LOGINDaniel mengangkat kedua tangannya di udara, memberi isyarat agar semua orang tenang, lalu menatap dingin ke arah Arlo."Pak Arlo juga sudah lihat sendiri, keluarga pasien nggak setuju. Lagi pula, Pak Arlo dan para dokter terkenal ini memang punya kemampuan, tapi kalian semua adalah praktisi pengobatan tradisional.""Dalam situasi seperti ini, lebih tepat kalau dokter barat yang menangani perawatan supaya nggak menimbulkan kesalahpahaman. Nanti dikira kita saling menutupi fakta.""Benar, kami nggak percaya kalian!""Pengobatan tradisional itu sebagian besar penipuan!""Kalian muncul sekarang karena takut pekerjaan kalian terancam, 'kan?""Dari awal memang obat kalian yang bikin masalah, masih saja pura-pura!""Semua pasien kanker seperti kami pernah tertipu pengobatan tradisional. Ujung-ujungnya cuma rugi uang dan nyawa!""Kalian mau periksa dan obati kami? Kalian cuma dokter dari provinsi kecil! Memangnya kemampuan kalian bisa lebih hebat dari dokter ibu kota?""Kamu saja belum tentu d
Tatapan Daniel ke arah Arlo menyiratkan sekilas provokasi dan ejekan. Baru datang sekarang? Sudah terlambat!Di antara para awak media yang hadir, tidak sedikit yang paham dunia medis sehingga mereka langsung mengenali Leonard, Kamil, dan Harto sebagai tokoh besar pengobatan tradisional.Bahkan ada juga yang mengenali Arlo, tetapi pemahaman mereka hanya sebatas bahwa dia pernah membela perusahaan milik Fellis.Semua mata langsung tertuju pada Arlo yang baru saja berbicara. Sampai di titik ini, keluar hanya untuk memaki Daniel, memangnya ada gunanya? Kurang lebih, semua orang berpikir seperti itu.Arlo melangkah maju mendekati Daniel, lalu tanpa ragu menamparnya. "Bajingan! Kamu bahkan lebih rendah dari binatang!"Begitu dia bergerak, suasana langsung gempar."Gimana bisa kamu main tangan sembarangan?!" tegur seseorang.Wajah Daniel langsung bengkak, darah mengalir dari sudut bibirnya. Dia memegang wajahnya, tampak malu dan tak berdaya."Perusahaan kami sudah mempermalukan pengobatan tr
Saat ini, para netizen yang melihat video itu semuanya tercengang. Sebagian pihak resmi dan para praktisi pengobatan tradisional sampai menggertakkan gigi.Selama ini, pengobatan tradisional sudah dipaku di tiang kehinaan sebagai ilmu semu oleh pengobatan barat, sekarang bahkan seperti ditampar berkali-kali di atas tiang itu!Para dokter barat yang memang tidak menyukai pengobatan tradisional pun hampir tertawa lepas. Bahkan yang sebelumnya biasa-biasa saja, mau tak mau mulai timbul prasangka buruk terhadap pengobatan tradisional.Sementara itu, di dalam vila Keluarga Sinaga, Reza sedang menonton siaran langsung kondisi di lokasi. Melihat perkembangan situasi berjalan bahkan lebih mulus dari yang dia bayangkan, wajahnya memerah karena kegembiraan.Dia pun sampai tidak menyadari Saleh sudah masuk ke ruangan."Kerja bagus. Tapi caranya terlalu ekstrem. Kalau sampai ada celah, dampak baliknya bisa sangat besar. Kamu bahkan mungkin nggak bisa bertahan di dalam negeri!"Reza tertawa keras.
