Home / Romansa / Cinta Tulus Istri Pengganti / Bab 162: (++) Ronde Kedua? 

Share

Bab 162: (++) Ronde Kedua? 

Author: Ucing Ucay
last update publish date: 2026-07-30 22:38:28

​Satu jam berlalu, malam kian larut membawa keheningan yang semakin pekat di dalam kamar utama lantai dua. Hanya ada pendar cahaya keemasan dari lampu tidur yang setia menerangi dua tubuh yang saling terpaut rapat di atas ranjang. Suara napas Arham yang berat dan teratur terdengar bersahut-sahutan dengan hembusan napas Zara yang masih sedikit tersengal-sengal.

​Arham berbaring miring, menopang kepalanya dengan satu tangan sementara tangan lainnya melingkar erat di pinggang ramping Zara. Pria ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 165: Rasa Bersalah Zara

    ​Sepuluh menit berlalu, suara gemericik air dari kamar mandi mulai berhenti. Zara buru-buru menyapu air matanya, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan degupan dadanya yang masih kacau. Ia tidak boleh terlihat menangis di depan Arham.​Pintu kamar mandi terbuka. Arham keluar hanya dengan lilitan handuk putih di pinggangnya. Rambut hitamnya yang basah menyisakan tetesan air yang jatuh menyusuri otot dadanya yang tegap. Pria matang itu terlihat sangat segar dan tampan.​Arham berjalan menuju lemari pakaian yang berukuran luas di sudut kamar. Ia mengambil kemeja santai berwarna biru gelap dan celana bahan hitam, lalu mengenakannya dengan santai di depan cermin besar.​"Gina, kamu mandi sekarang. Biar aku yang turun duluan untuk melihat Sean dan Ibu," ujar Arham seraya mengancingkan kemejanya satu per satu.​Zara mengangguk pelan dari atas ranjang. "Iya, Arham. Aku mandi sekarang."​Arham menyisir rambut basahnya ke belakang menggunakan jemari tangannya, lalu melangkah mendekati temp

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 164: Pagi yang Membahagiakan

    ​"Kamu nyenyak tidurnya?" tanya Arham lembut sembari mengelus pipi halus Zara dengan ibu jarinya.​"Iya ... lumayan," jawab Zara singkat. Ia mencoba membalas tatapan Arham, meski dadanya terus bergejolak hebat.​Arham tertawa rendah, suara tawanya yang hangat bergetar tepat di depan dada Zara. Tangan Arham yang lain merayap turun di balik selimut, mengusap pinggul ramping Zara yang masih polos tanpa sehelai benang pun.​"Masih pegal?" goda Arham dengan lirikan mata yang nakal. "Semalam kamu luar biasa, Gina. Aku bahkan tidak tahu kalau kamu bisa seberani itu di atas ranjang."​Kata-kata itu kembali menusuk jantung Zara tepat di sasaran. Pengakuan Arham tentang keberaniannya semalam sebenarnya lahir dari keputusasaan Zara yang ingin dicintai sebagai dirinya sendiri, namun Arham justru menganggap itu sebagai bentuk kejutan dari sosok Gina.​Zara menundukkan kepalanya, menyembunyikan rasa sakit yang kian menggebu di balik rambut panjangnya yang terurai acak-acakan. "Arham... jangan bahas

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 163: Fajar Penuh Kepedihan

    ​Sinar matahari pagi menyusup pelan melalui celah tirai sutra yang sedikit terbuka, membiarkan garis-garis cahaya keemasan jatuh menyapu permukaan lantai kamar utama. Hawa dingin dari pendingin udara terasa menusuk kulit, namun kehangatan yang melingkupi tubuh Zara membuat hawa dingin itu perlahan tersingkir.​Zara membuka matanya perlahan. Kelopak matanya terasa berat, seperti baru saja melewati malam paling panjang dalam hidupnya. Sensasi pegal dan perih di sekujur tubuhnya langsung menyengat kesadarannya, mengingatkan dirinya pada apa yang terjadi beberapa jam lalu di atas ranjang ini.​Lengan kekar Arham melingkar erat di pinggangnya, menarik tubuh polos Zara tanpa jarak ke dada bidang pria itu. Napas teratur dan hangat dari Arham berhembus teratur menimpa puncak kepala Zara, menandakan pria dewasa di sampingnya itu masih tertidur lelap.​Zara memiringkan kepalanya sedikit, menatap raut wajah Arham yang tampak sangat tenang. Garis-garis tegas di wajah tampan pria berusia empat pul

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 162: (++) Ronde Kedua? 

