Share

Bab 469

Author: Jayden Carter
Wajah Dovi tampak agak muram. Sebagian besar waktunya, dia beraktivitas di ibu kota provinsi dan sama sekali tidak punya hubungan dengan Arlo. Tentu saja, tidak bisa dibilang kenal dengan Arlo. Namun, dia memang tahu identitas Arlo. Sebelum berangkat ke Naldern pagi ini, dia kebetulan melihat berkas dan foto Arlo di meja kerja ayahnya.

Pria ini adalah sosok yang diklasifikasikan sebagai target berbahaya tingkat satu oleh kemiliteran. Di dalam berkas tertulis jelas, dia telah membunuh dua komanda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Janoar Ore
good. sangat bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1540

    Wanita ini terluka jauh lebih parah darinya. Kedua lengannya terkilir, beberapa tulang rusuknya patah, dan seluruh meridiannya seperti dipelintir paksa hingga hampir hancur. Bahkan pusat energinya sudah terkuras habis.Namun, Arlo tidak terlalu terkejut. Pengemis tua itu jelas bukan petarung yang baru saja mencapai tingkat transenden.Entah wanita ini Yolanda atau Kinta, mustahil kondisi fisiknya bisa sekuat Arlo yang tubuhnya sudah ditempa oleh tiga elemen berbeda.Meskipun saat ini dia terkena racun, selain rasa nyeri dan pegal di sekujur tubuh, kondisi fisiknya sebenarnya tidak mengalami masalah berarti.Kali ini dia pergi ke Gorasa juga bukan sekadar mengandalkan keberanian dan bertindak gegabah. Sebelum berangkat, dia sudah melakukan penyelidikan. Di Gorasa tidak ada petarung transenden. Memang ada kemungkinan kekuatan roh memiliki kekuatan setingkat transenden, tetapi itu tetap bukan kekuatan transenden yang sesungguhnya.Kenyataannya memang begitu. Meskipun Fujikawa mampu menger

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1539

    Namun, sebelum sempat bereaksi, tiba-tiba gelombang panas menyembur. Setelah itu, muncul daya isap yang sangat besar, seolah di bawah laut ada lubang hitam yang hendak menyedot segala sesuatu ke dalamnya.Arlo hanya merasakan tekanan yang luar biasa besar. Kepalanya sampai berdenging hebat.Kali ini dia benar-benar celaka?Pikiran itu melintas di benak Arlo, sementara tubuhnya jatuh seperti benda yang terjun bebas. Tangan kanannya masih digenggam erat oleh tangan seorang wanita.Dia tahu, wanita itu adalah Kinta.Bruk! Sepertinya mereka sudah mendarat!Jelas-jelas mereka terseret masuk oleh air laut, bagaimana mungkin malah mendarat?Sisa kesadarannya dengan cepat tertutupi oleh rasa lelah akibat luka-lukanya. Arlo pun memejamkan mata.Air laut terus-menerus membasuh tubuh mereka, mengalir melewati tubuh, lalu kembali surut.Yolanda membalikkan tubuhnya dan menempel erat pada Arlo seperti gurita.Dalam kondisi terluka dan tak sadarkan diri, tubuhnya terus dibasuh air laut yang dingin d

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1538

    Di kapal patroli ini hanya ada prajurit biasa dari Pasukan Bela Diri. Tak seorang pun di antara mereka mengenal sosok sehebat Dewa Militer.Mereka baru saja menyaksikan pertarungan sengit antara para petarung tingkat tinggi. Saat melihat Dewa Militer berjalan di atas laut dan berdiri di permukaan air seperti dewa, lalu melancarkan pukulan dengan aura yang luar biasa, mereka secara naluriah merasa sangat ketakutan.Kapten segera berteriak, memerintahkan anak buahnya untuk kembali berlayar dan berusaha melarikan diri.Namun, bagaimana mungkin mereka bisa bereaksi terhadap keperkasaan Dewa Militer?Di depan tatapan mereka yang tercengang, tiba-tiba angin kencang muncul di permukaan laut, menggulung gelombang yang tak terhitung jumlahnya dan menghantam kapal patroli.Kekuatan yang dahsyat itu seolah membentuk gelombang kejut yang langsung menghancurkan meriam di bagian depan kapal patroli.Orang-orang yang berdiri di dekat meriam semuanya seperti ditabrak kereta yang melaju dengan kecepata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1537

