Short
بعد أن قتلني مجرم أبي، قامت أمي الطبيبة الشرعية بتشريح جثتي

بعد أن قتلني مجرم أبي، قامت أمي الطبيبة الشرعية بتشريح جثتي

작가:  شوي ناي فنغ شين완결
언어: Arab
goodnovel4goodnovel
8챕터
5.8K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

عندما كان المجرم يقتلني، كان والد قائد فريق التحقيق ووالدة الطبيبة الشرعية الرئيسية يرافقان أختي فاطمة حسن أحمد المشاركة في المباراة. المجرم، انتقاما من والدي، قطع لساني ثم استخدم هاتفي للاتصال بوالدي، وقال والدي كلمة واحدة فقط قبل أن يقطع الاتصال. "لا يهم ما حدث، اليوم مباراة أختك فاطمة هي الأهم!" الجاني سخر قائلا: "يبدو أنني اختطفت الشخص الخطأ، كنت أعتقد أنهم يحبون ابنتهم البيولوجية أكثر!" عند موقع الجريمة، كان والدي ووالدتي في حالة صدمة من مظهر الجثة البشع، ووبخا الجاني بشدة بسبب قسوته. لكنهم لم يتعرفوا على الجثة، التي كانت مشوهة ومأساوية، بأنها ابنتهم البيولوجية.

더 보기

1화

الفصل 1

“Tu-Tuan Muda? Ke-kenapa Tuan Muda ada di kamar saya?” tanya Nina dengan takut-takut. Hawa malam itu sangat mencekam. Ruangan sempit yang awalnya adalah gudang, disulap sedemikian rupa menjadi sebuah kamar. Ya, kamar untuk Nina sebagai asisten rumah tangga yang baru saja bekerja di rumah itu semingguan lebih.

Pria yang bernama Bryan Lawrence itu sedang berdiri di depan pintu kamar Nina yang tadinya tertutup. Bryan adalah anak tunggal dari majikan Nina, pemilik rumah tersebut. Penampilan Bryan amat berantakan karena ia baru saja pulang dari klub malam, tetapi Bryan masih terlihat tampan. Walaupun bau alkohol tercium jelas di tubuhnya.

“Berikan aku makanan! Aku lapar!” titah Bryan.

Nina yang tadinya baru saja ingin beristirahat kemudian bangkit dari kasurnya. Nina sempat bergerutu dalam hati sebab ia menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari dan anak majikannya itu tiba-tiba memasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan meminta makan. Namun, Nina juga bernapas lega karena prasangka buruk yang sempat ia pikirkan ternyata tidak benar.

“Baik, Tuan Muda. Saya siapkan dulu,” jawab Nina tanpa merasa curiga.

Bryan akhirnya keluar dari kamar diikuti oleh Nina menuju dapur. Nina dengan cekatan mengolah semua bumbu serta bahan yang tersedia menjadi sebuah masakan yang lezat. Satu jam berlalu, akhirnya kerjaan gadis itu telah selesai. Dan saatnya ia memanggil sang majikan yang sudah menunggunya dari tadi.

TOK TOK TOK

“Permisi, Tuan Muda. Makanannya sudah siap,” ucap Nina dengan suara lantangnya.

“Masuk!” teriak Bryan dari dalam kamar.

Nina kemudian membuka pintu lalu berjalan perlahan. Ia masuk ke dalam kamar besar nan megah dengan pencahayaan yang minim. Ia melangkah sembari menundukkan kepala. Terlihat Bryan sedang meneguk segelas alkohol. Dada bidangnya sudah terekspos jelas alias pria itu sedang tidak mengenakan bajunya.

“Tuan Muda, makanannya sudah siap,” ujar Nina lagi, dengan nada yang amat sopan. Ini hari pertamanya ia bertemu dengan Bryan, anak dari pemilik rumah mewah tempatnya bekerja. Sebab dari seminggu yang lalu ia bekerja, pekerja yang lain mengatakan bahwa Bryan sedang berada di Singapura, menuntut ilmu S-2 nya. Dan sekarang Bryan tengah libur kuliah selama 3 bulan, maka dari itu ia kembali ke Jakarta, ke rumah orangtuanya.

 “Kenapa lama sekali?” tanya Bryan sembari melemparkan tatapan dingin pada Nina.

