Home / Romansa / Sisi Liar Mematikan! / Bab 74 Tetap pergi

Share

Bab 74 Tetap pergi

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-05-18 08:41:55

***

Fardan baru saja kembali dari lokasi pertemuan dengan klien. Sore itu jalanan tidak terlalu ramai. Fardan mengemudikan mobilnya dengan tenang. Akan tetapi tiba-tiba mobil mewah di depannya berhenti mendadak dan membuat Fardan hampir menabraknya.

“Bisa nggak sih kemudikan mobil! Malah berhenti tiba-tiba!” gerutu Fardan seraya menekan klakson beberapa kali.

Mobil di depannya tidak bergeming, Fardan segera turun dari dalam mobil untuk melihat apa yang terjadi. Fardan mengetuk ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 75 Ragu denganmu

    Mirna baru tiba di BNC, di lobi dia sudah ditunggu oleh Mohan. “Silakan Nyonya,” Mohan mempersilakan Mirna menuju ke ruangan di mana Mirna harus mulai memeriksa berkas-berkas yang dikatakan Erlangga kemarin.Pikir Mirna pagi itu dia akan langsung melihat wajah Erlangga ternyata di dalam ruangan kerja tersebut hanya ada setumpuk berkas yang ditinggalkan untuk Mirna tanda tangani.Mohan membawakan kopi untuknya dan menaruhnya di meja. Mirna sudah mulai fokus memeriksa berkas tersebut. Mirna ingin segera menyelesaikannya lalu pergi dari BNC, Mirna tidak ingin sampai bertemu dengan Monata di perusahaan hingga menimbulkan keributan. Mirna masih memikirkan masa depan dan tidak berniat berebut pria dengan Monata seperti yang Monata katakan padanya.“Presdir tidak akan datang?” tanyanya tanpa menatap ke arah Mohan.“Presdir masih ada urusan, mungkin beliau sebentar lagi akan datang. Nyonya butuh sesuatu?” tanyanya.“Tidak ada.”“Kalau begitu saya akan mengu

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 74 Tetap pergi

    ***Fardan baru saja kembali dari lokasi pertemuan dengan klien. Sore itu jalanan tidak terlalu ramai. Fardan mengemudikan mobilnya dengan tenang. Akan tetapi tiba-tiba mobil mewah di depannya berhenti mendadak dan membuat Fardan hampir menabraknya. “Bisa nggak sih kemudikan mobil! Malah berhenti tiba-tiba!” gerutu Fardan seraya menekan klakson beberapa kali.Mobil di depannya tidak bergeming, Fardan segera turun dari dalam mobil untuk melihat apa yang terjadi. Fardan mengetuk kaca jendela samping mobil tersebut namun tetap tidak ada reaksi. Fardan melihat dengan menempelkan wajahnya di kaca samping dan melihat wanita sedang kesakitan memegangi perutnya. “Hei? Mbak! Mbak!” Panggilnya sambil mengetuk kaca samping mobil. Tidak lama kemudian pintu mobil terbuka dan wanita itu jatuh ke dalam pelukannya. Fardan panik, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan jadi dia segera menelepon ambulans.“Bapak walinya?” tanya perawat yang menangani di lokasi.“Bukan,

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 73 Hadiah

    Papa Monata sudah memperingatkan Monata sebelum Monata memutuskan untuk memaksa Erlangga menikah dengannya. Papa Monata sudah lama mengenal Erlangga, di medan bisnis Erlangga bisa meraih julukan seorang Raja bukan tanpa alasan. Erlangga terkenal gigih meski dijatuhkan sedemikian rupa oleh lawan bisnisnya. Erlangga selalu bisa berdiri kembali dengan sempurna bahkan dengan hasil pekerjaan yang mencengangkan. Erlangga bukan tipe orang yang akan bertekuk lutut hanya karena sudah dikalahkan. Erlangga tidak akan menyerah apalagi mengakui kekalahan. Dia mengalah saat ini karena masih memandang Monata sebagai sahabat dekatnya. Erlangga seorang teman yang sangat setia kawan. Dia tidak akan ragu membantu rekan-rekannya, sebagaimana kedekatan Erlangga dengan Erika dan lainnya. Erlangga saat ini menikah untuk membantu Monata serta tekanan dari Papa Monata yang terpaksa harus dia lakukan lantaran situasi kemarin begitu mendesak. Dan Monata tahu Erlangga mengalah padanya juga hanya seme

