Sejujurnya, sejak awal Indra nggak pernah anggap dirinya orang baik. Perasaannya dingin, hatinya pun nggak mudah tersentuh. Namun ke orang-orang yang ia anggap penting, ia selalu berusaha lindungi mereka sepenuh hati, nggak ingin mereka sedih.Hanya saja, ia nggak nyangka kalau Guntur bisa jauh lebih kejam darinya.Begitu tega, begitu nggak berperikemanusiaan, demi keuntungan, hubungan darah dan keluarga sama sekali nggak berarti.Justru karena tindakan Guntur yang nekat itulah, Indra temukan celah. Sebuah celah besar yang buat dia bisa gerak tanpa ragu.Ida tampak terpukul, wajahnya pucat pasi. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali, nggak mau percaya hal itu.“Nggak mungkin. Nggak mungkin. Kakak kedua nggak mungkin lakukan itu ke kami.”Indra mencibir dingin.“Bodoh.”Suami istri ini sama-sama bodohnya, sudah ditipu orang tapi masih sibuk belain orang yang nipu.Wajah Ida langsung berubah. Amarah menyala di matanya.“Kalau kamu sejak awal sudah tahu, kenapa nggak bilang?! Pasha itu
続きを読む