“Ma-maaf, Tuan Muda. Sa-saya tadi harus merebus ayam terlebih dahu—”

“Aku tidak meminta makanan yang itu,” potong Bryan cepat. Ia menatap gadis lugu di hadapannya itu. Ditatapnya penuh gairah sembari ia berjalan mendekati Nina.

“Tu-Tuan Bryan, Tu-Tuan mau ngapain?” tanya Nina tergugup.

“Ssstt! Santai saja! Jangan tegang! Yang berhak tegang di sini cuman burungku. Heheh.” Bryan masih sempat terkekeh saat Nina benar-benar ketakutan. Nina terus berjalan mundur ketika Bryan terus mendekatinya hingga tubuh Nina mentok di dinding kamar.

Nina menatap wajah tampan tuan mudanya yang saat ini sangat dekat dengan wajahnya. “Tuan?”

“Kamu cantik sekali, Nina,” goda Bryan sebelum menempelkan bibirnya ke bibir gadis itu. “Boleh aku menciummu, Nina?” Mata Bryan terus tertuju pada bibir merah Nina, gadis itu menjawab pertanyaannya dengan sebuah gelengan kecil, namun Bryan tidak peduli dengan tolakan tersebut. Bryan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Nina.

Nina tersentak kaget dan langsung menjauhkan bibirnya dari Bryan. “Tuan Muda, apa Tuan sedang mabuk?” tanyanya dengan napas yang tersengal saking gugupnya.

Bryan mengangguk. “Yes, baby. Aku mabuk karenamu.” Bryan langsung menempelkan kembali bibirnya dan melumat lembut milik Nina. Bryan menahan tengkuk Nina agar gadis itu tidak melepaskan ciuman mereka lagi.

Satu tangan Bryan mulai mengusap dan meraba punggung Nina. Bryan mulai nakal menyelinap masuk ke dalam baju Nina kemudian membuka pengait bra gadis itu. Bryan lalu menenggelamkan wajahnya, menghirup aroma wangi di leher mulus Nina.

“T-Tuan Bryan, jangan lakukan ini. Saya mohon… H-hentikan ini, Tuan. Lepaskan saya!!” teriak gadis itu. Ia terus melawan, namun percuma saja, tenaganya tidak sebanding dengan pria itu. Kini Bryan telah berhasil melucuti pakaian gadis itu.

Bryan mendekap mulut Nina agar gadis itu mau diam. “Ssstt. Jangan teriak Nina, nanti yang lain terbangun. Kalau kamu teriak sekali lagi, aku bakal suruh Papa untuk mecat kamu!”

Nina hanya mengangguk lemah setelah Bryan mengancamnya.

Bryan tersenyum penuh kemenangan. “Aku beruntung sekali, baru pulang tadi pagi langsung disambut dengan seorang ART baru seperti kamu. Cantik dan tentunya masih muda,” bisiknya. Pria itu kemudian membawa Nina dan melemparkan tubuh Nina ke atas ranjang. Dengan sigap, Bryan merangkak naik ke atas tubuh Nina, menguasai sepenuhnya tubuh indah sang asisten rumahnya.

“Ngghh… aahhh… Tu-Tuan Bryan… Hentikan ini, Tuan,” pinta Nina dengan wajah memelas. Sesekali ia mendesah. Entah apa yang dirasakannya saat ini.

“Why, Nina? Do you like it?” tanya pria itu dengan sikap genitnya. Gerakan tangan Bryan semakin liar. Tangan yang kokoh itu sedang sibuk meremas-remas kedua tumpukan daging kenyal yang menjadi aset sang gadis. Bibir Bryan tak kalah lincahnya kini menciumi leher Nina yang lembut.

“Hmmpss… ahh….” Nina tak lagi memberontak. Gadis itu terbuai dengan sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh majikannya. Nina yang awalnya meronta meminta agar Bryan berhenti, kini ia pasrah dan justru tubuhnya merespon seolah-olah meminta lebih.

Tidak dapat menahan lebih lama, Bryan membuka celananya sendiri. Nina menggelengkan kepalanya kala melihat tuan mudanya kini mengeluarkan senjata yang berurat maksimal. Nina berniat merapatkan kedua kakinya, namun Bryan menahannya.

“Ja-jangan lakukan ini, Tuan. Saya tidak mau. Hentikan ini, Tuan,” pinta Nina ketakutan.

Bryan berpura-pura tidak mendengarnya. Pria bajingan itu justru memasukkan anaconda besarnya ke milik Nina.

