Share

Bab 73. Saran Zara

Author: Ucing Ucay
last update publish date: 2026-06-27 22:29:28

​"Mereka akan bertindak anarkis jika yang datang adalah seorang bos sombong yang mengancam akan memotong upah mereka dengan surat keputusan hukum, bukan seorang kepala keluarga yang datang untuk duduk bersama di atas lantai semen pabrik," balas Zara, senyuman tipis yang sarat akan ketulusan murni mengembang di sudut bibirnya yang manis.

​"Bawa dokumen cadangan alokasi dana darurat, tunjukkan pada perwakilan serikat pekerja bahwa kamu sudah menyiapkan skema pembayaran bonus mereka secara bertaha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 286. Ajakan Tinggal di Mansion Tawfeeq. 

    ​"Zara tidak pernah merasa direpotkan, Nek," potong Zara tegas seraya mengecup punggung tangan neneknya. "Nenek itu harta paling berharga yang Zara punya di dunia ini. Selama Zara masih punya kekuatan, Zara akan selalu menjaga Nenek."​Saat Zara sedang memusatkan perhatiannya mengancingkan ritsleting tas kain terakhir di atas meja, suara derap langkah sepatu yang mantap terdengar menyusuri lorong luar menuju kamar mereka.​Pintu kamar rawat terdorong terbuka lebar secara perlahan. Sosok Arham melangkah masuk dengan balutan kemeja putih bersih yang dipadu jas hitam elegan, memancarkan wibawa yang teramat kuat di pagi yang cerah itu. Di belakang pria tegap tersebut, Hendra mengekor seraya membawa seikat bunga mawar putih segar dan sebuah koper perjalan berukuran sedang.​Nindy melangkah masuk dari balik punggung kakaknya dengan raut wajah yang dipenuhi senyuman lebar. "Selamat pagi, Nenek Ajeng! Selamat pagi, Zara!"​Zara tertegun berdiri dari duduknya, terpaku menatap kedatangan keluar

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 285. Nenek Ajeng Boleh Pulang. 

    Keesokan harinya, matahari pagi menyembul cerah memancarkan sinar keemasan yang menembus jendela kaca kamar rawat nomor 304 di Rumah Sakit Kota. Udara pagi terasa sangat segar, menghapus sisa-sisa ketegangan dan badai teror yang sempat melanda sehari sebelumnya.​Di dalam kamar rawat yang bersih itu, Zara sedang berdiri di samping tempat tidur kayu, merapikan selimut tebal yang menutupi tubuh neneknya. Wajah Nenek Ajeng tampak jauh lebih segar dibanding hari-hari sebelumnya. Warna kulitnya yang dulu pucat kini mulai memancarkan rona sehat, sementara luka bakar di bagian tangannya sudah mengering sempurna setelah menjalani tindakan fisioterapi kulit terakhir tadi pagi.​Pintu kamar rawat terbuka pelan. Dokter Hermawan—dokter spesialis yang merawat Nenek Ajeng sejak awal—melangkah masuk bersama seorang perawat senior seraya membawa map catatan medis pasien.​Zara tersenyum ramah, membungkukkan tubuhnya sedikit. "Selamat pagi, Dokter Hermawan."​"Selamat pagi, Mba Zara," balas Dokter Her

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 284. Penolakan Keluarga Anton

    ​"Aww! Tante, kenapa Tante menampar saya?!" jerit Gina seraya memegangi pipinya yang bengkak, matanya terbelalak kaget.​"Masih berani kamu menanyakan alasannya, hah?!" caci Ibu Melia dengan dada naik turun menahan gairah emosi yang membara. "Kamu pikir saya tidak tahu kebenaran di balik kecelakaan tragis yang membuat anak saya lumpuh seumur hidup ini?!"​Wajah Gina seketika memucat pasi, tenggorokannya mendadak terasa sangat kering. "T-Tante ... Bicara apa? Kecelakaan itu murni musibah ...."​"Musibah matamu!" sembur Ibu Melia seraya menarik sebuah amplop cokelat dari dalam tas mewahnya lalu melempar isinya tepat ke muka Gina. "Polisi sudah menyerahkan seluruh hasil investigasi ulang! Malam kecelakaan itu, kamu sedang berebut lingkar kemudi dengan selingkuhanmu yang bernama Anji saat mobil anak saya dihantam truk di persimpangan jalan!"​Kertas-kertas foto rekaman kamera pengawas dan berita acara polisi berhamburan di atas lantai putih. Foto memperlihatkan sosok Gina dan Anji yang se

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 283: Anton yang Ditinggalkan

