Share

Kemarahan Duke

Author: Anna Frey
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-11 16:25:23

Alize tiba di ambang pintu yang menuju beranda belakang manor. Ia berhenti sejenak sebelum melangkah keluar.

Di pekarangan, sekelompok pelayan dan pengurus istal berdiri berjajar. Kepala mereka tertunduk dalam-dalam, tak berani menatap ke depan. Di antara mereka Alize melihat Mirelle. Pelayannya itu berdiri dengan bahu gemetar, kedua tangannya terlipat di depan tubuhnya.

Corentine berdiri tegak di depan mereka, kedua tangan terlipat di belakang punggungnya. Bahasa tubuhnya tampak terkendali,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Sebuah Buku dan Surat Raja

    “Tentu. Bukankah kau belum selesai memeriksa dokumen-dokumen itu?”“Belum. Aku ingin memeriksanya sekali lagi.”Lord Deschanel mengangguk. “Pergilah. Hanya saja, jangan sampai kau menghabiskan seluruh waktumu di sana dan lupa beristirahat.”Alize tersenyum tipis.“Aku akan berhati-hati.”Ia meninggalkan ruang makan dengan membawa buku catatan kecil dan pena. Troy sudah berangkat lebih dahulu untuk memeriksa batas tanah, sehingga kali ini ia harus bekerja sendirian.Sebenarnya, ia tidak keberatan.Ada kalanya ia justru lebih mudah berkonsentrasi ketika tidak perlu berdiskusi dengan orang lain. Ia bisa memeriksa setiap dokumen dengan teliti, mengikuti pola sandi yang ditemukan, dan berhenti selama yang diperlukan tanpa merasa harus segera menjelaskan pemikirannya kepada siapa pun.Setidaknya, itulah yang ia harapkan.Sebab semakin lama ia memikirkan hubungan antara perselisihan kedua keluarga, pemberontakan, dan hilangnya Mirelle, semakin kuat keyakinannya bahwa semua itu mungkin bukan

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Izin dari Menantu

    Alize menoleh kepadanya, lalu tertawa kecil.“Kalau kau berhenti mengeluh dan mulai memperhatikan polanya, mungkin kita akan lebih cepat menemukan jawabannya.”“Aku memperhatikan polanya. Masalahnya, pola itu sepertinya sengaja dibuat untuk menyiksa keturunan keluarga sendiri.”“Kalau begitu, anggap saja itu ujian kesabaran.”“Kalau begitu, aku yakin leluhur kita akan sangat bangga mengetahui bahwa kau mewarisi sifat mereka.”Gurauan Troy membuat suasana kembali hangat. Namun, pikiran Alize masih tertuju pada keputusan ayahnya.“Ayah, biar aku saja yang mengirim surat kepada Corentine malam ini. Suratnya bisa dikirim oleh salah satu pengawalku” katanya. “Aku akan memberitahunya bahwa Ayah ingin menemui Cedric secara langsung.”“Bagus.” Lord Deschanel kembali duduk. “Pastikan dia mengetahui bahwa aku tidak datang untuk mengganggu penyelidikannya. Aku hanya ingin berbicara dengan seseorang yang sudah kukenal selama bertahun-tahun.”Alize mengangguk.“Aku akan menjelaskannya.”Ia mengamb

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Biarkan Aku yang Bicara

    Ia seharusnya sudah menduga ayahnya akan menanyakan hal itu. Penangkapan Cedric Courcy tentu bukan perkara kecil, terlebih mengingat kedekatan keluarga Courcy dengan keluarga Deschanel selama bertahun-tahun. Alize memang sengaja tidak langsung menceritakannya sejak tiba di rumah. Bukan karena ia ingin menutupi sesuatu dari ayahnya, melainkan karena ia belum menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan kabar tersebut. Bagi Lord Deschanel, Cedric bukan sekadar seorang bangsawan yang berhubungan dengan keluarga mereka. Pria itu telah lama menjadi bagian dari keluarga mereka saat masih kecil. Kedekatan itu bahkan membuat Lord Deschanel memperlakukan Cedric hampir seperti anak sendiri. Memberitahunya bahwa orang yang selama ini disayanginya kini ditahan di ruang bawah tanah Kastil de Mably bukanlah perkara yang bisa dilakukan sambil lalu di tengah makan malam. Alize meletakkan gelasnya di atas meja kecil. “Benar, Ayah. Lord Courcy memang sudah ditangkap.” Raut wajah Lord Deschanel be

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ada yang Belum Kau Ceritakan

