تسجيل الدخولReza melepaskan kepalan tangannya. Melawan seorang grandmaster tenaga transformasi? Dia belum punya nyali sebesar itu."Takut ya? Kalau takut, ngapain sok jagoan begitu?" Sudut bibir Arlo melengkung turun.Wajah Reza langsung merah padam. Dia menatap Arlo dengan marah. "Kamu datang ke sini cuma buat mempermalukanku?""Aku perlu datang jauh-jauh buat mempermalukanmu? Kamu terlalu percaya diri!" Arlo tertawa, lalu tiba-tiba maju. Tangannya terangkat, tamparan beruntun langsung mendarat di wajah Reza, dari kiri dan kanan tanpa ampun.Tubuh Reza berputar di tempat, darah menyembur dari hidung dan mulut, lalu dia jatuh terduduk dengan keras ke lantai."Berhenti! Negara punya hukum. Walaupun kamu grandmaster tenaga transformasi, bukan berarti kamu boleh seenaknya bertindak di rumahku!" Tatapan Saleh dipenuhi niat membunuh yang dingin saat menatap Arlo.Arlo mengibaskan tangannya, seolah-olah bukan memukul orang, tetapi menepuk kotoran. "Kamu seharusnya bersyukur masih ada hukum di negara dan
Reza menatap layar dengan wajah pucat, melihat Arlo di video dengan penuh percaya diri berkata "silakan maju".Dadanya naik turun dengan hebat. Setelah menarik napas dalam beberapa kali, barulah dia tidak sampai pingsan karena marah.Ini ... ejekan untuknya? Rencana yang dia susun dengan begitu matang sekarang hancur total. Memalukan!Dia, seorang pewaris keluarga besar bernilai puluhan triliun, dibesarkan dengan penuh harapan, malah kalah dari orang biasa?Matanya semakin merah, penuh niat membunuh. Dia menatap layar saat Daniel ditangkap pihak militer dan perusahaan farmasinya disegel, sementara Arlo dielu-elukan seperti pahlawan dan meninggalkan lokasi.Amarah membuatnya seperti terbakar. Detik berikutnya, dia kehilangan kendali dan melempar ponselnya ke televisi. Layar televisi pun pecah berkeping-keping, seperti harga dirinya.Saleh akhirnya juga tidak lagi tenang seperti biasanya. Dia tahu hati anaknya sudah kacau. Tanpa berkata apa-apa, dia mengeluarkan ponsel dan mulai menghubu
Para pasien yang seharusnya sudah dikirim pergi, entah sejak kapan justru jatuh ke tangan pihak militer.Daniel sama sekali tidak tahu dan juga tidak menerima pemberitahuan apa pun. Namun, di antara para tentara, ada dua sosok yang dikenalnya, yaitu Zaem dan Hendy! Keduanya jelas bukan orang dari pihak Reza!Dia bahkan melihat kekecewaan dan ketakutan di mata Hendy. Hati Daniel langsung mencelos. Dia bahkan tidak berani melanjutkan konfrontasi. Dia ingin kabur!Namun, di sekelilingnya penuh tentara, mau lari ke mana? Sebodoh apa pun dia, sekarang dia tahu Arlo sudah datang dengan persiapan matang!Dia tidak tahu bagaimana Arlo melakukannya. Otaknya kosong, panik total.Arlo kembali menatap para media, lalu ke arah kamera dan berkata dengan lantang, "Tim pengobatan tradisional, Arlo, Leonard, Kamil, Harto, akan memeriksa pasien!""Dari tim pengobatan barat, Evans, Reno, serta para ahli dari berbagai rumah sakit, akan ikut melakukan diagnosis dan pengobatan!""Di bawah pengawasan media,
Arlo melambaikan tangan ke arah Anne. "Urusan pengobatan nanti saja!"Tatapannya menyapu kerumunan, lalu menunjuk Evans dan Reno. "Dua orang ini termasuk pakar medis barat kelas dunia yang kalian akui, 'kan?"Daniel membuka mulut, tetapi tidak bisa membantah. Bahkan kalau dia menyangkal, pasti akan ada banyak dokter barat yang langsung membenarkan.Karena Evans dan Reno memang tokoh puncak di bidangnya, mentor dan idola bagi banyak dokter.Namun, kenapa putri kerajaan itu muncul di saat seperti ini? Dia benar-benar tidak mengerti."Kalau begitu, tim pengobatan tradisional kami bersama dokter barat terbaik dunia yang ada di sini akan melakukan diagnosis dan pengobatan terhadap pasien. Menurut kalian, apa itu masuk akal?"Kali ini, seluruh tempat langsung sunyi.Melihat situasi itu, Fellis langsung menoleh ke para pejabat dari dinas kesehatan dan badan pengawas obat. "Para pimpinan, permintaan yang masuk akal seperti ini seharusnya mendapat dukungan resmi, 'kan?"Beberapa pejabat saling
