แชร์

Bab 442

ผู้เขียน: Jayden Carter
"Hanya perlu menggunakan tenaga dalam seorang pendekar atau memicu jimat dengan teknik seorang praktisi, maka kekuatan sejati jimat ini akan kembali terlihat!"

Begitu kata-kata itu berakhir, Thariq berdiri dengan satu tangan di belakang punggung. Tiba-tiba dia mengulurkan tangan dan seberkas tenaga dalam memancar dari ujung jarinya. "Nih!"

Kekuatan jimat langsung terseret, lalu cahaya cemerlang pun meledak keluar. Dalam sekejap, jimat kelas A itu menyala terang dan berkilau laksana bintang di la
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 605

    Di antara orang-orang yang hadir, hanya Hendy yang sejak lama sudah tahu bahwa Arlo adalah seorang grandmaster tenaga transformasi. Makanya, saat ini wajahnya tetap tanpa ekspresi.Dia melihat reaksi keluarganya. Di sudut mulutnya muncul sedikit senyuman pahit. 'Kalian baru tahu Arlo adalah Master Antasari saja sudah seperti ini. Kalau kalian tahu Arlo juga seorang grandmaster tenaga transformasi, entah gimana reaksi kalian ....'Apa yang dikatakan Arlo, mereka sudah tidak lagi punya minat untuk mendengarnya. Yang mereka tahu, setelah Arlo selesai berbicara, orang-orang yang membawa gelas anggur untuk bersulang dengannya mulai berbaris panjang.Arlo memegang gelas anggur dan maju, menerima setiap orang yang datang bersulang. Namun, dibandingkan para bos besar yang langsung meneguk habis anggur mereka untuk menunjukkan hormat, Arlo paling hanya menyesap sedikit dari gelasnya.Namun, siapa pula yang akan mempermasalahkan itu? Selama kartu nama yang diserahkan oleh mereka diterima Arlo, m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 604

    Saat ini, Arlo sudah berjalan sampai ke barisan paling depan kerumunan.Omran melihat Arlo, lalu menangkupkan kedua tangannya dan tertawa lepas. "Master Antasari!"Seiring seruan itu, pemimpin Keluarga Halderman, Yudawa, maju beberapa langkah dan berkata sambil tersenyum, "Master Antasari, senang sekali bertemu denganmu!""Master Antasari!""Master Antasari!"Beberapa pengusaha yang sebelumnya sudah pernah bertemu Arlo juga maju.Ketika para bos besar itu satu demi satu bersuara, suasana di seluruh tempat langsung terdorong ke puncaknya. Semua orang memandang ke arah Arlo.Di bawah tatapan penuh rasa hormat, kebingungan, dan kegembiraan dari semua orang, Arlo berjalan dengan tenang ke sisi Dandy.Zulfan benar-benar tercengang. Dia tidak percaya bahwa orang yang tadi dia provokasi ternyata adalah Master Antasari!Pada detik berikutnya, dia melihat pamannya bercanda dengan Arlo. "Hari ini kamu benar-benar berwibawa!"Orang-orang dari Keluarga Pramono benar-benar membeku di tempat. Wajah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 603

    Dandy, Bagas, dan beberapa tokoh besar dari militer berjalan di paling depan. Di belakang mereka adalah Yudawa, Tristan, para pengendali keluarga-keluarga kaya.Sekelompok orang berjalan keluar bersama, membuat seluruh tempat dipenuhi antusiasme.Zulfan berdiri di depan kerumunan, menjulurkan lehernya untuk melihat cukup lama, tetapi tidak melihat wajah baru di antara para tokoh besar itu. Dia pun tak bisa menahan diri untuk bergumam, "Jangan-jangan Master Antasari belum datang?"Arman tertawa kecil. "Dengan adanya Pak Bagas, kamu pasti bisa mendapat bimbingan dari Master Antasari!"Zulfan disanjung oleh Arman sampai hatinya berbunga-bunga. "Ya. Kalau nanti ada kesempatan, aku akan bawa kalian semua menemui Master Antasari."Rudy tidak bisa menahan rasa iri. Keluarga Sarkuta memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Keluarga Sinaga. Pada pesta ulang tahun Keluarga Kardinegara hari ini, Keluarga Sinaga tidak mengirim orang, tidak membangun hubungan dengan Master Antasari.Namun, dilihat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 602