“Mmmmpph… ahh… Tuan… sa… sakit… Tuan Bryan, tolong…” Nina meremas seprai kasur Bryan hingga berantakan. Nina terus-terusan menjerit kesakitan kala Bryan memompa kejantanannya hingga masuk ke tempat yang paling dalam milik Nina. Sakitnya sungguh berasa hingga tak sadar membuat Nina meneteskan air mata.

Bryan melihat tangis kesakitan di mata Nina. Pembantunya itu kemudian berhenti meremas seprai dan beralih mencakar punggungnya hingga berdarah.

Bryan mengecup ujung mata sang gadis dan berbisik, “Apa terlalu sakit, Nina? Bawa enjoy aja. Nanti lama-lama enak kok.”

“Ahh… ahh… h-hentikan….” Tubuh Nina mengejang karena kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan. “Hentikan, saya mo—”

Belum selesai sang asistennya berbicara, Bryan kembali melahap bibir Nina dengan brutal. Lidahnya menerobos masuk dengan ciuman yang berkembang semakin liar. Ciuman penuh gairah dan brutal diterima Nina, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, gadis itu pun pasrah.

Nina tidak kuat lagi menerima rangsangan bertubi-tubi dari Bryan. Kemaluannya yang diserang dengan barang kokoh milik majikannya, ditambah lagi bibirnya yang tiada henti dicium oleh pria berusia 23 tahun itu.

Beberapa menit berlalu, permainan mereka hampir berada di ujung jalan. Nina tidak sanggup lagi menahan aliran deras hangat yang keluar dari miliknya. Sedangkan Bryan masih terus memompa batangnya hingga dirinya pun mengalami klimaks.

“Ohh, shit! Kamu sangat enak. Bikin nagih.” Begitulah perkataan pria bajingan yang selalu bermain wanita di luaran sana. Ini bukan pertama kalinya Bryan meniduri perempuan. Diberkahi wajah tampan dan harta berlimpah dari orangtuanya membuat siapa saja bertekuk lutut di hadapan Bryan. Gadis mana yang mampu menolak seorang Bryan? Bahkan tak jarang seorang gadis yang masih suci bersedia melepas mahkotanya kepada sosok bad guy itu.

Bryan pun mengerang kenikmatan saat dirinya menyembur cairan cinta ke rahim gadis malang itu. Seiring dengan datangnya rasa nikmat itu, pria berwajah tegas itu langsung lemas dan ambruk di atas tubuh Nina.

Nina kini menangis tanpa suara. Dari raut wajahnya saja bisa dinilai bahwa gadis itu sungguh syok berat atas kejadian ini. Nina menyingkirkan tuan mudanya yang kini terlelap di atas tubuhnya.

“Hiks. Hiks.” Nina menyeka air matanya. Ia melihat ke arah Bryan yang saat ini sudah tertidur pulas di sampingnya. ‘Apa yang harus aku lakukan sekarang?’ lirihnya dalam hati.

Dengan sisa tenaga yang masih ada, Nina beranjak pergi dari ranjang itu. Tempat di mana ia melepaskan kehormatannya secara paksa dengan dibanjiri air mata. Nina mengambil pakaian miliknya yang tergeletak di atas lantai lalu memakainya kembali. Ia menghela napas panjang diiringi deraian air mata yang tak kunjung reda, gadis itu pun keluar dari kamar dan meninggalkan sang majikan seorang diri.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

