum mencapai tingkat inti emas, tetapi sudah memiliki kesadaran ilahi. Kesadaran ilahi adalah pemadatan kekuatan mental. Kekuatan mental orang biasa sangat lemah, bahkan kekuatan mental seorang ahli bela diri biasa pun tidak seberapa kuat.Itulah sebabnya selama ini Arlo bisa membunuh orang dengan mengandalkan serangan kesadaran ilahi.Kekuatan mental para ahli ilmu sihir biasanya sedikit lebih kuat dan bahkan mampu di
Tinju besi Ridho yang menurutnya mampu membelah batu dan membunuh harimau maupun macan tutul itu menghantam tepat ke dada Arlo.Seketika, kegembiraan liar melintas di wajahnya.Namun, pada detik berikutnya, senyumnya membeku.Arlo tetap berdiri di tempat tanpa bergerak sedikit pun. Hanya tubuh bagian atasnya yang bergoyang sedikit, lalu seberkas cahaya putih yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang melintas.Di bawah tatapan ngeri Ridho, telapak tangan Arlo mendarat ringan di dada Ridho.Buk! Tubuh Ridho terpental. Seluruh tubuhnya terlempar belasan meter dan langsung menghantam dinding.Terdengar suara dinding retak. Tak berhenti di situ, kekuatan dahsyat itu juga menembus dinding, membuat tubuhnya kembali melayang lebih dari 10 meter, menerobos tiga lapis dinding berturut-turut, lalu jatuh keras ke tanah dan tak bergerak lagi.Seketika, seluruh tempat menjadi sunyi senyap. Semua orang terpaku di tempat. Inilah kekuatan yang bahkan mampu mengalahkan Dewa Perang Utara.Bahkan Salda
Ridho tahu bahwa Arlo adalah seorang grandmaster, tetapi bela diri Doraia berfokus pada tenaga dalam, sedangkan ilmu bela diri yang dipelajarinya menempuh jalur yang sama sekali berbeda.Dari sudut pandang tertentu, dengan gurunya berada di sana untuk mendukungnya, Ridho yakin kekuatan yang bisa diledakkan dari tubuhnya saja sudah cukup untuk membuat Arlo kewalahan."Arlo, berani sekali kamu meremehkan Keluarga Saputra! Sombong sekali! Apa kamu benar-benar menganggap dirimu grandmaster nomor satu di dunia?"Sorot tajam melintas di mata Arlo. Dia mendengus pelan. "Memangnya aku bisa kamu provokasi sesuka hati?" Begitu selesai berbicara, dia melangkah maju dan membuka telapak tangannya, lalu melayangkan satu pukulan telapak dari kejauhan."Hmph!"Ridho meraung keras. Dadanya membusung tinggi, lalu kedua kakinya mengentak kuat ke lantai. Karpet tebal bermutu tinggi di ruang rapat langsung terbenam ke dalam lantai akibat injakannya."Segel Tinju Naga dan Gajah!"Kedua tangannya membentuk s
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







