แชร์

Ada yang Bersembunyi

ผู้เขียน: Anna Frey
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-28 14:04:04

Rumah kaca di sisi barat kastil dipenuhi cahaya siang yang hangat.

Dinding-dinding kaca tinggi memantulkan bayangan dedaunan hijau, sementara udara di dalamnya terasa lembap dan sedikit lebih hangat daripada taman di luar. Deretan tanaman eksotis memenuhi ruang itu—beberapa di antaranya bahkan belum pernah Alize lihat sebelumnya.

Ia berjalan pelan di antara jalur batu kecil, Troy di sampingnya.

“Kau membuat Lady Gwen mati kutu.” Suara Troy terdengar santai, tapi jelas ada nada geli dan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Hukuman Cambuk

    Greta yang berdiri di belakangnya sampai terkejut. Dua penjaga di dekat pintu saling melirik, tetapi tak seorang pun berani menyela. Alize menarik napas untuk meredakan emosinya, tetapi kemarahan yang telah menumpuk membuat suaranya tetap bergetar ketika ia kembali berbicara. “Kau boleh menyangkal semuanya, tetapi jangan berharap aku akan mempercayaimu lagi. Aku sudah cukup lama mengenalmu untuk mengetahui bahwa kau selalu punya alasan ketika perbuatanmu terbongkar!” “Aku tidak peduli apakah kau mempercayaiku atau tidak,” balas Cedric ketus. “Kau datang ke sini hanya untuk menghakimiku tanpa bukti!” “Tanpa bukti?” Alize tertawa pendek, sama sekali tanpa kegembiraan. “Kau pikir aku akan datang kemari hanya untuk mendengarkan kebohonganmu?” “Kalau kau tidak punya bukti, sebaiknya kau—” “Cukup, Cedric.” Sebuah suara berat menyela dari ujung lorong. Alize menoleh. Corentine sedang berjalan mendekati mereka dengan wajah serius. Di belakangnya, seorang pengawas sel tampak menunggu d

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Cedric Membantah Tuduhan

    Alize mendadak menegakkan tubuh.“Dia mengenali wajah penyusup itu?”“Ya, Yang Mulia.”Mirelle mengangguk, lalu terdiam ketika menyadari betapa pentingnya informasi tersebut. Jika June benar-benar mengenali orang yang menyusup ke kandang kuda, mungkin itulah alasan seseorang ingin membungkamnya.Namun, ia tidak tahu siapa orang tersebut. Ingatannya tentang percakapan itu berhenti sampai di sana.Alize terkejut. Selama ini, ia mengira June hanya melihat penyusup itu sekilas ketika memergokinya di kandang kuda. Ia tidak pernah menyangka gadis itu sempat melihat wajahnya dengan jelas.“Apakah June menyebutkan jenis kelamin orang itu? Pria atau wanita?” tanyanya.Mirelle menggeleng.“Tidak, Yang Mulia. Dia tidak berani mengungkapkan lebih jauh. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya mengenali wajah orang itu.”Alize mengerutkan kening. “Jadi, menurutmu June dibunuh karena melihat langsung wajah si penyusup?”Mirelle mengangguk tanpa ragu.“Saya tidak tahu siapa orang itu, tetapi June tampak s

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Apakah Kau Membunuh Mereka?

    Mirelle mengangkat wajah perlahan. “Jika aku meninggalkan Corentine dan menikah dengannya, aku akan membawa mahar yang cukup besar. Itulah yang sebenarnya dia inginkan.” Mirelle tidak mampu berkata-kata. Ia sama sekali tidak pernah mengetahui fakta tersebut. Selama ini, ia mengira Cedric benar-benar ingin mendapatkan Alize kembali karena masih mencintainya. Ia bahkan bersedia mempertaruhkan hubungannya dengan Alize demi membantu pria itu mewujudkan keinginannya. Ternyata, Cedric tidak hanya memanfaatkan perasaannya. Pria itu juga berbohong mengenai alasan di balik semua tindakannya. Mirelle menunduk lagi. Dadanya terasa sakit ketika menyadari betapa bodohnya dirinya selama ini. Untuk apa ia melakukan semua hal berbahaya itu? Untuk apa ia mengkhianati perempuan yang menyayanginya, jika pada akhirnya Cedric hanya menganggapnya sebagai alat yang bisa dibuang kapan saja? Kedua wanita itu sama-sama terisak. Alize membiarkan Mirelle menangis tanpa mendesaknya untuk segera menenangka