리뷰

كوتر أحموش
كوتر أحموش
بنات تابعوني شوفو روايتي واعطوني رأيكم بليز
2026-07-24 03:41:02
0
0
اهسنيه باك
اهسنيه باك
انصحكم برواية جديدة العدو الذي سرق قلبي جميلة جدا رومانسية
2026-07-20 04:39:46
1
0
8 챕터
الفصل 1
تم العثور على جثتي في مبنى غير مكتمل.كان العمال يتقيأون بلا توقف بينما اتصلوا بالشرطة.وصل والدي من وليمة الاحتفال فاطمة فاطمة حسن أحمد بعد الحادث مباشرة إلى موقع الجريمة.خبير فحص الآثار الجنائية يعبس جبينه، مشيرا لهم بارتداء الأقنعة.والدي هو واحد من أفضل خبراء التحقيق الذين تم تعيينهم من قبل قوات الشرطة، وأمي هي أفضل طبيبة شرعية في مدينة نهر.رغم أنهما قد شاهدا العديد من مسارح الجريمة من قبل، إلا أنهما لم يتمكنا من تجنب الذهول عندما شاهدا الجثة.في حرارة الصيف الشديدة، يظهر الجسد بشكل عملاق، وجهها مشوه بالكامل، وكانت ملامح وجهها مغطاة بكدمات شديدة ولم يمكن التعرف على ملامحها.كان جسدها مليئا بالجروح، ولم يتبق على رأسها إلا القليل من اللحم متصلا بالرقبة.انبعثت من الجثة رائحة كريهة بسبب تعفنها الشديد.أغمضت أمي عينيها وأخذت نفسا عميقا قبل أن ترتدي القفازات وتبدأ في فحص الجثة الأولي.نظرت إلى جثتي بنظرة مليئة بالشفقة.لم أكن قد حصلت على معاملة لطيفة مثل هذه من أمي في حياتي.كنت أنظر إليها بتوتر وهي تخلع الخاتم الملطخ بالدماء من إصبعي.لقد صنعت عدة خواتم مماثلة لهذه الخاتم لأفراد عائل
더 보기
الفصل 2
في جلسة مناقشة القضية، بعد الاستماع إلى تقرير تشريح الجثة الذي أعدته أمي، بدا أن ضباط الشرطة الحاضرين جميعهم متجهمون.نظرا لظروف وفاتي الرهيبة، لم يكن من الممكن مقارنة الوجه.مبنى غير مكتمل الذي تم التخلص من الجثة فيه لم يكن موقع الجريمة الأول، مما زاد من صعوبة حل القضية بشكل كبير.أمر والدي الضباط التابعين له بالتحقق من وجود أي دلائل على أشخاص مشبوهين بالقرب من موقع التخلص من الجثة."أرجو من الطبيبة الشرعية أن يقوم بتشريح الجثة مرة أخرى، ربما يكون هناك اكتشاف جديد. وعلينا إرسال الحمض النووي المستخلص بسرعة إلى مركز الفحص."ترك والدي لأمي جملة، ثم خرج مسرعا مع زملائه.كان اهتمام والدي ووالدتي بالجثة أكبر من اهتمامهما بي.كانت أمي قد لامست شعر فاطمة، قائلة إن مهنة الطبيب الشرعي التي تتحدث باسم الموتى هي مهنة عظيمة.كنت أنظر إلى فاطمة حسن وهي تهز رأسها بالموافقة، لكنني رأيتها تمسح شعرها بشيء من الاشمئزاز عندما التفتت أمي.في ذلك الوقت، صفعت فاطمة على وجهها، لكن والدي عاقبني بحلق شعري بالكامل.أما الآن، فقد كانت أمي تمرر يدها بحزن على شعر جثتي، وقالت بصوت منخفض: "ماتت بهذه الطريقة البشعة،
더 보기
الفصل 3
بكل لطف، طلبت أمي من فاطمة أن تستريح مبكرا، ثم سمعت أمي هاتف أخي."أسد حسن، متى ستنتهي من رحلتك؟ أختك تنتظرك أن تشاهد في مباراتها!" لم تنتظر والدتي حتى يتحدث أخي، بل سألت بسرعة.في اليوم الذي تم فيه إعادتي إلى المنزل، كان والداي في المنزل يواسيان فاطمة التي كانت تبكي، فقط أخي كان هو من أمسك بيدي وأخذني إلى المنزل، وقال لي لا تخافي.الشعور الوحيد بالدفء الذي شعرت به في المنزل كان من أخي.أخي على الطرف الآخر من الهاتف تفاجأ للحظة،وقال بدهشة: "هل هي مسابقة الرياضيات لصفية؟ أليس من المفترض أن تكون الشهر المقبل؟"