Ada dunia kecil di dalam mal yang luput dari perhatian. Dunia di balik pintu gelap dan dentuman suara speaker, di mana kehidupan berputar dalam reel selama dua jam atau kurang. Dunia tersebut bernama bioskop. Dari luar dia hanya tampak seperti pintu besar dengan poster-poster mencolok–wajah-wajah aktor berpose gagah, aktris berparas manis, judul-judul yang dicetak tebal, dan embel-embel 'Now Showing'. Tapi, begitu melangkah masuk ke dalam, ada perubahan atmosfer yang tidak bisa dijelaskan. Seolah gravitasi lain sedang bekerja di sana. Pintu kaca otomatis terbuka. Aroma karamel popcorn langsung menyambut. Harum gurih manis itu menjadi bau resmi bioskop. Di balik loket, para petugas bekerja dengan seragam rapi. Ada yang berdiri di pintu hall menjaga tiket. Ada yang membersihkan studio sebelum film selanjutnya diputar. Ada penjaga stand popcorn dan makanan lain. Dan tentu saja ada penjaga tiket seperti Andara. Ia saat ini sedang duduk dengan senyum separuh tulus dan separuh lelah.
Read more