Lampu gantung kristal di dalam ruang keluarga menyala remang, memancarkan pendar kuning hangat yang menenangkan. Malam makin larut, tetapi ketenangan di dalam rumah megah itu masih terjaga lembut. Di sudut meja kayu berukir, Zara duduk mendampingi Sean yang sedang menyelesaikan tugas menggambarnya. Jarum jam dinding besar di lorong utama menunjuk tepat ke angka dua lewat tiga puluh menit dini hari."Mama, lihat! Sean menggambar tiga orang di dekat rumah burung ini," panggil Sean polos, mengacungkan lembaran kertas gambar ke depan wajah Zara.Zara mengulas senyum manis, mengusap pelan kepala anak kecil itu dengan rasa penuh kasih yang buncah di dadanya. "Gambar Sean bagus sekali. Ini Papa, ini Sean, lalu wanita yang di sebelah kanan ini siapa, Sayang?""Ini Mama Gina dong!" sahut Sean cepat, memamerkan deretan gigi kecilnya yang rapi. "Soalnya Mama pakai gaun warna biru seperti yang Mama pakai waktu kita jalan-jalan ke taman kemarin."Dada Zara mendadak berdenyut nyeri mendengar j
Read more