LOGINในวันเกิดของข้า สามีของข้ากรีดผ่าอกและเอาจินตานของข้าไป เพื่อช่วยชีวิตคนรักสมัยเด็กของเขา เขาโอบข้าไว้ในอ้อมแขนอย่างอ่อนโยน ใช้มีดโค้งกรีดผ่าเปิดหน้าอกของข้า “ชิงอู๋ ขอแค่ได้กินจินตานของเจ้า โรคเก่าของชิงเหยาก็จะรักษาหาย ข้าจะได้อยู่เคียงข้างเจ้าตลอดไป” เขาไม่สนใจเสียงร้องอันโศกเศร้าทุกข์ตรมของข้า คว้านจินตานพร้อมกับกระดูกและเส้นเอ็นของข้าออกมา ข้าใช้แรงเฮือกสุดท้ายจับแขนเสื้อของเขาเอาไว้ ขอร้องอย่างน่าสงสารว่า “ถ้าไม่มีจินตานเม็ดนี้ ข้าจะต้องตายนะ....” เขาจรดจูบบนหน้าผากของข้า กล่าวปลอบเสียงแผ่วเบา “อย่าพูดจาเหลวไหล เผ่าหงส์เพลิงของพวกเจ้ามีจินตานสองเม็ด ขาดไปเม็ดเดียวไม่ใช่เรื่องใหญ่อะไร” เขาประคองจินตานของข้าเอาไว้ แล้วรีบร้อนจากไป แต่เขาไม่รู้หรอกว่า จินตานเม็ดแรกของข้า ถูกเอาไปช่วยชีวิตเขาตั้งแต่เมื่อหมื่นปีก่อนแล้ว สิ่งที่เขาช่วงชิงไป เป็นจินตานเม็ดสุดท้ายของข้าแล้ว ข้ากำลังจะตาย
View MoreBau sabun bayi bercampur wangi nasi hangat memenuhi rumah kecil itu. Dari dalam kamar, seorang bocah berlari keluar sambil menyeret tas sekolah bergambar kartun.
"Mama! Aku mau berangkat sekarang!" katanya sambil duduk dan berusaha memakai sepatunya sendiri. "Ayang, tunggu sebentar!" Marissa muncul dari dapur, tergesa tapi tetap dengan senyum lelah yang hangat. Ia jongkok, meraih tas kecil itu lalu memasukannya ke dalam tas. "Bekalnya Mama buat banyak, cukup sampai makan siang nanti! Oh, iya! Mungkin Mama akan pulang telat, Ayang tidak apa-apa kan, sendirian di rumah?" "Tenang, Ma! Aku udah besar, bisa tinggal di rumah sendiri!" Bocah itu berdiri dengan gaya sok dewasa. Lalu berkata sambil berkacak pinggang, "Mama, mulai sekarang jangan panggil aku ‘Ayang’ lagi! Malu kalau didengar teman-teman!" "Hah? Kok begitu?" Marissa terkekeh. Ia pun menjawab dengan pelan, "Mario adalah anak kesayangan Mama! Jadi, panggilan Ayang itu artinya kesayangan. Mau itu udah besar atau masih kecil, Mario tetap ayangnya Mama!" Mario tidak menjawab. Ia hanya melambaikan tangan, lalu berlari menuju bus jemputan yang sudah menunggunya di depan. "Bye Ma!" teriaknya ketika bus mulai berjalan. "Bye, Sayang!" balas Marissa dengan dada hangat dan mata berbinar. Lima tahun yang lalu ia dicap hina karena merawat bayi kecil yang ditemukannya di depan pintu rumah. Semua orang menganggapnya gadis kotor yang tidak bisa menjaga diri karena hamil di luar nikah. Dan sekarang, melihat bocah itu tumbuh sehat membuat semua lukanya terasa ringan. *** Tiga puluh menit kemudian, taksi sudah sampai di tempat kerjanya. Marissa bergegas turun dari taksi, lalu berlari masuk ke dalam gedung kantor tanpa mempedulikan apapun. Rasanya, ia akan terlambat kalau tidak segera masuk ke dalam. Ketika berlari