ログイン***
Fardan baru saja kembali dari lokasi pertemuan dengan klien. Sore itu jalanan tidak terlalu ramai. Fardan mengemudikan mobilnya dengan tenang. Akan tetapi tiba-tiba mobil mewah di depannya berhenti mendadak dan membuat Fardan hampir menabraknya.“Bisa nggak sih kemudikan mobil! Malah berhenti tiba-tiba!” gerutu Fardan seraya menekan klakson beberapa kali.Mobil di depannya tidak bergeming, Fardan segera turun dari dalam mobil untuk melihat apa yang terjadi. Fardan mengetuk kaKarena sudah mencoba mendekati dan gagal berulang kali akhirnya Heru memutuskan untuk berhenti mendekati Mirna. Dia merasa tidak punya muka lagi karena dia merasa dirinya adalah pria terhormat dan tidak perlu terus-menerus mengemis cinta pada wanita yang sama sekali tidak memiliki perasaan sedikit pun padanya.Jesika mendengar keputusan Heru dan langsung memarahinya. “Heru! Kamu pria macam apa? Sebentar lagi kamu berhasil mendapatkan wanita yang kamu cintai tapi kamu memutuskan untuk berhenti di tengah jalan? Apa kamu pikir Mirna akan bertahan dengan Erlangga selama-lamanya? Hah? Omong kosong! Mirna dulu pernah mencintai pria lain dan dia dipaksa menikah dengan Erlangga! Pernikahan mereka berdua sama sekali bukan karena cinta!”Heru sedang duduk di kursi ruang tengah, dia merasa tidak nyaman didesak oleh Jesika untuk terus mencoba merayu Mirna. Kemarin-kemarin dirinya malah dipukuli oleh Erlangga dan dia enggan menerima pukulan lagi hanya karena seorang wanita.
Setelah Mirna tenang barulah dia melepaskan ciumannya. Erlangga membawanya pulang ke rumah. Dilihatnya Mirna masih muram. Ketika mereka berdua tiba di dalam kamar, Erlangga langsung menariknya ke ranjang untuk melakukan hubungan intim. Pada awalnya Mirna tidak bereaksi tapi semakin lama Erlangga berpacu di atasnya tubuh Mirna mulai merespon. Mirna mengangkat pahanya lalu membukanya lebih lebar dan cairannya keluar sangat banyak. “Aaaahhh, aaahh! Er,” “Mirna, aku tahu aku pasti berhasil memuaskanmu! Siapa bilang aku tertarik dengan wanita lain! Jika benar demikian mana mungkin aku begitu marah padamu saat kamu bersama Heru? Mirna kamu hanya akan melayaniku sampai kapan pun! Ah, ah, ah, Mirna aku hanya mencintaimu!” “Er,” Mirna memanggil namanya dengan mesra lalu memeluknya dengan manja. Sampai tengah malam Erlangga baru turun dari atas tubuh telanjang Mirna lalu dia menciumi bagian intimnya, Mirna merasa senang diperlakukan Erlangga
Hatinya terasa dicabik-cabik dan terasa sangat sakit, Mirna menyeka pipinya beberapa kali. Dia menghela napas berat, masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat dalam pesan barusan. “Sebenarnya kenapa bisa begini? Apakah hubunganku dengan Erlangga sama sekali tidak bisa diperbaiki lagi? Setelah bertahun-tahun lamanya kita bersama dan aku pikir semuanya akan baik-baik saja. Kenapa badai kembali datang dan berusaha menghancurkan masa depan keluarga kami?”Sampai di lokasi pameran Mirna tidak bisa menikmati acara itu. Heru diam-diam mengamatinya, dari ekspresi wajah Mirna hari ini dia bisa melihat wanita itu sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Heru tahu Jesika sudah berulah hari ini dan kali ini mungkin serangan yang dilakukannya lebih berat dari kemarin-kemarin. Heru tidak pernah melihat wajah Mirna bisa begitu kusut seperti sekarang. Wanita itu bahkan sama sekali tidak mengukir senyumnya sejak tiba di sana, keningnya terus berkerut dan alisnya hampir bertaut. A