قاطعته أمي بغضب: "صفية صفية، فاطمة هي أختك التي عشت معها لسنوات! كم مرة قلت لك، أن صفية تربى في الخارج بقلوب مليئة بالشر، إنها لا تستحق أن تكون من عائلتنا."أخي أطلق زفرة، وهو لا يفهم لماذا تتعامل أمي معي هكذا: "أمي، أحيانا لا تصدقي كل ما تقوله فاطمة، صفية طيبة وتعمل بجد، إذا اهتممت بها أكثر في الأيام العادية، ستكتشفين ذلك."لقد اتصلت للتو بصفية، لكنها لم ترد، ولم ترد على رسالة واتساب التي أرسلتها قبل يومين، هل هي ليست في المنزل؟أمي تنفست ببرود وقالت: "الأرجل هي ملك لها، هل يجب أ
더 보기
الفصل 4
أعطت أمي الورقة التي تآكلت بسبب حمض المعدة إلى خبير فحص الآثار الجنائية.ضربت على ظهرها الذي كان يؤلمها قليلا، وقالت لأبي بعجز: "أتمنى أن تسفر هذه الورقة عن شيء، هل تذكرت أن تطلب من فاطمة أن تقفل باب المنزل؟"أومأ أبي برأسه بوجه جاد، وقال بتردد: "حبيبي، هل تعتقدين أن صفية لا ترد على مكالماتها ولا على رسائل أسد؟ هل تعتقدين أن هناك مشكلة؟ ماذا عن أن أطلب من أحدهم أن يحقق في الأمر..."قاطعت أمي بغضب: "كفى، ألن تعرفها؟ هي تختبئ وتنتظر منا أن نجدها! ليست المرة الأولى التي تفعل فيها هذا.""هي فقط لا تريد أن تذهب لمشاهدة مباراة فاطمة، في أقصى حد غدا، ستتصل بنا معتذرة وهي تبكي."المرة الأخيرة التي اختفيت فيها كانت في عطلة الصيف، حين أغلقني فاطمة في حمام المدرسة.كانت المدرسة خالية تماما في العطلة، ولم يكن هناك أحد لسماع صراخي.استخدمت كل قوتي للخروج، كنت مغطاة بالأوساخ وأعرجت أثناء عودتي إلى المنزل.ما كان في انتظاري هو صفعة كبيرة من أبي، وشتائم أمي الغاضبة."فاطمة قالت إنها رأتك مع شاب سيء في فندق؟ كيف أنجبت شخصا مثلك، بلا حياء!"لا أستطيع الدفاع عن نفسي، فقط أستطيع أن أرى فاطمة تبتسم بسرية و
더 보기
الفصل 5
يبدو أن أمي كان لديها شعور مسبق، أمسكت بذراع أبي، وأظافرها غرست بشدة في لحمه."القتيلة هي ابنتك صفية."سقطت أمي على الأرض، وتكررت بشكل لا يصدق: "صفية؟ كيف يمكن أن تكون هي؟"أبي يمسك بأمي بإحكام، حتى لا تسقط على الأرض.همس أحد ضباط الشرطة في الفريق: "الأخ حسن، تم العثور على موقع الجريمة، في منزل مبني بشكل غير قانوني بالقرب من المبنى غير المكتمل."أجاب أبي على الفور: "لنذهب إلى موقع الجريمة أولا، قسم الفحص لا بد أنه أخطأ في النتائج."على سيارة الشرطة، كانت أمي تتصل بي مرارا وتكرارا.كان أبي يقود السيارة بلا توقف، وهو يطمئنها قائلا: "لا تخافي، ربما تكون صفية قد ذهبت إلى المكتب، وتواطأت مع قسم الفحص لخداعنا."لكن في قلبه، كان يعلم جيدا أن مثل هذه الأمور لا يمكن التلاعب بها.لا أستطيع أن أصف الشعور، فقط كنت أشعر وكأن جسدي مليء بالأفاعي التي تلتف حولي، وأنا أختنق.تلك المنطقة من المنازل المبنية بشكل غير قانوني، حيث كان الناس من كل الأنواع.بعض الناس حتى بطاقاتهم الشخصية مزيفة، لذا فهم بالطبع لا يخافون من تفتيش الشرطة.عندما وصل والدي، كانت هناك خطوط تحذيرية قد تم نصبها أمام المنزل.عندما تم
더 보기
الفصل 6