sambil berbelok, matanya malah melihat ke arah bawah. Ia tidak menyadari dari arah berlawanan ada beberapa orang yang sedang berjalan ke arahnya. Hingga tabrakan pun tidak bisa terhindarkan. BRUK! "Aahh!" Marissa menabrak tubuh tinggi dan kekar yang ada di depannya dengan sangat keras. Wajahnya pun sampai sakit karena benturan itu. "Maaf.... Tidak sengaja!" ucapnya sambil membungkuk di depan orang itu. Detik berikutnya, Marissa ditarik ke samping, lalu dibisiki sesuatu di telinganya. "Kau mau cari mati? Dia adalah bos baru kita!" "Hah???" Marissa membuka mulutnya lebar. Terkejut dengan ucapan rekan kerjanya tentang orang yang ada di depannya itu. Wajah pria itu terlihat sangat tampan dengan tubuh tinggi dan tegap, mata elangnya menatap Marissa dengan tajam. "Minggir!" Asisten pribadinya segera memberi jalan untuk bosnya. Setelah itu mereka pergi tanpa mempermasalahkan kecerobohan Marissa. "Ayo Sa! Kita harus segera pergi ke aula!" ajak Fanny—rekan kerja, sekaligus teman baik Marissa. "Ah, ya!" Marissa pun mengerti. Ia segera mengikuti Fanny berjalan menuju aula. *** Di ruangan yang sangat luas, dengan cahaya terang dari jendela besar yang ada di sekeliling dinding itu, semua karyawan sudah berkumpul dan duduk di kursi yang sudah tersedia. Marissa dan Fanny segera duduk di kursi paling belakang untuk menghindari perhatian semua orang karena keterlambatannya datang ke acara tersebut. Tidak lama, acara penyambutan pun dimulai. "Selamat pagi, semuanya!" sapa seseorang di depan sana. "Di pagi ini, saya ingin memperkenalkan wakil presdir kita yang baru! Yang mana, dia adalah kakak saya sendiri, dan anak tertua dari pemilik perusahaan ini! Mulai hari ini, Pak Danen akan menjabat sebagai wakil presdir kita yang baru! Dia lulusan universitas di Amerika, dan baru kembali setelah mengurus cabang di sana!" "O, iya!" Wilyam pun melanjutkan ucapannya, "Untuk merayakan kedatangan Pak Danen ke perusahaan ini, saya akan menyampaikan kabar gembira untuk kalian semua!" "Wuuuuu!" Semuanya bersorak. "Nanti malam akan ada pesta penyambutan di hotel Mirlon. Kalian semua dihimbau untuk hadir dan diperbolehkan untuk menginap secara gratis di hotel tersebut. Tentu saja, besoknya kita harus bekerja lagi," canda Wilyam di tengah ucapannya. "Pokoknya hari ini semua karyawan KJK Grup harus bersenang-senang!" "Wuuuuu!" Semuanya kembali bersorak dan bertepuk tangan. Sangat gembira dengan acara pesta nanti malam. "Dipersilahkan Pak Danen untuk memperkenalkan diri!" ucap Wilyam lagi. Lalu ia memberikan mikrofonnya pada sang kakak. Danendra segera berdiri. Ia memperkenalkan