“Selamat, Nona.”Alana tersenyum saat Ema menyambutnya dengan raut girang di ambang pintu. Entah harus bahagia atau bagaimana, Alana bingung mengekspresikan. Hamil memang menjadi tujuan dari segala kerjasama ini, tapi jujur Alana tak merasakan apapun.“Makasih, Ema. Aku mau langsung mandi.” Ajaibnya, beberapa saat setelah mengetahui jika hamil, sel-sel dalam tubuh Alana bereaksi aneh. Dia merasakan lelah yang teramat sangat. Padahal, sama sekali tidak melakukan aktivitas berat. Apa karena habis terpeleset tadi yang membuat Alana harus sedikit menahan sakit? Entahlah, semua terasa ambigu.“Hmm, Nona. Tapi ….”Alana mengernyit. “Ada apa, Ema?” tanyanya khawatir.Meski ragu akan berakhir baik, Ema tetap harus menyampaikan. “Hmm … itu … Nyonya Asyila menunggu di taman belakang.” Suara Ema mengecil di akhir.Napas Alana tertahan beberapa detik, lantas hembusan yang cukup berat mampu membuat Ema sadar jika Nona-nya ini jelas merasa tidak nyaman. Angan untuk segera merebahkan diri sirna. A
Last Updated : 2025-12-09 Read more