"Kemana kamu seharian ini?"Calderon lebih dulu meneguk teh hangat yang disuguhkan ibunya sebelum menjawab pertanyaan Tuan Saka yang hampir menembaki bawahan Calderon karena panggilannya Calderon abaikan. "Ke kantor," jawab Calderon meletakkan kembali cangkir teh di meja.Tuan Saka masih berusaha sabar. "Setelah itu?"Calderon menatap sang ayah sengit. "Kenapa ayah ingin tau dengan kegiatan ku? Untuk apa?""Apa salahnya seorang ayah ingin tau dengan kegiatan putranya?"Calderon spontan melepas tawa mendengar kalimat menggelikan yang keluar dari mulut Tuan Saka. "Hahahaha, putranya.""Saya tidak bercanda, Calderon." Rahang Tuan Saka mulai mengeras.Calderon menghentikan tawanya. Raut wajahnya kembali serius. "Ayah gak perlu tau. Urus saja urusan masing-masing. Jangan ganggu wilayahku karena aku gak sekalipun mengganggu wilayah ayah."Tuan Saka tersenyum miring. Tubuhnya mundur, menyentuh punggung kursi. Kaki kanannya naik ke atas kaki kiri. Lalu kekehan remeh mengisi ruangan sunyi itu
อ่านเพิ่มเติม