diri dan berbicara banyak hal tentang dirinya dan visi misinya di perusahaan itu. Marissa yang duduk di kursi paling belakang, sama sekali tidak mendengar ucapan bos barunya tersebut. Selain itu, ucapan pria itu tidak terlalu jelas karena suaranya terlalu pelan. Marissa hanya duduk tanpa benar-benar mendengarkan penjelasan dari Danendra. Fanny yang duduk di sampinnya malah bisa mendengar semuanya dengan jelas. Ia berkata pada Marissa, "Sa! Pak Danen itu ternyata kakaknya Pak Wilyam! Dia juga masih muda untuk ukuran wakil presdir, tiga puluh satu tahun! Aku kira, orang yang dipanggil Bapak itu adalah pria tua berusia empat puluhan!" Fanny melanjutkan ucapannya, "Pak Danen ini tidak tua, dan tentunya sangat tampan! Tapi, sayang ...." Tiba-tiba Fanny menarik napas dan berhenti berbicara. Marissa pun menjadi penasaran dengan kelanjutan cerita Fanny tentang bos barunya. Marissa segera bertanya, "Sayang kenapa?" Fanny membuang napasnya berat. Ia pun menjawabnya dengan pelan, "Sayangnya, dia seorang duda!" "Hah? Dari mana kau tahu dia seorang duda?" tanya Marissa dengan heran. Marissa segera mengangkat kepalanya ke depan, menatap pria yang saat ini masih berbicara di depan sana. Sekilas, pria itu juga menatap ke arah Marissa, memerhatikan Marissa dengan tajam. Itu membuat Marissa salah tingkah. Marissa segera menarik pandangannya kembali, merasa tidak enak dengan tatapan maut dari bos barunya tersebut. "Aish! Kau ini ...." Fanny memukul kepala Marissa dengan pelan. Ia sedikit kesal dengan kelambatan pikiran sahabatnya ini. "Pak Danen tadi yang bilang sendiri, dia seorang Duda. Istri dan putranya meninggal lima tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan mobil. Dulu, dia menikah di usia dua puluh lima tahun. Dan—" "Oh, itu! Ya ... ya ... ya! Tadi aku mendengarnya! Kau tidak perlu menjelaskannya lagi! Haha!" potong Marissa dengan cepat, namun juga berbohong. Marissa menghentikan ucapan Fanny karena tidak ingin mendengar tentang kehidupan pribadi orang lain. Mungkin karena sejak lima tahu yang lalu Marissa selalu jadi bahan gosip orang-orang dan dikatai jelek tentang kehidupannya, jadi sekarang, ia tidak ingin bergosip tentang masa lalu orang lain. Fanny yang melihat raut wajah sahabatnya segera tertawa, lalu berkata, "Kenapa wajahmu? Apa kau tidak suka Bos menceritakan kehidupan pribadinya?" "Bukan!" tepis Marissa dengan cepat. "Tadi aku sudah mendengarnya, kau tidak perlu menjelaskannya lagi kepadaku! Hehe!" Marissa berbohong lagi. "Sudahlah!" Marissa mengalihkan pembicaraan. "Nanti kita pulang dulu, baru pergi ke hotel!" "Untuk apa pulang? Rumahmu cukup jauh dari hotel itu! Lebih baik kita langsung ke salon saja, sewa baju dan dimake-up! Bagaimana?"