LOGINIni benar-benar terlalu lugas. Jangan-jangan Arlo ini seorang biksu ?Sheila mendengus kesal. "Arlo, menurutku kamu perlu periksa ke dokter!"....Di Kota Aramaya, di sebuah rumah sakit swasta besar ....Valden mondar-mandir di depan ruang rawat Arfan. Tak lama kemudian, beberapa pakar neurologi keluar dari ruang rawat."Maaf, Pak Valden ...."Semua pakar itu menggeleng."Sepertinya pasien tiba-tiba mengalami rangsangan mental yang sangat kuat hingga menyebabkan gangguan jiwa. Gejala utamanya adalah hilangnya kemampuan berpikir. Kemungkinan besar kondisi ini nggak bisa dipulihkan dan nggak ada obatnya."Valden mengepalkan tangan erat-erat. Arfan bukan hanya pengawalnya, tetapi juga sahabatnya. Sekarang, hidupnya hancur begitu saja.Mendadak terdengar suara langkah kaki dari ujung koridor. Axelo datang dengan seorang pria paruh baya, berjalan cepat ke arah mereka."Sudah beres. Ambil ini." Axelo melemparkan Pil Jiwa kepada Valden.Valden langsung diliputi kegembiraan. Awalnya keluarga d
"Kamu bilang Bagas datang? Dan mengambil ginseng itu?" tanya Arlo dengan heran."Iya ...."Leonard tampak sangat bersalah."Maafkan aku, Arlo. Dia itu komandan besar. Waktu dia minta barang itu dan bilang mau bantu kamu simpan, aku ... aku nggak berani menolaknya."Wajah Leonard memerah. Dia berdiri, lalu membungkuk kepada Arlo."Kalau ... kalau dia benar-benar menelannya begitu saja, aku ... akan bekerja untukmu demi melunasi utang itu seumur hidup ....""Barang itu hilang saat berada di tanganku. Aku akan bertanggung jawab sampai akhir ...."Arlo mengangkat alisnya. Reaksi Leonard benar-benar aneh."Pak Leonard, apa-apaan ini? Hubunganku dengan Bagas cukup baik. Kalau dia ambil, ya biarkan saja. Aku cuma merasa aneh karena dia nggak kasih tahu aku dulu."Setelah berkata demikian, Arlo tersenyum. "Nggak masalah. Kalau dia nggak kembalikan, aku sendiri yang akan mencarinya. Kenapa aku harus menyalahkanmu? Utang apa? Jangan bicara sembarangan."Leonard tertegun.Itu adalah ginseng serib
Kedua wanita itu saling berpandangan.Mereka memang sudah lama tahu bahwa Arlo sangat ahli dalam bela diri, pengobatan, bahkan ilmu mistik. Namun, kemampuan melukai seseorang tanpa berada di lokasi tetap membuat mereka sangat terkejut."Itu semacam kutukan, ya? Seperti yang ada di novel, membunuh orang dari jarak ribuan kilometer?" tanya Sheila sambil tersenyum.Arlo langsung tertawa. Membunuh dari ribuan kilometer? Untuk saat ini, dia memang belum mampu melakukannya. Dia hanyalah seorang kultivator inti semu. Kesadaran spiritualnya hanya mampu mencakup area beberapa puluh meter.Kebetulan kamar yang dia tempati berada tepat di atas restoran klub, sehingga jaraknya cukup dekat dan serangan kesadaran spiritualnya berhasil mengenai sasaran.Arfan hanyalah seorang praktisi bela diri. Kekuatan mentalnya tidak kuat dan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya dari serangan semacam itu.Lagi pula, serangan kesadaran spiritual Arlo hanya menghancurkan kesadaran Arfan dan
Leonard masih dipenuhi amarah."Si Axelo itu benar-benar keterlaluan! Datang ke sini untuk menipu dan merampas barang secara terang-terangan. Arlo seharusnya pergi menuntut keadilan!""Kalau kita menyembunyikan masalah ini, bukankah itu sama saja membantu orang jahat melakukan kejahatan?"Bagas menggeleng dengan ekspresi getir."Keluarga Kushanto punya hubungan pernikahan dengan beberapa keluarga elite besar di Ibu kota. Di belakang mereka bukan hanya ada Azriel seorang.""Kalian juga tahu karakter Arlo. Dia terlalu keras dan nggak mau mengalah. Kalau dia tahu hal ini, mana mungkin dia akan membiarkannya begitu saja? Kalau sampai terjadi bentrokan, dia bisa mendatangkan bencana yang mengancam nyawanya sendiri!"Ekspresi Leonard langsung berubah menjadi rumit. Dia tahu Keluarga Kushanto sangat kuat. Dia juga tahu bahwa Axelo berani bertindak begitu arogan karena memiliki pendukung yang kuat.Namun, dia tetap tidak menyangka bahwa bahkan Bagas saja bisa begitu waspada dan takut terhadap
