Mahen duduk menunggu di sofa ruang tamu. Ia sudah stand by sejak jam tujuh, sebab tidak ingin kalah start oleh Putra. Ia masih kesal dengan pesannya yang diabaikan oleh Maudy tadi malam. Namun, ia enyahkan rasa kesal itu karena pagi ini harus menemani Maudy dan Sean ke rumah sakit untuk imunisasi.Suara bel berbunyi, Mahen sudah bisa menduga siapa yang datang. Siapa lagi jika bukan Putra?Benar dugaannya, lelaki itu akan datang jauh sebelum jam keberangkatan mereka.“Pagi, Mas.” Putra menegur dengan sopan ketika ia dipersilakan masuk dan duduk oleh Hanum.Mahen hanya menoleh sekilas, lalu membuang muka untuk menunjukkan ketidakpeduliannya.“Mau saya buatkan kopi atau teh, Mas?” Hanum menawarkan.“Tidak perlu, saya tidak terbiasa minum-minuman berwarna.” Putra menolak dengan senyuman.Hanum lekas pergi untuk memanggil Maudy.Sengang. Dua pria itu sama sekali tidak ada berbalas kata. Mereka saling diam. Putra merasa canggung karena ia bisa membaca ketidaksukaan Mahen terhadapnya. Ia bis
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-05-31 อ่านเพิ่มเติม