Pintu tebal kamar mandi berbahan kaca buram itu terdorong pelan dari dalam, mengeluarkan uap hangat yang membumbung tipis ke udara kamar. Arham melangkah keluar dengan tubuh basah kuyup, membiarkan sisa-sisa tetesan air mengalir dari dada bidang berototnya menuju ke perut yang terpahat rata. Pria tegap berusia empat puluh tahun itu hanya melilitkan selembar handuk putih tebal di pinggangnya, sementara tangan kirinya sibuk mengusap rambut hitamnya yang basah menggunakan handuk kecil.Tangan kanannya yang terbalut perban putih masih membeku di samping tubuh, terasa berdenyut perih tersiram uap panas. Arham berjalan gontai mendekati meja vas bunga di dekat jendela besar, menarik napas panjang untuk menetralkan Pikirannya yang masih dipenuhi kekacauan usai kepergian Zara.Tiba-tiba, aroma parfum menyengat beraroma vanila manis yang sangat kuat menyergap indra penciumannya secara mendadak. Aroma itu terasa begitu asing dan menusuk hidung, berbanding terbalik dengan wangi lembut bunga me
Read more