Hubungan Mirna dengan Erlangga sudah membaik, mereka tidak bercerai bahkan semakin mesra setelah bertengkar. Erlangga mengajaknya untuk kembali pulang ke rumah. Mirna memeluknya dengan manja, sampai di rumah mereka kembali memadu cinta hingga berjam-jam lamanya di dalam kamar. Romansa panas itu tidak kunjung selesai sampai sehari penuh. Tubuh telanjang Mirna terus ditekan di atas ranjang, napas wanita itu terengah-engah sambil menatap Erlangga di atasnya yang kini berusaha untuk memberikan kepuasan untuk Mirna. “Mirna, sayangku, ah, ah, aku sangat mencintaimu, oukh!” “Er, berikan aku kepuasan sayang! Berikan aku sekali lagi, akh, akh,” Mirna memeluknya dengan mesra. Erlangga menciumi lehernya dan melumat kedua buah dadanya yang kencang dan kenyal. Dia sangat ingin menikmati tubuh Mirna, meski sudah berulang kali melakukannya dia merasa masih ingin melakukannya lagi. Puas melakukannya, petang hari Erlangga turun dari ranjang lalu perg
Erlangga merasa senang mendengarnya. Setidaknya Mirna bersedia bicara dan mengatakan isi dalam hatinya jadi dia akan mencari solusi untuk memperbaiki hubungannya dengan Mirna walau Mirna menyangka kedatangannya sama sekali tidak nyata.“Mirna, tidak ada wanita lain dalam hatiku. Hanya ada kamu dan selalu hanya kamu. Semua ini hanya kesalahpahaman.” Erlangga berusaha meyakinkannya lalu menyentuh kedua pipi Mirna.Mirna baru sadar dia tidak sedang bermimpi sekarang, Erlangga benar-benar datang untuknya. Erlangga mencium bibirnya dan raut wajahnya langsung berubah muram. “Kamu minum? Kenapa? Apakah bayi kita tidak boleh hidup hanya karena kamu marah padaku? Mirna, jika ini kesalahanku seharusnya akulah yang kamu pukul! Kenapa harus membuat bayi kita sakit!” keluhnya dengan wajah tertekan.Mirna melihat kedua bola mata Erlangga memerah. Mirna mendorongnya ke samping, Mirna bangun lalu memijit keningnya. Kepalanya masih terasa berat. Sebelumnya dia sangat tertekan dengan
Hatinya terasa sangat kacau sekali, Mirna tidak tahu kebenaran macam apa yang disembunyikan oleh Erlangga. Sejak Mirna pergi dari BNC, ponselnya terus berdering. Erlangga terus meneleponnya. Erlangga memiliki jadwal penting. Proyek akan segera dibuka dan dimulai. Jika rapat kali ini lancar maka malam nanti adalah pesta perayaan pembukaan proyek. Untuk membuka proyek dan memulai, Erlangga harus menggenggam tangan Mirna, memegang gunting bersama untuk memotong pita. Sekarang istrinya itu sedang kesal dan marah. Erlangga harus segera menenangkan hatinya karena semua yang dipikirkan Mirna sama sekali tidak benar. Mirna duduk di tepi ranjang, menatap gaunnya yang berantakan di dalam ruang ganti. Hatinya sangat terluka dan pikirnya Erlangga sungguh jatuh cinta dengan gadis kaya dan terkenal seperti Jesika. “Erlangga, apakah ini adalah dirimu yang sebenarnya? Jika ternyata kamu jatuh cinta pada wanita lain seharusnya kamu mengatakannya padaku! Agar aku berhenti dengan p
Fardan mendengarnya, nama lawan bicara Mirna di seberang sana adalah Erlangga. Fardan merasa sudah bersalah karena masuk ke dalam kamar Mirna tanpa mengetuk pintu. Dan sekarang sudah terlanjur ketahuan oleh Mirna. Mirna menyibakkan rambut panjangnya yang terurai ke belakang lalu berjalan menuju k
“Ya, ngomong saja, ada apa?” tanyanya santai. Edo merasa malu karena seharusnya dia tidak berada di samping Fardan ketika Cika ingin bicara empat mata dengan Fardan. “Nanti setelah pulang sekolah, agak sorean aku ke rumah kamu ya?” tanyanya pada Fardan. “Ke rumahku? Kamu tahu aku nggak tingga
Melihat Mirna terkulai lemas Fardan tersenyum senang. “Fa, kamu tidak boleh melakukan ini,” Mirna berbisik sambil menelan ludahnya. “Fardan sayang sama Tante, kapan pun Tante mau, Fardan akan melakukannya untuk Tante, jangan sampai Tante dilecehkan pria lain, Tante,” bisik Fardan pada Mirna.
“Tante tidak usah khawatir, aku sudah besar, kalau lapar pasti aku akan makan.” Jawab Fardan sekenanya. Awalnya Fardan tadi ingin melakukan lebih jauh tapi dia merasa Mirna begitu mudah dia kalahkan jadi Fardan menahan diri dan membiarkan Mirna lepas dari tahanannya. “Ya, tapi kalau kamu nggak m