Ucapan Daniel itu seperti batu yang dilempar ke permukaan danau yang tenang, langsung membuat seluruh orang di tempat itu gempar.Tanpa pembuka apa pun, tanpa sedikit pun pembelaan, dia langsung mengaku di tempat.Hal ini justru membuat orang-orang mulai curiga, apakah sebenarnya situasinya jauh lebih serius daripada yang sudah terungkap saat ini?Kalau tidak, mana ada perusahaan yang berbicara seperti ini? Apa dia takut mati terlalu lambat?"Seperti yang kita tahu, di bidang kanker, pengobatan tradisional selama ini belum ada banyak pencapaian. Setelah perusahaan kami menguasai teknologi terkait, kami terlalu terburu-buru.""Terlalu ingin cepat meluncurkan obat herbal anti-kanker yang efektif sehingga dalam hal uji coba memang kurang ketat.""Meskipun secara prosedur, proses uji coba kami sepenuhnya sesuai standar, jelas kurang ketatnya itu tetap menimbulkan beberapa konsekuensi!" Nada bicara Daniel terdengar penuh penyesalan.Begitu dia selesai berbicara, seorang jurnalis langsung me
Benar saja, setelah para jurnalis membawa perwakilan keluarga pasien dan sempat bersitegang sebentar dengan satpam di depan, Daniel keluar dari gedung bersama beberapa orang.Para jurnalis langsung menyambutnya."Pak Daniel, terkait obat terbaru perusahaan Anda untuk kanker paru dan penyakit hati yang menimbulkan efek samping serius setelah dikonsumsi pasien, apa tanggapan Anda?"Daniel memasang ekspresi serius, lalu berkata dengan suara dalam, "Sebentar lagi aku akan mengadakan konferensi pers untuk memberikan penjelasan terkait hal ini. Ini adalah tanggung jawab kami dan kami nggak akan menghindar!""Kapan dan di mana konferensi pers itu akan diadakan?" tanya jurnalis sambil mengangkat mikrofon.Daniel menunjuk ke alun-alun di depan. "Di sana. Kalian sedang siaran langsung, pasti sudah banyak jurnalis dan media yang bergerak setelah mendapat kabar. Kami mulai setengah jam lagi."Setelah berkata demikian, Daniel kembali masuk ke gedung.Para jurnalis langsung berbicara penuh semangat
Di depan gedung tempat perusahaan farmasi milik Daniel berada, ada sebuah alun-alun kecil.Saat ini, ada empat sampai lima jurnalis profesional yang berpura-pura melakukan wawancara terhadap tujuh sampai delapan perwakilan keluarga pasien.Model yang dipakai adalah menaikkan eksposur lewat siaran langsung, seolah-olah para jurnalis membawa keluarga pasien untuk datang ke perusahaan farmasi meminta penjelasan."Apakah kalian semua mengalami reaksi buruk yang serius setelah mengonsumsi obat kanker paru dan kanker hati dari perusahaan farmasi Keluarga Pramono?""Apakah kalian sudah berkomunikasi dengan perusahaan farmasi Keluarga Pramono? Apakah mereka mengakui bahwa ini masalah obat?""Apa bentuk kompensasi yang kalian tuntut?""Kami nggak mau uang. Kami hanya ingin keadilan. Dulu obat mereka diklaim sebagai obat herbal murni, makanya semua orang percaya. Nggak disangka jadi seperti ini!""Mereka menolak berkomunikasi dengan kami! Makanya kami meminta bantuan media!""Baik, jangan khawat
Lidya cukup terkejut saat melihat Mutia. Dia sebenarnya tidak terlalu akrab dengan Mutia, hanya pernah dua kali minum teh susu bersama karena diajak Isyana. Namun, gadis kecil ini lincah dan pintar. Lidya juga menyukainya."Kamu datang sama Kak Isyana?"Mutia menggeleng.Lidya mengacak rambut Mutia
"Aku tahu aku salah. Aku bersedia mengklarifikasi untukmu! Orang-orang Gorasa memberiku 20 miliar untuk membuktikan kamu memukul tanpa alasan!""Waktu itu aku memang mabuk, tapi semua yang mereka katakan aku dengar. Mereka memang ingin menyerang kami!"Rosita berbicara dengan sangat cepat. Dia melih
"Kamu ... bagaimana kamu bisa menemukanku? Apa yang kamu bicarakan?" Rosita baru tersadar belakangan. Setelah mengenali Arlo, wajahnya langsung berubah pucat karena terkejut.Arlo mengangkat sedikit kelopak matanya. Ekspresinya dingin saat berkata, "Kemarin kamu juga ada di ruang privat itu. Kalau a
Guram mendengus dingin dan berkata, "Paling-paling kamu cuma dapat kabar lebih dulu, lalu mengatur penyergapan terhadap mereka. Apa yang perlu dibanggakan?""Semua gara-gara orang bodoh dari Keluarga Sukendro itu, ngotot melakukan serangan mendadak. Ujung-ujungnya bukan cuma mati di Kota Naldern, ta