    "Percaya atau nggak, kalau sekarang aku mengusirmu dari sini, bahkan kalau aku menghabisimu, ayah angkatku paling-paling hanya akan menegurku dua kalimat?"Arlo hanya mengiakan dengan santai, lalu mengaitkan jarinya. "Ayo, aku lihat gimana kamu akan mengusirku!"Zulfan langsung marah besar, benar-benar ingin bergerak. Kakeknya, ayahnya, beberapa tahun lalu gugur demi negara.Sejak itu, Bagas dan Dandy sangat memanjakannya. Karena terlalu dimanja, sifatnya menjadi liar dan tidak tahu apa itu takut.Namun, Rudy, Arman, dan beberapa orang lain yang datang bersamanya justru mulai merasa panik. Jika benar-benar terjadi perkelahian di tempat seperti ini, begitu alasannya diselidiki, mereka semua tidak akan bisa lolos.Arman segera berkata, "Zulfan, jangan menurunkan level sendiri. Dia cuma orang kampungan yang kebetulan berhasil naik level, nggak ngerti aturan di lingkaran kita. Suruh saja dia minta maaf ke kamu."Sambil berkata begitu, dia memandang Arlo. "Cepat, minta maaf ke Zulfan!"Vict

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 601

    Levin melihat Zulfan, sudut mulutnya berkedut. Dia berdeham dua kali, lalu berkata, "Zulfan, cara bicaramu itu nggak benar. Pak Arlo ini temanku. Kalau kamu bicara seperti itu, jangan salahkan aku kalau aku nggak memberimu muka."Ketika Zulfan melihat Levin ikut berbicara, dia sedikit terkejut. Wajahnya langsung menjadi dingin. Jika itu dulu, dia tidak akan menganggap penting Tuan Muda Keluarga Halderman ini dan pasti sudah langsung menamparnya.Namun sekarang, Keluarga Halderman sudah mendekat kepada Master Antasari. Belakangan ini wibawa Master Antasari benar-benar sangat besar. Bahkan keluarga ayah angkatnya, Keluarga Kardinegara, juga sangat menghormatinya. Itu sudah cukup menjelaskan segalanya.Bahkan hari ini dia datang jauh-jauh dari ibu kota provinsi, selain untuk memberi ucapan selamat ulang tahun kepada ayah angkatnya, juga ingin meminta ayah angkatnya memperkenalkan dirinya kepada Master Antasari.Dengan adanya pamannya, Bagas, serta ayah angkatnya, Dandy, kemungkinan besar

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah terlihat betapa besar daya tarik benda ini bagi keluarga-keluarga berkuasa.Baru berbicara beberapa kalimat saja, ponsel Luwandi sudah terus-menerus berdering.Arlo menggelengkan. Baru saja hendak berbicara, dari belakang terdengar suara wanita yang terkejut. "Pak Arlo! Lama nggak bertemu!"Arlo menoleh dan melihat Lidya serta Levin, lalu menggeleng. "Baru beberapa hari, 'kan?"Melihat Levin masih ingin berbicara dengannya, Arlo hanya bisa berkata kepada Luwandi, "Kamu urus saja urusanmu dulu. Aku masuk sama mereka saja."Luwandi mengangguk setuju, lalu berbalik dan berlari kecil ke dalam halaman.Lidya mengenakan gaun malam panjang merah dari merek ternama. Tatapannya kepada Arlo penuh kegembi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status