“Bree!” Aroma Bree seakan menghantam tenggorokannya, mengirimkan kehausan dan nafsu yang membuat mata Rad berkabut. Dalam pandangan Bree, mata Rad perlahan terlihat tercemar oleh kabut hitam. “Tidak, Rad!” Melupakan apa yang bisa dilakukan Rad saat matanya benar-benar berubah hitam dan lepas kendali, Bree justru menghambur dalam pelukan Rad, dan menyentuh kedua pipinya. “Rad? Dengar aku, jangan begini. Lawan itu!” Bree bergumam cepat. “Rad...Hhhk!” Tangan berkuku hitam milik Rad, mencengkram leher Bree, mencekik dan memutuskan aliran udara ke paru-parunya. Dan pastinya dengan mudah bisa saja mematahkan leher Bree. Bree meronta, dan mencakar tangan Rad. Cakaran yang kekuatannya tak lebih seperti usapan mesra. "R...aad.." Diantara napasnya yang tersengal, Bree mencoba memanggil. “TIDAK!” Suara yang mirip sekali dengan geraman binatang, muncul dari bibir Rad. Dan tangan yang mencekik itu, mengendur. Bree mendorong tangan itu menjauh, sambil terbatuk-batuk, mengambil napa
Huling Na-update : 2025-09-23 Magbasa pa