Melihat suasana hatinya yang mulai tidak baik, wajah sudah seperti awan mendung, membuat hati Risa sangat gelisah.“Lupakan saja! Aku sudah tidak selera makan lagi!”Dia segera bangkit dari kursi, tapi gerakannya terhenti oleh suara pria itu."Aku tidak pernah menyuruhmu untuk segera pergi meninggalkan meja begitu saja. Tidak peduli meskipun kamu sudah selesai makan.”Tatapannya sangat dalam dan menakutkan, membuat Risa kembali merinding dibuatnya.“Kalau kamu marah, ya, bilang saja. Tidak perlu memberikan nada suara seperti itu!” ucap Risa dengan ekspresi cemberut. Dia menatap pria itu dengan penuh perhitungan. Menebak-nebak apa yang sedang dia pikirkan saat ini.Shouhei menghela napas panjang, lalu menatapnya dengan ekspresi serius dan lembut di saat yang sama. Suaranya dibuat sangat menyenangkan dan penuh bujuk rayu."Risa, akan ada waktu untuk menjelaskannya kepadamu. Tapi tidak sekarang. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. Jika aku menjelaskannya sekarang,
Read More