Tahun-tahun benar-benar berlalu tanpa pernah meminta izin. Kini Sevi pergi mengejar mimpinya, kuliah, bekerja, menata hidup yang selama ini hanya ia bayangkan di kamar sempit rumahnya. Kota Jakarta memberinya kesempatan sekaligus kelelahan yang tak pernah ia ceritakan sepenuhnya. Sementara itu, Miko juga berjuang dengan caranya sendiri, ia bertahan di kota lama, mengurus pekerjaan, dan mencoba berdamai dengan kenyataan bahwa seseorang yang dulu selalu ada kini hanya bisa ia jangkau lewat layar.Awalnya, mereka masih saling berkabar.Miko menatap layar ponselnya malam itu. Room chat itu masih ada, tak pernah ia hapus. Nama Sevi tertera di bagian atas, dengan foto profil sederhana, wajah yang tak banyak berubah, hanya terlihat lebih dewasa.Ia menggulir ke atas, membuka percakapan lama.10.07.2022Anda (09.07) : Kamu gimana di sana? Capek?Sevi (10.04) : Capek banget, tapi aku senang. Jakarta kayak nggak pernah libur, rame terus, Ko15.07.2022Anda (10.06) : Jangan lupa makan.Sevi (11
Last Updated : 2026-01-10 Read more