Usai malam yang dipenuhi kegamangan, hari-hari menjadi sangat berat bagi Tavisha. Setiap kali ia membuka laptop, bayangan tegas sang suami serta ancaman samar kembali mengiang. Ia tidak bisa melupakan intonasi bicara yang terlampau dingin terhadapnya. Meski begitu, ia tetap menggerakkan jemarinya, membuka puluhan tab pencarian serta mencatat yang dirasa perlu ke dalam bukunya. Sementara itu, Yudha di tempat lain tengah memandang layar komputernya dengan konsentrasi penuh. Di sebuah ruangan khusus yang hanya bisa diakses oleh perwira aktif, ia membuka arsip lama. Tumpukan data operasi militer di layar komputer itu tersusun rapi dalam folder-folder. Namun, sebagian besar dikunci. Jemarinya menggerakan kursor ke kolom pencarian, mencari dengan kata kunci “langit”, “merah”, atau “langit merah”. Tapi, tidak ada satupun folder yang mengacu kesana. Ia kembali mengetik ulang dengan acak, menelusuri nama-nama unit, kode operasi, atau tanggal tertentu. Namun—hasilnya tetap nihil. Yudha bersan
Last Updated : 2025-08-18 Read more