Mansion mewah milik Samuel hari itu tidak pernah seramai ini.Ruang keluarga yang biasanya sunyi dan rapi kini dipenuhi suara langkah kaki, tawa, debat kecil, dan… teriakan panik yang datang silih berganti.Keluarga besar Albert.Keluarga besar Nathan dari Indonesia.Keluarga dokter Rizki.Semua berkumpul dalam satu atap.Alasannya satu:dua calon cucu akan lahir dalam waktu yang hampir bersamaan.Violet dan Aishwa sama-sama duduk di sofa panjang, dikelilingi bantal, selimut, camilan sehat, camilan tidak sehat yang “katanya sedikit saja”, serta segelas susu.Berbeda dengan kedua ibu hamil yang justru terlihat… cukup tenang.Yang kacau justru para suaminya.Samuel mondar-mandir.Langkahnya cepat. Terlalu cepat.Tangannya menggenggam ponsel, lalu meletakkannya, lalu mengambilnya lagi.“Vio?”“Iya, Mas.”“Perutmu sakit?” tanya dengan cemas.“Enggak.” Violet menjawab tanpa memandang suaminya itu. Ia justru sibuk menonton film favoritnya.“Sekarang?”“Mas, kamu nanyanya tiap dua menit.”Sa
Read More