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tipu Daya Cedric

    Mirelle melihat wajah Duchess de Mably berubah. Nyonyanya begitu tercengang sampai sejenak tak mampu berkata-kata. “Apa saja yang sebenarnya sudah kau lakukan?” tanya Alize beberapa menit kemudian. “Mirelle, ceritakan padaku semuanya.” Pertanyaan itu membuat Mirelle menunduk. Jemarinya saling meremas di atas pangkuan, sementara kepalanya terasa berat oleh potongan-potongan ingatan yang mulai bermunculan. “Belum semua ingatan itu kembali, Yang Mulia,” jawabnya lemah. “Hanya beberapa, tetapi saya ingat dampaknya.” Mirelle memejamkan mata. Ada begitu banyak hal yang ingin diingatnya, tetapi semakin keras ia berusaha, semakin kabur semuanya. Wajah-wajah muncul sesaat, disusul percakapan yang terputus dan kejadian-kejadian yang tak lagi mampu ia susun dengan baik. Namun, ada satu kenangan yang terasa jauh lebih jelas daripada yang lain. Malam ketika Cedric datang menemuinya. Saat itu, Mirelle sedang berada di kamarnya ketika seseorang mengetuk pintu. Ia tidak menyangka akan menemuka

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Dia Mencintai Anda.

    Untuk beberapa saat, Alize tidak mampu berkata-kata.Nama itu.Nama yang telah begitu lama ia cari. Nama yang terus menghantuinya sejak Mirelle menghilang tanpa meninggalkan jejak. Nama yang selama berbulan-bulan hanya bisa ia sebut dengan harapan bahwa suatu hari pelayannya akan kembali.Kini, perempuan yang berdiri di hadapannya akhirnya mengucapkannya sendiri.Mirelle Aubergine.Alize merasakan matanya mulai panas. Ia hampir melangkah maju untuk memeluk pelayannya, tetapi segera menahan diri ketika melihat betapa terguncangnya perempuan itu.Ia tidak ingin membuat Mirelle semakin tertekan.“Mirelle …” bisiknya.Perempuan itu terisak semakin keras ketika mendengar namanya disebut.“Maafkan saya, Yang Mulia. Maafkan saya!”Alize menggeleng cepat.“Jangan meminta maaf dulu. Kau tidak perlu melakukan itu. Aku senang kau masih hidup.”Ia melangkah mendekat dan menyentuh kedua lengan Mirelle dengan hati-hati.“Aku sudah mencarimu begitu lama. Aku ingin tahu apa yang terjadi padamu, menga

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ingatan Mirelle

    Cedric tidak menjawab pertanyaan Alize. Pria itu menatapnya selama beberapa saat, lalu mengalihkan pandangan. Rahangnya mengeras seolah ia sedang berjuang menahan sesuatu yang nyaris terlepas dari mulutnya. “Lysander Cleremont,” ulang Corentine. “Apa yang diinginkannya darimu?” Cedric tetap bungkam. “Cedric,” panggil Lord Deschanel, kali ini dengan nada lebih lunak. “Kau tahu aku tidak ingin melihatmu berakhir seperti ini. Jika seseorang memanfaatkanmu, katakan siapa orangnya. Kami bisa mencari jalan keluar.” Namun, Cedric justru berjalan menjauh. Ia duduk di sudut sel, membelakangi mereka, lalu menyandarkan punggungnya pada dinding batu. “Aku tidak punya apa-apa lagi untuk dikatakan.” Lord Deschanel menatap punggung pria itu dengan kekecewaan yang sulit disembunyikan. “Kau benar-benar keras kepala.” Cedric tidak menyahut. Corentine memberi isyarat kepada kedua penjaga agar tetap mengawasi tahanan tersebut. Setelah itu, ia mengajak Alize dan Lord Deschanel meninggalkan sel.

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Si Pelayan yang Hilang

    “Lady Gwen,” suara Corentine terdengar tenang dari ambang pintu, “tampaknya kau terlalu sering mengatur istriku.” Ruangan langsung hening sesaat. Lady Gwen tampak sedikit salah tingkah karena ketahuan sedang membuat Alize berjalan mondar-mandir dengan tiga buku di atas kepala. Namun seperti bia

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tubuh yang Memberontak

    “Aku hanya… kelelahan.” Suara Alize lirih, nyaris tenggelam di antara napasnya sendiri. Namun ia tahu itu tidak sepenuhnya benar. Dan ia juga tahu Corentine tidak akan langsung mempercayainya. Namun tetap saja, itu satu-satunya hal yang bisa ia ucapkan. Sejak ia diselamatkan di desa Vorn, tub

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Garis yang Tidak Terlihat

    “Kurasa mereka tidak akan berani.” Suara Corentine tenang sekali. Seolah apa pun yang baru saja terjadi di luar sana hanyalah gangguan kecil yang tidak layak mengusik ketenangan malam. Alize masih duduk di tepi tempat tidur, menatapnya. Ia menganggap Corentine terlalu menyepelekan keadaan.

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Bayangan yang Mengikuti

    Perjalanan pulang dari istana berlangsung tenang. Kereta kuda bergerak menyusuri jalan utama ibukota yang mulai lengang, lampu-lampu jalan berpendar redup di antara bayangan bangunan batu. Suara roda yang berderak terasa lebih pelan dari biasanya—atau mungkin itu hanya perasaan Alize saja. An

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status