    Rubah hanya memahami sebagian dari perkataan pengemis tua dan Dewa Militer tadi. Kalimat tentang berakhirnya era dharma terakhir bahkan membuatnya sangat bingung.Menurut pemahaman mereka, era dharma terakhir merupakan hasil alami dari evolusi manusia dan bumi. Namun, kalau didengar-dengar, sepertinya masih ada pilihan lain?Dia tahu bahwa ini bukan sesuatu yang seharusnya dia tanyakan. Namun, demi menyelamatkan Arlo, dia ingin mengetahuinya dengan jelas.Yusa juga menatap Alwin dengan tegang. Seharusnya setelah Arlo mati, dia tak lagi memiliki tuan dan bisa hidup bebas. Namun entah mengapa, rasa takut justru muncul di dalam hatinya.Kapten dan dua orang dari Kelompok Naga juga tak mampu menahan diri untuk memasang telinga. Arlo sudah membantai begitu banyak samurai Gorasa, bahkan Fujikawa terpaksa memilih mati untuk menebus kesalahannya.Ada satu kebenaran yang dikatakan pengemis tua itu. Dunia kultivasi Gorasa membutuhkan waktu 50 tahun untuk pulih dari kekalahan yang mereka alami ha

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1536

    Ketika sosok itu semakin mendekat, mata Rubah langsung dipenuhi kegembiraan. Dewa Militer sudah tiba.Tanpa sadar, dia menoleh ke area tempat sosok Arlo dan Yolanda tenggelam. Keduanya sudah tak terlihat. Tubuh mereka juga tidak muncul ke permukaan. Tidak diketahui apakah mereka masih hidup.Tepat saat itu, area itu tiba-tiba membentuk pusaran raksasa, seolah ada suatu kekuatan aneh yang berputar di dasar laut.Pusaran itu berputar semakin cepat, seolah hendak menyedot segala sesuatu di sekitarnya.Rubah membelalakkan mata. Dia belum pernah melihat fenomena aneh seperti ini di laut.Air laut di sekitarnya mulai bergolak hebat, seolah ditarik oleh suatu kekuatan yang berada di bawah pusaran itu.Cahaya hijau berpendar yang tak terhitung jumlahnya menyembur keluar dari dalam pusaran, membentuk bayangan cahaya yang menyerupai kobaran api hijau."Apa itu?" tanya Yusa dengan wajah pucat.Arlo dan Yolanda baru saja jatuh ke area itu. Dengan pusaran yang begitu ganas, bagaimana mereka bisa di

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1535

    Dengan mengerahkan energi langit dan bumi, pengemis tua itu memanifestasikan senjata pusakanya, lalu melepaskan kekuatan yang sepuluh kali lebih dahsyat daripada serangan biasa.Energi murni berbentuk pipa tembakau sepanjang sepuluh meter menghantam Yolanda dari atas seperti pilar dewa yang jatuh dari langit. Pipa itu seolah hendak ditancapkan langsung ke dasar laut.Yolanda mengepalkan tangannya yang ramping dan menebaskan pedang untuk melepaskan energi pedang. Cahaya pedang keemasan memelesat ke luar, tetapi dalam sekejap langsung dihancurkan. Pipa tembakau sepanjang sepuluh meter itu sempat melambat, lalu kembali menghantamnya.Sosok Yolanda bergerak untuk mengelak, lalu dia melayangkan satu pukulan lagi. Suara ledakan dahsyat terdengar seperti gemuruh angin dan petir. Kepalan tangannya bertabrakan dengan energi murni berbentuk pipa tembakau itu.Bum! Yolanda terpental dan jatuh ke laut. Di atas kapal kargo, Rubah dan yang lainnya terkejut. Mereka panik dan menoleh ke segala arah.W

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status