Setelah memberikan instruksi, Arlo pergi bersama Sheila dan Fellis.Leonard dan Harto kembali ke kamar mereka. Kira-kira lebih dari satu jam kemudian, terdengar ketukan di pintu. Begitu pintu dibuka, mereka melihat dua pria paruh baya berpakaian seragam militer berdiri bersama seorang pemuda berpakaian mencolok.Di tangan pemuda itu terdapat sebuah kotak brokat berbentuk panjang.Pemuda itu langsung menjelaskan tujuannya, "Jenderal Markos menyuruh kami datang untuk melakukan penukaran obat."Leonard melirik kedua pria berseragam militer itu lalu berkata, "Boleh kulihat identitas kalian?"Salah satu pria paruh baya itu mengeluarkan kartu identitas.Leonard melihat cap merah resmi yang tampak sangat meyakinkan. Dia tidak memperhatikan bahwa cap tersebut berasal dari Distrik Militer Ibu Kota. Kalaupun dia melihatnya, dia juga tidak memahami perbedaan dan pembagian wilayah militer semacam itu. Dia hanya refleks memercayai seragam militer yang mereka kenakan."Pak Arlo bilang ini ditukar de
"Karena Paman Derma adalah rekan seperjuangan lama Markos!""Memangnya kenapa?""Kamu ini sebenarnya pernah baca data tentang Arlo atau nggak?""Hmm, belum sempat. Aku cuma tahu dia seorang grandmaster, ahli dalam alkimia, dan punya banyak permusuhan sama Keluarga Kushanto.""Kalau berurusan sama orang luar, anak yang namanya Arlo itu kejamnya bukan main. Kalau lengah sedikit, sekeluarga bisa dia habisi semua ...."Valden terdiam."Tapi kalau sama orang sendiri, dia malah cukup mudah diajak bicara. Bagas dan Zaem sekarang hidup enak karena mengikutinya ....""Markos berhubungan baik sama dia?""Sudahlah, nggak usah banyak tanya. Aku jamin bakal bantu kamu mendapatkan barang itu, sekaligus melampiaskan amarahmu!"....Di markas militer Kota Aramaya, Markos sedang bergumam dalam hati. 'Arlo benar-benar luar biasa. Bahkan Pil Jiwa Kehidupan saja bisa dia buat.''Kalau begitu, Pil Pembersih Sumsum pasti lebih mudah lagi baginya. Tingkat keberhasilan produksinya kemungkinan juga sangat ting
Fellis awalnya ingin memanfaatkan alasan ini untuk bisa sekaligus bertemu Arlo, tetapi tak disangka justru ditolak. Seketika, dia merasa sedikit kecewa."Baiklah. Kalau begitu ... besok acara jamuan pembukaan perusahaan investasi, kamu datang?"Arlo bisa menangkap rasa kecewa dalam suara Fellis. Dia
Victor tertegun sejenak. Melihat Arlo tidak tampak sedang berbohong, dia segera bertanya, "Gimana kamu bisa kenal Donny? Sebaiknya jangan sering-sering bergaul dengan orang-orang yang nggak jelas seperti itu. Jangan sampai kamu terseret ke jurang!"Arlo membuka mulut, tetapi menyadari kalau menjelas
Alis Arlo semakin berkerut. Dia sudah bersiap turun tangan dan menghajar beberapa bajingan itu sampai mati.Namun, Daniel yang berdiri di sampingnya justru menabrak Arlo dengan wajah penuh penghinaan. "Dasar pecundang tak berguna. Baru preman kelas teri saja sudah bikin kamu ketakutan sampai nggak b
Bum!!Angga benar-benar terkejut. Lamborghini kehilangan kendali dan menghantam keras pot bunga di pinggir jalan. Mobil itu terguling beberapa kali sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah dengan keras.Dua mobil lainnya segera berhenti di dekat sana.Para berandalan turun dari mobil untuk memberi pe







