Aura tahu betul, Roy adalah tipe pria yang sopan, tenang, dan tahu batas. Kalau dia sampai datang sendiri untuk meminta bantuan, berarti situasinya benar-benar sudah di ujung tanduk.Aura tersenyum ringan, mencoba mencairkan suasana. "Sekarang saja belum tentu berhasil, untuk apa kamu ngomong begini? Lagi pula, selain kamu sepupuku, kamu juga pernah nyelamatin nyawaku. Jadi, antara kita, nggak perlu pakai basa-basi segala."Begitulah sifat Aura. Kalau orang baik padanya, dia akan balas berkali lipat. Roy memperlakukannya dengan tulus, bahkan pernah menolongnya, maka dia pun tak akan ragu membantu sekuat tenaga.Roy menggertakkan gigi pelan, lalu mengangguk singkat. "Baik. Aku nggak ganggu kamu lagi, aku pergi dulu."Aura mengangguk lembut. "Oke. Kalau ada kabar apa pun, aku bakal kasih tahu secepatnya."Roy hanya menjawab dengan gumaman pelan sebelum berbalik meninggalkan ruangannya.Begitu pintu tertutup, ruangan kembali hening. Aura duduk sejenak, lalu mengambil ponselnya dan menekan
Read more