    Alize mengangkat wajah dengan cepat. “Kalau kau terus berbicara, aku akan meminta Ayah mengirimmu ke ruang arsip besok pagi untuk membersihkan semua peti seorang diri.” Troy tertawa terbahak-bahak. “Baiklah, baiklah. Aku menyerah.” Alize menghela napas, lalu menoleh kepada ayahnya. Ia bermaksud membalas gurauan itu dengan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru membuatnya sendiri terdiam. “Mungkin Ayah harus mulai berhenti bertengkar dengan Lord George de Mably.” Lord Deschanel mengangkat alis. “Kenapa tiba-tiba membicarakan George?” Alize memaksakan senyum, berusaha meneruskan kalimatnya dengan nada ringan. “Karena kalau suatu hari nanti aku punya anak, aku tidak ingin anakku merasa malu setiap kali kedua kakeknya bertemu. Bayangkan kalau kalian terus bertengkar di hadapannya.” Troy langsung menyeringai. “Jadi, kau sudah mulai memikirkan masa depan anakmu?” Alize hendak membalas, tetapi kata-katanya t

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kapan Memberiku Cucu?

    Sepupunya menghampiri sambil membawa buku catatan dan dua lembar perkamen. “Ada apa?” “Lihat ini.” Alize menunjukkan sebuah dokumen yang tulisannya terdiri atas rangkaian simbol, garis pendek, dan huruf-huruf yang tampaknya diletakkan tanpa pola jelas. Di bagian bawah, terdapat lambang keluarga Deschanel yang sudah sedikit pudar. Troy membungkuk untuk mengamati tulisan tersebut. “Ini jelas bukan catatan biasa.” “Dan lambang keluarga kita ada di bawahnya.” Troy menarik sebuah kursi, lalu duduk di samping Alize. “Baiklah. Mari kita lihat apakah kemampuan membaca sandi keluarga kita masih berguna.” Alize tersenyum kecil. Mereka mulai membandingkan dokumen itu dengan beberapa catatan lama yang tersimpan di peti terdekat. Pada awalnya, pekerjaan tersebut berjalan lambat. Simbol yang sama kadang muncul dengan arti berbeda, sementara beberapa bagian teks tampaknya menggunakan singkatan yang tidak lagi mereka kenali. Troy mencoba menyusun simbol berdasarkan frekuensi kemunculannya,

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Di Ruang Bawah Tanah

    Alize menunggu ayahnya menjelaskan lebih jauh, tetapi Lord Deschanel justru berjalan menuju perapian. Ia mengambil cangkir tehnya yang telah mendingin, menyesap sedikit, kemudian meletakkannya kembali tanpa minat. “Sebagian besar dokumen keluarga kita memang hanya mencatat urusan tanah, perjanjian dagang, dan korespondensi dengan keluarga bangsawan lain,” katanya. “Namun, ada sejumlah catatan lama yang ditulis menggunakan bahasa sandi. Beberapa bahkan tidak disertai keterangan mengenai siapa yang menulisnya atau kapan dokumen itu dibuat.” Troy mengerutkan kening. “Dan kita masih menyimpannya?” “Tentu saja. Mengapa harus membuang dokumen keluarga hanya karena kita tidak lagi memahami isinya?” “Karena mungkin isinya tidak penting?” Lord Deschanel menatap keponakannya dengan ekspresi datar. “Kalau begitu, kau tidak perlu bersusah payah membacanya.” Troy langsung mengangkat kedua tangan, menyerah sebelum perdebatan mereka berkembang lebih jauh. Alize menahan senyum. Hubun

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pertanyaan yang Aneh

    “Selamat pagi, Yang Mulia. Rupanya Anda sudah bangun.” Kepala pelayan istana menyapanya tepat di depan pintu kamar. “Sssh!” Alize memberi tanda dengan jari telunjuk. “Duke masih tidur. Tolong jangan dibangunkan.” “Saya mengerti. Anda ingin saya menyiapkan minuman hangat di ruang duduk?” “Tidak,

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Malam Pertama di Kamar Utama

    “Kau suka pesta perkenalanmu, Duchess?” Pertanyaan itu ditanyakan Corentine begitu Alize tiba di ruang makan. Nada Corentine terdengar santai. Terlalu santai untuk seorang pria yang semalam berpura-pura mengklaim telah tidur sekamar dengan istrinya. Alize membiarkan pelayan menarik kursi untuk

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pesta Untuk Duchess Baru

    “Tolong jangan bergerak-gerak dulu, Yang Mulia.” Alize berusaha berdiri diam sementara penjahit istana memutari tubuhnya. Dengan hati-hati si penjahit menusukkan jarum-jarum kecil penanda di gaun setengah jadi yang dipakai Alize. Lututnya goyah karena pegal. “Masih lama?” "Saya harus mengu

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kau Boleh Bercerai, Tapi...

    Upacara pernikahannya di kapel istana dilakukan dengan sangat sederhana. Hanya beberapa orang dari pihak keluarga masing-masing yang hadir. Ayahnya dan Lord George de Mably berdiri berjauhan, menahan diri untuk tidak saling membentak seperti biasa. Alize masih ingat ketika Corentine dengan cangg

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status