แชร์

Dijemput Suami

ผู้เขียน: Agura Senja
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-13 23:59:57

"Kenapa belum pulang?"

Aluna harus menjauhkan ponselnya untuk mengecek sekali lagi, dan benar saja nomor yang berada dalam sambungan telepon dengannya belum tersimpan. Tapi, dari suara rendah yang terdengar seksi namun mengandung kelembutan aneh itu jelas milik Erlangga, suaminya.

"Aluna?" Pria di seberang kembali memanggil.

"Ehm, Erlangga?" tanya Aluna pelan, sedikit tidak yakin. Ia pasti sudah menyimpan nomor Erlangga yang diberikan sopirnya kemarin, tapi kenapa
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Seorang Asisten

    "Kamu nggak ke kantor?" Aluna yang pagi ini bangun terlambat dan berpikir suaminya sudah meninggalkan rumah, malah menemukan Erlangga sedang bersantai di meja makan, dengan kaus hitam lengan pendek dan celana selutut, jelas terlihat seperti orang yang berbeda. Pria itu sedang mengamati sesuatu di ponselnya saat Aluna akhirnya datang."Sudah bangun? Ayo sarapan, aku kelaparan menunggumu."Kata-kata Erlangga membuat Aluna mengernyit heran. "Kalau lapar kenapa nggak makan duluan? Nggak ada aturan harus nunggu orang lain, kan?"Erlangga menggeleng, "Memang tidak ada aturan seperti itu, tapi aku ingin makan bersama istriku," ucapnya santai."Trus kamu nggak ke kantor beneran? Ngambil cuti? Memangnya boleh?"Mendengar pertanyaan bertubi istrinya, Erlangga hanya menghela napas pendek. "Bukan libur, aku akan bekerja dari rumah, setidaknya sampai rumor yang beredar di luar mulai terkendali." Aluna mengangguk mendengar penjelasan suaminya. Ia ingat semalam Erlangga mengatakan tentang konfere

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Orang Terdekat

    "Kenapa bicaramu kasar sekali?!" Aluna berusaha menjauhkan dirinya, tapi ia telak terperangkap dalam dekap tubuh besar Erlangga."Kalau begitu, aku ingin bercinta." Erlangga berbisik, bibirnya mulai bergerak ke samping wajah Aluna, membuat napas istrinya tercekat.Aluna menahan diri untuk tidak memejamkan mata. Jantungnya berdetak begitu keras sampai ia takut Erlangga benar-benar bisa mendengarnya."Kamu gugup." Erlangga berkata pelan, mengangkat wajahnya untuk melihat pada Aluna yang jelas sedang tegang."Nggak tuh!" ujar Aluna tanpa sadar, membalas tatapan suaminya dengan berani."Bohong.""Aku nggak bohong.""Kalau begitu, boleh kulanjutkan?""Erlangga!"Erlangga tertawa pelan. Suara rendah itu justru membuat Aluna semakin salah tingkah. Pria itu kembali mendekat dan mengendus leher Aluna. "Kamu harum sekali. Harum yang manis. Aku jadi penasaran, apakah rasanya akan manis juga kalau aku menjilatnya?"Aluna membelalak. Wajahnya langsung memanas sampai ke ujung telinga. Bagaimana bi

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Akun-akun Palsu

    - Kalian masih nggak sadar juga? Semua ini pasti udah direncanain dari awal! Aku bakal botakin kepalaku kalau kalau kata-kataku salah! -- Nayara itu korban. Aluna dan Erlangga yang harusnya disalahkan. -- Lucu banget. Mana ada orang yang batal nikah karna diselingkuhi mau cari pengantin pengganti di waktu yang sama. Bilang aja kalau mereka udah dekat dari lama. -- Aku yakin Aluna udah masuk ke kehidupan Erlangga jauh sebelum skandal Nayara pecah. -Setelah makan malam, Aluna kembali ke kamar sendirian. Erlangga dan Julian kembali ke ruang kerja, tampak benar-benar sibuk. Tadinya Aluna ingin melanjutkan novelnya, tapi rumor yang beredar di internet membuatnya penasaran.Komentar demi komentar berujung fitnah tak berdasar terus bertambah setiap detiknya. Aluna sampai tidak bisa membedakan mana akun asli dan palsu. "Kebetulan? Nggak ada yang namanya kebetulan sebesar ini." Aluna membaca salah satu komentar, kemudian berdecak sambil menggeleng. "Tapi nyatanya, kebetulan macam ini bene