    ​Surat penangguhan penahanan bersyarat dari kejaksaan melayang ke tangan Gina setelah pengacara publik negara mendesak penyidik karena berkas perkaranya belum P-21. Tanpa sepeser pun uang tersisa di kantong, wanita itu dilepaskan dari balik jeruji besi markas kepolisian dengan status wajib lapor setiap pekan.​Angin malam bertiup makin kencang, membawa aroma hujan yang mulai menetes satu per satu di atas aspal dingin kawasan pusat kota. Gina melangkah tersendat-sendat di trotoar sepi, menahan rasa perih pada telapak kakinya yang tak lagi beralas. Gaun merah yang dulu sangat diagungkannya kini penuh noda lumpur dan robek di bagian bawah.​Tujuan wanita itu hanya satu, yaitu gedung Rumah Sakit Medika Utama yang berdiri megah beberapa ratus meter di depan sana. Di dalam salah satu ruang rawat kelas atas gedung itu, Anton—pria kaya yang pernah memberinya kehidupan serba mewah—sedang terbaring lumpuh. Di kepala Gina, Anton adalah pelampiasan terakhir sekaligus tiket penyelamat dari kemelar

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 282. Zara Kembali ke Mansion

    ​Zara tertegun kaget, menatap Lusi dengan sepasang mata bulatnya yang berkedip cepat. "T-tinggal kembali di mansion, Ma?"​"Iya, Zara," sahut Nindy menyambar cepat dengan raut gembira. "Kamar kamu yang dulu tidak pernah diubah sedikit pun. Mama bahkan suruh perawat khusus siap-siap merawat Nenek Ajeng di kamar lantai bawah kalau sudah keluar dari rumah sakit."​Arham memutar tubuhnya sedikit, menatap lurus sepasang mata Zara dengan sorot kehangatan yang amat dalam dan mengikat jiwa. "Kamu tidak usah cemas lagi soal tempat tinggal atau pekerjaan, Zara. Mansion itu adalah rumahmu juga sekarang."​Zara menelan ludah yang terasa menyumbat di tenggorokan, rasa haru yang amat dahsyat meledak membuncah di dalam dadanya. Perjuangan panjang menghadapi pengusiran, rasa fitnah, hingga teror pembakaran rumah yang menyiksa hidupnya selama tiga bulan terakhir kini berganti menjadi kehangatan keluarga yang selama ini dirindukannya.​"Terima kasih banyak, Mama Lusi ... Nindy ... Mas Arham ...," bisik

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 281. Mengambil Semua Fasilitas Gina. 

    ​"Satu hal lagi," tambah Pak Gunawan seraya mengeluarkan lembar ketiga yang berisi salinan instruksi pemblokiran bank. "Seluruh rekening perbankan pribadi atas nama Gina Susanti yang menerima pasokan dana bulanan dari Pak Arham telah diblokir secara permanen dari pihak pusat perbankan."​Gina lemas seketika, dadanya tersengal-sengal menghirup udara ruangan yang makin menyiksanya. "B-diblokir? Lalu bagaimana aku bayar pengacara pribadi?! Bagaimana aku bayar semua tagihanku?!"​"Saldo rekening Anda saat ini dibekukan sebagai dana jaminan pengganti atas barang-barang perhiasan milik almarhum Bapak Tawfeeq yang telah Anda gadaikan secara ilegal," sahut Pak Gunawan seraya merapikan kembali koper kulitnya.​Gina tertunduk lesu di atas meja, tangisnya berubah menjadi raungan yang memecah keheningan ruang tahanan. Seluruh kekayaan, fasilitas mewah, apartemen megah, dan mobil impian yang dikumpulkannya lewat berbagai kelicikan kini musnah tanpa sisa.​"Pak Arham juga menyampaiakan satu pesan t

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 5. Pertanyaan yang Menggejutkan Sang Nenek. 

    ​"Ini upah ku menyanyi malam ini, Nek. Besok pagi-pagi sekali, aku akan pergi ke apotek depan gang untuk menebus seluruh resep obat nenek yang sempat tertunda kemarin. Sisanya bisa kita gunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur untuk seminggu ke depan," ucap Zara dengan binar mata penuh kepuas

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 4. Pikiran Yang Mengganggu

    ​"Nenek ... apa yang sebenarnya terjadi?" bisik Zara lirih ke tengah kesunyian malam, suaranya tenggelam bersama deru angin malam dan hantaman hujan yang tidak kunjung menampakkan tanda-tanda akan mereda.​Ia perlahan bangkit berdiri, memunguti tas kainnya yang basah dan memasukkan kartu nama itu ke

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 3. Gina dan Zara. 

    ​Zara mematung dengan mulut sedikit terbuka, matanya melebar sempurna menatap garis wajah wanita di depannya. Hal yang sama juga terjadi pada wanita glamour tersebut; ia menghentikan aktivitas mengibas gaunnya, tangannya membeku di udara dengan pandangan mata yang terkunci rapat pada wajah Zara. Mer

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 2. Wajah yang Sama Percis. 

    ​Suara tamparan yang teramat keras bergema di lorong sempit itu. Wajah pria gempal itu terlempar ke samping, meninggalkan bekas kemerahan yang sangat jelas di pipi tembamnya. Cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Zara terlepas seketika karena rasa syok yang luar biasa. Pria itu memegangi pip

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status