Daniel mengangkat kedua tangannya di udara, memberi isyarat agar semua orang tenang, lalu menatap dingin ke arah Arlo."Pak Arlo juga sudah lihat sendiri, keluarga pasien nggak setuju. Lagi pula, Pak Arlo dan para dokter terkenal ini memang punya kemampuan, tapi kalian semua adalah praktisi pengobatan tradisional.""Dalam situasi seperti ini, lebih tepat kalau dokter barat yang menangani perawatan supaya nggak menimbulkan kesalahpahaman. Nanti dikira kita saling menutupi fakta.""Benar, kami nggak percaya kalian!""Pengobatan tradisional itu sebagian besar penipuan!""Kalian muncul sekarang karena takut pekerjaan kalian terancam, 'kan?""Dari awal memang obat kalian yang bikin masalah, masih saja pura-pura!""Semua pasien kanker seperti kami pernah tertipu pengobatan tradisional. Ujung-ujungnya cuma rugi uang dan nyawa!""Kalian mau periksa dan obati kami? Kalian cuma dokter dari provinsi kecil! Memangnya kemampuan kalian bisa lebih hebat dari dokter ibu kota?""Kamu saja belum tentu d
Tatapan Daniel ke arah Arlo menyiratkan sekilas provokasi dan ejekan. Baru datang sekarang? Sudah terlambat!Di antara para awak media yang hadir, tidak sedikit yang paham dunia medis sehingga mereka langsung mengenali Leonard, Kamil, dan Harto sebagai tokoh besar pengobatan tradisional.Bahkan ada juga yang mengenali Arlo, tetapi pemahaman mereka hanya sebatas bahwa dia pernah membela perusahaan milik Fellis.Semua mata langsung tertuju pada Arlo yang baru saja berbicara. Sampai di titik ini, keluar hanya untuk memaki Daniel, memangnya ada gunanya? Kurang lebih, semua orang berpikir seperti itu.Arlo melangkah maju mendekati Daniel, lalu tanpa ragu menamparnya. "Bajingan! Kamu bahkan lebih rendah dari binatang!"Begitu dia bergerak, suasana langsung gempar."Gimana bisa kamu main tangan sembarangan?!" tegur seseorang.Wajah Daniel langsung bengkak, darah mengalir dari sudut bibirnya. Dia memegang wajahnya, tampak malu dan tak berdaya."Perusahaan kami sudah mempermalukan pengobatan tr
Chairil tak bisa menahan diri untuk berkata, "Kalian ini belum paham, tapi sudah membuat kesimpulan.""Oh? Kamu punya pendapat lain?" Sandy tersenyum menatap Chairil."Beberapa hari lalu aku jatuh dan patah kaki. Arlo yang menyembuhkanku. Cuma diberi obat beberapa hari, patah tulangku langsung sembu
Kepala departemen IGD, Wafda, mengerutkan kening. Dia baru dipindahkan ke rumah sakit ini sebagai kepala dokter dan tidak mengenal Arlo.Setelah menatap Arlo dari atas ke bawah, dia tersenyum mengejek. "Anak Muda, kamu tahu apa yang sedang kau katakan?""Pasien sudah nggak punya detak jantung, keemp
Dokter pribadi Keluarga Kardinegara dan Reno bersama-sama menghubungkan berbagai kabel alat medis ke tubuh Dandy.Arlo lalu mulai melakukan akupunktur pada Dandy. Setengah jam berlalu, rona wajah Dandy tampak membaik. Yang lainnya berjaga di sisi ranjang, menatap dengan tegang.Dandy tersenyum dan b
Di perkebunan di dekat Desa Siyau.Victor menatap ladang obat yang sudah matang. Alisnya berkerut.Keluarga Hanafi awalnya mengira Adrian sudah meninggal dan masalah penjualan bisa selesai. Tak disangka, pembeli yang selama ini bekerja sama tetap menolak menerima obat.Tanaman obat yang sudah matang