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 72 Rasa ini tulus

    Bagaimana mungkin aku bisa lupa? Pria yang sedang memelukku adalah serigala lapar yang tidak akan pernah bisa puas? Bagaimana aku bisa melupakannya! Erlangga Adiyasa adalah pria yang tidak pernah bisa aku tawar meski aku sudah memuaskan gairahnya tujuh hari tujuh malam di ranjang! Dia akan terus lapar dan semakin lapar! Sebelum tulang-belulangku remuk dia tidak akan bersedia berhenti. Tanpa sadar Mirna melamun dalam pelukan Erlangga sambil terus menatap wajah tampan yang kini hanya tertuju padanya. Hidungnya mancung, alisnya lumayan tebal, tulang rahang yang kuat dan kokoh serta sorot matanya yang tajam. Erlangga sendiri juga memuji penampilan Mirna dalam hati. Buah dada Mirna yang montok terasa lembut dan hangat dalam pelukannya, serta wajahnya yang mungil cantik alami membuatnya terlihat semakin seksi, kedua mata yang berkaca-kaca tengah merajuk seperti sedang memohon ampunan dari seorang Raja yang sudah menaklukkannya. Keduanya saling menatap mata

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 71 Kamu hanya ingin menindasku

    “Presdir, dokumen yang Anda minta sudah saya siapkan!” Mohan mengulurkan dokumen dalam genggaman tangannya pada Erlangga. Erlangga mengambilnya lalu menoleh ke arah Mirna. “Aku datang ke sini tadinya untuk alasan ini,” ujarnya sambil melirik ke arah Mirna. Mantan istrinya itu terlihat sangat cantik dan mempesona dalam penampilannya sekarang. Erlangga terus saja merasa gemas dan tidak bisa bersabar untuk jauh-jauh dari Mirna. Mirna tertawa renyah lalu mengambil dokumen tersebut dari genggaman Erlangga, diliriknya Erlangga dan Mohan bergantian. Dua pria di depannya itu tampak memberikan ekspresi yang berbeda. Mohan hanya merasa hal yang dilakukan Erlangga hanya basa-basi saja, sementara Erlangga sedang berpura-pura memeriksa dokumen lain untuk menyibukkan diri demi menghindari tatapan mata Mirna yang kini terlihat seperti ingin mengungkap kebenaran yang Erlangga sembunyikan. Mirna membawa berkas dan duduk di sofa untuk memeriksa isinya lebih lanjut. Mirn

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 70 Kamu harus mau

    Tubuh telanjang Mirna menggelepar di bawah tubuh kekar Erlangga, Erlangga dengan penuh nafsu terus berpacu di atasnya. Melihat bibir ranum Mirna megap-megap serta desahan nikmat yang keluar dari bibir Mirna membuat Erlangga semakin menggila. Rasa haus untuk terus menyetubuhinya sangat sulit dipadamkan. Erlangga sudah melupakan semua jadwal yang harus dia lakukan pada hari ini. “Er, aaaah, aaaahh, aahh, ampuni aku, oouhh, Er, ayolah sudahi ini, hm?” Mirna merengek sambil memeluk tengkuk Erlangga. Jemari tangan Mirna yang lentik memainkan belakang tengkuk Erlangga dan membuat Erlangga merasa semakin tidak ingin untuk melepaskannya. “Mirna, kamu sangat cantik sekali ketika telanjang dan mendesah-desah begini, kamu membuatku tidak bisa tidur, kepalaku sangat sakit ketika terus menginginkanmu tapi kamu malah tidak tinggal di sisiku!” keluhnya seraya terus mengayunkan bokongnya dengan ritme sedikit lebih lambat dari sebelumnya. Mirna mengukir senyum lalu me

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 9 Gairah di kamar VIP

    *** Satu tahun berlalu begitu saja, hubungan Mirna dengan Erlangga masih baik-baik saja seperti biasa. Mirna baru saja selesai dengan pekerjaannya dan ia berniat pulang dari kantor, Mirna menatap jam di dinding ruangan kerjanya, waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Beberapa m

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 7 Cinta Sepihak Erlangga Adiyasa

    ‘Cinta bertepuk sebelah tangan’Pertunangan Mirna dengan Erlangga berjalan dengan lancar. Erlangga adalah putra dari keluarga kaya raya, dia memiliki banyak perusahaan di dalam maupun luar negeri. Awalnya Erlangga sengaja mengacaukan saham di perusahaan Mirna dengan begitu Mirna tidak akan me

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 16 Hanya ingin memenuhi keinginanmu

    “Aku akan menjadi suami sempurna yang tidak pernah melupakan nafkah lahir dan nafkah batin, aku juga tahu gairahmu di atas rata-rata, daripada melihatmu mencari kepuasan lain aku lebih suka melakukan hubungan badan sesering mungkin! Apalagi sampai ditinggalkan berselingkuh olehmu! Jangan harap ak

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 13 Candu yang sangat manis

    Keesokan paginya, Mirna terbangun tanpa Erlangga di sisinya, tubuh telanjang Mirna terkulai di kasur. Tulang-tulang pada pinggang dan kedua kaki Mirna terasa remuk dan hancur. Mirna mengerjap lambat lalu menatap jam di ponselnya yang tergeletak di meja samping ranjang. Mirna ingat semalam tidak s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status