خبير فحص الآثار الجنائية لم يستطع إلا أن تدمع عينيه وقال: "الأخ حسن، يمكنك والأخت سوسن العودة إلى مركز الشرطة، إذا كان هناك تقدم سأتواصل معكما أنا ونائب الفريق."لكن والدتي كانت وكأنها لم تسمع شيئا، يدها المغطاة بالقفازات تمر برفق فوق البقع الدموية على الأرض: "كم كانت تعاني يا عزيزتي صفية."بدأ بعض الضباط الحساسين في قسم الشرطة في البكاء بصوت منخفض.ركب والدي السيارة وكأنهم فقدوا أرواحهم.عندما رأيت تعبيراتهم الضائعة، شعرت بأن قلبي ينقبض باستمرار.منذ أن تم العثور علي حتى لحظة وفاتي، لم أسمع والدي يناديانني مرة واحدة بـ "عزيزتي صفية".حتى سلمت زينب، من مركز الفحص، تقرير الفحص لوالدي، وألقى نظرة مليئة بالشفقة على أمي أمي التي كانت تبدو ضائعة."الأخ حسن، تقبل التعازي."فجأة، ضاقت حدقتا والدي، وعكف على قراءة التقرير بعناية، ويتحقق من اسم الشخص المكتوب فيه عدة مرات.وبعد فترة طويلة، همس بين أسنانه قائلا: "كيف يمكن أن يكون هذا؟"ظهرت على وجه زينب نظرة حزينة، وتنهد وهو يربت على كتف والدي قائلا: "الأخ حسن، لقد ذهبنا إلى موقع الجريمة، والجثة في غرفة التشريح، ولا يمكن التلاعب بهذا."أمي فجأة ان
더 보기
الفصل 7
عندما علم أخي بوفاتي، تخلى عن مهمة العمل غير المكتملة وعاد.عندما عاد إلى المنزل، كان والدي جالسين على الأريكة، وجوههم غارقة في الحزن وعيونهم مليئة بالألم.بجانبهم، كانت فاطمة، عيونها حمراء ومليئة بالدموع، وأنفها أحمر من البكاء."أخي، أخيرا عدت، لقد قتلت أختي!""لم يتم العثور على القاتل بعد، أختي كانت دائما تتسبب في مشاكل مع الناس، لا أعلم إن كان هذا بسبب..."فجأة، صرخ والدي بصوت خشن: "يكفي! لقد تم تحديد قاتل هذه القضية، الشرطة أرسلت من يعتقله! أختك ليس لها علاقة به."قال وهو ينظر إلى والدته، وظهرت في عينيه معاناة.عندما علما أن القاتل كان يريد الانتقام لأنهم ألقا القبض على شقيقه في الماضي، لم يتحملا الصدمة وسقطا مغشيا عليهما.ابنتهما التي كانت أكثر واحدة يكرهونها، قد ماتت بسببهما.عندما سمعت فاطمة، ظهرت في عينيها لمحة من التوتر.لقد قبضت بقوة على حواف فستانها، وقطرات العرق البارد تتساقط من جبهتها: "لقد تم العثور على القاتل بهذه السرعة، لماذا أراد قتل أختي؟"أمي، عيونها داكنة ومجهدة، فتحت فمها بصعوبة: "فاطمة، لم نتمكن من حضور مباراتك، كان ذلك خطأنا، وأثر ذلك على أدائك."أخي ضحك بسخرية:
더 보기
الفصل 8
عندما رأت فاطمة والدي وأخي في المدرجات، ظهرت على شفتيها ابتسامة خفيفة من الفخر.كنت أعرف أن فاطمة كانت تعتقد أنه بعد غيابي، أصبحت هي الشخص الأكثر محبة في العائلة.في استراحة منتصف المباراة، كانت فاطمة تتشبث بذراع والدي بشكل حميمي."أمي وأبي، وأخي، أنا سعيدة جدا لأنكم جئتم."على منصة التتويج، رفعت فاطمة جائزة بابتسامة.أمام الصحفيين، ابتسمت وقالت: "ما أنا عليه اليوم يعود إلى رعاية عائلتي، وأتمنى أن أظل دائما مصدر فخر لوالدي، وأختا محبوبة من أخي!"عندما رأيت فاطمة وهي تتفاخر، شعرت فقط بالغثيان.سعادتها كلها مبنية على معاناتي.لماذا تدفعني فاطمة نحو هاوية الشيطان بينما تستطيع هي الاستمتاع بالزهور والتصفيق.في المدرجات، بدأت بعض الأصوات تتناقش بهدوء: "أختها توفيت منذ فترة، أليس كذلك؟ كم هو مؤسف لكنها قوية جدا.""أختها كانت مجرد فتاة سيئة، وقد سمعت يقال إنها ماتت بسبب علاقتها مع عدة رجال."وسمعت فاطمة أيضا همس الجميع في النقاش.ابتسامة وجهها أصبحت أكثر إشراقا، كما لو كانت تعلن عن انتصارها في قتلي.فجأة ظهر عدد من رجال الشرطة، متجهين نحو فاطمة، التي تجمدت الابتسامة على وجهها."هل أنتم مخطئون
더 보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status