Suatu malam, saat kantor sudah sepi, hanya beberapa komputer yang masih menyala, dan hujan turun deras di luar, Sevi berjalan ke pantry untuk mengambil air hangat. Tubuhnya sedikit lelah, tapi bukan karena stres, lebih karena banyak pekerjaan menumpuk setelah ia lama menghilang saat masa investigasi, apalagi sekarang peluncuran rasa vanilla creamy semakin dekat.Saat ia membuka pintu pantry, ia mendapati Arlan bersandar di meja, memejamkan mata sebentar sambil merenggangkan bahu.“Lan?” panggil Sevi.Arlan membuka mata pelan. “Kamu belum pulang.”“Kamu juga,” balas Sevi.Arlan tersenyum samar. “Kan nunggu kamu.”Sevi merasakan pipinya memanas. “Geser ih, aku mau ambil air”“Nggak mau”“Lan..” Bibir Sevi mengerucut, tatapan seperti memelas dan itu terlihat sangat lucu di mata Arlan.Arlan menatapnya lama, tersenyum kecil dan tanpa aba-aba ia mengecup bibir Sevi dengan lembut. Terasa tersihir, Sevi mengalungkan kedua tangannya ke leher Arlan. Hening, hanya suara kecipak basah yang bera
Last Updated : 2025-11-21 Read more