ชิงเหยาหันกลับไปอย่างทันควัน พบกับอี้เฉินที่เหมือนคนไร้วิญญาณนางตกใจจนกรีดร้องสุดเสียง น้ำตาไหลพรากออกมา นางแทบจะคลานไปคุกเข่าแทบเท้าของอี้เฉิน สองมือสั่นเทาลูบไล้ใบหน้าของเขา“อี้เฉิน เจ้า ทำไมเจ้าถึงเป็นแบบนี้ล่ะ?”ข้าที่อยู่ข้างหลังจึงเอ่ยเตือนความจำนาง“ข้าบอกแล้วไม่ใช่หรือ? เขาสละตบะทั้งหมดเพื่อชดเชยให้ข้า ตอนนี้ไม่ต่างอะไรกับคนธรรมดาแล้ว”ชิงเหยาตกตะลึงจนตาค้าง แววตานางเต็มไปด้วยความเจ็บปวด นางผลักอี้เฉินจนล้มลงกับพื้นแล้วกระเสือกกระสนลุกขึ้นยืน“เจ้ารักนางมากขนาดนี้เลยหรือ! เพื่อนางแล้ว เจ้ายอมเสียสละพลังตบะนับหมื่นปีจนหมดสิ้น!”“อี้เฉิน เจ้าทำแบบนี้ไม่รู้สึกผิดต่อข้าบ้างหรือไง! เจ้าไม่สงสารข้าบ้างหรือ!”ชิงเหยาคว้าคอเสื้อของอี้เฉินขึ้นมาแล้วเขย่าร่างเขาอย่างแรงทว่าร่างของคนธรรมดา จะทนรับการกระทำที่รุนแรงของเทพเซียนได้อย่างไรอี้เฉินตกลงพื้นเหมือนเศษผ้าเก่าๆ กระอักเลือดออกมาคำโต“อี้เฉิน! เจ้าไม่เป็นไรใช่ไหม!”ชิงเหยาคุกเข่าแล้วคลานไปหาเขา ร้องไห้ปานใจจะขาด“ข้าไม่ได้ตั้งใจ อี้เฉิน ข้าไม่ได้ตั้งใจจะทำแบบนี้...”ทว่าอี้เฉินกลับไม่ชายตามองนางแม้แต่นิดเดียวเขากำลั
ตำหนักเหยาฉือชิงเหยาร้องไห้จนน้ำตานองหน้าทุกวันเพราะการจากไปของอี้เฉินแม้แต่ดอกท้อที่เคยบานสะพรั่งก็เหี่ยวเฉาข้าถือกระบี่ปีกหงส์เพลิง ย่างสามขุมเข้าไปในตำหนักบรรทมของชิงเหยานางกำนัลในตำหนักตลอดเส้นทางที่ผ่านมา ล้วนถูกบารมีของข้ากดข่มจนไม่กล้าขยับ พวกเขาหันมองหน้ากันโดยไม่ส่งเสียงอะไรข้าโบกมือหนึ่งครา พิณโบราณที่อยู่ในลานกว้างก็หักเป็นสองท่อนและร่วงตกสู่พื้นทันทีชิงเหยาได้ยินเสียงดังก็คิดว่าอี้เฉินกลับมา นางรีบเช็ดน้ำตาแล้ววิ่งออกมาจากตำหนักบรรทมแต่พอเห็นข้า สีหน้าของนางก็หม่นหมองลงทันที“ทำไมถึงเป็นเจ้าล่ะ?”“เจ้ามันแพศยา! ข้าคิดแล้วเชียวว่าเจ้าจะต้องไม่เป็นอะไร แต่เจ้ากลับเสแสร้งทำเหมือนจะเป็นจะตาย จนอี้เฉินปวดใจทนไม่ไหว บีบบังคับให้เขาทอดทิ้งข้า!”ข้ายืนสงบนิ่งอยู่ที่เดิมจู่ๆ ก็รู้สึกว่าตัวเองน่าสมเพชขึ้นมาข้าเป็นถึงองค์หญิงของเผ่าหงส์เพลิง กลับถูกสตรีโง่เขลาเช่นนี้ทำร้ายซ้ำๆ กลายเป็นลูกนกในกำมือของนางข้านั่งลงบนตั่งตัวยาวในลานกว้างของนาง ยื่นมือออกไปหยอกเย้าดอกไอริสที่นางปลูกด้วยตัวเองก่อนจะออกแรงที่ปลายนิ้ว ฉีกกลีบดอกจนขาดสะบั้น ข้าแหงนหน้าขึ้นแล้วเอ่ยอย่าง
ข้าถูกมหาเทพตี้ซื่อพากลับเขาคุนหลุนเขาจ้องหน้าข้าด้วยสีหน้าอึมครึม ข้าถูกเขาจ้องจนรู้สึกใจแป้ว ทำได้เพียงหมุนตัวไปนั่งเล่นปลาคาร์ปในสระบัวข้างๆเนิ่นนาน เขาก็ถอนหายใจออกมา“ไม่ใช่ว่าข้าอยากจำกัดอิสรภาพของเจ้า แต่เจ้าในตอนนี้ต้องใช้พลังวิญญาณในเขาคุนหลุนมาบำรุงรักษา มิฉะนั้นเศษเสี้ยวจิตวิญญาณสุดท้ายของเจ้าจะสลายเอาได้”ข้ารู้อยู่แล้วล่ะว่าเขาทำเพื่อข้า วันนี้ข้าเป็นคนที่มองผิดเองข้าหันหน้ากลับไปแล้วเอ่ยขอโทษอย่างจริงจัง“ข้าสำนึกผิดแล้ว”สีหน้าของมหาเทพตี้ซื่ออ่อนโยนลงในพริบตา เขาโบกมือเบาๆ ดอกบัวที่อยู่ในสระก็ค่อยๆ ผลิบานออกมา โดยมีแสงสีทองอ่อนๆ โอบล้อม เป็นภาพที่ดูงดงามมากแม้แต่ปลาคาร์ปที่อยู่ในสระยังดูสดใสมีชีวิตชีวาเลยมหาเทพตี้ซื่อยืนประกบด้านหลังข้า กระซิบเบาๆ ว่า“ข้าไม่โทษเจ้า...”