    ​Satu jam berlalu, malam kian larut membawa keheningan yang semakin pekat di dalam kamar utama lantai dua. Hanya ada pendar cahaya keemasan dari lampu tidur yang setia menerangi dua tubuh yang saling terpaut rapat di atas ranjang. Suara napas Arham yang berat dan teratur terdengar bersahut-sahutan dengan hembusan napas Zara yang masih sedikit tersengal-sengal.​Arham berbaring miring, menopang kepalanya dengan satu tangan sementara tangan lainnya melingkar erat di pinggang ramping Zara. Pria matang itu menaikkan seprai sutra tebal hingga menutupi tubuh mereka berdua dari terpaan hawa dingin pendingin udara. Ia mengecup kening Zara yang sedikit basah oleh keringat tipis dengan kelembutan yang teramat sangat.​Zara menyandarkan kepalanya di dada bidang Arham yang telanjang, mendengarkan detak jantung pria itu yang berdegup kencang namun menenangkan. Tangannya menggambar pola-pola acak tanpa sadar di atas kulit dada Arham, menikmati kehangatan alami yang dialirkan oleh tubuh perkasa di s

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 161: (++) Kepuasan Bersama

    ​Setiap kali Arham menarik diri lalu mendorongnya kembali sampai ke dasar, Zara merintih pelan dengan suara yang teramat seksi.​"Ahhh ... Arham ... hmmm ...," desah Zara serak.​"Enak, Gina? Rasanya seperti apa?" tanya Arham sembari menaikkan tempo gerakannya menjadi sedikit lebih cepat.​"Eughhh ... dalam ... terlalu dalam, Arham ... ahhh!" sahut Zara dengan tubuh bergetar mengikut irama dorongan Arham.​Pengalaman Arham sebagai pria dewasa benar-benar terlihat dari bagaimana ia mengatur sudut dan dalam dorongannya. Pria itu secara sengaja menekan titik-titik paling sensitif di dalam kewanitaan Zara, membuat wanita muda itu kehilangan seluruh daya pikirnya. Zara tak lagi memikirkan penyamarannya, tak lagi ingat akan ketakutannya; ia hanya fokus pada sentuhan senggama panas yang diberikan oleh pria yang dicintainya.​"Ohhh ... Arhammm! Ahhh ... ahhh ... ssshhh!" erang Zara makin nyaring.​Arham mempercepat gerakannya. Gerakan pinggulnya menjadi makin bertenaga dan penuh gairah. Otot-

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 160: (++) Kepuasan Zara

    ​"Ahhh ... ahhh ... Arham ... hmmm ... aku mau ...," rintih Zara pasrah dengan napas naik turun yang sangat kencang.​"Lepaskan saja, Gina. Keluar untukku," perintah Arham penuh penekanan.​"Ahnnn! Eughhh ... ARHAMMM!"​Zara menjerit pelan saat puncak kepuasan pertamanya pecah dengan dahsyat. Tubuhnya bergetar kencang di atas kasur, otot-otot kewanitaannya menjepit jari Arham dengan sangat erat saat cairan hangat meluap keluar. Zara terkulai lemas dengan napas terengah-engah.​Arham tersenyum bangga menyaksikan bagaimana ia berhasil membawa wanita itu ke puncak nikmat hanya dengan permainan jarinya. Namun, saat Arham hendak bergerak mengungkung tubuhnya kembali, Zara menahan dada bidang Arham dengan kedua telapak tangannya.​"Tunggu, Arham ...," bisik Zara lirih. Matanya yang sayu kini berkilat oleh keberanian baru yang gila.​Arham menghentikan gerakannya, menatap Zara dengan alis terangkat satu. "Kenapa, Sayang?"​"Sekarang giliranku ...," sahut Zara lembut.​Dengan napas yang masih

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 6. Jawaban Sang Nenek 

    ​"Dengarkan Nenek baik-baik, Zara Alfathunisa," ucap Nenek Ajeng dengan nada suara yang ditekan serendah dan setegas mungkin, tangannya yang gemetar bergerak meraih jemari Zara di atas meja. "Menurut mendiang ibumu sebelum dia meninggal dunia, dan menurut ingatan Nenek sendiri yang merawat ibumu saa

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 5. Pertanyaan yang Menggejutkan Sang Nenek. 

    ​"Ini upah ku menyanyi malam ini, Nek. Besok pagi-pagi sekali, aku akan pergi ke apotek depan gang untuk menebus seluruh resep obat nenek yang sempat tertunda kemarin. Sisanya bisa kita gunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur untuk seminggu ke depan," ucap Zara dengan binar mata penuh kepuas

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 4. Pikiran Yang Mengganggu

    ​"Nenek ... apa yang sebenarnya terjadi?" bisik Zara lirih ke tengah kesunyian malam, suaranya tenggelam bersama deru angin malam dan hantaman hujan yang tidak kunjung menampakkan tanda-tanda akan mereda.​Ia perlahan bangkit berdiri, memunguti tas kainnya yang basah dan memasukkan kartu nama itu ke

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 3. Gina dan Zara. 

    ​Zara mematung dengan mulut sedikit terbuka, matanya melebar sempurna menatap garis wajah wanita di depannya. Hal yang sama juga terjadi pada wanita glamour tersebut; ia menghentikan aktivitas mengibas gaunnya, tangannya membeku di udara dengan pandangan mata yang terkunci rapat pada wajah Zara. Mer

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status