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Aturan Sang Ratu

    Aluna tersentak saat seseorang merebut ponselnya, menyadarkan wanita itu bahwa ia baru saja terhanyut dalam rumor-rumor tak berdasar tentang dirinya sendiri."Aku memanggilmu dari tadi, tapi--!""Erlangga?" Aluna berkedip pelan, sedikit linglung, sama sekali tidak menyadari kedatangan suaminya itu.Erlangga berdecak, duduk di samping Aluna dan menepuk-nepuk pelan kepala wanita itu. "Maaf, aku lupa memperingatkanmu untuk tidak membuka sosial media," katanya lembut.Saat menyadari maksud perkataan suaminya, Aluna langsung menatap galak, meminta penjelasan lebih detail.Erlangga menghela napas, "Aku baru tahu saat Julian menelepon tadi, tentang alasan kenapa tiba-tiba para wartawan itu berkerumun di dekat perusahaan," jelasnya dengan sedikit helaan napas. "Tim kami sedang mengumpulkan bukti lain tentang skandal Nayara yang dilakukan sebelum dia mengenalku. Kami berencana menyebarkannya ke internet dengan cara yang sama seperti mereka memulai rumor tak berdasar tentang kita." Aluna mena

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Rumor yang Menyebar

    Napas Aluna putus-putus setelah ia bicara tanpa jeda, berbeda dengan Erlangga yang malah mendengus melihat betapa semangat istrinya."Kalau begitu aku tidak bisa makan bersamamu malam ini, dan sepertinya akan pulang larut, jadi jangan kunci pintu kamarnya." Setelah mengatakan itu, Erlangga meminta sopirnya untuk mengantarnya ke perusahaan terlebih dulu sebelum mengantar Aluna pulang."Nggak masalah kok, aku bukan anak kecil. Pintunya juga nggak akan dikunci." Tidak ada obrolan apapun lagi setelahnya. Aluna memilih memejamkan mata sejenak selama perjalanan, jadi ia tidak tahu jika mobil yang ditumpanginya berhenti sebelum memasuki area perusahaan. Setelah mendengar keramaian, barulah Aluna membuka mata dan menyadari ada banyak wartawan yang menunggu tepat di dekat lobi perusahaan."Kenapa mereka disini?" Suara Erlangga terdengar tajam, bersamaan dengan itu, ponselnya berdering. "Kenapa kamu tidak membereskan hama di depan perusahaanku, Julian?" Aluna menegakkan tubuhnya tanpa sadar.

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Anak Seorang Sopir

    Mantan pacar? Teman masa kecil? Aluna mengernyit bingung. Mereka tidak sedang syuting drama pendek dimana karakter utama selalu memiliki teman masa kecil. Meski Aluna memang punya, tapi dua-duanya perempuan, bahkan hingga saat ini yang bisa disebut teman oleh Aluna hanyalah Febia dan Kaela."Kenapa kamu pikir kalau Kak Mikail itu mantan pacarku?" "Kak Mikail?" Erlangga mendengus. "Sepertinya kalian akrab sekali sampai melupakan sopan santun."Melupakan sopan santun? Sebenarnya Erlangga sedang memikirkan apa?!"Aku udah pake sopan santun lho! Kalau sopan santunku nggak ada, aku pasti bakal panggil Mikail aja," ucap Aluna membela diri. "Bukankah harusnya kamu memanggilnya tuan muda Mikail? Memangnya keluarga Dyaksa tidak mempersalahkan kalau anak sopir mereka, memanggil putra tertua keluarga itu dengan sebutan yang terlalu akrab?" Erlangga bukan tipe yang suka menjelaskan sesuatu, tapi sejak beberapa hari ini, Julian terus memaksa agar ia bisa sedikit menjelaskan maksud kata-katanya,

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Mikail VS Erlangga

    Aluna menggeleng, bibirnya membentuk senyum lembut yang jarang ia tunjukkan pada orang lain. Jarang sekali Mikail memanggil Aluna dengan nama kecilnya."Mana mungkin. Kenapa juga aku harus takut dengan kakakku yang protektif?" Aluna segera menggandeng tangan Mikail dan membawa pria itu untuk duduk

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Identitas Aluna Ketahuan?!

    "Memangnya mereka nggak tanya huruf D. di namamu itu apa?" Aluna sudah sampai di perusahaan dan langsung menemui Mikail di ruangannya, ia juga memanggil Febia yang merupakan sekretaris Mikail untuk bergabung. Tapi, pertanyaan pertama yang diajukan Febia malah tentang nama Aluna D. Maheswari yang t

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Jangan Jatuh Cinta

    Tepat pukul dua, Julian dan Erlangga datang bersama seorang wanita berambut pendek. Penampilan wanita itu tampak seperti pekerja kantoran pada umumnya, rapi dan tampak profesional, lengkap dengan kacamata membingkai wajahnya."Nama saya Yulia, Nyonya, salam kenal."Aluna menerima uluran tangan Yuli

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Hari Libur

    Aluna langsung menutup rapat mulutnya saat Erlangga memasuki kamar. Pria itu datang sambil menenteng sebuah tas yang sangat Aluna kenal. Tas berisi laptopnya."Oh, kamu habis ngambil laptopku di mobil?" Aluna bertanya dengan nada tidak percaya. "Mana mungkin. Pelayan membawakannya ke ruang kerjaku

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status