“ข้าผิดเอง”ที่ไม่ได้อยู่ข้างกายคอยปกป้องเจ้าให้ดีสมาธิของข้าจดจ่ออยู่ที่ปลาคาร์ปหมดแล้ว เลยไม่ได้ยินสิ่งที่มหาเทพตี้ซื่อพูดเพียงรู้สึกว่าพลังวิญญาณในร่างกายย้อนกลับมาอีกแล้ว ทำให้รู้สึกผ่อนคลายไปทั้งตัวหลังจากนั้นไม่กี่วัน ข้าก็พักอยู่ในเขาคุนหลุนอย่างสงบเสงี่ยมข้าถูกมหาเทพตี้ซื
ข้าไม่อยากคุยกับเขาอีกตอนที่ข้าคิดจะหันหลังกลับ ก็พบว่าร่างกายของตัวเองถูกโซ่พันธนาการวิญญาณคล้องไว้ ทำให้ข้าไม่อาจขยับตัวได้“ชิงอู๋ ตอนนี้ไม่ใช่เวลามาโกรธเคืองข้านะ จิตวิญญาณเจ้ากระจัดกระจายหมดแล้ว เหลือแค่เศษเสี้ยวดวงจิตที่ยังทำให้มีชีวิตอยู่ต่อไป หากยังไม่คิดหาหนทาง เกรงว่าเจ้าจะต้องร่วงหล่นสู่ดินแดนสุญญตาจริงๆ”“หลังจากข้าช่วยชุบชีวิตให้เจ้าได้แล้ว ข้าจะอธิบายให้เจ้าฟังอย่างดี”กล่าวจบ เขาก็สร้างมุทราร่ายคาถาคิดจะพาตัวข้ากลับไป“เทพอี้เฉินช่างยิ่งใหญ่คับฟ้าเสียจริง แม้แต่คนของข้าก็กล้าแตะต้อง”แสงสีทองสายหนึ่งปรากฏออกมา ทำลายเคล็ดวิชาของอี้เฉินจนสิ้นจากนั้นพันธนาการบนร่างข้าก็ถูกคลายออก แสงสีทองกระแสหนึ่งไหลเข้าสู่หน้าผาก ก่อนข้าจะตกลงสู่อ้อมกอดแสนอบอุ่น“ชิงอู๋ ข้าบอกแล้วไม่ใช่หรือว่าห้ามซุกซนไปทั่ว?”มหาเทพตี้ซื่อเอ่ยเสียงเนิบช้า แต่กลับแฝงจิตสังหารเขาโอบกอดข้าไว้ ขณะที่มองกดต่ำอี้เฉินด้วยความหยิ่งยโสใบหน้าของอี้เฉินมืดครึ้มเล็กน้อย แต่ก็ยังทำความเคารพตามธรรมเนียมเขารู้ว่ามหาเทพตี้ซื่อเคยเป็นคู่หมั้นของข้า การพูดการจาของเขายามนี้จึงแฝงความยั่วยุเอาไว้ไม่น้อย“ท
มหาเทพตี้ซื่อพาข้าไปที่คุนหลุนเขาบอกว่าหกวิญญาณปราณจิตของข้ากระจัดกระจายไปในสี่สมุทรแปดดินแดนแล้ว ตามเก็บกลับมาได้ยากข้าต้องอยู่ที่เขาคุนหลุนเพื่อดูดซับพลังวิญญาณแห่งฟ้าดินที่นี่ แล้วค่อยหาวิธีสร้างกายเนื้อขึ้นใหม่ขณะเดียวกันเขาก็ช่วยรักษาแผลให้ข้า แต่มีเงื่อนไขหนึ่งอย่างนั่นคือการให้ข้าเป็น
ตำหนักเหยาฉืองดงามอลังการอย่างยิ่งประตูทางเข้าตำหนักมีม่านไข่มุกระย้า ไข่มุกแต่ละเม็ดที่ห้อยลงมาล้วนเป็นไข่มุกราตรีชั้นยอดข้าถึงได้เข้าใจ ไข่มุกราตรีที่อี้เฉินมอบให้ข้าเม็ดนั้น เป็นเพียงแค่ของที่ถูกชิงเหยาคัดทิ้งแล้วเท่านั้นน่าขันที่ข้าทะนุถนอมมันดุจสมบัติล้ำค่าชิงเหยาสวมอาภรณ์ปุยเมฆของรุ้งก
ในดวงตาของข้าเต็มไปด้วยความเจ็บปวดและแตกสลาย แต่เขาเพียงแค่ถอนหายใจยาว พูดด้วยน้ำเสียงตำหนิ"ชิงอู๋ หงส์เพลิงอย่างพวกเจ้ามีจินตานสองลูก แม้เจ้าจะขาดไปหนึ่งลูกก็ไม่ใช่เรื่องใหญ่ เจ้าก็รู้ว่าบุญคุณที่ชิงเหยาช่วยชีวิตข้าไว้สำคัญกับข้าแค่ไหน ข้าต้องไปช่วยนาง"“เชื่อฟังข้านะ เดี๋ยวข้าจะกลับมาอยู่เป็นเพ
ในวันเกิดของข้า อี้เฉินเสาะหาไข่มุกราตรีที่ส่องประกายงดงามที่สุด จากทะเลตะวันออกมาเป็นของขวัญให้ข้านี่เป็นครั้งแรกที่เขาอยู่ร่วมฉลองวันเกิดกับข้าตลอดเวลาที่ผ่านมาพอถึงวันเกิดข้า ชิงเหยาก็จะใช้ข้ออ้างว่าไม่สบายและเรียกตัวเขาไปตลอด ทิ้งข้าอยู่เพียงลำพังข้าประคองไข่มุกราตรีเม็ดนั้นขึ้นมาด้วยความย