เข้าสู่ระบบNama lengkap Bajura adalah Bajura Zaba. Dia merupakan salah satu dari tiga guru agung Aliran Esoteris. Selain menguasai ajaran Buddha dan berbagai teknik rahasia Aliran Esoteris, dia juga menguasai banyak teknik bela diri serta ilmu rahasia dari ajaran Indie.Konon, dia adalah reinkarnasi Buddha Kebahagiaan. Dia sendiri pun selalu mengaku demikian dan dikenal sebagai salah satu ahli terkuat dalam Aliran Esoteris.Pasangan yang berada dalam pelukannya bukan hanya pasangan kultivasi gandanya, tetapi juga wadah untuk menampung seluruh hasratnya, Tantri.Yolanda pernah mendengar bahwa Bajura menggunakan hasrat untuk menempa jiwa pasangan dan teknik Vajra untuk memperkuat tubuhnya, tanpa menghilangkan kesadarannya.Sekilas, Tantri terlihat seperti wanita genit yang lemah lembut dan memiliki aura misterius. Namun, sebenarnya dia sangat mengerikan. Bagaikan pusaka spiritual tingkat tertinggi yang memiliki kesadaran sendiri, dia kebal terhadap senjata tajam maupun peluru, serta memiliki kekuat
Melihat situasi tersebut, Rifqi hendak kembali bertindak, tetapi Isyana menggeleng pelan untuk menghentikannya."Hmm?" Rifqi menatapnya dengan bingung.Melihat itu, semua orang mengira Isyana sudah ketakutan.Arlo sudah lama mati. Seberapa keras pun Isyana berpura-pura tenang dan menggunakan nama Arlo untuk menggertak orang lain, pada saat seperti ini, sifat aslinya pasti akan terungkap!Isyana baru saja hendak berbicara ketika tiba-tiba terdengar suara tawa mengejek dari luar ruang rapat."Wah, ternyata banyak sekali orang yang berharap aku mati! Kalau begitu, sepertinya aku harus berusaha lebih keras supaya bisa hidup tiga sampai lima ratus tahun lagi!"Begitu suara itu berhenti, seorang pria terlihat berjalan masuk sambil menjinjing seorang pria berjubah biksu. Di belakangnya, seorang wanita yang sangat cantik mengikuti langkahnya.Pria itu tidak lain adalah Arlo!Sebagian orang yang hadir tidak mengenal Arlo secara langsung. Bahkan Olivin dan Leah pun hanya pernah melihat fotonya d
Wajah Olivin, Leah, dan Risty seketika memperlihatkan keterkejutan.Namun, ketiganya segera kembali tenang."Sepertinya kalian benar-benar nggak percaya bahwa Arlo masih hidup! Aku sudah ngasih kalian kesempatan, tetapi kalian sendiri yang menolaknya. Kalau begitu, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa lagi!"Isyana menghela napas penuh penyesalan. Dia sangat mengenal Arlo. Pria itu tidak pernah membiarkan orang yang menyinggungnya lolos begitu saja! Namun, orang-orang di hadapannya memang sedang mencari masalah sendiri."Jangan menggunakan nama orang mati untuk menggertak kami! Kalau kami takut, kami nggak mungkin datang ke sini!"Olivin menatap Rifqi dengan penuh kewaspadaan, lalu mundur setengah langkah agar sedikit menjauh dari laba-laba tersebut.Saat itu, semua orang tiba-tiba menyadari adanya bayangan hitam di luar jendela kaca besar. Ketika menoleh, mereka melihat seorang pria berjubah merah sedang melayang di udara. Pria itu berdiri melayang di luar gedung setinggi belasan lanta
"Kalau kalian nggak terima, silakan adakan rapat umum pemegang saham berulang kali. Aku bersedia menemani kalian melakukan pemungutan suara setiap hari!"Olivin menyalakan sebatang rokok tanpa memedulikan orang lain. Setelah mengisap dan mengembuskan asapnya beberapa kali, sorot matanya berubah kelam."Kamu ini benar-benar sesumbar! Aku penasaran, Arlo itu meninggal karena kesombongannya sendiri. Apa kalian sama sekali nggak belajar dari kesalahannya?""Aku datang dan duduk di sini hari ini karena ingin menyelesaikan semua dendam lama.""Arlo telah menyebabkan kematian putriku. Utang itu belum juga dibayar! Gimana kalau kita selesaikan sekarang?"Tirta langsung merinding.Wanita ini benar-benar tidak mau mengikuti aturan lagi!Isyana hanya bergumam pelan, lalu bertanya, "Jadi, kalian semua punya tujuan yang sama dengannya?"Semua orang bisa merasakan ketegangan yang semakin memanas. Ekspresi mereka pun berubah canggung."Ini adalah dendam pribadi kalian. Nggak ada hubungannya dengan ka
Ruang rapat Grup Heriz yang sangat luas kini sudah dipenuhi seluruh pemegang saham perusahaan.Sebagai direktur eksekutif, Tirta duduk di bagian tengah meja rapat, sementara Isyana menempati kursi pertama di sebelah kanannya.Rifqi berdiri di belakang Isyana sambil terus memutar-mutar korek api berbahan baja antikarat di tangannya. Tatapannya terus menyapu setiap orang yang hadir."Risty, kenapa kamu ada di sini?" Tirta menarik napas dalam-dalam ketika melihat adiknya, Risty, juga berada di antara para pemegang saham.Risty tersenyum tipis. "Meskipun Grup Hadju sudah berganti nama menjadi Grup Heriz, keluarga kita tetap memiliki saham di perusahaan ini. Kakek memintaku mewakili Keluarga Hadju untuk menghadiri rapat umum pemegang saham. Nggak ada masalah dengan itu, bukan?"Tatapan Tirta langsung meredup.Kakek benar-benar sudah pikun!Meskipun Isyana tidak mengatakan apa-apa, sejak menerima panggilan telepon tadi, sikapnya terlihat jauh lebih tenang dan percaya diri.Tirta pun memiliki
Begitu kabar itu tersebar, Risty langsung diliputi kegembiraan karena merasa rencananya akan segera berhasil.Saat ini, Keluarga Hadju hanya memiliki sepuluh persen saham perusahaan dan menduduki posisi sebagai pemegang saham terbesar ketiga.Namun, Olivin, nyonya besar Keluarga Budiono, dan Leah, istri keempat dari Keluarga Sukendro, sudah berhasil menyuap beberapa pemegang saham.Jika Tirta berhasil disingkirkan dari jabatan direktur eksekutif, tanpa kehadiran Arlo, para pemegang saham lainnya bisa memilih Risty sebagai direktur eksekutif yang baru.Setelah itu, dia tinggal meminjam dana talangan jangka pendek dan menjual aset perusahaan dengan harga murah melalui transaksi antarperusahaan yang dia kendalikan.Dengan cara itu, dia bisa dengan mudah mendapatkan kembali dua puluh persen saham perusahaan.Itu merupakan kekayaan yang sangat besar!Jika berhasil, dia akan menjadi orang yang paling berjasa bagi Keluarga Hadju."Bu Olivin, Bu Leah, gimana kalau kalian ikut pergi bersamaku?"
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







